Search Header Logo

TEKS ANEKDOT

Authored by WINDA HAMID

Other

10th Grade

Used 2+ times

TEKS ANEKDOT
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai

“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”

Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.

Badailah yang membuatnya ulung

Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Bacalah teks berikut ini!

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.

“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.

Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.

”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.“Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.“Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.

Saksi masih tidak menanggapi. Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”

“Oh, maaf!” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”

Kalimat yang menggunakan keterangan waktu pada teks anekdot tersebut adalah ….

Hakim berkata agar saksi menjawab pertanyaan Jaksa.

Saksi terkejut karena ia mengira jaksa tidak bicara kepadanya.

Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan.

Bahwa ia menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini.

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!

1. Bu guru pun tersenyum

2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.

1-2-3-4-5-6

2-4-5-3-6-1

2-4-3-5-1-6

1-2-4-5-3-6

3-2-1-4-5-6

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Tak Punya Latar Belakang Presiden

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang unik. Dalam situasi genting dan sangat penting pun dia masih sering meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan. Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat di-interview salah satu televisi swasta. "Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau pertahanan," ujar Pak Mahfud. Tak disangka, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. ”Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus Dur santai. Jelas saja Pak Mahfud MD pun tidak berkutik. "Gus Dur memang aneh. Kalau nggak aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Pak Mahfud.

Bagian koda dari teks anekdot tersebut adalah...

Jelas saja Pak Mahfud MD pun tidak berkutik.

"Gus Dur memang aneh. Kalau nggak aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Pak Mahfud.

Tak disangka, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. ”Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus Dur santai.

Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau pertahanan," ujar Pak Mahfud.

"Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

(1) "Kita sudah memenuhi permintaanmu", kata editor itu memberitahu si pengarang.

(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya" "Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya".

(3) "Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri."

(4) Gondolin, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.

Susunan potongan-potongan teks yang tepat hingga menjadi anekdot yang utuh dan padat adalah...

(4)-(1)-(2)-(3)

(4)-(3)-(1)-(2)

(4)-(2)-(3)-(1)

(4)-(2)-(1)-(3)

(4)-(3)-(2)-(1)

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 10 pts

Bacalah teks anekdot berikut ini secara saksama!

Albert Einstein: Mengapa bebek-bebek suka sekali menyeberangi jalan raya?

Newton: Bebek-bebek yang suka berdiam diri cenderung akan berdiam terus, sedangkan bebek- bebek yang senang bergerak ya akan begitu terus, termasuk mereka yang selalu senang menyeberangi jalan raya itu.

Albert Einstein: Saya kira tidak begitu. Apakah bebek-bebek yang menyeberangi jalan raya atau jalan raya yang menyeberangi bebek-bebek? Saya kira hal itu bergantung pada cara kita memandangnya alias sesuai dengan hukum relativitas.

Tokoh yang melatarbelakangi anekdot di atas adalah...

Agamawan

Penemuwan

Sejarahwan

Cendekiawan

Ilmuwan

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?