
Asesmen Formatif Drama
Authored by Dewi Stamrotul
Other
11th Grade
Used 6+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Shaqia : Pokoknya, Umi harus setuju!
Umi : (menarik napas panjang kecewa) Dengan apa Ibu membayarnya?
Shaqia : (terkejut dan gugup) Kan masih lama, Umi.
Umi : Biaya kursus cukup besar, Shaqia.
Shaqia : […]
Umi : (dengan tersenyum) Nah, begitu. Ini gres putri Umi.
Dialog yang sempurna untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Iya deh, Shaqia turuti nasihat Umi.
Shaqia, kita kini lagi kesulitan.
Coba kau mengerti kondisi Umi.
Baiklah Umi akan beli yang baru.
Coba Umi pikirkan dulu.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Romeo : "Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi, aku seorang Montague..."
Juliet : "Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!"
Berdasarkan dialog di atas, tema yang tersirat adalah ....
Kekuasaan
Percintaan
Persahabatan
Pendidikan
Keluarga
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Akhirnya, keluarga mengetahui maksud Otong berbohong adalah agar tidak disuruh mencangkul sawah. Kesal betul ayah dan ibunya dibohongi hingga panik kesana kemari. Setelah puas memarahi Otong, merekapun pergi meninggalkan Otong yang termenung malu meratapi kemalasannya yang merepotkan.
Paragraf di atas merupakan naskah drama bagian ....
Epilog
Resolusi
Konflik
Prolog
Dialog
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 5 pts
Dahlan : "Kamis malam Jumat. Jumat apa?"
Rosana : "Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?"
Dahlan : "Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya."
Rosana : "Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna"
Dahlan : "Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?"
Rosana : "Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?"
Dahlan : "Apa? Bapak rasa tidak ada!" (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : "Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!"
Dahlan : "Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!"
Pesan atau amanat yang dapat diambil dari penggalan naskah drama di atas adalah ....
Nasib manusia sudah ditentukan oleh Tuhan YME.
Berusahalah sekeras mungkin agar hidup tidak jatuh miskin.
Sifat serakah dan kebiasaan berjudi bisa menghancurkan orang.
Baik dan buruknya sifat anak tergantung dari kebiasaan dan didikan orang tua
Jadilah orang yang mengakui kesalahan agar hidup lebih tenang.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 5 pts
Cermatilah penggalan drama berikut!
Hendra: “Terima kasih, Dik.”
Didik: “Sebenarnya sudah lama aku ingin mengajakmu ke luar kota, tetapi mengingat ibumu sakit, ya kutunda sampai hari ini.”
Hendra: “Ya, itulah Dik, maka aku belum mau melangkah ke luar kota. Tapi, sekarang ibuku sudah sehat dan sudah mulai bekerja lagi. Kalau begitu, kapan kita berangkat?”
Didik: “Bagimana kalau minggu depan?”
Hendra: “Baiklah, aku akan minta izin kepada ibuku dulu.”
Penggalan drama tersebut menceritakan ....
Ibu Hendra sakit dan Hendra harus menungguinya.
Didik ingin mengajak Hendra ke luar kota
Hendra merasa kecewa karena ibunya sakit
Didik menengok Hendra yang sedang sakit
Hendra harus minta izin kepada ibunya
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 5 pts
Bacalah teks drama berikut ini !
Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebangsanya. Tita, sahabat, dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati ke arah rombongan pedagang yang akan datang. Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang pendekar, berada di dekatnya juga tampak mengawasi dan gelisah.
Pendekar 1 : “Tita, bisakah dia tidur seperti itu?”
Tita : (tersenyum) “Apa salahnya dia tidur?”
Pendekar 1 : “Ya, tidak ada salahnya. Tapi, rasanya tidak pantas saja. Orang lain sedang gelisah dan tegang, tetapi dia enak tidur”
Tita : “ Kalau kau takut, kami tidak memaksamu ikut perjalanan ini.”
Pendekar 1 : “Asal kau tahu saja, aku tidak takut.”
Tita : “Barangkali, kau tidak mempercayainya?”
Pendekar 1 : (ragu-ragu) “Tidak. Dia begitu terkenal, tidak mungkin dia bersikap sembrono.”
Tita : (tersenyum) “Kau mungkin tidak akan pernah bisa memahaminya. Dia bukan manusia. Sekarang, tenanglah dan kembali berjaga.”
Latar tempat dari cerita dalam naskah drama tersebut adalah . . .
Hutan
Rumah
Gunung
Kamar
Jalan
7.
FILL IN THE BLANK QUESTION
2 mins • 5 pts
Pagi itu terasa amat dingin menusuk kulit, ketika Rian dan Alma sama-sama meneguk kopi bersama untuk sekadar menghangatkan hubungan mereka yang nyatanya lebih dingin dari udara. Mereka bingung akan memulai dari mana. Setelah beberapa menit hanya diam, akhirnya Alma membuka percakapan pagi itu dengan suara lirihnya.
Paragraf di atas merupakan bagian dari naskah drama bagian (a)
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?