
Literasi Bahasa Indonesia
Quiz
•
Other
•
12th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Maranti Oktaviani
Used 1+ times
FREE Resource
Enhance your content in a minute
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Gerhana
Malam itu sangat dingin. Hujan yang turun tadi sore masih meninggalkan bau basah. Malam ini cuacanya buruk. Tidak ada bintang yang menyembul di langit. Tidak ada juga gerhana. Saya mengatakan kepada istri saya sesuai apa yang telah diberitakan di televisi. Gerhana bulan merah darah tidak akan terlihat jika cuaca tidak mendukung.
“Pulang, yuk.” Kata saya sambil berbisik. Istri saya tidak menyerah. Ia memang tangguh untuk tidak menghiraukan rasa pegal di lehernya karena sedari tadi mendongak ke langit.
“Kita harus melihat bulan merah darah itu. Dulu ketika di SMA kita belajar mengenai gerhana bulan. Bulan tersebut bagus sekali bila dari gambar, aku akan membuktikannya secara langsung. Gerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat posisi bumi ada di antara matahari dan bulan. Saat gerhana bulan terjadi, bulan mengitari bumi. Sementara itu, bumi mengitari matahari. Apabila ditarik garis lurus saat bumi ada di tengah matahari dan bulan, maka yang terjadi adalah bumi akan menutup cahaya matahari ke bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Inilah yang mengakibatkan bulan tampak berwarna merah jika dilihat dari Bumi. Kamu mau melewatkan momen indah ini?"
“Iya aku paham. Namun sepertinya tidak akan muncul”.
"Tolong bayangkan," katanya dengan sungguh-sungguh. "Jika dihitung dari hari ini, apa yang akan terjadi seratus empat puluh tahun ke depan? Gerhana itu hanya muncul seratus empat puluh tahun sekali sementara kita tidak mungkin mencapai umur menahun sebanyak itu. Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" Ia bertanya sangat serius. Saya menjawab pertanyaannya sambil membersihkan mulutnya yang belepotan. Lama kelamaan Istri saya tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu saya. Sayang sekali kita tidak bisa menyaksikannya.
Mengapa sang istri bersikukuh untuk melihat gerhana bulan? Pilih jawaban yang benar dari poin-poin berikut ini!
Ingin membuktikan secara langsung bahwa gerhana bulan tersebut bagus sekali
Dirinya ingin membuktikan gerhana yang sempat ia lihat ketika SMA
Ingin menghabiskan waktu dengan berlama-lama bersama suaminya
Dia merasa bahwa tidak akan pernah tampak gerhana bulan lagi di Bumi
Dia merasa sia-sia jika tidak bisa melihat gerhana bulan secara langsung
2.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Gerhana
Malam itu sangat dingin. Hujan yang turun tadi sore masih meninggalkan bau basah. Malam ini cuacanya buruk. Tidak ada bintang yang menyembul di langit. Tidak ada juga gerhana. Saya mengatakan kepada istri saya sesuai apa yang telah diberitakan di televisi. Gerhana bulan merah darah tidak akan terlihat jika cuaca tidak mendukung.
“Pulang, yuk.” Kata saya sambil berbisik. Istri saya tidak menyerah. Ia memang tangguh untuk tidak menghiraukan rasa pegal di lehernya karena sedari tadi mendongak ke langit.
“Kita harus melihat bulan merah darah itu. Dulu ketika di SMA kita belajar mengenai gerhana bulan. Bulan tersebut bagus sekali bila dari gambar, aku akan membuktikannya secara langsung. Gerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat posisi bumi ada di antara matahari dan bulan. Saat gerhana bulan terjadi, bulan mengitari bumi. Sementara itu, bumi mengitari matahari. Apabila ditarik garis lurus saat bumi ada di tengah matahari dan bulan, maka yang terjadi adalah bumi akan menutup cahaya matahari ke bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Inilah yang mengakibatkan bulan tampak berwarna merah jika dilihat dari Bumi. Kamu mau melewatkan momen indah ini?"
“Iya aku paham. Namun sepertinya tidak akan muncul”.
"Tolong bayangkan," katanya dengan sungguh-sungguh. "Jika dihitung dari hari ini, apa yang akan terjadi seratus empat puluh tahun ke depan? Gerhana itu hanya muncul seratus empat puluh tahun sekali sementara kita tidak mungkin mencapai umur menahun sebanyak itu. Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" Ia bertanya sangat serius. Saya menjawab pertanyaannya sambil membersihkan mulutnya yang belepotan. Lama kelamaan Istri saya tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu saya. Sayang sekali kita tidak bisa menyaksikannya.
Bagaimana sifat dari sosok istri setelah dalam teks yang ada di nomor 5? Pilih pernyataan yang Benar atau Salah dari poin-poin berikut!
Sosok yang memiliki keinginan yang kuat untuk membuktikan pendapatnya
Semangat pantang menyerah yang tinggi agar tujuannya tercapai
Sosok yang merasa dirinya paling pintar dan paling benar dari orang lain
Dirinya ingin membuktikan gerhana yang sempat ia lihat ketika SMA
3.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Gerhana
Malam itu sangat dingin. Hujan yang turun tadi sore masih meninggalkan bau basah. Malam ini cuacanya buruk. Tidak ada bintang yang menyembul di langit. Tidak ada juga gerhana. Saya mengatakan kepada istri saya sesuai apa yang telah diberitakan di televisi. Gerhana bulan merah darah tidak akan terlihat jika cuaca tidak mendukung.
“Pulang, yuk.” Kata saya sambil berbisik. Istri saya tidak menyerah. Ia memang tangguh untuk tidak menghiraukan rasa pegal di lehernya karena sedari tadi mendongak ke langit.
“Kita harus melihat bulan merah darah itu. Dulu ketika di SMA kita belajar mengenai gerhana bulan. Bulan tersebut bagus sekali bila dari gambar, aku akan membuktikannya secara langsung. Gerhana bulan merupakan fenomena yang terjadi saat posisi bumi ada di antara matahari dan bulan. Saat gerhana bulan terjadi, bulan mengitari bumi. Sementara itu, bumi mengitari matahari. Apabila ditarik garis lurus saat bumi ada di tengah matahari dan bulan, maka yang terjadi adalah bumi akan menutup cahaya matahari ke bulan. Sinar matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru. Inilah yang mengakibatkan bulan tampak berwarna merah jika dilihat dari Bumi. Kamu mau melewatkan momen indah ini?"
“Iya aku paham. Namun sepertinya tidak akan muncul”.
"Tolong bayangkan," katanya dengan sungguh-sungguh. "Jika dihitung dari hari ini, apa yang akan terjadi seratus empat puluh tahun ke depan? Gerhana itu hanya muncul seratus empat puluh tahun sekali sementara kita tidak mungkin mencapai umur menahun sebanyak itu. Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" Ia bertanya sangat serius. Saya menjawab pertanyaannya sambil membersihkan mulutnya yang belepotan. Lama kelamaan Istri saya tertidur dengan kepalanya yang bersandar di bahu saya. Sayang sekali kita tidak bisa menyaksikannya
Mengapa penulis menggunakan kalimat "Lalu apa yang akan terjadi pada kita?" pada paragraf terakhir? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Jawaban benar lebih dari satu!
Menegaskan keinginan tokoh istri melihat gerhana bulan yang kemunculannya sangat jarang
Penegasan watak tokoh istri yang keras kepala dan suka menentang kepada tokoh suami
Wujud kekecewaan tokoh istri ketika kemunculan gerhana tidak dapat melihatnya secara langsung
Hanya sebagai kalimat dalam akhir cerita agar jalan cerita berakhir dengan dramatis
Mendramatrisir agar kalimat lebih menarik
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Perjuangan Belum Usai
Aku terlahir dari keluarga miskin, sangat miskin. Namun, hal itu tak sedikit pun menyurutkan niatku untuk terus belajar dan bersekolah setinggi mungkin agar impianku menjadi kenyataan.
Beberapa tahun yang lalu, saat aku hendak memasuki jenjang pendidikan menengah atas. Aku dan kedua orangtuaku sempat berdebat hebat. Lagi-lagi masalah ekonomi. Masuk SMA adalah barang mewah buat kami yang demi mengisi perut saja kami merasa kewalahan.
Satu yang harus kusyukuri, Tuhan telah menitipkan kecerdasan padaku, sehingga dengan kondisi ekonomiku yang seperti ini aku masih memiliki peluang masuk SMA dengan beasiswa. Tuhan memang maha Adil, di balik kesulitan selalu ada kemudahan.
“Mas, kamu tetap ingin melanjutkan ke SMA?” Ibu masih sibuk menggoreng di dapur kecil kami.
“Iya, Bu, doakan Dimas mendapat beasiswa, supaya tidak perlu biaya.”
“Halah Mas, jangan mimpi di siang bolong. Anak pemulung seperti kamu sudah cukuplah sampai SMP, nggak usah neko-neko?” Kalimat Bapak benar-benar menjadi anak panah yang dengan cepat bersarang di relung hatiku. Kalau dipikir dengan logika memang ucapan Bapak benar.
Lagi-lagi Tuhan memang selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Berkat kerja kerasku, akhirnya aku berhasil duduk di bangku SMA Favorit di Jakarta. Sayangnya, tak lama setelah aku bersekolah di tempat itu, Bapak pergi meninggalkan aku, Ibu, dan Adikku untuk selamanya. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan Bapak untuk selamanya. Aku ingin Bapak bangga melihat keberhasilanku. Tanpa kusadari tangisanku pecah, tumpah-ruah.
Hari terus berganti. Aku harus kembali ke sekolah dan kembali kepada keseharianku yang melelahkan. Tak terasa sudah hampir dua tahun aku menimba ilmu di sekolah ini. Aku bertekad untuk lulus dengan nilai terbaik supaya aku dapat dengan mudah meraih beasiswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Rupanya, harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Dan impian tak selalu senada kehidupan. Perjalananku ketika menimba ilmu di sini tidak semudah yang ada dipikiranku. Banyak rintangan yang harus aku hadapi, Ibu yang menyusul Bapak membuatku harus membagi waktu untuk menanggung hidup kedua Adikku.
“Dimas, mengapa belakangan ini prestasi belajarmu menurun?” Aku hanya menunduk, menggurat-gurat lantai keramik dengan sepatu dekilku.
“Kalau prestasimu menurun seperti ini terus sepertinya saya terpaksa harus mencabut beasiswa pendidikanmu!” Entah berapa kali ancaman itu kudengar. Dan aku harus merelakan satu tahun terakhir membiayai sekolahku sendiri.
Hingga tiba saatnya hari kelulusan. Dengan perjuangan yang keras, aku sangat bersyukur dapat lulus dari sekolah ini dengan predikat siswa terbaik. Tak hanya itu, impianku untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi pun berhasil kuraih.
Aku telah berhasil melewati serangkaian tikungan, turunan dan tanjakan yang Tuhan berikan kepadaku. Tujuan utamaku adalah menjadi pahlawan pendidikan yang akan mencerdaskan jutaan anak bangsa yang hidup diambang garis takdir yang memilukan.
Perjuanganku kembali dimulai saat aku mulai merintis “Lembaga Pendidikan Anak Pinggiran”. Sekolah yang bangunannya sangat sederhana itu kudirikan bersama beberapa teman untuk menampung anak-anak kurang beruntung. Inilah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.
Disadur dari cerpen karya Nazri Tsani Sarassanti
Mengapa Dimas harus membagi waktu untuk menanggung hidup kedua adiknya?
Karena Bapak dan Ibu Dimas telah meninggal dunia
Karena Dimas tetap ngotot melanjutkan sekolahnya
Karena adiknya harus segera kembali ke sekolah
Karena Dimas harus belajar keras untuk mendapat beasiswa
Karena Dimas bertekad untuk lulus dengan nilai terbaik
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Perjuangan Belum Usai
Aku terlahir dari keluarga miskin, sangat miskin. Namun, hal itu tak sedikit pun menyurutkan niatku untuk terus belajar dan bersekolah setinggi mungkin agar impianku menjadi kenyataan.
Beberapa tahun yang lalu, saat aku hendak memasuki jenjang pendidikan menengah atas. Aku dan kedua orangtuaku sempat berdebat hebat. Lagi-lagi masalah ekonomi. Masuk SMA adalah barang mewah buat kami yang demi mengisi perut saja kami merasa kewalahan.
Satu yang harus kusyukuri, Tuhan telah menitipkan kecerdasan padaku, sehingga dengan kondisi ekonomiku yang seperti ini aku masih memiliki peluang masuk SMA dengan beasiswa. Tuhan memang maha Adil, di balik kesulitan selalu ada kemudahan.
“Mas, kamu tetap ingin melanjutkan ke SMA?” Ibu masih sibuk menggoreng di dapur kecil kami.
“Iya, Bu, doakan Dimas mendapat beasiswa, supaya tidak perlu biaya.”
“Halah Mas, jangan mimpi di siang bolong. Anak pemulung seperti kamu sudah cukuplah sampai SMP, nggak usah neko-neko?” Kalimat Bapak benar-benar menjadi anak panah yang dengan cepat bersarang di relung hatiku. Kalau dipikir dengan logika memang ucapan Bapak benar.
Lagi-lagi Tuhan memang selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Berkat kerja kerasku, akhirnya aku berhasil duduk di bangku SMA Favorit di Jakarta. Sayangnya, tak lama setelah aku bersekolah di tempat itu, Bapak pergi meninggalkan aku, Ibu, dan Adikku untuk selamanya. Sungguh, aku tidak ingin kehilangan Bapak untuk selamanya. Aku ingin Bapak bangga melihat keberhasilanku. Tanpa kusadari tangisanku pecah, tumpah-ruah.
Hari terus berganti. Aku harus kembali ke sekolah dan kembali kepada keseharianku yang melelahkan. Tak terasa sudah hampir dua tahun aku menimba ilmu di sekolah ini. Aku bertekad untuk lulus dengan nilai terbaik supaya aku dapat dengan mudah meraih beasiswa untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Rupanya, harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Dan impian tak selalu senada kehidupan. Perjalananku ketika menimba ilmu di sini tidak semudah yang ada dipikiranku. Banyak rintangan yang harus aku hadapi, Ibu yang menyusul Bapak membuatku harus membagi waktu untuk menanggung hidup kedua Adikku.
“Dimas, mengapa belakangan ini prestasi belajarmu menurun?” Aku hanya menunduk, menggurat-gurat lantai keramik dengan sepatu dekilku.
“Kalau prestasimu menurun seperti ini terus sepertinya saya terpaksa harus mencabut beasiswa pendidikanmu!” Entah berapa kali ancaman itu kudengar. Dan aku harus merelakan satu tahun terakhir membiayai sekolahku sendiri.
Hingga tiba saatnya hari kelulusan. Dengan perjuangan yang keras, aku sangat bersyukur dapat lulus dari sekolah ini dengan predikat siswa terbaik. Tak hanya itu, impianku untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi pun berhasil kuraih.
Aku telah berhasil melewati serangkaian tikungan, turunan dan tanjakan yang Tuhan berikan kepadaku. Tujuan utamaku adalah menjadi pahlawan pendidikan yang akan mencerdaskan jutaan anak bangsa yang hidup diambang garis takdir yang memilukan.
Perjuanganku kembali dimulai saat aku mulai merintis “Lembaga Pendidikan Anak Pinggiran”. Sekolah yang bangunannya sangat sederhana itu kudirikan bersama beberapa teman untuk menampung anak-anak kurang beruntung. Inilah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.
Disadur dari cerpen karya Nazri Tsani Sarassanti
Menurut teks tersebut, bagaimana kondisi perekonomian keluarga Dimas?
Sangat miskin namun berkecukupan.
Serba kekurangan karena tidak bekerja
Sangat miskin dan serba kekurangan
Miskin dan tidak memiliki penghasilan
Bekerja, tetapi berpenghasilan rendah
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Panic Buying sebagai Gejala Sosial
Gejala sosial adalah fenomena yang menandai munculnya permasalahan sosial di masyarakat. Permasalahan ini memengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di dalam lingkungan hidupnya.
Pengertian umum ini diadopsi dari ilmu alam untuk diterapkan dalam ilmu sosial, khususnya Sosiologi. Emile Durkheim adalah tokoh sosiologi klasik yang mempopulerkan gejala sosial sebagai objek kajian sosiologi.
Munculnya gejala sosial diawali dari perubahan-perubahan sosial yang ada di masyarakat. Contoh perubahan tersebut adalah perubahan kondisi ekonomi, kondisi pemerintahan, kondisi lingkungan alam, dan kondisi sosial dalam komunitas masyarakat.
Misalnya saja perubahan sosial yang terjadi di masa pandemi virus corona pada tahun 2020. Merebaknya virus corona ke beberapa negara pada tahun tersebut menyebabkan banyak terjadi gejala sosial baru.
Kepanikan sosial melanda di banyak sudut dunia. Salah satu gejala sosial yang melanda beberapa negara akhir-akhir ini adalah panic buying.
Panic buying merupakan fenomena ketika masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu.
Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan masker. Hal ini terjadi karena kepanikan masyarakat akan kelangkaan barang yang menyebabkan melambungnya harga.
Memahami gejala sosial, seperti panic buying, sangat penting untuk mencegah munculnya permasalahan sosial yang lebih besar.
Tindakan mengobati gejala sosial dapat mengurangi risiko bencana sosial ke depan. Dengan memahami dan menemukan solusi atas munculnya gejala sosial ini, diharapkan efek negatif ke depan bisa diantisipasi.
Berdasarkan teks wacana tersebut, apa efek negatif panic buying bagi negara?
menimbulkan inflasi atau kenaikan harga
membuat keuangan akan terganggu
melancarkan usaha masyarakat keci
menyebabkan produktivitas meningkat
meningkatkan daya saing dan kualitas
7.
MULTIPLE SELECT QUESTION
2 mins • 1 pt
Panic Buying sebagai Gejala Sosial
Gejala sosial adalah fenomena yang menandai munculnya permasalahan sosial di masyarakat. Permasalahan ini memengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di dalam lingkungan hidupnya.
Pengertian umum ini diadopsi dari ilmu alam untuk diterapkan dalam ilmu sosial, khususnya Sosiologi. Emile Durkheim adalah tokoh sosiologi klasik yang mempopulerkan gejala sosial sebagai objek kajian sosiologi.
Munculnya gejala sosial diawali dari perubahan-perubahan sosial yang ada di masyarakat. Contoh perubahan tersebut adalah perubahan kondisi ekonomi, kondisi pemerintahan, kondisi lingkungan alam, dan kondisi sosial dalam komunitas masyarakat.
Misalnya saja perubahan sosial yang terjadi di masa pandemi virus corona pada tahun 2020. Merebaknya virus corona ke beberapa negara pada tahun tersebut menyebabkan banyak terjadi gejala sosial baru.
Kepanikan sosial melanda di banyak sudut dunia. Salah satu gejala sosial yang melanda beberapa negara akhir-akhir ini adalah panic buying.
Panic buying merupakan fenomena ketika masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu.
Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah hand sanitizer (cairan pembersih tangan) dan masker. Hal ini terjadi karena kepanikan masyarakat akan kelangkaan barang yang menyebabkan melambungnya harga.
Memahami gejala sosial, seperti panic buying, sangat penting untuk mencegah munculnya permasalahan sosial yang lebih besar.
Tindakan mengobati gejala sosial dapat mengurangi risiko bencana sosial ke depan. Dengan memahami dan menemukan solusi atas munculnya gejala sosial ini, diharapkan efek negatif ke depan bisa diantisipasi.
Judul pada wacana teks mengandung arti bahwa peran seorang pembeli sangat menentukan terjadinya situasi panic buying. Pernyataan mana yang sesuai sebagai perubahan dan upaya praktis yang dapat kita lakukan untuk mengatasi panic buying! Jawaban benar lebih dari satu!
Membuat secara kreatif barang keperluan selama terjadi masalah sosial panic buying
Membeli barang seperlunya atau tidak melampaui batas kewajaran pembelian barang
Ikut terlibat dalam pengadaan barang sehingga pasti akan kebagian barang tersebut
Membuat posko pengaduan kelangkaan barang yang akan dilaporkan ke pemerintah
Melakukan kegiatan sosial untuk membantu atau berbagi barang dengan sesama
Create a free account and access millions of resources
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?
Similar Resources on Wayground
20 questions
Ulhar B. Sunda Kelas XII Bab 1 & 2
Quiz
•
12th Grade
16 questions
Fil.Akad
Quiz
•
12th Grade
17 questions
KUIZ PRINSIP RUKUN NEGARA & COGAN KATA PENGAKAP
Quiz
•
12th Grade
15 questions
QUIZ TEKS LHO
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Misdinar Paskalis - Busana Liturgi
Quiz
•
1st Grade - Professio...
20 questions
Ujian Formarif Bahasa Daerah
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Try out bhs indonesia SD 2
Quiz
•
10th - 12th Grade
15 questions
Pajak Bertutur SMA 2023
Quiz
•
9th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
5 questions
This is not a...winter edition (Drawing game)
Quiz
•
1st - 5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Identify Iconic Christmas Movie Scenes
Interactive video
•
6th - 10th Grade
20 questions
Christmas Trivia
Quiz
•
6th - 8th Grade
18 questions
Kids Christmas Trivia
Quiz
•
KG - 5th Grade
11 questions
How well do you know your Christmas Characters?
Lesson
•
3rd Grade
14 questions
Christmas Trivia
Quiz
•
5th Grade
20 questions
How the Grinch Stole Christmas
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Other
26 questions
Christmas Movie Trivia
Lesson
•
8th Grade - Professio...
15 questions
Christmas Song Emoji Pictionary
Quiz
•
7th - 12th Grade
20 questions
Christmas Movies
Quiz
•
1st - 12th Grade
55 questions
CHS Holiday Trivia
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Christmas Movie Trivia
Quiz
•
9th - 12th Grade
29 questions
christmas facts
Lesson
•
5th - 12th Grade
20 questions
Christmas Trivia
Quiz
•
5th - 12th Grade
20 questions
Stages of Meiosis
Quiz
•
9th - 12th Grade
