Search Header Logo

Literasi

Authored by Yuvelin tambunan

Science

8th Grade

Used 27+ times

Literasi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE SELECT QUESTION

45 sec • 1 pt

Tari Gambyong adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Provinsi Jawa Tengah tepatnya wilayah Surakarta. Berdasarkan iringan gendingnya, Tari Gambyong mempunyai berbagai ragam, yaitu Gambyong Pareanom, Gambyong Pancerana, dan Gambyong Pangkur. Tarian ini sudah ada sejak zaman dahulu dan mulai ditampilkan di lingkungan Istana Mangkunegaran pada era 1916-1944. Gambyong menjadi terkenal karena gerakan yang halus dan anggun sehingga membuat kagum penonton yang melihat.

Dikutip dari arsip pada situs resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Serat Centhini, kitab yang ditulis pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (1788-1820) dan Pakubuwana V (1820-1823), telah menyebut adanya gambyong sebagai tarian tledhek. Pada masa itu, salah seorang penata tari pada pemerintahan Pakubuwana IX (1861-1893) bernama K.R.M.T. Wreksadiningrat menggarap tarian rakyat ini agar pantas dipertunjukkan di kalangan para bangsawan atau priyayi. Tarian rakyat yang telah diperhalus ini menjadi populer dan biasa ditampilkan di hadapan para tamu di lingkungan Istana Mangkunegaran.

Perubahan penting pada Tari Gambyong terjadi ketika pada tahun 1950, Nyi Bei Mintoraras, seorang pelatih tari dari Istana Mangkunegaran pada masa Mangkunegara VIII, membuat versi gambyong yang "dibakukan", yang dikenal sebagai Gambyong Pareanom. Koreografi ini dipertunjukkan pertama kali pada upacara pernikahan Gusti Nurul, saudara perempuan Mangkunegara VIII, di tahun 1951. Tarian ini disukai oleh masyarakat sehingga memunculkan versi-versi lain yang dikembangkan untuk konsumsi masyarakat luas.

Makna Tari Gambyong diumpamakan seorang dewi padi (Dewi Sri) yang tengah menari. Oleh sebab itu, dulu tari ini digunakan untuk upacara ritual pertanian demi mendapat kesuburan padi dan panen yang melimpah. Dalam perkembangannya, Tari Gambyong telah diangkat sebagai sebuah hiburan memeriahkan acara resepsi perkawinan, hingga menyambut tamu-tamu kehormatan atau kenegaraan

Tari Gambyong tari tradisional yang berasal dari ….

Daerah Istimewa Yogyakarta

Surakarta

Malang

Ambon

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tari Gambyong adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Provinsi Jawa Tengah tepatnya wilayah Surakarta. Berdasarkan iringan gendingnya, Tari Gambyong mempunyai berbagai ragam, yaitu Gambyong Pareanom, Gambyong Pancerana, dan Gambyong Pangkur. Tarian ini sudah ada sejak zaman dahulu dan mulai ditampilkan di lingkungan Istana Mangkunegaran pada era 1916-1944. Gambyong menjadi terkenal karena gerakan yang halus dan anggun sehingga membuat kagum penonton yang melihat.

Dikutip dari arsip pada situs resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Serat Centhini, kitab yang ditulis pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (1788-1820) dan Pakubuwana V (1820-1823), telah menyebut adanya gambyong sebagai tarian tledhek. Pada masa itu, salah seorang penata tari pada pemerintahan Pakubuwana IX (1861-1893) bernama K.R.M.T. Wreksadiningrat menggarap tarian rakyat ini agar pantas dipertunjukkan di kalangan para bangsawan atau priyayi. Tarian rakyat yang telah diperhalus ini menjadi populer dan biasa ditampilkan di hadapan para tamu di lingkungan Istana Mangkunegaran.

Perubahan penting pada Tari Gambyong terjadi ketika pada tahun 1950, Nyi Bei Mintoraras, seorang pelatih tari dari Istana Mangkunegaran pada masa Mangkunegara VIII, membuat versi gambyong yang "dibakukan", yang dikenal sebagai Gambyong Pareanom. Koreografi ini dipertunjukkan pertama kali pada upacara pernikahan Gusti Nurul, saudara perempuan Mangkunegara VIII, di tahun 1951. Tarian ini disukai oleh masyarakat sehingga memunculkan versi-versi lain yang dikembangkan untuk konsumsi masyarakat luas.

Makna Tari Gambyong diumpamakan seorang dewi padi (Dewi Sri) yang tengah menari. Oleh sebab itu, dulu tari ini digunakan untuk upacara ritual pertanian demi mendapat kesuburan padi dan panen yang melimpah. Dalam perkembangannya, Tari Gambyong telah diangkat sebagai sebuah hiburan memeriahkan acara resepsi perkawinan, hingga menyambut tamu-tamu kehormatan atau kenegaraan

Pada jaman dulu tari ini digunakan untuk apa

upacara ritual pertanian demi mendapat kesuburan padi dan panen yang melimpah

Upacara Pernikahan

Upacara kematian

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tari Gambyong adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Provinsi Jawa Tengah tepatnya wilayah Surakarta. Berdasarkan iringan gendingnya, Tari Gambyong mempunyai berbagai ragam, yaitu Gambyong Pareanom, Gambyong Pancerana, dan Gambyong Pangkur. Tarian ini sudah ada sejak zaman dahulu dan mulai ditampilkan di lingkungan Istana Mangkunegaran pada era 1916-1944. Gambyong menjadi terkenal karena gerakan yang halus dan anggun sehingga membuat kagum penonton yang melihat.

Dikutip dari arsip pada situs resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Serat Centhini, kitab yang ditulis pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (1788-1820) dan Pakubuwana V (1820-1823), telah menyebut adanya gambyong sebagai tarian tledhek. Pada masa itu, salah seorang penata tari pada pemerintahan Pakubuwana IX (1861-1893) bernama K.R.M.T. Wreksadiningrat menggarap tarian rakyat ini agar pantas dipertunjukkan di kalangan para bangsawan atau priyayi. Tarian rakyat yang telah diperhalus ini menjadi populer dan biasa ditampilkan di hadapan para tamu di lingkungan Istana Mangkunegaran.

Perubahan penting pada Tari Gambyong terjadi ketika pada tahun 1950, Nyi Bei Mintoraras, seorang pelatih tari dari Istana Mangkunegaran pada masa Mangkunegara VIII, membuat versi gambyong yang "dibakukan", yang dikenal sebagai Gambyong Pareanom. Koreografi ini dipertunjukkan pertama kali pada upacara pernikahan Gusti Nurul, saudara perempuan Mangkunegara VIII, di tahun 1951. Tarian ini disukai oleh masyarakat sehingga memunculkan versi-versi lain yang dikembangkan untuk konsumsi masyarakat luas.

Makna Tari Gambyong diumpamakan seorang dewi padi (Dewi Sri) yang tengah menari. Oleh sebab itu, dulu tari ini digunakan untuk upacara ritual pertanian demi mendapat kesuburan padi dan panen yang melimpah. Dalam perkembangannya, Tari Gambyong telah diangkat sebagai sebuah hiburan memeriahkan acara resepsi perkawinan, hingga menyambut tamu-tamu kehormatan atau kenegaraan

Apa makna dari tari gabyong ini

Dewi Sri yang sedang menari

Dewi Sri yang sedang berpuiisi

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

45 sec • 1 pt

Adapun ciri khusus Tari Gambyong di antaranya:

- Pakaian yang digunakan bernuansa warna kuning dan warna hijau sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan.

- Sebelum tarian dimulai, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur.

- Teknik gerak, irama iringan tari dan pola kendhangan mampu menampilkan karakter tari yang luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Gerakan Tari Gambyong terdiri dari tiga bagian, yakni awal, isi, dan akhir. Keunikan tari Gambyong berada pada gerakan yang berfokus pada kaki, lengan, tubuh, dan juga kepala.

Gerakan mengiringi atau mengikuti setiap gerak tangan dengan cara memandang arah jari tangan. Setiap gerakan bahkan beriringan dengan lantunan musik yang dibawakan.

Pembuka tarian juga diiringi dengan gendhing Pangkur. Kemudian, irama ini membuat teknik gerakan ditampilkan para penari dengan luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Biasanya para penari Tari Gambyong dilengkapi dengan sanggul dan kemben. Walaupun begitu, penampilan mereka tetap elegan dan menunjukkan ekspresi anggun.

Warna Kuning dan hijau pada kostum tari Gambyong menggambarkan apa?

Kesuburan

Kemakmuran

Kecerdasan

Kebahagiaan

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dikutip dari arsip pada situs resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Serat Centhini, kitab yang ditulis pada masa pemerintahan Pakubuwana IV (1788-1820) dan Pakubuwana V (1820-1823), telah menyebut adanya gambyong sebagai tarian tledhek. Pada masa itu, salah seorang penata tari pada pemerintahan Pakubuwana IX (1861-1893) bernama K.R.M.T. Wreksadiningrat menggarap tarian rakyat ini agar pantas dipertunjukkan di kalangan para bangsawan atau priyayi. Tarian rakyat yang telah diperhalus ini menjadi populer dan biasa ditampilkan di hadapan para tamu di lingkungan Istana Mangkunegaran.

Perubahan penting pada Tari Gambyong terjadi ketika pada tahun 1950, Nyi Bei Mintoraras, seorang pelatih tari dari Istana Mangkunegaran pada masa Mangkunegara VIII, membuat versi gambyong yang "dibakukan", yang dikenal sebagai Gambyong Pareanom. Koreografi ini dipertunjukkan pertama kali pada upacara pernikahan Gusti Nurul, saudara perempuan Mangkunegara VIII, di tahun 1951. Tarian ini disukai oleh masyarakat sehingga memunculkan versi-versi lain yang dikembangkan untuk konsumsi masyarakat luas.

Adapun ciri khusus Tari Gambyong di antaranya:

- Pakaian yang digunakan bernuansa warna kuning dan warna hijau sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan.

- Sebelum tarian dimulai, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur.

- Teknik gerak, irama iringan tari dan pola kendhangan mampu menampilkan karakter tari yang luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Gerakan Tari Gambyong terdiri dari tiga bagian, yakni awal, isi, dan akhir. Keunikan tari Gambyong berada pada gerakan yang berfokus pada kaki, lengan, tubuh, dan juga kepala.

Gerakan mengiringi atau mengikuti setiap gerak tangan dengan cara memandang arah jari tangan. Setiap gerakan bahkan beriringan dengan lantunan musik yang dibawakan.

Pembuka tarian juga diiringi dengan gendhing Pangkur. Kemudian, irama ini membuat teknik gerakan ditampilkan para penari dengan luwes, kenes, kewes, dan tregel.

Biasanya para penari Tari Gambyong dilengkapi dengan sanggul dan kemben. Walaupun begitu, penampilan mereka tetap elegan dan menunjukkan ekspresi anggun.

Tari Gambyong Pareanom pertama dibakukan pada masa pemerintahan

Mangkunegara VII

Mangkunegara VIII

Mangkunegara VI

Mangkunegara V

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?