
Asesmen Novel XII MIPA 3
Authored by Ari Ariyani
Others
12th Grade
Used 6+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
50 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”
amanat yang paling tepat untuk penggalan novel diatas adalah...
Wanita sebaiknya dapat mandiri
Wanita harus bermasyarakat
Pendidikan suami istri harus seimbang
Wanita tidak boleh kalah oleh pria
Cita-cita jangan sampai gagal
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Deutragonis
Figuran
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
teenlit merupakan pengklasifikasian jenis novel berdasarkan...
isi dan penokohan
genre
Kebenaran cerita
Latar belakang
Fiksi
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Bacalah Kutipan novel berikut!
Lamunan Kabul putus karena pintu depan terbuka. Sri, pelayan warung Mak Sumeh, masuk membawa kopi dan pisang goreng. Sri segera berlalu dan menutup pintu dari luar. Namun hanya dalam hitungan detik pintu kembali terbuka. Wati masuk, memberi salam dengan suara tenggorokan. Sejak masuk kembali sesudah sakit, wajah Wati seperti bunga pot yang terlambat disiram. Malah jelas sekali tubuh Wati jadi lebih kurus.
Kabul menggulung kembali gambaran jembatan itu, menggulung kembali pikiran liar yang mengambra-ambra. Dan entahlah, suara Wati yang serak parau tiba-tiba menyita perhatiannya.
“Kamu sudah benar-benar sembuh kan, Wat?” tanya Kabul sambil memperhatikan Wati yang sedang melap meja kerja.
“Sudah kok, Mas” jawab Wati tanpa menoleh. Wajahnya nol. “Tapi aku belum berani naik motor. Jadi aku masih diantar Bani, adkku.”
“Kata dokter, kamu sakit apa?”
Wati menggigit bibir. Menunduk. Jelas sekali dia enggan menjawab pertanyaan Kabul. Merengut. Ah, selalu jantung Kabul menyentak dalam detik-detik Wati merengut. Dan detik yang mendebarkan itu cepat berlalu, karena Wati menoleh dan berusaha tersenyum.
“Dokter hanya bilang aku harus istirahat, itu saja.”
“Yang kamu rasakan?”
Wati kembali menunduk. Menelan ludah. Kemudian tanpa menoleh Wati menjawab lirih.
“Hanya lemas; dan anu ... sering berdebar-debar.”
Suasana kembali gagap. Kabul memasukkan gulungan gambar ke laci. Menoleh ke Wati yang masih menunduk sambil membuka-buka catatan.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Di Kaki Bukit Cibalak, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2014
Situasi dalam penggalan novel tersebut adalah ...
menakutkan
menegangkan
menyedihkan
mengkhawatirkan
membingungkan
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Perhatikan penggalan novel berikut!
Di rumah Eyang Wira yang terletak di sebuah pedukuhan kecil, seorang sedang bertamu. Pemilik rumah serta tamunya duduk di ruang dalam. Malam hari di pedukuhan yang sepi membuat alam kelihatan akrab. Bulan mendaulat langit dengan latar belakang kedipan bintang-bintang. Awan yang melayang rendah membuat bayang-bayang raksasa di atas tanah. Bila tidak ada yang mengalingi, sinar bulan mencapai tanah dengan daya pantul yang penuh. Dari atas pohon rasamala, anak burung hantu memanggil-manggil induknya dengan suara berat.
Dikutip dari: Ahmad Tohari, Di Kaki Bukit Cibalak, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2014
Penggalan novel tersebut merupakan unsur intrinsik berupa ...
tema
latar
alur
penokohan
sudut pandang
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
Bacalah Kutipan cerita berikut!
“Tuhan! Kepada-Mu kami bergantung! Kepada-Mu kami mengadukan segala jeritan hati. Sadarkanlah mereka yang telah berbuat angkara murka. Terimalah amal mereka yang telah menjadi korban keganasan itu. Selamatkanlah negeri kami, Maluku tercinta!” ucap Bapak Pendeta.
“Amin!” sambutan hadirin.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
masjid
gereja
pura
vihara
klenteng
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 2 pts
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
pelukisan bentuk fisik tokoh
penggambaran lingkungan sekitar tokoh
pengungkapan jalan pikiran tokoh
dialog antartokoh
Tanggapan tokoh lain
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?