Search Header Logo

Quiz Empty Chair & Psikodrama

Authored by Edwindha Nugraheni

Other

University

Quiz Empty Chair & Psikodrama
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dalam teknik empty chair, “kursi kosong” merepresentasikan

Metafora dari ketidakhadiran konselor

Proyeksi tokoh atau aspek diri konseli

Tempat relaksasi sementara

Alat untuk mengukur empati

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Tujuan utama teknik empty chair adalah:

Mengalihkan perhatian dari masalah

Melatih keterampilan public speaking

Membantu konseli mengeksternalisasi konflik internal

Menghindari konfrontasi langsung

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dalam empty chair, “dialog dua kursi” digunakan untuk:

Memperkuat relasi terapeutik

Menyelesaikan konflik antara dua orang yang hadir

Menilai kemampuan akting konseli

Menghadirkan konflik antara dua aspek diri konseli

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Empty chair dianggap berhasil jika:

Konseli menunjukkan kesadaran diri dan integrasi emosi

Konseli menangis selama sesi

Konseli mampu menghafal dialog dengan baik

Konseli mampu mengungkapkan semua perasaannya

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Perbedaan mendasar empty chair dan psikodrama adalah:

Empty chair selalu dalam kelompok, psikodrama individual

Psikodrama tidak menggunakan peran, empty chair menggunakan peran

Empty chair bersifat lebih simbolik dan dialogis, psikodrama bersifat teatrikal dan eksploratif

Empty chair berfokus pada masa depan, psikodrama pada masa lalu

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Psikodrama paling tepat digunakan ketika konseli:

Tidak mampu berbicara dengan jelas

Membutuhkan insight intelektual

Kesulitan mengakses atau mengekspresikan emosi

Memiliki fobia terhadap panggung

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Teknik psikodrama dapat digunakan dalam konteks:

Konseling kelompok, konseling keluarga, dan konseling individu

Hanya konseling individual

Bimbingan Kelompok dan Konseling Keluarga

Bimbingan kelas dan konseling individu

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?