Search Header Logo

Pre Test - Penalaran dan Pemecahan Masalah

Authored by Akademik Akses

Professional Development

University

Pre Test - Penalaran dan Pemecahan Masalah
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Komoditas sayuran juga merupakan komoditas penting yang mendukung ketahanan pangan

Nasional. Pembangunan agribisnis sayuran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi

sumberdaya lahan dan agroekosistem melalui pendekatan resource base dan perencanaan wilayah yang terintegrasi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki sektor pertanian yang cukup

luas yang dibuktikan oleh sebagian penduduknya yang bekerja di sektor pertanian termasuk dalam memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura. Selain sebagai daerah produksi sayuran dilihat dari sisi pengeluaran perkapita masyarakat di Provinsi Lampung diketahui bahwa konsumsi perkapita untuk sayur berada pada peringkat keempat yakni 9,22 persen setelah makanan-minuman 25,54 persen, padi-padian 14,19 persen, dan rokok 14,17 persen. Kondisi ini menunjukan bahwa produksi tanaman hortikultura mempunyai peranan penting yang dibutuhkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi Lampung, maupun diluar daerah.

Hampir setiap daerah di Provinsi Lampung memiliki komoditi basis yang berbeda-beda sebagai

akibat dari karakteristik atau geografis wilayah yang berbeda-beda. Potensi pendapatan satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda disebabkan oleh faktor demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi dan lingkungan yang berbeda-beda. Oleh karenanya jika pemerintah menginginkan daerahnya berdaya saing, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya sehingga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan daerah lainnya.

Perlu dilakukan pengembangan terhadap komoditi unggulan ini, terutama saat ini

infrastruktur ke daerah konsumen atau luar daerah seperti Ibu Kota sudah memadai, sehingga dapat menambah nilai jual produk petani. Selain itu, perlu disusun kebijakan yang mendukung komoditi unggulan di masing-masing daerah, serta diadakan pendampingan dan dukungan berupa informasi serta sarana-prasana pendukung untuk melakukan optimasi produksi sayur agar komoditi ini tetap menjadi komoditas basis di daerah ini.

Berdasarkan grafik di atas, manakah simpulan di bawah ini yang mungkin PALING BENAR?

A. Produksi semua komoditas tercatat stabil selama kurun 2013 hingga 2018

B. Produksi kentang mendominasi dari tahun ke tahun

C. Cabai merupakan komoditas unggulan Provinsi Lampung karena memiliki produksi paling tinggi setiap tahun

D. Bawang merah dan petsai merupakan komoditas dengan produksi paling rendah pada 2018

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Komoditas sayuran juga merupakan komoditas penting yang mendukung ketahanan pangan

Nasional. Pembangunan agribisnis sayuran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi

sumberdaya lahan dan agroekosistem melalui pendekatan resource base dan perencanaan wilayah yang terintegrasi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki sektor pertanian yang cukup

luas yang dibuktikan oleh sebagian penduduknya yang bekerja di sektor pertanian termasuk dalam memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura. Selain sebagai daerah produksi sayuran dilihat dari sisi pengeluaran perkapita masyarakat di Provinsi Lampung diketahui bahwa konsumsi perkapita untuk sayur berada pada peringkat keempat yakni 9,22 persen setelah makanan-minuman 25,54 persen, padi-padian 14,19 persen, dan rokok 14,17 persen. Kondisi ini menunjukan bahwa produksi tanaman hortikultura mempunyai peranan penting yang dibutuhkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi Lampung, maupun diluar daerah.

Hampir setiap daerah di Provinsi Lampung memiliki komoditi basis yang berbeda-beda sebagai

akibat dari karakteristik atau geografis wilayah yang berbeda-beda. Potensi pendapatan satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda disebabkan oleh faktor demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi dan lingkungan yang berbeda-beda. Oleh karenanya jika pemerintah menginginkan daerahnya berdaya saing, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya sehingga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan daerah lainnya.

Perlu dilakukan pengembangan terhadap komoditi unggulan ini, terutama saat ini

infrastruktur ke daerah konsumen atau luar daerah seperti Ibu Kota sudah memadai, sehingga dapat menambah nilai jual produk petani. Selain itu, perlu disusun kebijakan yang mendukung komoditi unggulan di masing-masing daerah, serta diadakan pendampingan dan dukungan berupa informasi serta sarana-prasana pendukung untuk melakukan optimasi produksi sayur agar komoditi ini tetap menjadi komoditas basis di daerah ini.

Berdasarkan bacaan pada paragraf kedua, manakah pernyataan berikut yang PALING BENAR?

A. Konsumsi perkapita padi-padian berada pada peringkat paling rendah

B. Besarnya konsumsi perkapita sayur dan padi-padian menandai pentingnya sektor pertanian

C. Konsumsi perkapita rokok lebih besar dari makanan-minuman

D. Konsumsi perkapita sayur tiga kali lebih rendah dibanding padi-padian

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Komoditas sayuran juga merupakan komoditas penting yang mendukung ketahanan pangan

Nasional. Pembangunan agribisnis sayuran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi

sumberdaya lahan dan agroekosistem melalui pendekatan resource base dan perencanaan wilayah yang terintegrasi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki sektor pertanian yang cukup

luas yang dibuktikan oleh sebagian penduduknya yang bekerja di sektor pertanian termasuk dalam memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura. Selain sebagai daerah produksi sayuran dilihat dari sisi pengeluaran perkapita masyarakat di Provinsi Lampung diketahui bahwa konsumsi perkapita untuk sayur berada pada peringkat keempat yakni 9,22 persen setelah makanan-minuman 25,54 persen, padi-padian 14,19 persen, dan rokok 14,17 persen. Kondisi ini menunjukan bahwa produksi tanaman hortikultura mempunyai peranan penting yang dibutuhkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi Lampung, maupun diluar daerah.

Hampir setiap daerah di Provinsi Lampung memiliki komoditi basis yang berbeda-beda sebagai

akibat dari karakteristik atau geografis wilayah yang berbeda-beda. Potensi pendapatan satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda disebabkan oleh faktor demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi dan lingkungan yang berbeda-beda. Oleh karenanya jika pemerintah menginginkan daerahnya berdaya saing, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya sehingga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan daerah lainnya.

Perlu dilakukan pengembangan terhadap komoditi unggulan ini, terutama saat ini

infrastruktur ke daerah konsumen atau luar daerah seperti Ibu Kota sudah memadai, sehingga dapat menambah nilai jual produk petani. Selain itu, perlu disusun kebijakan yang mendukung komoditi unggulan di masing-masing daerah, serta diadakan pendampingan dan dukungan berupa informasi serta sarana-prasana pendukung untuk melakukan optimasi produksi sayur agar komoditi ini tetap menjadi komoditas basis di daerah ini.

Berdasarkan bacaan paragraf ketiga dan grafik, upaya pengembangan potensi ekonomi unggulan yang paling prioritas dilakukan oleh pemerintah Provinsi Lampung adalah…

A. Penelitian dan pengembangan budidaya kentang

B. Pendampingan pemasaran komoditas petsai

C. Bantuan pestisida untuk mengoptimalkan produksi cabai

D. Bantuan varietas unggul bawang merah

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Berdasarkan data pada tabel, tiga besar produsen cabai merah adalah Kabupaten…

A. Lampung Selatan, Mesuji, dan Pesawaran

B. Pesawaran, Metro, dan Tanggamus

C. Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tulang Bawang Barat

D. Lampung Selatan, Pesawaran, dan Lampung Barat

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Berdasarkan data, Kabupaten yang BUKAN penghasil petsai dan bawang merah adalah…

A. Lampung Utara

B. Bandar Lampung

C. Tulang Bawang Barat

D. Way Kanan

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Berdasarkan data pada tabel, kesimpulan yang TIDAK TEPAT adalah…

A. Semua komoditas dapat ditemukan di Lampung Barat

B. Selain cabai keriting dan bawang merah, Tanggamus memiliki komoditas unggulan kubis

C. Pesisir Barat memiliki komoditas unggulan berupa cabai keriting dan kubis

D. Bawang merah menjadi komoditas unggulan Lampung Selatan

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Komoditas sayuran juga merupakan komoditas penting yang mendukung ketahanan pangan

Nasional. Pembangunan agribisnis sayuran perlu dilakukan dengan mempertimbangkan potensi

sumberdaya lahan dan agroekosistem melalui pendekatan resource base dan perencanaan wilayah yang terintegrasi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang memiliki sektor pertanian yang cukup

luas yang dibuktikan oleh sebagian penduduknya yang bekerja di sektor pertanian termasuk dalam memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura. Selain sebagai daerah produksi sayuran dilihat dari sisi pengeluaran perkapita masyarakat di Provinsi Lampung diketahui bahwa konsumsi perkapita untuk sayur berada pada peringkat keempat yakni 9,22 persen setelah makanan-minuman 25,54 persen, padi-padian 14,19 persen, dan rokok 14,17 persen. Kondisi ini menunjukan bahwa produksi tanaman hortikultura mempunyai peranan penting yang dibutuhkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi Lampung, maupun diluar daerah.

Hampir setiap daerah di Provinsi Lampung memiliki komoditi basis yang berbeda-beda sebagai

akibat dari karakteristik atau geografis wilayah yang berbeda-beda. Potensi pendapatan satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda disebabkan oleh faktor demografi, ekonomi, sosiologi, budaya, geomorfologi dan lingkungan yang berbeda-beda. Oleh karenanya jika pemerintah menginginkan daerahnya berdaya saing, maka program pembangunannya harus berangkat dari pengembangan potensi ekonomi unggulannya sehingga memiliki keunggulan komparatif dibandingkan daerah lainnya.

Perlu dilakukan pengembangan terhadap komoditi unggulan ini, terutama saat ini

infrastruktur ke daerah konsumen atau luar daerah seperti Ibu Kota sudah memadai, sehingga dapat menambah nilai jual produk petani. Selain itu, perlu disusun kebijakan yang mendukung komoditi unggulan di masing-masing daerah, serta diadakan pendampingan dan dukungan berupa informasi serta sarana-prasana pendukung untuk melakukan optimasi produksi sayur agar komoditi ini tetap menjadi komoditas basis di daerah ini.

Upaya yang sebaiknya TIDAK MENJADI PRIORITAS pemerintah Kab. Pesisir Barat adalah…

A. Mencoba menanam komoditas selain bawang merah dan cabai keriting

B. Pendampingan pemasaran komoditas bawang merah

C. Bantuan pupuk dan pestisida untuk budidaya bawang merah

D. Pelatihan pengelolaan hama dan penyakit cabai keriting

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?