Search Header Logo

Ujian Sekolah Dasar Bahasa Indonesia

Authored by Qomaruddin Qomaruddin

Other

1st Grade

Ujian Sekolah Dasar Bahasa Indonesia
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

35 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 3 pts

Perang Paderi


Merupakan perlawanan yang sangat menyita tenaga dan biaya sangat besar bagi rakyat Minang dan Pemerintah Hindia Belanda. Bersatunya Kaum Paderi (ulama) dan kaum adat melawan Pemerintah Hindia Belanda menyebabkan Belanda kewalahan memadamkannya. Bantuan dari Aceh juga datang untuk mendukung pejuang Paderi.

Pemerintah Hindia Belanda benar-benar menghadapi musuh yang tangguh. Belanda menerapkan sistem pertahanan Benteng Stelsel. Benteng Fort de Kock di Bukit tinggi dan Benteng Fort van der Cappelen merupakan dua benteng pertahanannya. Dengan siasat tersebut akhirnya Belanda menang ditandai dengan jatuhnya benteng pertahanan terakhir Paderi di Bonjol tahun 1837. Tuanku Imam Bonjol kemudian ditangkap, dan diasingkan ke Priangan, kemudian ke Ambon, dan terakhir di Menado hingga wafat tahun 1864.  

Perang Paderi terjadi di ....

Sumatera Utara

Maluku Utara

Sumatera Selatan

Sumatera Barat

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Benteng Fort de Kock berada di ....

Priangan

Bonjol

Bukit Tinggi

Ambon

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 3 pts

Bacalah bacaan di bawah ini!

Roro Jonggrang

Pada zaman dahulu terdapat dua buah kerajaan sama besar yang saling bertetangga, kerajaan Prambanan & kerajaan Pengging. Kerajaan Prambanan dipimpin oleh Raja Boko yang memiliki putri sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Sedangkan kerajaan Pengging dipimpin oleh raja Pengging. Raja Pengging terkenal sangat haus kekuasaan.

Suatu ketika, Raja Pengging yang terkenal sombong dan haus kekuasaan, memerintahkan pada ksatria perkasa bernama Bandung Bondowoso untuk menyerang kerajaan Prambanan.

"Hai Bondowoso, kau pergilah ke kerajaan Prambanan kemudian taklukan kerajaan tersebut agar mau tunduk pada kerajaan kita." kata Raja Pengging pada Bandung Bondowoso.

"Baik raja. Hamba akan segera berangkat. Hamba berjanji akan menaklukan kerajaan Prambanan." Bandung Bondowoso menerima perintah raja.

Segera saja pasukan Bandung Bondowoso pergi menyerang kerajaan Prambanan. Dalam waktu singkat mereka berhasil memasuki istana Raja Boko. Karena kurangnya persiapan pasukan kerajaan Prambanan, dalam waktu singkat kerajaan Prambanan berhasil ditaklukan. Raja Boko sendiri tewas dalam peperangan tersebut.

Setelah kematian Raja Boko, Bandung Bondowoso kini memerintah kerajaan Prambanan sambil menunggu perintah selanjutnya dari raja Pengging. Tertarik pada kecantikan putri raja Boko, Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso memintanya untuk menjadi istrinya.

"Roro Jonggrang, maukah engkau menjadi istriku?" kata Bandung Bondowoso.

Roro Jonggrang tentu saja dalam hatinya menolak. Ia membenci Bandung Bondowoso yang sangat sombong & telah membunuh ayahandanya. Tapi bagaimanapun Bandung Bondowoso adalah penguasa kerajaan Prambanan saat itu. Bagaimana mungkin Roro Jonggrang menolaknya? Akhirnya Roro Jonggrang bersedia menerima lamarannya dengan mengajukan syarat bahwa Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi serta dua buah sumur hanya dalam waktu satu malam.

"Aku bersedia menerima lamaranmu, tapi syaratnya engkau harus mampu membuatkan aku seribu candi dan dua buah sumur hanya dalam satu malam saja." kata Roro Jonggrang pada Bandung Bondowoso.

"Baiklah jika memang begitu permintaanmu, aku menyanggupinya." tak disangka Bandung Bondowoso menyanggupi syarat yang diajukan Roro Jonggrang.

Segera saja Bandung Bondowoso mengerahkan ribuan pasukan jin untuk membangun seribu candi dan dua buah sumur agar bisa diselesaikan dalam waktu satu malam. Melihat hal ini Roro Jonggrang menjadi cemas. Ia benar-benar tidak sudi dinikahi Bandung Bondowoso, pembunuh ayahnya. Dua pertiga malam telah berlalu, telah banyak candi selesai dibuat. Hanya tersisa tiga buah candi & satu buah sumur.

Dalam keadaan panik Roro Jonggrang memiliki gagasan untuk mengelabui Bandung Bondowoso. Ia segera memanggil para dayang-dayang. Ia kemudian menyuruh mereka untuk membakar jerami serta memukul lesung.

"Para dayang cepatlah kemari. Bakarlah jerami, pukulah lesung dan sebarkan wewangian agar para jin pasukan Bandung Bondowoso mengira hari telah pagi." Roro Jonggrang memberikan perintah pada para dayangnya yang setia.

"Baik Roro, kami akan segera melakukan perintah Roro." para dayang pun segera melakukan apa yang diperintahkan Roro Jonggrang.

Ribuan jin pasukan Bandung Bondowoso segera menghentikan pekerjaan mereka, kemudian berhamburan pergi setelah mendengar suara lesung bertalu-talu dan melihat warna kemerahan di langit ditambah lagi suara ayam berkokok bersahutan. Melihat keadaan tersebut, Bandung Bondowoso merasa panik. Demi cintanya pada Roro Jonggrang, ia melanjutkan pekerjaan pembangunan candi seorang sendiri.

Pada pagi harinya hanya tersisa satu buah patung yang belum selesai. Roro Jonggrang pun berkata pada Bandung Bondowoso bahwa syarat yang ia berikan gagal dipenuhi. Dengan demikian Bandung Bondowoso tidak berhak menikahinya.

"Bandung Bondowoso, engkau gagal memenuhi syarat yang aku minta untuk membangun seribu candi dan dua buah sumur. Engkau tak bisa menikahiku." kata Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso merasa sangat kesal dan marah. Ia tahu Roro Jonggrang telah mengelabuinya. Bandung Bondowoso kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung.

"Roro Jonggrang, kamu berlaku curang padaku. Aku kutuk kamu menjadi patung untuk melengkapi jumlah patung yang kurang dari seribu candi permintaanmu!" Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang.

Terjadi kejadian aneh, tubuh Roro Jonggrang berubah keras menjadi sebuah patung batu. Rakyat Prambanan kemudian menyebut patung dewi cantik di candi Prambanan sebagai penjelmaan Roro Jonggrang. Demikian cerita rakyat Roro Jonggrang.

Tokoh di atas yang mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung adalah ....

Ribuan jin

Raja Boko

Raja Pengging

Bandung Bondowoso

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Tokoh utama dalam bacaan di atas adalah ....

Prabu Baka

Bandung Bondowoso

Roro Jonggrang

Dayang-dayang

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Tuanku Imam Bonjol wafat pada tahun ....

1863

1865

1864

1866

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 3 pts

Singkong merupakan tanaman asli Indonesia. Di sawah-sawah atau perkebunan banyak ditanami pohon singkong. Kandungan karbohidratnya yang tinggi membuat singkong digemari banyak orang sebagai pengganti nasi.

Saat ini singkong diolah menjadi berbagai makanan yang layak jual. Para produsen mengolah umbi dan juga daun singkong menjadi aneka kripik, getuk dan lainnya.

Judul yang tepat untuk bacaan tersebut adalah....

Tanaman Singkong

Olahan Singkong

Singkong Yang Bernilai Jual

Singkong Yang Lezat

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Berikut adalah contoh kata baku adalah....

atlit

praktek

jadwal

apotik

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?