Search Header Logo

BAHASA INDONESIA POLRI (TEKS SASTRA)

Authored by Jessika Amanda

Other

11th Grade

Used 1+ times

BAHASA INDONESIA POLRI (TEKS SASTRA)
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

15 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. 

Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.

Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.

Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.

Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Cermati kutipan cerpen berikut!

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.

 Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

Tubuhnya digerogoti penyakit

Buruknya pelayanan rumah sakit

Susahnya menjadi orang miskin

Banyak bangsal yang kosong

Tidak mendapat fasilitas gratis

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Bacalah penggalan cerpen berikut ini dengan saksama!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K. 

        Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah …

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Bacalah kutipan cerpen berikut!

"Saya ingin lagu gending Jawa."  "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset  gending Jawa," kata sopir  "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak, "Bolehkah lagu itu ditukar?"        

 

Hal yang menarik dari kutipan cerpen di atas adalah ….

Tokoh aku yang masih menyukai gending Jawa dan selalu membawa kasetnya 

Para penumpang mendengarkan lagu

Tokoh lain yang berteriak meminta tukar lagu

Para tokoh mempermasalahkan lagu-lagu yang didengarkan

Para tokoh menyukai musik

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Cermati pantun berikut!

Ke pasar membeli buah manggis,

membeli manggis dengan mertua

Ibu ingin mempunyai anak gadis,

agar dapat membantu orang tua

 

Maksud dari pantun tersebut adalah ….

Ibu ingin sekali membeli manggis dengan anak gadisnya.

Seorang gadis kelak akan menjadi seorang ibu

Seorang ibu yang ingin dibelikan manggis oleh anak gadisnya.

Ibu yang ingin memiliki anak gadis agar dapat membantu pekerjaannya.

Seorang ibu ingin membeli manggis bersama mertuanya.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Bacalah puisi berikut ini!

Gadis Peminta-minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil

Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka

Tengadah padaku pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

 

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil

Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok

Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan

Gembira dari kemayaan riang

Parafrase yang sesuai dengan larik 1 dan 2 puisi tersebut adalah….

Setiap kita bertemu dengan gadis kecil berkaleng kecil, aku merasa iba. Setiap senyummu itu terlalu kekal untuk mengenal duka dalam mengarungi hidup ini.

Pertemuan dengan gadis kecil berkaleng selalu dinanti-nanti karena keramahan dan keelokan senyumnya yang tak mengenal duka nestapa.

Gadis kecil peminta-minta tetap tabah menghadapi hidup yang kadang tidak semanis permen.

Setiap bertemu dengan gadis kecil berkaleng kecil itu, ia selalu tersenyum seolah-olah tidak mengenal duka sama sekali.

Sepulang sekolah selalu bertemu dengan gadis yang duduk di bawah pohon sambil memegang bonekanya.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

2 mins • 4 pts

Cermati gurindam berikut ini!

Pikir dahulu sebelum berkata

         Supaya terelak silang sengketa

         Pesan yang terkandung dalam gurindam di atas adalah….

Jangan salah mencari teman

Kita harus selalu memenuhi janji

Hati-hati dengan perkataan

Jangan berbuat salah

Hendaklah selalu berkata jujur

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?