
Soal Ekonomi dan Neraca Pembayaran
Authored by Dudi A
Social Studies
University
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Pada tahun 2023, sebuah negara mencatat data berikut dalam neraca pembayaran: Ekspor barang tercatat sebesar USD 45 miliar, namun data ini diragukan karena terdapat kesalahan pencatatan dalam kategori barang elektronik sebesar 10%. Impor barang tercatat sebesar USD 30 miliar, dengan komponen terbesar berasal dari impor bahan baku industri. Dalam laporan neraca modal, investasi portofolio menunjukkan arus keluar sebesar USD 7 miliar, tetapi nilai ini tidak memperhitungkan penyesuaian dalam pendapatan investasi. Cadangan devisa negara tersebut dilaporkan turun sebesar USD 3 miliar setelah pembayaran utang luar negeri. Berdasarkan data yang ada, mana pernyataan yang PALING mungkin benar?
Negara ini memiliki surplus transaksi berjalan tetapi defisit pada neraca modal.
Kesalahan pencatatan pada kategori barang elektronik berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa.
Surplus neraca pembayaran keseluruhan berasal dari arus modal masuk.
Penurunan cadangan devisa terkait langsung dengan peningkatan impor bahan baku.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Sebuah negara anggota ASEAN mencatatkan surplus transaksi berjalan selama lima tahun berturut-turut. Namun, pada periode yang sama: Investasi asing langsung (FDI) mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun. Pemerintah memberlakukan kebijakan tarif impor tinggi pada barang konsumsi. Nilai tukar mata uang negara tersebut menguat terhadap USD sebesar 8%, yang mendorong penurunan ekspor pada sektor tekstil dan pertanian. Laporan cadangan devisa menunjukkan peningkatan yang signifikan, tetapi tidak mencerminkan pembayaran utang luar negeri secara penuh. Apa dampak jangka panjang dari situasi tersebut terhadap perekonomian negara?
Melemahnya daya saing ekspor dan menurunnya pendapatan devisa.
Peningkatan arus modal masuk melalui FDI sebagai kompensasi surplus.
Stabilitas ekonomi terjaga dengan penguatan cadangan devisa.
Defisit neraca modal menyebabkan inflasi tinggi.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam konteks kebijakan moneter, Bank Sentral Negara Z mengintervensi pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uangnya. Laporan menunjukkan: Arus masuk modal jangka pendek dari investasi portofolio mencapai USD 15 miliar, tetapi sebagian besar dana ini hanya bertahan kurang dari 6 bulan. Defisit transaksi berjalan sebesar USD 10 miliar akibat lonjakan impor barang modal untuk pembangunan infrastruktur. Penggunaan cadangan devisa sebesar USD 5 miliar untuk intervensi pasar. Suku bunga domestik dinaikkan sebesar 150 basis poin untuk mencegah pelarian modal. Jika kebijakan ini terus berlanjut, apa risiko utama yang dihadapi negara Z?
Ketergantungan tinggi pada modal jangka pendek yang tidak stabil.
Meningkatnya defisit neraca modal akibat penurunan investasi asing langsung.
Cadangan devisa akan meningkat pesat, tetapi stabilitas ekonomi jangka panjang terancam.
Penguatan mata uang domestik memperkuat daya saing ekspor.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Dalam situasi perdagangan global yang tidak stabil, Negara Y mencatat: Ekspor barang teknologi tinggi meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi 40% dari ekspor tersebut tergantung pada satu negara mitra dagang utama. Impor energi melonjak 25% akibat fluktuasi harga minyak dunia. Pemerintah mengadopsi kebijakan diversifikasi ekspor dengan memperluas pasar ke kawasan Afrika dan Amerika Selatan. Cadangan devisa meningkat tipis sebesar 3%, meskipun pembayaran utang luar negeri terus meningkat. Pertanyaan: Berdasarkan data di atas, apa ancaman terbesar terhadap neraca pembayaran negara Y?
Ketergantungan berlebihan pada satu mitra dagang utama.
Peningkatan utang luar negeri yang mengurangi cadangan devisa.
Fluktuasi harga energi yang tidak dapat dikontrol.
Diversifikasi pasar ekspor yang memperkuat ketahanan ekonomi.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Pada tahun tertentu, sebuah negara mencatatkan data berikut: Neraca perdagangan menunjukkan surplus sebesar USD 12 miliar. Neraca jasa mengalami defisit sebesar USD 8 miliar. Transfer unilateral dari pekerja migran di luar negeri mencapai USD 5 miliar. Total cadangan devisa meningkat sebesar USD 6 miliar setelah penyesuaian nilai tukar dan pembayaran utang. Pertanyaan: Bagaimana kemungkinan kondisi neraca pembayaran keseluruhan negara tersebut?
Surplus transaksi berjalan sebesar USD 9 miliar, tetapi defisit neraca modal.
Defisit transaksi berjalan sebesar USD 4 miliar, diimbangi oleh surplus cadangan devisa.
Surplus transaksi berjalan sebesar USD 9 miliar, dengan stabilitas neraca modal.
Defisit transaksi berjalan diimbangi sepenuhnya oleh transfer unilateral.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Sebuah negara mencatat data sebagai berikut: Surplus transaksi berjalan sebesar USD 8 miliar, tetapi laporan ini menyertakan kesalahan dalam penghitungan neraca jasa sebesar USD 2 miliar. Arus modal masuk melalui investasi portofolio dilaporkan sebesar USD 10 miliar, namun 30% dari dana tersebut kembali keluar dalam waktu kurang dari 3 bulan. Cadangan devisa meningkat USD 5 miliar setelah penyesuaian atas nilai tukar dan pembayaran utang luar negeri. Devaluasi mata uang sebesar 5% dilakukan untuk memperbaiki daya saing ekspor. Pertanyaan: Apa potensi masalah utama yang dihadapi negara tersebut?
Ketergantungan tinggi pada arus modal jangka pendek dan volatilitas nilai tukar.
Kesalahan penghitungan neraca jasa menyebabkan defisit transaksi berjalan.
Devaluasi mata uang justru memperburuk kondisi neraca modal.
Surplus transaksi berjalan sepenuhnya menutup defisit neraca modal.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Negara Y mengalami kondisi berikut: Defisit transaksi berjalan sebesar USD 8 miliar, sementara surplus neraca modal hanya mencapai USD 4 miliar. Cadangan devisa turun sebesar USD 4 miliar untuk menutup defisit transaksi berjalan. Nilai tukar mata uang domestik melemah sebesar 5%, yang mengurangi daya beli masyarakat. Inflasi meningkat sebesar 3%, terutama dipicu oleh kenaikan harga barang impor. Pertanyaan: Berdasarkan data tersebut, apa risiko jangka panjang terbesar yang dihadapi oleh negara Y?
Penurunan cadangan devisa yang berkelanjutan.
Melemahnya daya beli masyarakat akibat inflasi impor.
Ketergantungan pada arus modal masuk untuk menutup defisit.
Fluktuasi nilai tukar yang menghambat stabilitas ekonomi.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?