Search Header Logo

PH_PENDUDUKAN JEPANG

Authored by Tri Subagio

History

11th Grade

Used 6+ times

PH_PENDUDUKAN JEPANG
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

9 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini terlebih dahulu!

Pada awal tahun 1942, Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia setelah mengalahkan Belanda dalam Perang Pasifik. Kedatangan Jepang disertai dengan propaganda yang menyatakan bahwa mereka datang sebagai "Saudara Tua" untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Barat. Namun, seiring berjalannya waktu, kebijakan Jepang di Indonesia justru menimbulkan penderitaan bagi rakyat. Meskipun begitu, ada beberapa kebijakan Jepang yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tujuan utama kedatangan Jepang ke Indonesia pada tahun 1942 adalah untuk ....

membantu bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan secara penuh

menguasai sumber daya alam dan tenaga kerja untuk kepentingan perang

menjalin hubungan persaudaraan dengan penduduk Indonesia

menyebarkan budaya dan teknologi Jepang ke seluruh Nusantara

menghentikan peperangan antara tentara Indonesia dengan tentara Belanda

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini!

Pada awal Perang Dunia II, Jepang melakukan ekspansi besar-besaran ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang saat itu masih berada di bawah kekuasaan Belanda. Salah satu strategi utama Jepang adalah menguasai daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam penting dan posisi strategis. Di Pulau Kalimantan, Jepang berhasil merebut wilayah seperti Tarakan, Balikpapan, dan Pontianak. Tarakan, khususnya, menjadi target awal karena memiliki cadangan minyak yang sangat penting bagi upaya perang Jepang. Selain itu, penguasaan wilayah ini juga berfungsi untuk memperkuat jalur logistik dan mempercepat pergerakan militer mereka dalam menguasai kawasan Asia Tenggara.

Salah satu alasan utama Jepang menguasai wilayah Tarakan pada tahun 1942 adalah ....

menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dunia

memanfaatkan sumber daya minyak untuk mendukung perang mereka

mengembangkan industri manufaktur di wilayah Asia Tenggara

menggunakan Kalimantan sebagai basis pertahanan terhadap Sekutu

menghentikan perlawanan rakyat Indonesia di Kalimantan

3.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini dengan seksama!

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), Jepang mempropagandakan konsep "Jepang sebagai Saudara Tua" untuk mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia. Propaganda ini dikemas dalam berbagai kebijakan, seperti pembentukan organisasi-organisasi pemuda, pendidikan yang disesuaikan dengan kepentingan Jepang, hingga janji kemerdekaan. Namun, di balik propaganda tersebut, Jepang juga menerapkan kebijakan eksploitasi yang menyebabkan penderitaan rakyat.

Berdasarkan pemahaman Anda tentang dampak pendudukan Jepang, pernyataan berikut yang paling tepat dalam menunjukkan kontradiksi antara propaganda Jepang dan realitas yang terjadi yaitu ....

Jepang membentuk PETA untuk mendidik pemuda Indonesia dalam militer, tetapi sebenarnya bertujuan memperkuat pertahanan Jepang dari Sekutu

Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas rakyat, namun pada akhirnya tetap ingin menjajah Indonesia lebih lama

Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan mendorong bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, tetapi tetap membatasi kebebasan pers dan informasi

Jepang membangun infrastruktur seperti jalan dan jalur kereta untuk meningkatkan ekonomi rakyat, tetapi lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan perang Jepang

Jepang membentuk organisasi seperti Putera dan Jawa Hokokai sebagai wadah partisipasi rakyat, tetapi sebenarnya digunakan untuk mengontrol dan mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia

4.

MULTIPLE SELECT QUESTION

5 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini dengan seksama!

Pada masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945), Jepang menerapkan kebijakan Ekonomi Perang untuk mendukung kepentingan militernya dalam Perang Dunia II. Salah satu kebijakan utamanya adalah eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja Indonesia guna mendukung kebutuhan perang. Kebijakan ini berdampak besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, seperti sistem romusha yang menyebabkan penderitaan rakyat, pengendalian ketat terhadap produksi pangan, serta konversi lahan pertanian untuk tanaman industri yang dibutuhkan perang. Selain itu, Jepang juga menerapkan sistem ekonomi autarki, yang membuat perekonomian Indonesia semakin tertutup dari pasar internasional.

Berdasarkan narasi di atas, dampak utama dari penerapan kebijakan Ekonomi Perang oleh Jepang terhadap perekonomian dan masyarakat Indonesia adalah ….

meningkatnya kesejahteraan petani akibat kebijakan pertanian Jepang

terjadinya kelangkaan bahan pangan dan kelaparan di berbagai daerah

meningkatnya ekspor hasil bumi Indonesia ke negara-negara sekutu

peningkatan industri dalam negeri yang berorientasi pada kebutuhan rakyat

eksploitasi tenaga kerja besar-besaran yang menyebabkan penderitaan rakyat

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini dengan seksama!

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), pemerintah militer Jepang menerapkan berbagai kebijakan untuk mengontrol masyarakat dan memobilisasi tenaga kerja. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembentukan Tonarigumi, yang kemudian menjadi cikal bakal Rukun Tetangga (RT) di Indonesia. Tonarigumi berfungsi sebagai unit organisasi masyarakat yang terdiri dari sekitar 10-20 kepala keluarga dan bertanggung jawab atas berbagai aspek kehidupan, seperti distribusi bahan makanan, pengawasan keamanan, serta penyebaran propaganda Jepang. Namun, kebijakan ini juga memiliki dampak jangka panjang dalam sistem pemerintahan lokal di Indonesia.

Pembentukan Tonarigumi oleh Jepang di Indonesia bertujuan untuk ....

memperkuat organisasi sosial masyarakat agar lebih mandiri dalam menghadapi kolonialisme Barat

meningkatkan rasa persaudaraan dan gotong royong masyarakat tanpa intervensi pemerintah militer Jepang

menciptakan struktur pemerintahan lokal yang demokratis dan berbasis pada aspirasi rakyat

mengontrol masyarakat secara lebih efektif dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan Jepang

mempermudah proses kemerdekaan Indonesia dengan membentuk pemerintahan yang lebih terstruktur

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

5 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini dengan seksama!

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945), pemerintah militer Jepang menerapkan berbagai kebijakan yang berdampak besar terhadap masyarakat Indonesia. Salah satu dampak negatif yang paling menyedihkan adalah praktik perbudakan seksual terhadap perempuan Indonesia yang dikenal dengan istilah jugun ianfu. Perempuan-perempuan ini, baik secara paksa maupun melalui tipu daya, dijadikan "wanita penghibur" untuk tentara Jepang di berbagai tempat. Selain penderitaan fisik dan mental, praktik ini meninggalkan trauma mendalam bagi para korban dan keluarganya, serta menjadi bagian dari sejarah kelam yang terus diperjuangkan keadilannya hingga saat ini.

Salah satu dampak negatif pendudukan Jepang di Indonesia adalah praktik jugun ianfu. Hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa tersebut dalam memahami sejarah secara kritis yakni ....

kekejaman perang harus diterima sebagai bagian dari perjuangan bangsa

kepentingan militer sering kali mengorbankan kemanusiaan dan hak asasi manusia

sejarah harus dilupakan agar tidak menimbulkan konflik baru di masa depan

pemerintah kolonial selalu lebih baik dibandingkan pemerintahan militer

perempuan Indonesia rela menjadi jugun ianfu demi membantu perjuangan

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

3 mins • 1 pt

Bacalah narasi berikut ini dengan seksama!

Pada masa Pendudukan Belanda, sistem pendidikan di Indonesia bersifat diskriminatif dan hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu, terutama keturunan Eropa dan pribumi dari kalangan elit. Sekolah-sekolah seperti ELS (Europeesche Lagere School), HIS (Hollandsch-Inlandsche School), MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), dan AMS (Algemeene Middelbare School) tersedia, tetapi aksesnya terbatas bagi rakyat biasa. Bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Belanda.

Sebaliknya, pada masa Pendudukan Jepang (1942–1945), sistem pendidikan mengalami perubahan signifikan. Jepang menutup sekolah-sekolah peninggalan Belanda dan menggantinya dengan sistem baru yang lebih inklusif untuk semua lapisan masyarakat. Bahasa Belanda dilarang, dan bahasa Jepang serta bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar utama. Pendidikan pada masa Jepang lebih menekankan nasionalisme dan militerisme, dengan tujuan membentuk tenaga kerja dan prajurit yang loyal kepada Jepang. Namun, fasilitas pendidikan memburuk akibat perang dan keterbatasan sumber daya.

Perbedaan mendasar antara sistem pendidikan pada masa Pendudukan Belanda dan masa Pendudukan Jepang di Indonesia terletak pada ....

sistem pendidikan Belanda lebih mengutamakan kesetaraan bagi semua rakyat, sedangkan Jepang menerapkan sistem pendidikan yang diskriminatif

Jepang membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, sementara Belanda membatasi pendidikan hanya untuk kelompok tertentu

Belanda menerapkan sistem pendidikan yang menekankan nasionalisme, sedangkan Jepang lebih berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

pada masa Belanda, pendidikan menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar, sedangkan pada masa Jepang, pendidikan menggunakan bahasa Belanda

sistem pendidikan Jepang lebih maju dibandingkan sistem pendidikan Belanda karena lebih banyak menggunakan teknologi modern

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?