
Latihan Soal TKA Sistem Imun
Authored by Supadmi Amik
Other
10th Grade
Used 15+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
23 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE SELECT QUESTION
30 sec • 1 pt
Seorang individu yang memiliki alergi parah terhadap kacang, secara tidak sengaja mengonsumsi makanan yang mengandung kacang. Dalam beberapa menit, ia mengalami kesulitan bernapas akibat penyempitan saluran napas, pembengkakan pada wajah, dan penurunan tekanan darah drastis (syok anafilaktik).
Manakah analisis imunologis yang tepat yang mendasari reaksi anafilaktik tersebut?
Reaksi ini dimediasi oleh antibodi jenis IgE yang menempel pada permukaan sel mast dan basofil.
Paparan pertama terhadap alergen kacang menyebabkan tubuh memproduksi sel T sitotoksik.
Gejala-gejala yang muncul disebabkan oleh pelepasan mediator kimia secara masif, terutama histamin, dari sel mast.
Kondisi ini tergolong penyakit autoimun karena sistem imun menyerang sel tubuh sendiri.
Histamin menyebabkan bronkokonstriksi dan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) secara sistemik.
2.
MULTIPLE SELECT QUESTION
30 sec • 1 pt
Vaksin mRNA (misalnya, beberapa vaksin COVID-19) bekerja dengan cara menyuntikkan molekul mRNA yang mengkode protein Spike dari virus. Sel-sel tubuh di sekitar lokasi suntikan (misalnya sel otot dan sel dendritik) kemudian membaca mRNA ini dan memproduksi protein Spike, yang kemudian dikenali sebagai antigen oleh sistem imun.
Manakah proses imunologis yang akan dipicu setelah seseorang menerima vaksin mRNA tersebut?
Tubuh akan mengembangkan kekebalan pasif buatan.
Sel penyaji antigen (APC), seperti sel dendritik, akan mempresentasikan fragmen protein Spike kepada sel T helper.
Aktivasi sel T helper akan memicu respons imunitas humoral (aktivasi sel B untuk memproduksi antibodi) dan seluler (aktivasi sel T sitotoksik).
Vaksin ini mengandung virus SARS-CoV-2 yang telah dilemahkan.
Tujuan akhir dari vaksinasi ini adalah untuk membentuk sel B memori dan sel T memori.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Seseorang tertusuk serpihan kayu yang kotor saat berkebun. Dalam beberapa jam, area di sekitar luka menjadi merah, bengkak, terasa hangat, dan nyeri. Beberapa hari kemudian, mungkin terbentuk nanah di lokasi luka.
Manakah mekanisme pertahanan non-spesifik (bawaan) yang terjadi pada area luka tersebut?
Sel mast di jaringan ikut melepaskan histamin, yang menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler.
Sel B limfosit segera memproduksi antibodi spesifik untuk bakteri yang masuk bersama serpihan kayu.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kondisi autoimun di mana sistem imun gagal mengenali sel dan jaringan tubuh sendiri ("self") dan membentuk autoantibodi yang menyerang berbagai organ. Sebaliknya, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV yang secara spesifik menargetkan dan menghancurkan sel Limfosit T helper (CD4+).
Manakah analisis yang tepat yang membedakan kedua kelainan sistem imun tersebut?
Pada Lupus, sistem imun bersifat hipoaktif (kurang aktif), sedangkan pada AIDS bersifat hiperaktif (terlalu aktif).
Kegagalan toleransi diri (self-tolerance) adalah dasar dari penyakit Lupus.
Penderita AIDS menjadi sangat rentan terhadap infeksi oportunistik karena sel T helper adalah koordinator utama respons imun spesifik.
Keduanya merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik.
Lupus adalah contoh imunitas seluler yang berlebihan, sedangkan AIDS adalah kegagalan imunitas humoral.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Grafik imajiner menunjukkan konsentrasi antibodi dalam darah seseorang setelah terpapar antigen X pada hari ke-0 (paparan pertama) dan terpapar kembali dengan antigen yang sama pada hari ke-30 (paparan kedua). Pada paparan pertama, konsentrasi antibodi naik perlahan setelah sekitar 7 hari dan mencapai puncak rendah. Pada paparan kedua, antibodi naik sangat cepat dalam 1–2 hari dan mencapai puncak jauh lebih tinggi.
Berdasarkan analisis grafik tersebut, manakah kesimpulan yang dapat ditarik?
Respons pada paparan pertama disebut respons imun sekunder.
Kecepatan dan besarnya respons pada paparan kedua disebabkan oleh adanya sel memori imunologis.
Antibodi yang dominan pada respons primer adalah IgG, sedangkan pada respons sekunder adalah IgM.
Grafik tersebut mengilustrasikan prinsip dasar mengapa vaksinasi dapat memberikan perlindungan jangka panjang.
Sel T helper tidak berperan dalam respons sekunder.
6.
MULTIPLE SELECT QUESTION
30 sec • 1 pt
Virus influenza menginfeksi sel-sel epitel di saluran pernapasan. Untuk melawan infeksi ini, tubuh akan mengaktifkan berbagai mekanisme pertahanan.
Manakah mekanisme pertahanan yang berperan dalam memberantas infeksi virus influenza tersebut?
Sel yang terinfeksi virus akan memproduksi dan melepaskan interferon untuk memperingatkan sel-sel tetangga yang sehat.
Sel Natural Killer (NK) akan mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi virus sebagai bagian dari respons imun non-spesifik.
Sel T sitotoksik (CTL) akan mengenali antigen virus yang dipresentasikan pada molekul MHC kelas I di permukaan sel yang terinfeksi, lalu membunuhnya.
Antibodi yang diproduksi oleh sel plasma dapat masuk ke dalam sel yang terinfeksi untuk menghancurkan virus di dalamnya.
Makrofag akan melakukan fagositosis terhadap partikel virus yang berada di luar sel (ekstraseluler).
7.
MULTIPLE SELECT QUESTION
30 sec • 1 pt
Transplantasi organ, seperti transplantasi ginjal, sering menghadapi risiko penolakan (rejeksi) oleh sistem imun resipien. Risiko ini diminimalkan dengan mencocokkan molekul Major Histocompatibility Complex (MHC) antara donor dan resipien, serta penggunaan obat imunosupresan.
Manakah analisis imunologis yang menjelaskan fenomena penolakan organ transplant?
Penolakan organ adalah contoh penyakit autoimun.
Sel T sitotoksik resipien akan mengenali molekul MHC pada sel-sel organ donor sebagai benda asing ("non-self").
Obat imunosupresan bekerja dengan cara merangsang produksi antibodi untuk melindungi organ donor.
Penolakan organ dimediasi oleh sel B yang secara langsung menghancurkan sel-sel organ donor.
Semakin mirip profil MHC antara donor dan resipien, semakin kecil kemungkinan terjadinya penolakan.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?