Search Header Logo

mewing

Authored by 10. Faizza K.U.

World Languages

12th Grade

Used 1+ times

mewing
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

15 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan teks dibawah ini!


-Judul Buku: "Ketika Hujan Turun"

-Pengarang: Sarah Smith

-Penerbit: Pustaka Pertiw

-Tahun Terbit: 2020

-Jumlah Halaman: 320 halaman


Intisari Karya:

"Ketika Hujan Turun" adalah sebuah novel romantis yang mengisahkan kisah cinta antara dua karakter utama, Emma dan Daniel, yang pertemuan mereka yang tidak terduga di tengah hujan lebat di kota New York mengubah hidup mereka selamanya. Novel ini menggambarkan perjuangan mereka dalam mengatasi rintangan- rintangan, tidak hanya dalam hubungan mereka, tetapi juga dalam kehidupan pribadi mereka yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.

Kelebihan:

  1. 1.) Karakter yang Mendalam: Sarah Smith berhasil menciptakan karakter-karakter yang kompleks dan mendalam. Pembaca merasa terhubung dengan perasaan, impian, dan  ketakutan Emma dan Daniel, sehingga membantu kita untuk lebih merasakan emosi dalam cerita ini.

2.) Deskripsi yang Memikat: Penulis memberikan deskripsi yang indah dan rinci tentang setting kota New York dan suasana hujan yang mengguyur. Ini menciptakan atmosfer yang kuat dan membuat pembaca merasa seperti berada di dalam cerita.

3.) Pesan yang Menyentuh: "Ketika Hujan Turun" bukan hanya sekadar cerita cinta klise. Buku ini juga mengangkat isu-isu penting seperti keberanian menghadapi ketidakpastian hidup dan pentingnya mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan.

Kekurangan:

1.) Pace yang Lambat: Sebagian pembaca mungkin merasa bahwa cerita ini berjalan agak lambat, terutama pada bagian awal. Ini bisa membuat beberapa pembaca bosan dan kurang terlibat dalam cerita.

2.) Klise dalam Plot: Beberapa elemen dalam plot, seperti pertemuan tak terduga di tengah hujan, terasa agak klise dan dapat diprediksi. Hal ini dapat mengurangi kejutan dalam cerita.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, "Ketika Hujan Turun" adalah novel romantis yang menghibur dengan karakter yang kuat dan pesan yang menyentuh. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, buku ini cocok bagi mereka yang mencari cerita cinta yang memikat dengan lapisan emosional yang dalam.


Apa kekurangan yang disebutkan dalam ulasan mengenai buku ini?

Kekurangan novel ini adalah elemen plot yang klise dan alur cerita yang terlalu cepat.

Kekurangan novel ini adalah pace yang lambat saja.

Kekurangan dari novel ini hanyalah plot terasa agak klise dan dapat diprediksi.


Kekurangan dari novel ini adalah alur cerita yang lambat dan elemen plot yang klise.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

-Judul Buku: "Ketika Hujan Turun"

-Pengarang: Sarah Smith

-Penerbit: Pustaka Pertiw

-Tahun Terbit: 2020

-Jumlah Halaman: 320 halaman


Intisari Karya:

"Ketika Hujan Turun" adalah sebuah novel romantis yang mengisahkan kisah cinta antara dua karakter utama, Emma dan Daniel, yang pertemuan mereka yang tidak terduga di tengah hujan lebat di kota New York mengubah hidup mereka selamanya. Novel ini menggambarkan perjuangan mereka dalam mengatasi rintangan- rintangan, tidak hanya dalam hubungan mereka, tetapi juga dalam kehidupan pribadi mereka yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.

Kelebihan:

  1. 1.) Karakter yang Mendalam: Sarah Smith berhasil menciptakan karakter-karakter yang kompleks dan mendalam. Pembaca merasa terhubung dengan perasaan, impian, dan  ketakutan Emma dan Daniel, sehingga membantu kita untuk lebih merasakan emosi dalam cerita ini.

2.) Deskripsi yang Memikat: Penulis memberikan deskripsi yang indah dan rinci tentang setting kota New York dan suasana hujan yang mengguyur. Ini menciptakan atmosfer yang kuat dan membuat pembaca merasa seperti berada di dalam cerita.

3.) Pesan yang Menyentuh: "Ketika Hujan Turun" bukan hanya sekadar cerita cinta klise. Buku ini juga mengangkat isu-isu penting seperti keberanian menghadapi ketidakpastian hidup dan pentingnya mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan.

Kekurangan:

1.) Pace yang Lambat: Sebagian pembaca mungkin merasa bahwa cerita ini berjalan agak lambat, terutama pada bagian awal. Ini bisa membuat beberapa pembaca bosan dan kurang terlibat dalam cerita.

2.) Klise dalam Plot: Beberapa elemen dalam plot, seperti pertemuan tak terduga di tengah hujan, terasa agak klise dan dapat diprediksi. Hal ini dapat mengurangi kejutan dalam cerita.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, "Ketika Hujan Turun" adalah novel romantis yang menghibur dengan karakter yang kuat dan pesan yang menyentuh. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, buku ini cocok bagi mereka yang mencari cerita cinta yang memikat dengan lapisan emosional yang dalam.

Sesuai bacaan, novel ini menceritakan kehidupan pribadi mereka yang penuh tantangan dan ketidakpastian. Selain itu, novel ini juga menceritakan…

Perjuangan mereka dalam mengatasi rintangan-rintangan.


Perjuangan mereka menyelesaikan hubungan interpersonal dan keputusan-keputusan penting.

Cara tokoh mengatasi konflik-konflik batin.

Perjuangan para tokoh dalam mencari jati diri dan menghadapi tekanan sosial.


3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

-Judul Buku: "Ketika Hujan Turun"

-Pengarang: Sarah Smith

-Penerbit: Pustaka Pertiw

-Tahun Terbit: 2020

-Jumlah Halaman: 320 halaman

Intisari Karya:

"Ketika Hujan Turun" adalah sebuah novel romantis yang mengisahkan kisah cinta antara dua karakter utama, Emma dan Daniel, yang pertemuan mereka yang tidak terduga di tengah hujan lebat di kota New York mengubah hidup mereka selamanya. Novel ini menggambarkan perjuangan mereka dalam mengatasi rintangan- rintangan, tidak hanya dalam hubungan mereka, tetapi juga dalam kehidupan pribadi mereka yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.

Kelebihan:

1.) Karakter yang Mendalam: Sarah Smith berhasil menciptakan karakter-karakter yang kompleks dan mendalam. Pembaca merasa terhubung dengan perasaan, impian, dan ketakutan Emma dan Daniel, sehingga membantu kita untuk lebih merasakan emosi dalam cerita ini.

2.) Deskripsi yang Memikat: Penulis memberikan deskripsi yang indah dan rinci tentang setting kota New York dan suasana hujan yang mengguyur. Ini menciptakan atmosfer yang kuat dan membuat pembaca merasa seperti berada di dalam cerita.

3.) Pesan yang Menyentuh: "Ketika Hujan Turun" bukan hanya sekadar cerita cinta klise. Buku ini juga mengangkat isu-isu penting seperti keberanian menghadapi ketidakpastian hidup dan pentingnya mendukung satu sama lain dalam menghadapi tantangan.

Kekurangan:

1.) Pace yang Lambat: Sebagian pembaca mungkin merasa bahwa cerita ini berjalan agak lambat, terutama pada bagian awal. Ini bisa membuat beberapa pembaca bosan dan kurang terlibat dalam cerita.

2.) Klise dalam Plot: Beberapa elemen dalam plot, seperti pertemuan tak terduga di tengah hujan, terasa agak klise dan dapat diprediksi. Hal ini dapat mengurangi kejutan dalam cerita.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, "Ketika Hujan Turun" adalah novel romantis yang menghibur dengan karakter yang kuat dan pesan yang menyentuh. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, buku ini cocok bagi mereka yang mencari cerita cinta yang memikat dengan lapisan emosional yang dalam.

  1. Apa pesan mendalam yang ingin disampaikan novel ini selain kisah cinta antara Emma dan Daniel?

A. Tentang pentingnya persahabatan dalam menghadapi tantangan hidup.  


B. Tentang keberanian menghadapi ketidakpastian dan pentingnya dukungan dalam menghadapi kesulitan. 

C. Tentang bagaimana cuaca mempengaruhi kehidupan sehari-hari.  

D. Tentang pentingnya kebahagiaan pribadi dibandingkan cinta romantis.

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan teks dibawah ini!


Resensi Buku: "Cantik Itu Luka" oleh Eka Kurniawan

Identitas Karya

- Judul: Cantik Itu Luka

- Pengarang: Eka Kurniawan

- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

- Tahun Terbit: 2015 (Cetakan ketujuh, novel pertama kali diterbitkan pada tahun 2002)

- Jumlah Halaman: 479

Orientasi:

"Cantik Itu Luka" adalah novel debut Eka Kurniawan yang telah menarik perhatian luas di kalangan pembaca sastra Indonesia dan internasional. Novel ini menggabungkan elemen sejarah, romantis, dan realisme magis, menjadikannya sebuah karya yang kaya akan makna dan simbolisme. Eka Kurniawan, penulis asal Tasikmalaya, dikenal dengan gaya penulisan yang blak-blakan dan eksplisit, memberikan nuansa baru dalam dunia sastra Indonesia.

Sinopsis:

Cerita berfokus pada Dewi Ayu, seorang perempuan cantik yang bangkit dari kuburnya setelah 21 tahun meninggal. Ia adalah anak dari sepasang saudara beda ibu, Henri dan Aneu Stamler, yang merupakan keturunan Belanda. Dalam perjalanan hidupnya, Dewi Ayu mengalami berbagai tragedi, termasuk penangkapan oleh tentara Jepang dan kehidupan sebagai pelacur. Setelah kebangkitannya, Dewi Ayu mencari bayinya yang bernama Cantik. Namun, Cantik tumbuh menjadi gadis yang tidak sesuai dengan namanya—memiliki fisik yang kurang menarik. Setiap anak Dewi Ayu menghadapi nasib buruk dan patah hati akibat kutukan yang dialami keluarganya. Melalui kisah ini, pembaca diajak menyelami tema kecantikan yang menjadi kutukan dan dampak dari pilihan-pilihan hidup yang diambil oleh para karakter.

Analisis:

Eka Kurniawan menampilkan bahasa yang puitis dan deskriptif dalam novel ini. Gaya penulisannya menciptakan suasana yang kuat dan emosional, membawa pembaca merasakan setiap peristiwa yang dialami oleh Dewi Ayu dan keluarganya. Karakter-karakter dalam novel ini sangat kompleks; mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menceritakan kisah tetapi juga mewakili berbagai aspek kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Novel ini juga mengandung banyak simbolisme, terutama mengenai kecantikan dan penderitaan. Kecantikan Dewi Ayu menjadi sumber masalah bagi dirinya dan keturunannya, menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai kelebihan bisa menjadi kutukan.

Kelebihan:

Kelebihan dari "Cantik Itu Luka" terletak pada kemampuannya untuk menggabungkan berbagai genre dengan baik serta pengembangan karakter yang mendalam. Setiap tokoh memiliki latar belakang dan konflik pribadi yang membuat cerita semakin menarik.

Kekurangan:

Dalam membaca buku ini, mungkin ada beberapa pembaca yang merasa terganggu dengan gaya bahasa Eka Kurniawan yang blak-blakan dan eksplisit dalam menggambarkan tema-tema sensitif seperti kekerasan. Hal ini membuat novel ini lebih cocok untuk pembaca dewasa.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, "Cantik Itu Luka" adalah sebuah karya sastra yang penting dalam konteks sastra Indonesia modern. Novel ini tidak hanya menawarkan cerita yang menarik tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai tentang kecantikan, karma, dan pilihan hidup. Dengan gaya penulisan yang khas dan tema yang mendalam, Eka Kurniawan berhasil menciptakan sebuah karya yang layak dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami kompleksitas kehidupan manusia.

  1. Apa dampak dari gaya penulisan Eka Kurniawan yang blak-blakan dan eksplisit terhadap pembaca?

  1. Membuat cerita menjadi lebih ringan dan humoris.

  1. Meningkatkan pemahaman tentang tema-tema sensitif sehingga lebih cocok untuk orang dewasa.

  1. Mengurangi ketegangan dalam cerita.

  1. Menyebabkan kebingungan di kalangan pembaca.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan teks dibawah ini!


Resensi Buku: "Cantik Itu Luka" oleh Eka Kurniawan

Identitas Karya

- Judul: Cantik Itu Luka

- Pengarang: Eka Kurniawan

- Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

- Tahun Terbit: 2015 (Cetakan ketujuh, novel pertama kali diterbitkan pada tahun 2002)

- Jumlah Halaman: 479

Orientasi:

"Cantik Itu Luka" adalah novel debut Eka Kurniawan yang telah menarik perhatian luas di kalangan pembaca sastra Indonesia dan internasional. Novel ini menggabungkan elemen sejarah, romantis, dan realisme magis, menjadikannya sebuah karya yang kaya akan makna dan simbolisme. Eka Kurniawan, penulis asal Tasikmalaya, dikenal dengan gaya penulisan yang blak-blakan dan eksplisit, memberikan nuansa baru dalam dunia sastra Indonesia.

Sinopsis:

Cerita berfokus pada Dewi Ayu, seorang perempuan cantik yang bangkit dari kuburnya setelah 21 tahun meninggal. Ia adalah anak dari sepasang saudara beda ibu, Henri dan Aneu Stamler, yang merupakan keturunan Belanda. Dalam perjalanan hidupnya, Dewi Ayu mengalami berbagai tragedi, termasuk penangkapan oleh tentara Jepang dan kehidupan sebagai pelacur. Setelah kebangkitannya, Dewi Ayu mencari bayinya yang bernama Cantik. Namun, Cantik tumbuh menjadi gadis yang tidak sesuai dengan namanya—memiliki fisik yang kurang menarik. Setiap anak Dewi Ayu menghadapi nasib buruk dan patah hati akibat kutukan yang dialami keluarganya. Melalui kisah ini, pembaca diajak menyelami tema kecantikan yang menjadi kutukan dan dampak dari pilihan-pilihan hidup yang diambil oleh para karakter.

Analisis:

Eka Kurniawan menampilkan bahasa yang puitis dan deskriptif dalam novel ini. Gaya penulisannya menciptakan suasana yang kuat dan emosional, membawa pembaca merasakan setiap peristiwa yang dialami oleh Dewi Ayu dan keluarganya. Karakter-karakter dalam novel ini sangat kompleks; mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menceritakan kisah tetapi juga mewakili berbagai aspek kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Novel ini juga mengandung banyak simbolisme, terutama mengenai kecantikan dan penderitaan. Kecantikan Dewi Ayu menjadi sumber masalah bagi dirinya dan keturunannya, menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai kelebihan bisa menjadi kutukan.

Kelebihan:

Kelebihan dari "Cantik Itu Luka" terletak pada kemampuannya untuk menggabungkan berbagai genre dengan baik serta pengembangan karakter yang mendalam. Setiap tokoh memiliki latar belakang dan konflik pribadi yang membuat cerita semakin menarik.

Kekurangan:

Dalam membaca buku ini, mungkin ada beberapa pembaca yang merasa terganggu dengan gaya bahasa Eka Kurniawan yang blak-blakan dan eksplisit dalam menggambarkan tema-tema sensitif seperti kekerasan. Hal ini membuat novel ini lebih cocok untuk pembaca dewasa.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, "Cantik Itu Luka" adalah sebuah karya sastra yang penting dalam konteks sastra Indonesia modern. Novel ini tidak hanya menawarkan cerita yang menarik tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai tentang kecantikan, karma, dan pilihan hidup. Dengan gaya penulisan yang khas dan tema yang mendalam, Eka Kurniawan berhasil menciptakan sebuah karya yang layak dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami kompleksitas kehidupan manusia.

  1. Tema yang diangkat pada buku tersebut adalah kecantikan yang menjadi ... dan ... dari pilihan karakter.

A. Kesulitan dan Dampak.


B. Dampak dan Akibat.

D. Kutukan dan Kesulitan.

C. Kutukan dan Dampak.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Perhatikan teks berikut!


Judul : Kosmos

Penulis : Carl Sagan

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun Terbit : 2020

Tebal Halaman: xxxi + 454 halaman

Ukuran Buku : 15 cm x 23 cm

ISBN : 978-602-424-224-4


Pendahuluan

Fenomena di alam semesta kerap membawa masyarakat pada ketakjuban dan membangkitkan keingintahuan akan kehidupan ini. Sudah banyak media yang disediakan untuk mempelajari alam semesta, seperti buku dan video. Buku nonfiksi mengenai cabang ilmu ini dapat ditemui salah satunya dalam karya Carl Sagan berjudul Kosmos. Carl Sagan merupakan seorang ahli astronomi, kosmologi, astrofisika, dan penulis sains populer dari Amerika Serikat. Kosmos adalah salah satu karya terbesarnya dan merupakan buku best seller. Sejak terbit pertama kali pada 1980, Kosmos telah mencapai cetakan kesembilan pada tahun 2020.

Isi

Di dalam buku ini, Sagan mengangkat topik-topik yang menarik, mulai dari bagaimana alam semesta terbentuk dan berkembang, apa saja zat yang menyusun alam semesta dan kaitannya dengan tubuh manusia. Carl Sagan membawa keteraturan sistem alam semesta ke dalam Kosmos tidak hanya melalui satu bidang saja. Kosmos juga menyajikan sudut pandang alam semesta melalui ilmu biologi, antropologi, sejarah, filsafat, dan seni. Dengan membaca buku ini, pembaca turut mempelajari disiplin ilmu yang lain. Pada bab pertama buku ini, “Tepi Lautan Kosmik”, Carl Sagan memperkenalkan kosmos kepada pembaca agar mengetahui konsep dan rancangan kosmos sebagai fondasi untuk melanjutkan perjalanan kosmik di bab-bab selanjutnya. Carl Sagan mengajak pembaca ke masa lalu, seperti saat terbentuknya kosmos dan munculnya DNA pertama. Ia juga membawa realita masa kini. Selain itu, di dalam Kosmos juga digambarkan bagaimana masa depan perkembangan sains.

Seperti yang telah disebutkan di atas, Sagan membawa sejarah dan antropologi ke dalam pembahasan kosmos. Pembahasan bagaimana beberapa kultur kuno membentuk suatu peradaban dan bagaimana mereka memandang astronomi pada masa itu. Sagan menggambarkan kehidupan bangsa Assyria pada 1.000 SM yang mengaitkan sakit gigi dengan kejadian-kejadian kosmik.

Kemudian ada mantra penyembuh sakit gigi yang menyebutkan dewa-dewa, seperti Anu, Ea, dan Shamash. Begitu pula dengan kehidupan manusia di awal periode yang mempelajari alam semesta, kemudian terbentuk suatu kebudayaan. Carl Sagan menunjukkan bahwa kosmos adalah awal dan telah memengaruhi sendi-sendi kehidupan manusia.

Kosmos juga menyajikan foto-foto objek luar angkasa dan fenonema alam dari NASA. Carl Sagan sendiri terlibat dan berperan besar dalam ekspedisi wahana antariksa Mariner, Viking, Voyager, dan Galileo, serta menerima NASA Medal for Exceptional Scientific Achievement dan Distinguished Public Service. Oleh karena itu, Carl Sagan mengisahkan bagaimana perjalanan Viking serta Voyager 1 dan 2 mengunjungi Saturnus.

Seluruh langit seolah-olah menjadi milik kami. Sering kami tidur telentang memperhatikan bintang-bintang di langit, membicarakannya apakah kira-kira bintang-bintang itu dicipta ataukah jadi dengan sendirinya.

– Mark Twain, Huckleberry Finn

Kesimpulan

Sebagai manusia, tentu pernah terlintas pertanyaan-pertanyaan bagaimana alam semesta ini terbentuk dan bekerja. Pemahaman tentang alam semesta dapat dipelajari, seperti di bangku kuliah bahkan dapat dinikmati melalui buku ini. Dalam tiga belas bab, Carl Sagan menyajikan Kosmos dengan narasi yang dapat dipahami pembaca awam, dengan gaya puitis yang dapat membangkitkan imaji pembaca. Dengan membaca Kosmos, pembaca akan merasa terpesona dengan megahnya alam semesta yang tua ini. Carl Sagan juga mengajak pembaca sebagai manusia penghuni Bumi yang kecil ini di luasnya lautan kosmis untuk berkontemplasi tentang asal-usul manusia yang dari zat bintang.

Loyalitas kita ditujukan kepada umat manusia dan planet Bumi. Kita bicara atas nama Bumi. Kewajiban kita supaya bertahan hidup bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan juga untuk Kosmos, yang tua dan luas, yang darinya kita berasal.

– Carl Sagan, Kosmos


Salah satu tujuan penulis resensi menyebutkan penghargaan NASA Medal for Exceptional Scientific Achievement yang diterima Carl Sagan adalah untuk…

  1. Menyoroti keterlibatan Sagan dalam penulisan fiksi ilmiah.

  1. Menunjukkan reputasi Carl Sagan sebagai penulis.

  1. Mengkritik kebijakan NASA dalam penghargaan.

  1. Memberikan kredibilitas terhadap pandangan Sagan dalam bukuny

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Judul : Kosmos

Penulis : Carl Sagan

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Tahun Terbit : 2020

Tebal Halaman: xxxi + 454 halaman

Ukuran Buku : 15 cm x 23 cm

ISBN : 978-602-424-224-4


Pendahuluan

Fenomena di alam semesta kerap membawa masyarakat pada ketakjuban dan membangkitkan keingintahuan akan kehidupan ini. Sudah banyak media yang disediakan untuk mempelajari alam semesta, seperti buku dan video. Buku nonfiksi mengenai cabang ilmu ini dapat ditemui salah satunya dalam karya Carl Sagan berjudul Kosmos. Carl Sagan merupakan seorang ahli astronomi, kosmologi, astrofisika, dan penulis sains populer dari Amerika Serikat. Kosmos adalah salah satu karya terbesarnya dan merupakan buku best seller. Sejak terbit pertama kali pada 1980, Kosmos telah mencapai cetakan kesembilan pada tahun 2020.

Isi

Di dalam buku ini, Sagan mengangkat topik-topik yang menarik, mulai dari bagaimana alam semesta terbentuk dan berkembang, apa saja zat yang menyusun alam semesta dan kaitannya dengan tubuh manusia. Carl Sagan membawa keteraturan sistem alam semesta ke dalam Kosmos tidak hanya melalui satu bidang saja. Kosmos juga menyajikan sudut pandang alam semesta melalui ilmu biologi, antropologi, sejarah, filsafat, dan seni. Dengan membaca buku ini, pembaca turut mempelajari disiplin ilmu yang lain. Pada bab pertama buku ini, “Tepi Lautan Kosmik”, Carl Sagan memperkenalkan kosmos kepada pembaca agar mengetahui konsep dan rancangan kosmos sebagai fondasi untuk melanjutkan perjalanan kosmik di bab-bab selanjutnya. Carl Sagan mengajak pembaca ke masa lalu, seperti saat terbentuknya kosmos dan munculnya DNA pertama. Ia juga membawa realita masa kini. Selain itu, di dalam Kosmos juga digambarkan bagaimana masa depan perkembangan sains.

Seperti yang telah disebutkan di atas, Sagan membawa sejarah dan antropologi ke dalam pembahasan kosmos. Pembahasan bagaimana beberapa kultur kuno membentuk suatu peradaban dan bagaimana mereka memandang astronomi pada masa itu. Sagan menggambarkan kehidupan bangsa Assyria pada 1.000 SM yang mengaitkan sakit gigi dengan kejadian-kejadian kosmik.

Kemudian ada mantra penyembuh sakit gigi yang menyebutkan dewa-dewa, seperti Anu, Ea, dan Shamash. Begitu pula dengan kehidupan manusia di awal periode yang mempelajari alam semesta, kemudian terbentuk suatu kebudayaan. Carl Sagan menunjukkan bahwa kosmos adalah awal dan telah memengaruhi sendi-sendi kehidupan manusia.

Kosmos juga menyajikan foto-foto objek luar angkasa dan fenonema alam dari NASA. Carl Sagan sendiri terlibat dan berperan besar dalam ekspedisi wahana antariksa Mariner, Viking, Voyager, dan Galileo, serta menerima NASA Medal for Exceptional Scientific Achievement dan Distinguished Public Service. Oleh karena itu, Carl Sagan mengisahkan bagaimana perjalanan Viking serta Voyager 1 dan 2 mengunjungi Saturnus.

Seluruh langit seolah-olah menjadi milik kami. Sering kami tidur telentang memperhatikan bintang-bintang di langit, membicarakannya apakah kira-kira bintang-bintang itu dicipta ataukah jadi dengan sendirinya.

– Mark Twain, Huckleberry Finn

Kesimpulan

Sebagai manusia, tentu pernah terlintas pertanyaan-pertanyaan bagaimana alam semesta ini terbentuk dan bekerja. Pemahaman tentang alam semesta dapat dipelajari, seperti di bangku kuliah bahkan dapat dinikmati melalui buku ini. Dalam tiga belas bab, Carl Sagan menyajikan Kosmos dengan narasi yang dapat dipahami pembaca awam, dengan gaya puitis yang dapat membangkitkan imaji pembaca. Dengan membaca Kosmos, pembaca akan merasa terpesona dengan megahnya alam semesta yang tua ini. Carl Sagan juga mengajak pembaca sebagai manusia penghuni Bumi yang kecil ini di luasnya lautan kosmis untuk berkontemplasi tentang asal-usul manusia yang dari zat bintang.

Loyalitas kita ditujukan kepada umat manusia dan planet Bumi. Kita bicara atas nama Bumi. Kewajiban kita supaya bertahan hidup bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan juga untuk Kosmos, yang tua dan luas, yang darinya kita berasal.

– Carl Sagan, Kosmos

 Dalam penulisan resensi, data buku disajikan pada awal teks dengan tujuan untuk…

  1. Memberi konteks awal bagi pembaca terkait buku yang diulas. 

  1. Mengurangi panjang resensi dengan menyajikan data ringkas.

  1. Menarik minat pembaca untuk membaca lebih lanjut

Mengkritik aspek teknis penerbitan buku.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?