
SOAL US BAHASA INDONESIA 2025
Authored by Darmawati P
Other
12th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
35 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah kutipan laporan hasil observasi berikut!
"... Burung jalak bali memiliki ciri khas bulu putih di seluruh tubuhnya, kecuali pada ujung ekor dan sayap yang berwarna hitam. Kulit di sekitar mata tidak berbulu dan berwarna biru tua. Burung ini memiliki kaki berwarna abu-abu dengan jari-jari yang dilengkapi cakar yang kuat. Jalak bali memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi..."
Berdasarkan laporan hasil observasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan ciri khas burung jalak bali yang membedakannya dari jenis burung lainnya?
Bulu putih di seluruh tubuh
Kulit di sekitar mata tidak berbulu.
. Kaki berwarna abu-abu dengan cakar yang kuat.
Kombinasi warna bulu putih, hitam, dan kulit biru di sekitar mata.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Sebuah laporan hasil observasi tentang kondisi kebersihan sungai menyebutkan bahwa air sungai tampak keruh dan berwarna cokelat, terdapat banyak sampah plastik di permukaan air, serta tercium bau tidak sedap di sekitar sungai.
Berdasarkan data tersebut, simpulan apa yang paling mungkin ditarik mengenai kondisi sungai tersebut?
Sungai tersebut tercemar limbah industri.
Sungai tersebut mengalami pendangkalan.
Sungai tersebut tercemar limbah rumah tangga.
Sungai tersebut menjadi habitat berbagai jenis ikan
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Perhatikan kutipan laporan hasil observasi berikut!
"... Sebagian besar siswa kelas XII aktif bertanya dan berani mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang terlihat pasif dan kurang berpartisipasi dalam diskusi kelompok..."
Berdasarkan hasil observasi tersebut, tindakan apa yang paling tepat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran?
Memberikan sanksi kepada siswa yang pasif.
Memuji siswa yang aktif dan mengabaikan siswa yang pasif
Menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik.
Membentuk kelompok belajar dengan komposisi siswa yang heterogen
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Sebuah laporan hasil observasi tentang perilaku konsumen di sebuah supermarket menyebutkan bahwa produk makanan siap saji lebih banyak terjual dibandingkan dengan bahan makanan mentah.
Manakah pernyataan berikut yang BUKAN merupakan interpretasi yang valid dari data tersebut?
Gaya hidup masyarakat modern yang serba praktis memengaruhi pola konsumsi.
. Konsumen cenderung memilih produk yang lebih mudah dan cepat disajikan
Tingkat pendapatan masyarakat di sekitar supermarket tersebut tergolong tinggi.
Produk makanan siap saji memiliki kemasan yang lebih menarik.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seorang turis sedang mengunjungi kota kecil di Jawa Tengah. Ia melihat seorang penjual dawet di pinggir jalan. Karena penasaran, ia pun memesan semangkuk dawet.
"Pak, dawetnya satu mangkuk," kata turis tersebut.
Penjual dawet itu mengangguk dan mulai meracik dawet pesanan turis. Setelah selesai, ia menyodorkan mangkuk dawet itu kepada turis.
"Ini Mas, dawetnya. Harganya Rp5.000,-," kata penjual dawet.
Turis itu terkejut. "Hah? Mahal sekali! Di Jakarta cuma Rp3.000,-," protesnya.
Penjual dawet itu tersenyum ramah. "Namanya juga wisata kuliner, Mas. Harganya pasti beda. Lagipula, di sini dawetnya pakai gula asli, santannya kental, dan es batunya dari air pegunungan yang sejuk," jelasnya.
Turis itu terdiam sejenak. "Tapi, kenapa rasanya sama saja dengan dawet di Jakarta, ya?" tanyanya heran.
Penjual dawet itu tertawa. "Nah, itu dia Mas, seninya! Bisa bikin rasa yang sama dengan harga yang berbeda!"
Manakah pernyataan yang menunjukkan bahwa teks tersebut termasuk dalam kategori anekdot?
Teks tersebut menceritakan tentang seorang turis yang sedang berlibur di Jawa Tengah.
Teks tersebut menggambarkan proses pembuatan dawet oleh seorang penjual.
Teks tersebut menceritakan pengalaman lucu seorang turis yang terkejut dengan harga dawet.
Teks tersebut berisi informasi tentang perbedaan harga dawet di Jakarta dan Jawa Tengah.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah teks anekdot berikut!
Seorang turis sedang mengunjungi kota kecil di Jawa Tengah. Ia melihat seorang penjual dawet di pinggir jalan. Karena penasaran, ia pun memesan semangkuk dawet.
"Pak, dawetnya satu mangkuk," kata turis tersebut.
Penjual dawet itu mengangguk dan mulai meracik dawet pesanan turis. Setelah selesai, ia menyodorkan mangkuk dawet itu kepada turis.
"Ini Mas, dawetnya. Harganya Rp5.000,-," kata penjual dawet.
Turis itu terkejut. "Hah? Mahal sekali! Di Jakarta cuma Rp3.000,-," protesnya.
Penjual dawet itu tersenyum ramah. "Namanya juga wisata kuliner, Mas. Harganya pasti beda. Lagipula, di sini dawetnya pakai gula asli, santannya kental, dan es batunya dari air pegunungan yang sejuk," jelasnya.
Turis itu terdiam sejenak. "Tapi, kenapa rasanya sama saja dengan dawet di Jakarta, ya?" tanyanya heran.
Penjual dawet itu tertawa. "Nah, itu dia Mas, seninya! Bisa bikin rasa yang sama dengan harga yang berbeda!"
Apa pesan tersirat yang ingin disampaikan penulis melalui teks anekdot tersebut?
Harga makanan di tempat wisata cenderung lebih mahal.
Kita harus berhati-hati saat membeli makanan di tempat wisata.
Pedagang di tempat wisata sering memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga
Keaslian bahan dan rasa makanan tidak selalu sebanding dengan harganya.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah teks anekdot berikut!
Seorang turis sedang mengunjungi kota kecil di Jawa Tengah. Ia melihat seorang penjual dawet di pinggir jalan. Karena penasaran, ia pun memesan semangkuk dawet.
"Pak, dawetnya satu mangkuk," kata turis tersebut.
Penjual dawet itu mengangguk dan mulai meracik dawet pesanan turis. Setelah selesai, ia menyodorkan mangkuk dawet itu kepada turis.
"Ini Mas, dawetnya. Harganya Rp5.000,-," kata penjual dawet.
Turis itu terkejut. "Hah? Mahal sekali! Di Jakarta cuma Rp3.000,-," protesnya.
Penjual dawet itu tersenyum ramah. "Namanya juga wisata kuliner, Mas. Harganya pasti beda. Lagipula, di sini dawetnya pakai gula asli, santannya kental, dan es batunya dari air pegunungan yang sejuk," jelasnya.
Turis itu terdiam sejenak. "Tapi, kenapa rasanya sama saja dengan dawet di Jakarta, ya?" tanyanya heran.
Penjual dawet itu tertawa. "Nah, itu dia Mas, seninya! Bisa bikin rasa yang sama dengan harga yang berbeda!"
Bagaimana cara penulis membangun unsur humor dalam teks anekdot tersebut?
Dengan membandingkan harga dawet di Jakarta dan Jawa Tengah.
Dengan menggambarkan protes turis terhadap harga dawet yang mahal.
Dengan menjelaskan alasan penjual dawet mengenai harga dawet yang mahal.
Dengan menampilkan respon penjual dawet yang lucu dan tidak terduga
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?