
P3. Pemilihan Pelarut dalam proses Ekstraksi
Authored by Rikkit M.Farm.
Science
University
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pelarut manakah yang paling sering digunakan untuk mengekstraksi senyawa polar dalam tanaman obat?
Heptana
Etanol
Eter
Diklorometana
Aseton
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Mengapa air sering digunakan dalam ekstraksi bahan alam?
Air bersifat non-polar
Air mampu mengekstraksi senyawa lipofilik
Air aman dan melarutkan senyawa polar
Air tidak bersifat korosif
Air mudah menguap
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pelarut manakah yang paling cocok untuk mengekstraksi senyawa non-polar seperti minyak atsiri?
Metanol
Air
Eter
Asam asetat
Aseton
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Apakah yang menjadi faktor penting dalam pemilihan pelarut untuk ekstraksi di farmakognosi?
Kelarutan senyawa yang diekstrak
Sifat toksisitas pelarut
Ketersediaan pelarut
Semua jawaban benar
Hanya a dan b yang benar
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Metanol sering digunakan dalam ekstraksi karena alasan berikut, kecuali:
Sifat polaritasnya
Stabilitasnya terhadap oksidasi
Biaya rendah
Mudah dihilangkan dari ekstrak
Mudah menguap pada suhu rendah
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pelarut berikut ini umumnya tidak digunakan dalam ekstraksi karena sifatnya yang sangat non-polar:
Etanol
Diklorometana
Air
Heptana
Asam asetat
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pelarut manakah yang paling cocok digunakan untuk mengekstraksi senyawa alkaloid dengan sifat polar?
Heptana
Asam asetat
Metanol
Eter
Diklorometana
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?