
Quiz Mata Kuliah Pemikiran Politik Islam
Authored by meisyeila napitupulu
Social Studies
University

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
5 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Menurut Sayyid Qutb, syarat utama tegaknya keadilan dalam pemerintahan Islam adalah:
Adanya kebebasan nurani, persamaan manusia, dan tanggung jawab sosial yang mutual
Penguasa harus berkuasa mutlak
Hukum dibuat berdasarkan mayoritas suara
Pemimpin dipilih berdasarkan garis keturunan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Menurut Ibnu Sina, syarat utama bagi seorang pemimpin negara Islam yang ideal adalah:
Kekayaan dan kekuatan militer
Ketaatan pada kekuatan asing
Kemampuan menyeimbangkan akal dan wahyu serta berlandaskan moralitas tinggi
Kemampuan menegakkan hukum sekuler
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan perbedaan mendasar antara pemikiran politik Ibnu Sina dan Sayyid Qutb dalam mewujudkan negara Islam?
Ibnu Sina menekankan peran wahyu semata, sementara Qutb mengutamakan rasionalitas
Ibnu Sina memandang negara ideal dipimpin filsuf-raja yang mengintegrasikan akal dan wahyu, sedangkan Qutb menekankan supremasi syariat dan pembebasan dari sistem jahiliyyah
Keduanya menolak peran moralitas dalam pemerintahan
Qutb mengadopsi sistem politik Barat, sementara Ibnu Sina menolak syariah
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Menurut Ibnu Sina, masyarakat yang adil dapat terwujud jika:
Semua warganya memiliki kekayaan yang sama
Pemerintah dijalankan oleh ulama secara eksklusif
Setiap individu menjalankan peran sosialnya secara harmonis sesuai dengan prinsip keadilan dan kebajikan
Negara dipimpin oleh satu golongan tertentu saja
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Salah satu perbedaan utama antara pendekatan Ibnu Sina dan Sayyid Qutb terhadap hukum negara adalah:
Ibnu Sina menolak hukum Islam, sedangkan Qutb mendukungnya
Qutb menerima pluralisme hukum, Ibnu Sina menolaknya
Keduanya menolak adanya hukum yang bersumber dari wahyu
Ibnu Sina mengedepankan filsafat dan rasionalitas, sedangkan Qutb menekankan supremasi syariat sebagai satu-satunya sumber hukum
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?