Search Header Logo

LCC Literasi

Authored by Ayu Retnani

World Languages

9th - 12th Grade

Used 2+ times

LCC Literasi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

25 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Media Image

Pada bulan Desember, tepatnya saat perayaan Hari Ibu, Albert ingin mengikuti lomba membaca puisi antarkelas yang bertemakan tentang keistimewaan seorang Ibu. Albert mencari puisi tersebut di perpustakaan. Albert menemukan buku kumpulan puisi karya Emha Ainun Najib. Setelah membacanya, ia jadi merasa menyukai puisi-puisi karya Emha Ainun Najib karena pemilihan kata yang sangat indah. Selain itu, ia juga menemukan sebuah puisi tentang ibu yang membuat Albert merasa bahwa puisi tersebut cocok dia bacakan pada saat lomba baca puisi. Berikut puisi yang ditemukan oleh Albert.

Apa alasan yang sesuai jika Albert memilih puisi “Bunda Air Mata” sebagai puisi yang ingin dibacakan pada saat lomba baca puisi?

Puisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang dialami oleh Albert dengan ibunya.

Isi dari puisi tersebut menggambarkan sikap khusus dari seorang ibu yang perlu diketahui.

Albert sudah tertarik sejak lama dengan karya-karya dari Emha Ainun Najib.

Tema yang terdapat dalam puisi tersebut menggambarkan kehidupan seorang ibu.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Media Image

Darurat Plastik

Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan plastik bukan? Plastik memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua peralatan penunjang hidup kita terbuat dari plastik. Namun apa jadinya bila plastik tersebut digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang lama? Pastinya plastik tersebut menjadi sampah dan menumpuk.

Secara umum, Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 175.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, masing-masing orang menyumbangkan 0,7 kilogram sampah plastik. Dapat kita bayangkan berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan sepanjang hidup kita. Lalu berapa banyak juga sampah di dunia ini? Jika hal ini terus-menerus dibiarkan tidak menutup kemungkinan sebagian besar wilayah di dunia ini akan menjadi tumpukan sampah. Itu artinya kita dan generasi setelah kita akan hidup berdampingan dengan sampah plastik.

Banyak kasus yang muncul berkaitan dengan sampah plastik ini. Lautan yang dipenuhi sampah plastik hingga binatang laut ditemukan mati dengan banyak sampah plastik yang mengisi perutnya. Tahukah kawan, menurut data PBB 2017 dan World Economic Forum 2016, disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara peringkat ke dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention On Biological Diversity) pada 2016, sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies. Dari 800 spesies itu, 40% nya adalah mamalia laut dan 44% lainnya adalah spesies burung laut. Selain membahayakan biota laut, ternyata plastik juga memberikan andil cukup besar pada peningkatan suhu bumi. Studi di jurnal Nature Climate Change pada Februari 2019 mengungkapkan bahwa dari setiap pembuatan setiap ton plastik (PET) menyumbang 3 ton karbon dioksida (CO2) ke udara.  Selain itu, sampah plastik juga tidak ramah lingkungan karena membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai.

Apa yang bisa kamu simpulkan dari gambar tersebut?

Persentase penanganan sampah plastik dengan cara dibakar lebih sedikit dari cara didaur ulang.

Penanganan sampah plastik yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara ditimbun.

Cara paling aman untuk megurangi sampah plastik adalah dengan cara didaur ulang.

Penanganan sampah dengan didaur ulang, dibakar, dan ditimbun efektif dalam mengurangi bahaya sampah plastik.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Yogyakarta dan Kekhasan Jajanannya
 

Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya karena kekhasannya. Sama halnya dengan jajanan pasarnya. Seperti adrem,clorot, geplak, kipo, yangko dan masih banyak yang lainnya. Adrem menurut beberapa sumber,  sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram kuno. Warga menjadikan adrem sebagai teman minum teh tawar pahit atau minuman hangat lainnya. Makanan ini banyak diproduksi di Pedukuhan Wirosutan, Sanden, Bantul. Adrem memiliki rasa yang manis bercampur gurih, sebagaimana makanan tradisional Jawa pada umumnya. Salah satu keunikannya adalah warna dan bentuknya. Warna khasnya adalah cokelat tua dan jika diperhatikan, jajanan ini menyerupai kuncup bunga sebelum mekar.

Selanjutnya, cenil cukup dikenal oleh masyarakat perdesaan di Yogyakarta. Ia  memiliki cita rasa yang manis dan gurih, terbuat dari gula pasir dan parutan kelapa. Cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Secara filosofis, cenil ini menggambarkan bahwa orang Jawa memiliki sifat persaudaraan yang erat dan sulit dipecah-belah. Tempat cenil biasanya menggunakan pincuk daun pisang. Pincuk singkatan dari bahasa Jawa ‘pinten-pinten cukup’ atau ‘berapa pun cukup’. Ini menunjukkan, manusia dalam keadaan apa pun harus bersyukur dan merasa cukup.
 

Jajanan pasar ini  bentuknya unik, seperti trompet tahun baru, namanya clorot. Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal memberikan cita rasa yang khas. Cara memasaknya pun sangat mudah, hanya dikukus. Bungkus clorot terbuat dari janur yang dibuat kerucut seperti trompet. Dalam “trompet” inilah diisikan adonan. Makanan ini pernah menjadi camilan favorit para wali di Pulau Jawa bagian pesisir utara. Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-16, wilayah tersebut menjadi tempat dakwah para wali. Clorot, yang telah menjadi makanan masyarakat setempat, sering menjadi suguhan para wali ketika berkunjung ke rumah warga atau ketika ada kegiatan.
 

Makanan khas ini namanya geplak. Konon, makanan ini diawali ketika itu daging kelapa, bahan pembuat geplak, dan tebu yang diolah untuk menjadi gula sangat berlimpah. Awalnya geplak tampil hanya dua warna saja. Jika menggunakan gula tebu, geplak berwarna putih-kelabu, sedangkan jika memakai gula kelapa, geplak berwarna cokelat. Saat ini, geplak tampil berwarna-warni dengan rasa yang variatif, misalnya rasa jahe, durian, strawberry, dan kacang.
 

Ada dua makanan lagi yang menarik yaitu  kipo dan yangko. Namanya terdengar lucu. Seperti melafalkan salah satu bahasa gaul, yaitu kepo yang artinya ‘ingin tahu’. Namun, kipo adalah nama jajanan pasar dari Kotagede. Bentuknya mirip biji petai. Konon, pada masa lalu kipo sudah dibuat di Kotagede. Banyak orang yang menyukai makanan ini, termasuk para prajurit Mataram. Pada awalnya, kue ini tidak memiliki nama. Namun, karena rasanya yang lezat, keberadaanya makin dikenal warga. Konon ceritanya, kipo berasal dari kalimat tanya berbahasa Jawa tersebut adalah iki opo?, artinya ‘ini apa? Dari kalimat tanya iki opo, kemudian berkembang menjadi akronim kipo.
 

Selanjutnya makanan yangko, berasal dari Kotagede. Rasa aslinya berisi campuran cincangan kacang, seperti kue moci. Bedanya, kue moci lebih lembek dan kenyal. Saat ini, yangko juga memiliki rasa buah-buahan, seperti stroberi, durian, dan melon. Dahulu, Kotagede merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam. Di kota inilah sejarah yangko bermula. Saat itu, yangko dikenal sebagai makanan raja-raja atau para priyayi. Menurut cerita, yangko pernah dijadikan bekal oleh Pangeran Diponegoro saat bergerilya, karena dapat bertahan cukup lama.

Berdasarkan teks tersebut, jajanan apa yang dapat bertahan cukup lama dan pernah dijadikan bekal bergerilya oleh Pangeran Diponegoro? 

Yangko

Adrem

Cenil

Clorot

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Media Image

Simpulan isi grafik tersebut adalah ...

Beberapa pengunjung Gedung Kesenian Jakarta tidak membeli tiket masuk

Pengunjung Gedung Kesenian Jakarta paling banyak pada bulan Desember

Jumlah rata-rata pengunjung lebih banyak daripada tiket terjual.

Antara penjualan tiket dan jumlah pengunjung pada bulan September sama

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 1 pt

Media Image

Pernyataan yang sesuai dengan isi grafik tersebut adalah ...

Pengunjung Gedung Kesenian Jakarta tiap bulannya mengalami kenaikan

Penjualan tiket di Gedung Kesenian Jakarta sangat stabil.

Pengunjung bulan September dan Oktober mengalami kemunduran

Penjualan tiket bulan Oktober dan November mengalami kemunduran

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Pada bulan apa penjualan terbanyak terjadi?

September

Oktober

November

Desember

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Media Image

Pada bulan apa penjualan terendah terjadi?

Agustus

September

November

Desember

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?