
QUIZ RESENSI BINDO KEL 3
Authored by Thalita Aurellia
World Languages
12th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tahun Terbit: 2005 (Cetakan pertama: 1980)
Jumlah Halaman: 535 halaman
Bumi Manusia berkisah tentang Minke, seorang pemuda pribumi berdarah ningrat yang bersekolah di HBS (Hoogere Burger School), sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa dan kaum bangsawan. Dalam konteks kolonial Belanda di Indonesia, Minke adalah sosok yang unik karena berani mematahkan norma-norma masyarakat feodal pada masanya. Ia adalah seorang yang sangat terdidik dan kritis terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekelilingnya.
Pertemuan Minke dengan Nyai Ontosoroh, seorang wanita pribumi yang menjadi istri simpanan Tuan Herman Mellema, seorang Belanda, menjadi titik balik dalam kehidupan Minke. Nyai Ontosoroh, Minke memulai perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan yang dilakukan oleh penguasa kolonial terhadap pribumi.
Novel ini menyoroti kisah cinta antara Minke dan Annelies, putri Nyai Ontosoroh yang kecantikannya mampu menundukkan hati Minke. Namun, kisah cinta ini tidak berakhir dengan bahagia karena Annelies harus dibawa ke Belanda, sesuai keputusan pengadilan kolonial yang memandang Nyai Ontosoroh sebagai “tidak berhak” atas anaknya karena status sosialnya sebagai pribumi.
Apa yang menjadi kelebihan Nyai Ontosoroh dibandingkan perempuan pribumi lainnya?
a. Ia adalah seorang bangsawan yang kaya raya
b. Ia memiliki pendidikan tinggi dan sangat cerdas
c. Ia menikah dengan seorang Belanda
d. Ia adalah pengusaha kaya yang terkenal
e. Ia memiliki kedudukan tinggi di pemerintahan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tahun Terbit: 2005 (Cetakan pertama: 1980)
Jumlah Halaman: 535 halaman
Bumi Manusia berkisah tentang Minke, seorang pemuda pribumi berdarah ningrat yang bersekolah di HBS (Hoogere Burger School), sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa dan kaum bangsawan. Dalam konteks kolonial Belanda di Indonesia, Minke adalah sosok yang unik karena berani mematahkan norma-norma masyarakat feodal pada masanya. Ia adalah seorang yang sangat terdidik dan kritis terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekelilingnya.
Pertemuan Minke dengan Nyai Ontosoroh, seorang wanita pribumi yang menjadi istri simpanan Tuan Herman Mellema, seorang Belanda, menjadi titik balik dalam kehidupan Minke. Nyai Ontosoroh, Minke memulai perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan yang dilakukan oleh penguasa kolonial terhadap pribumi.
Novel ini menyoroti kisah cinta antara Minke dan Annelies, putri Nyai Ontosoroh yang kecantikannya mampu menundukkan hati Minke. Namun, kisah cinta ini tidak berakhir dengan bahagia karena Annelies harus dibawa ke Belanda, sesuai keputusan pengadilan kolonial yang memandang Nyai Ontosoroh sebagai “tidak berhak” atas anaknya karena status sosialnya sebagai pribumi.
Apa saja tema sosial yang diangkat oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia?
a. Perjuangan kelas, hak asasi manusia, dan ketidakadilan
b. Cinta terlarang dan pernikahan
c. Perdagangan dan ekonom
d. Politik dan diplomasi internasional
d. Politik dan diplomasi internasional
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Tahun Terbit: 2005 (Cetakan pertama: 1980)
Jumlah Halaman: 535 halaman
Bumi Manusia berkisah tentang Minke, seorang pemuda pribumi berdarah ningrat yang bersekolah di HBS (Hoogere Burger School), sekolah elit khusus untuk anak-anak Eropa dan kaum bangsawan. Dalam konteks kolonial Belanda di Indonesia, Minke adalah sosok yang unik karena berani mematahkan norma-norma masyarakat feodal pada masanya. Ia adalah seorang yang sangat terdidik dan kritis terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekelilingnya.
Pertemuan Minke dengan Nyai Ontosoroh, seorang wanita pribumi yang menjadi istri simpanan Tuan Herman Mellema, seorang Belanda, menjadi titik balik dalam kehidupan Minke. Nyai Ontosoroh, Minke memulai perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan yang dilakukan oleh penguasa kolonial terhadap pribumi.
Novel ini menyoroti kisah cinta antara Minke dan Annelies, putri Nyai Ontosoroh yang kecantikannya mampu menundukkan hati Minke. Namun, kisah cinta ini tidak berakhir dengan bahagia karena Annelies harus dibawa ke Belanda, sesuai keputusan pengadilan kolonial yang memandang Nyai Ontosoroh sebagai “tidak berhak” atas anaknya karena status sosialnya sebagai pribumi.
Apa yang menjadi tema utama dalam novel Bumi Manusia?
a. Cinta segitiga dan pengkhianatan
b. Perjuangan identitas dan harga diri di bawah penindasan kolonial
c. Perjuangan kekayaan dan kekuasaan
d. Petualangan dan perjalanan waktu
e. Kehidupan keluarga dalam masyarakat modern
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Senja di Jakarta
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Balai Pustaka
Tahun Terbit: 1963
Jumlah Halaman: 256 halaman
Novel Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis merupakan salah satu karya besar dalam sastra Indonesia yang terbit pada tahun 1963. Novel ini mengambil latar kehidupan masyarakat Jakarta pada masa pasca-kemerdekaan yang penuh dengan masalah sosial, politik, dan ekonomi. Dalam novel ini, Mochtar Lubis menyoroti persoalan kemiskinan, korupsi, serta ketidakadilan yang terjadi di ibu kota negara.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Suryono, seorang pemuda yang terjebak dalam kehidupan kelas atas Jakarta. Meskipun ia terlibat dalam kehidupan mewah dan memiliki posisi penting di pemerintahan, ia tetap merasakan kehampaan karena kehilangan idealisme dan tidak mampu mengubah situasi sosial yang ada. Tokoh lain yang menonjol adalah Fatma, seorang wanita miskin yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan Jakarta. Nasibnya berbanding terbalik dengan Suryono, yang digambarkan sebagai potret kemiskinan dan ketidakadilan yang nyata di kota metropolitan tersebut.
Mochtar Lubis menggambarkan kota Jakarta sebagai kota yang mulai berubah menjadi pusat korupsi, di mana para pejabatnya lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada rakyatnya. Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis dalam novel ini cenderung lugas, tanpa berbelit-belit, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Pesan moral dari novel ini sangat kuat, yaitu tentang bagaimana kekuasaan seringkali membutakan manusia, dan bahwa keadilan sosial harus diperjuangkan dengan kerja keras dan kejujuran.
Novel ini mengkritik keras perilaku pejabat negara yang korup dan tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Sebagai sebuah karya satiris, Senja di Jakarta memberikan pandangan tajam terhadap realitas sosial yang terjadi pada masanya. Hal ini yang membuat novel ini tetap relevan hingga saat ini
Berdasarkan bacaan di atas, tema utama yang diangkat dalam novel Senja di Jakarta adalah...
a. Kehidupan cinta remaja di Jakarta
b. Kehidupan kaum bangsawan di masa kolonial
c. Kehidupan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Jakarta pasca-kemerdekaan
d. Perjuangan rakyat untuk mendapatkan kemerdekaan
e. Kehidupan pedesaan dan budaya lokal
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Senja di Jakarta
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Balai Pustaka
Tahun Terbit: 1963
Jumlah Halaman: 256 halaman
Novel Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis merupakan salah satu karya besar dalam sastra Indonesia yang terbit pada tahun 1963. Novel ini mengambil latar kehidupan masyarakat Jakarta pada masa pasca-kemerdekaan yang penuh dengan masalah sosial, politik, dan ekonomi. Dalam novel ini, Mochtar Lubis menyoroti persoalan kemiskinan, korupsi, serta ketidakadilan yang terjadi di ibu kota negara.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Suryono, seorang pemuda yang terjebak dalam kehidupan kelas atas Jakarta. Meskipun ia terlibat dalam kehidupan mewah dan memiliki posisi penting di pemerintahan, ia tetap merasakan kehampaan karena kehilangan idealisme dan tidak mampu mengubah situasi sosial yang ada. Tokoh lain yang menonjol adalah Fatma, seorang wanita miskin yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan Jakarta. Nasibnya berbanding terbalik dengan Suryono, yang digambarkan sebagai potret kemiskinan dan ketidakadilan yang nyata di kota metropolitan tersebut.
Mochtar Lubis menggambarkan kota Jakarta sebagai kota yang mulai berubah menjadi pusat korupsi, di mana para pejabatnya lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada rakyatnya. Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis dalam novel ini cenderung lugas, tanpa berbelit-belit, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Pesan moral dari novel ini sangat kuat, yaitu tentang bagaimana kekuasaan seringkali membutakan manusia, dan bahwa keadilan sosial harus diperjuangkan dengan kerja keras dan kejujuran.
Novel ini mengkritik keras perilaku pejabat negara yang korup dan tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Sebagai sebuah karya satiris, Senja di Jakarta memberikan pandangan tajam terhadap realitas sosial yang terjadi pada masanya. Hal ini yang membuat novel ini tetap relevan hingga saat ini.
Bagaimana Mochtar Lubis menggambarkan gaya bahasa yang digunakan dalam novel Senja di Jakarta?
a. Kompleks dan sulit dipahami
b. Lugas dan mudah dipahami
c. Puitis dan penuh majas
d. Formal dan kaku
e. Romantis dan indah
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul Buku: Senja di Jakarta
Penulis: Mochtar Lubis
Penerbit: Balai Pustaka
Tahun Terbit: 1963
Jumlah Halaman: 256 halaman
Novel Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis merupakan salah satu karya besar dalam sastra Indonesia yang terbit pada tahun 1963. Novel ini mengambil latar kehidupan masyarakat Jakarta pada masa pasca-kemerdekaan yang penuh dengan masalah sosial, politik, dan ekonomi. Dalam novel ini, Mochtar Lubis menyoroti persoalan kemiskinan, korupsi, serta ketidakadilan yang terjadi di ibu kota negara.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Suryono, seorang pemuda yang terjebak dalam kehidupan kelas atas Jakarta. Meskipun ia terlibat dalam kehidupan mewah dan memiliki posisi penting di pemerintahan, ia tetap merasakan kehampaan karena kehilangan idealisme dan tidak mampu mengubah situasi sosial yang ada. Tokoh lain yang menonjol adalah Fatma, seorang wanita miskin yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan Jakarta. Nasibnya berbanding terbalik dengan Suryono, yang digambarkan sebagai potret kemiskinan dan ketidakadilan yang nyata di kota metropolitan tersebut.
Mochtar Lubis menggambarkan kota Jakarta sebagai kota yang mulai berubah menjadi pusat korupsi, di mana para pejabatnya lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada rakyatnya. Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis dalam novel ini cenderung lugas, tanpa berbelit-belit, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Pesan moral dari novel ini sangat kuat, yaitu tentang bagaimana kekuasaan seringkali membutakan manusia, dan bahwa keadilan sosial harus diperjuangkan dengan kerja keras dan kejujuran.
Novel ini mengkritik keras perilaku pejabat negara yang korup dan tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat. Sebagai sebuah karya satiris, Senja di Jakarta memberikan pandangan tajam terhadap realitas sosial yang terjadi pada masanya. Hal ini yang membuat novel ini tetap relevan hingga saat ini
Mengapa novel Senja di Jakarta tetap relevan hingga saat ini?
a. Karena bercerita tentang kehidupan percintaan anak muda
b. Karena kritik sosialnya terhadap korupsi dan ketidakadilan masih sesuai dengan kondisi saat ini
c. Karena menggambarkan budaya lokal yang hilang
d. Karena novel ini ditulis oleh penulis terkenal
e. Karena banyak mengandung humor dan hiburan
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 10 pts
Judul: Laskar Pelangi
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2005
Laskar Pelangi adalah novel inspiratif yang mengisahkan perjuangan sekelompok anak di Belitong yang bersekolah di sekolah dasar Muhammadiyah, meskipun fasilitas dan sumber daya sangat terbatas. Buku ini bercerita tentang semangat mereka dalam mengejar pendidikan dan mimpi, dipandu oleh dua guru luar biasa, Bu Mus dan Pak Harfan. Melalui berbagai tantangan, anak-anak ini tetap gigih dan pantang menyerah. Novel ini menawarkan cerita tentang persahabatan, impian, dan semangat juang yang tak kenal menyerah. Gaya bahasa yang sederhana namun penuh emosi menjadikan Laskar Pelangi karya yang mudah dipahami dan menyentuh hati banyak pembacanya.
Bagaimana gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata dalam novel ini menurut resensi di atas?
A. Sulit dan penuh istilah teknis
B. Sederhana namun penuh emosi
C. Kaku dan formal
D. Ringan dan humoris
E. Mudah dipahami
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?