
Quiz Sifat Koligatif Larutan
Authored by FITRI RAMADHAN
Chemistry
12th Grade
Used 1+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
8 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Di seluruh negara beriklim subtropis, ada musim di mana salju turun yang menyebabkan suhu udara sangat rendah. Di musim seperti itu, orang-orang memakai jaket sangat tebal untuk menghalau suhu dingin yang menggigit. Namun, musim salju tidak selalu buruk. Di musim seperti ini banyak hal indah yang bisa dilakukan, seperti bermain bola salju, meminum cokelat panas, makan penganan yang menghangatkan perut atau meringkuk di bawah meja pemanas sambil menikmati tontonan favorit.
Di musim yang super dingin seperti ini, pemandangan orang memakai jaket tebal, sarung tangan, syal, dan topi rajut bukan satu-satunya yang umum. Ada pemandangan lazim lainnya yang bisa ditemui di musim seperti ini, yaitu orang menabur garam di jalanan. Saat lembaga prakiraan cuaca mengumumkan kedatangan salju, orang-orang akan menabur garam di teras rumah, di trotoar, di jalanan dan gang yang biasa dilewati.
Kegiatan menaburkan garam di jalanan yang tertutup salju bukan hanya untuk mencairkan es, tetapi juga untuk mencegah terbentuknya lapisan es baru. Secara ilmiah, garam yang ditaburkan akan larut dalam air es dan membentuk larutan yang memiliki tekanan uap lebih rendah dibanding air murni. Akibatnya, air dalam larutan garam tersebut lebih sulit menguap dan juga memiliki titik beku yang lebih rendah sehingga es sulit terbentuk kembali meskipun suhu di bawah 0°C. Proses ini memanfaatkan sifat koligatif larutan, yaitu penurunan tekanan uap dan penurunan titik beku akibat adanya zat terlarut non-volatil.
Alasan utama orang menabur garam di jalanan saat musim salju seperti pada teks diatas adalah …
Agar jalanan tampak lebih bersih dan tidak licin
Untuk membantu penguapan air lebih cepat dari permukaan jalan
Untuk mencairkan es dan mencegah terbentuknya lapisan es baru
Karena garam membuat suhu udara terasa lebih hangat
Agar salju cepat menghilang dan tidak menumpuk di pinggir jalan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Di seluruh negara beriklim subtropis, ada musim di mana salju turun yang menyebabkan suhu udara sangat rendah. Di musim seperti itu, orang-orang memakai jaket sangat tebal untuk menghalau suhu dingin yang menggigit. Namun, musim salju tidak selalu buruk. Di musim seperti ini banyak hal indah yang bisa dilakukan, seperti bermain bola salju, meminum cokelat panas, makan penganan yang menghangatkan perut atau meringkuk di bawah meja pemanas sambil menikmati tontonan favorit.
Di musim yang super dingin seperti ini, pemandangan orang memakai jaket tebal, sarung tangan, syal, dan topi rajut bukan satu-satunya yang umum. Ada pemandangan lazim lainnya yang bisa ditemui di musim seperti ini, yaitu orang menabur garam di jalanan. Saat lembaga prakiraan cuaca mengumumkan kedatangan salju, orang-orang akan menabur garam di teras rumah, di trotoar, di jalanan dan gang yang biasa dilewati.
Kegiatan menaburkan garam di jalanan yang tertutup salju bukan hanya untuk mencairkan es, tetapi juga untuk mencegah terbentuknya lapisan es baru. Secara ilmiah, garam yang ditaburkan akan larut dalam air es dan membentuk larutan yang memiliki tekanan uap lebih rendah dibanding air murni. Akibatnya, air dalam larutan garam tersebut lebih sulit menguap dan juga memiliki titik beku yang lebih rendah sehingga es sulit terbentuk kembali meskipun suhu di bawah 0°C. Proses ini memanfaatkan sifat koligatif larutan, yaitu penurunan tekanan uap dan penurunan titik beku akibat adanya zat terlarut non-volatil.
Air dalam larutan garam memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan air murni pada teks diatas dikarenakan …
Karena ion-ion dalam garam menyerap panas dari lingkungan
Karena garam menyebabkan air lebih cepat menguap
Karena larutan garam memiliki tekanan uap lebih tinggi daripada air murni
Karena zat terlarut dalam air mengganggu pembentukan struktur es
Karena air garam membeku lebih mudah daripada air biasa
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
3 mins • 1 pt
Di seluruh negara beriklim subtropis, ada musim di mana salju turun yang menyebabkan suhu udara sangat rendah. Di musim seperti itu, orang-orang memakai jaket sangat tebal untuk menghalau suhu dingin yang menggigit. Namun, musim salju tidak selalu buruk. Di musim seperti ini banyak hal indah yang bisa dilakukan, seperti bermain bola salju, meminum cokelat panas, makan penganan yang menghangatkan perut atau meringkuk di bawah meja pemanas sambil menikmati tontonan favorit.
Di musim yang super dingin seperti ini, pemandangan orang memakai jaket tebal, sarung tangan, syal, dan topi rajut bukan satu-satunya yang umum. Ada pemandangan lazim lainnya yang bisa ditemui di musim seperti ini, yaitu orang menabur garam di jalanan. Saat lembaga prakiraan cuaca mengumumkan kedatangan salju, orang-orang akan menabur garam di teras rumah, di trotoar, di jalanan dan gang yang biasa dilewati.
Kegiatan menaburkan garam di jalanan yang tertutup salju bukan hanya untuk mencairkan es, tetapi juga untuk mencegah terbentuknya lapisan es baru. Secara ilmiah, garam yang ditaburkan akan larut dalam air es dan membentuk larutan yang memiliki tekanan uap lebih rendah dibanding air murni. Akibatnya, air dalam larutan garam tersebut lebih sulit menguap dan juga memiliki titik beku yang lebih rendah sehingga es sulit terbentuk kembali meskipun suhu di bawah 0°C. Proses ini memanfaatkan sifat koligatif larutan, yaitu penurunan tekanan uap dan penurunan titik beku akibat adanya zat terlarut non-volatil.
Seorang siswa membaca artikel tentang penaburan garam di jalanan saat musim dingin. Ia lalu menyimpulkan bahwa garam berfungsi sebagai bahan pemanas yang mencairkan es. Jika kamu diminta untuk menanggapi kesimpulan tersebut secara ilmiah, pernyataan yang paling tepat adalah …
Garam menaikkan suhu lingkungan sehingga es mencair secara alami
Garam menyebabkan tekanan uap air meningkat sehingga es mencair lebih cepat
Garam bersifat eksotermik sehingga melepas panas ke es di sekitarnya
Garam menurunkan tekanan uap air sehingga titik bekunya turun dan es mencair
Garam menyerap uap air dari udara sehingga menghambat pembentukan es
4.
MULTIPLE SELECT QUESTION
45 sec • 1 pt
Bacalah teks berikut dengan sesama, untuk menjawab soal no 4 dan 5!
Buah merupakan salah satu makanan sehat yang bagus dikonsumsi setiap hari. Buah memiliki banyak jenis dan rasa yang unik, dari mulai manis, asam hingga sepat, dari mulai yang kering hingga banyak kandungan air. Selain dimakan secara langsung, orang biasanya mengolah buah menjadi jus untuk diminum, namun tak sedikit pula yang mengolah buah jadi manisan. Manisan merupakan salah satu olahan makanan yang memiliki rasa yang enak dan lezat.
Sesuai namanya, manisan memiliki rasa manis dan segar dari buah yang dijadikan bahan dasarnya. Manisan juga termasuk salah satu makanan olahan yang tahan lama, bahkan tanpa pengawet tambahan. Salah satu alasan utamanya adalah kandungan gula yang sangat tinggi dalam selai. Secara ilmiah, ini berkaitan dengan konsep tekanan osmosis, yaitu perpindahan air melalui membran semipermeabel dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi.
Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur membutuhkan air untuk hidup dan berkembang biak. Namun, saat mereka berada di lingkungan yang sangat pekat seperti selai, terjadi peristiwa osmosis terbalik, air dari dalam mikroorganisme justru keluar menuju lingkungan sekitarnya yang memiliki konsentrasi gula lebih tinggi. Akibatnya, mikroorganisme menjadi dehidrasi, kehilangan cairan, dan tidak bisa hidup atau berkembang biak, sehingga pembusukan makanan dapat dicegah.
Berdasarkan bacaan di atas, pernyataan berikut yang BENAR berkaitan dengan proses osmosis pada pembuatan manisan adalah … (Pilih lebih dari satu jawaban)
Tekanan osmotik tinggi di dalam manisan menyebabkan air keluar dari mikroorganisme
Konsentrasi gula yang tinggi membuat manisan menjadi hipotonik terhadap mikroorganisme
Air berpindah dari mikroorganisme ke manisan karena perbedaan konsentrasi larutan
Mikroorganisme dapat berkembang biak lebih cepat dalam lingkungan bergula tinggi
Prinsip tekanan osmotik dalam manisan membuat lingkungan tidak bersahabat bagi mikroorganisme
5.
OPEN ENDED QUESTION
3 mins • 1 pt
Bacalah teks berikut dengan sesama, untuk menjawab soal no 4 dan 5!
Buah merupakan salah satu makanan sehat yang bagus dikonsumsi setiap hari. Buah memiliki banyak jenis dan rasa yang unik, dari mulai manis, asam hingga sepat, dari mulai yang kering hingga banyak kandungan air. Selain dimakan secara langsung, orang biasanya mengolah buah menjadi jus untuk diminum, namun tak sedikit pula yang mengolah buah jadi manisan. Manisan merupakan salah satu olahan makanan yang memiliki rasa yang enak dan lezat.
Sesuai namanya, manisan memiliki rasa manis dan segar dari buah yang dijadikan bahan dasarnya. Manisan juga termasuk salah satu makanan olahan yang tahan lama, bahkan tanpa pengawet tambahan. Salah satu alasan utamanya adalah kandungan gula yang sangat tinggi dalam selai. Secara ilmiah, ini berkaitan dengan konsep tekanan osmosis, yaitu perpindahan air melalui membran semipermeabel dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi.
Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur membutuhkan air untuk hidup dan berkembang biak. Namun, saat mereka berada di lingkungan yang sangat pekat seperti selai, terjadi peristiwa osmosis terbalik, air dari dalam mikroorganisme justru keluar menuju lingkungan sekitarnya yang memiliki konsentrasi gula lebih tinggi. Akibatnya, mikroorganisme menjadi dehidrasi, kehilangan cairan, dan tidak bisa hidup atau berkembang biak, sehingga pembusukan makanan dapat dicegah.
Apa yang akan terjadi jika kadar gula dalam manisan terlalu rendah? Jelaskan kaitannya dengan tekanan osmotik dan pertumbuhan mikroorganisme!
Evaluate responses using AI:
OFF
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Sebuah larutan dibuat dengan melarutkan 10 gram glukosa (Mr = 180) ke dalam 90 gram air (Mr = 18, tekanan uap jenuh air murni P0 = 30 mmHg pada suhu tertentu). Penurunan tekanan uap larutan tersebut sebesar …
1,5 mmHg
2,4 mmHg
3,3 mmHg
5,0 mmHg
4,5 mmHg
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
5 mins • 1 pt
Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan ke dalam 100 gram air. Jika tetapan penurunan titik beku air (Kf) adalah 1,86 °C·kg/mol, Penurunan titik beku larutan glukosa tersebut sebesar …
0,186 °C
0,372 °C
0,540 °C
1,860 °C
2,000 °C
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?