wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

BOFA

Total questions: 76

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Agar cahaya dari medium A dengan indeks bias nA yang menuju medium B dengan

indeks bias nB dapat dibiaskan menjauhi garis normal, maka :

a)

nA harus sama dengan nB.

b)

nA harus lebih kecil daripada nB.

c)

nA harus lebih besar daripada nB.

d)

nA tidak harus lebih kecil daripada nB.

2.

Berikut ini adalah persamaan antara serat optik single mode dengan serat optik multi mode :

a)

Diameter core

b)

Diameter cladding.

c)

Redaman per kilometer

d)

Redaman per kilometer

3.

Fungsi coating dari serat optik adalah untuk :

a)

Merambatkan sinyal di dalam serat

b)

Melindungi secara fisik dan sebagai pengkodean serat

c)

Melapisi core

d)

Meletakkan kode kabel

4.

Pada transmisi serat optik, agar cahaya bisa merambat secara memantul-mantul di sepanjang serat maka ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

a)

Indeks bias core harus lebih besar daripada indeks bias cladding dan sudut datang harus sama dengan sudut kritis

b)

Indeks bias core harus lebih kecil daripada indeks bias cladding dan sudut datang harus lebih besar daripada sudut kritis

c)

Indeks bias core harus lebih besar daripada indeks bias cladding dan sudut datang harus lebih besar daripada sudut kritis

d)

Indeks bias core harus lebih kecil daripada indeks bias cladding dan sudut datang harus lebih kecil daripada sudut kritis

5.

Bagian kabel serat optik yang berfungsi sebagai penguat phisik adalah :

a)

Aramid yarn

b)

Rip cord

c)

Strength member

d)

Filler.

6.

Warna coating untuk core no 2 dan 19 pada kabel SM-D-LT SS 36/6T adalah:

a)

Biru, orange

b)

Orange, biru.

c)

Biru, abu-abu.

d)

Putih, coklat.

7.

Warna tube untuk serat nomor 8 pada kabel jenis Single Core Per Tube (SCPT) adalah:

a)

Merah.

b)

Hitam.

c)

Abu-abu.

d)

Putih.

8.

Diketahui kode kabel : SM D WG LT 12/2T. Pernyataan yang benar adalah :

a)

Jenis kabel tersebut multi mode.

b)

Kabel tersebut untuk instalasi kabel udara.

c)

Kabel tersebut memiliki kapasitas 12 core.

d)

Kabel tersebut memiliki kapasitas 6 core.

9.

Berikut ini adalah faktor intrinsic yang bisa menyebabkan redaman, kecuali :

a)

Absorption.

b)

Scattering.

c)

Micro bending.

d)

Macro bending.

10.

Berikut ini adalah penyebab redaman yang diakibatkan karena kesalahan pabrikan :

a)

Splicing.

b)

Macro bending.

c)

Core size variation.

d)

Termination.

11.

Pada penyambungan kabel serat optik, lap cutter berfungsi untuk :

a)

Mengupas kulit kabel.

b)

Mengupas coating.

c)

Memotong serat.

d)

Memotong strength member.

12.

Sarana kerja (tool) yang tidak diperlukan pada saat penyambungan kabel menggunakan closure jenis mekanik adalah:

a)

Lap cutter.

b)

Sheath cutter.

c)

Loose tube cutter.

d)

Heater gun.

13.

Sesuai Pedoman Pemasangan Jaringan Fiber To The Home (PPJ FTTH) Tahun 2013, untuk membersihkan serat optik pada proses penyambungan menggunakan tissue beralkohol dengan kadar :

a)

75 %.

b)

80 %.

c)

85 %.

d)

90 %.

14.

Yang termasuk komponen utama dalam sarana sambung kabel (closure) di antaranya adalah:

a)

Alcohol, tissue, splicer.

b)

Stripper, tool kit, cutter.

c)

Connectivity wire, tray, heatshrink protection sleeve.

d)

Heater, connector, cleaver.

15.

Yang tidak termasuk material pada penyambungan kabel serat optik adalah :

a)

Knife tang.

b)

Sealing cord.

c)

Heatshrink protection sleeve.

d)

Tie wrap.

16.

Fungsi fiber striper adalah untuk:

a)

Memotong buffer tuber.

b)

Mengupas coating.

c)

Memotong cladding.

d)

Mengupas cladding.

17.

Fungsi fiber cleaver adalah untuk:

a)

Memotong buffer tuber.

b)

Mengupas coating.

c)

Memotong cladding.

d)

Mengupas cladding.

18.

Fungsi loose tube cutter adalah untuk:

a)

Memotong buffer tuber.

b)

Mengupas coating.

c)

Memotong cladding.

d)

Mengupas cladding.

19.

Pada saat penyambungan serat optik menggunakan fusion, bagian-bagian serat yang disambungkan adalah:

a)

Core dan cladding.

b)

Core dan coating.

c)

Coating dan cladding.

d)

Core, cladding dan coating.

20.

Salah satu cara untuk memperoleh hasil redaman terbaik saat penyambungan serat optik menggunakan fusion splicer, adalah:

a)

Membersihkan serat setelah dipotong.

b)

Memotong kedua ujung fiber sama rata / tegak lurus.

c)

Menambahkan matching gel pada titik sambung serat.

d)

Melakukan proses fusion lebih dari satu kali.

21.

Bila hasil penyambungan serat optik terdapat gelembung, tindakan terbaik apa yang harus dilakukan?

a)

Membersihkan sambungan serat dari debu.

b)

Memotong kembali fiber dan melakukan penyambungan ulang.

c)

Membiarkan saja karena gelembung tidak berpengaruh.

d)

Mem-fusion serat kembali.

22.

Bila dalam penyambungan serat optik hasil penyambungannya terdapat garis tebal, maka tindakan terbaik yang harus dilakukan adalah:

a)

Membersihkan sambungan serat dari debu.

b)

Memotong kembali fiber dan melakukan penyambungan ulang.

c)

Membiarkan saja karena garis tebal tidak berpengaruh.

d)

Mem-fusion serat kembali.

23.

Bila hasil penyambungan serat optik terdapat cacat pada titik sambung, maka tindakan terbaik yang harus dilakukan adalah:

a)

Membersihkan sambungan serat dari debu.

b)

Memotong kembali fiber dan melakukan penyambungan ulang.

c)

Membiarkan saja karena garis tebal tidak berpengaruh.

d)

Mem-fusion serat kembali.

24.

Proses berikut yang tidak mempengaruhi nilai loss hasil sambungan serat optik adalah:

a)

Proses pembersihan serat optik.

b)

Proses pemotongan serat optik.

c)

Proses aligning / aligment.

d)

Proses reinforcing sleeve.

25.

Estimasi redaman yang ditampilkan pada layar fusion splicer adalah merupakan :

a)

Estimasi redaman setelah sambungan diukur dengan OTDR.

b)

Estimasi redaman setelah sambungan diukur dengan OPM.

c)

Estimasi redaman hasil sambungan.

d)

Estimasi redaman setelah kabel diinstalasi dan diukur.

26.

Berikut ini adalah pernyataan yang benar berkaitan dengan estimasi redaman yang ditampilkan pada pada layar fusion splicer :

a)

Semakin besar nilai estimasi redaman berarti kualitas sambungan semakin bagus.

b)

Nilai estimasi redaman tidak ada hubungannya dengan kualitas sambungan.

c)

Estimasi redaman harus lebih besar daripada spesifikasi redaman yang telah ditentukan.

d)

Jika estimasi redaman lebih besar daripada nilai yang telah ditetapkan maka harus dilakukan penyambungan ulang.

27.

Tujuan dari proses alignment pada splicer saat penyambungan serat optik adalah:

a)

Supaya hasil sambungan rapi.

b)

Agar menghasilkan splice loss yang rendah.

c)

Untuk mendapatkan informasi estimation loss.

d)

Agar dispersi lebih kecil.

28.

Hal yang harus diperhatikan saat menyusun fiber pada kaset (tray) adalah:

a)

Menyusun fiber tetap paralel.

b)

Menjaga bending radius fiber minimum 3 cm.

c)

Menyusun fiber yang telah tersambung secara bersamaan.

d)

Membungkus fiber dengan pipa spiral.

29.

Yang tidak boleh dilakukan pada saat proses penyambungan serat optik adalah :

a)

Membersihkan cladding setelah memotong serat.

b)

Membersihkan cladding setelah mengupas coating.

c)

Memasukkan serat ke dalam protection sleeve sebelum mengupas coating.

d)

Memotong serat setelah membersihkan cladding.

30.

Berikut ini adalah urutan kegiatan yang benar sebelum melakukan penyambungan serat dengan fusion splicer :

a)

Kupas coating sepanjang 4 cm – bersihkan cladding dengan alkohol 90% – potong cladding dan sisakan 16 mm – masukkan salah satu serat yang akan disambung ke lubang heatshrink protection sleeve.

b)

Masukkan salah satu serat yang akan disambung ke lubang heatshrink protection sleeve – kupas coating sepanjang 4 cm – bersihkan cladding dengan alkohol 90% – potong cladding dan sisakan 16 mm.

c)

Masukkan salah satu serat yang akan disambung ke lubang heatshrink protection sleeve – kupas coating sepanjang 4 cm – bersihkan cladding dengan alkohol 90% – potong cladding dan sisakan 16 mm – bersihkan kembali fiber dengan alkohol 90%.

d)

Masukkan salah satu serat yang akan disambung ke lubang heatshrink protection sleeve – kupas coating sepanjang 4 cm – potong cladding dan sisakan 16 mm – bersihkan cladding dengan alkohol 90%.

31.

Berikut ini adalah fungsi fiber tray dalam sambungan kabel serat optik, kecuali :

a)

Menempatkan fiber dalam closure agar tidak rusak.

b)

Melindungi fiber dari kebocoran air.

c)

Menjaga agar bending (tekukan) fiber sesuai dengan standar.

d)

Menempatkan cadangan (slack) fiber.

32.

Pada penyambungan kabel optik, grounding bar harus terhubung dengan:

a)

Aluminium foil.

b)

Armouring kabel.

c)

Bearer kabel.

d)

Strength member kabel.

33.

Fungsi closure pada penyambungan kabel serat optik adalah:

a)

Untuk melindungi sambungan dan menempatkan tray.

b)

Untuk melindungi sambungan dari serangga.

c)

Supaya mudah mencari letak gangguan.

d)

Untuk mempertahankan loss sambungan.

34.

Fungsi seal pada closure jenis mekanik adalah:

a)

Untuk meratakan permukaan clousure.

b)

Untuk menahan closure dari goncangan / getaran.

c)

Untuk melindungi clousure terhadap tekanan.

d)

Untuk mencegah air masuk ke dalam clousure.

35.

Seal pada closure yang dipasang di sepanjang alur sarana sambung kabel disebut:

a)

Cable grip.

b)

Lack band.

c)

Sealing cord.

d)

Sealing tape.

36.

Bagian kabel yang tidak bisa digantikan fungsinya oleh material sarana sambung kabel pada penyambungan kabel duct adalah :

a)

Kulit kabel.

b)

Rip cord.

c)

Aluminium tape (screen).

d)

Loose tube.

37.

Tujuan pengukuran jaringan adalah untuk :

a)

Mengetahui kualitas perangkat jaringan.

b)

Mengetahui nilai parameter suatu jaringan kabel.

c)

Memenuhi prosedur operasional.

d)

Meningkatkan kinerja jaringan.

38.

Berikut ini adalah parameter pengukuran kabel fiber optik, kecuali:

a)

Redaman fiber.

b)

Redaman sambungan

c)

Jarak kabel.

d)

Indeks bias kabel.

39.

Berikut ini adalah parameter pengukuran perangkat aktif akses fiber optik, kecual:

a)

Power transmit.

b)

Power receive.

c)

Sensitivity.

d)

Loss fiber.

40.

Daya 1 mW bila dituliskan dalam nilai absolut (dBm) adalah:

a)

0 dBm.

b)

10 dBm.

c)

30 dBm

d)

40 dBm.

41.

Daya 10 mW bila dituliskan dalam nilai absolut (dBm) adalah:

a)

0 dBm.

b)

10 dBm.

c)

30 dBm

d)

40 dBm.

42.

Fungsi Power Meter adalah untuk :

a)

Mengukur redaman saluran saat uji akhir instalasi.

b)

Mengukur redaman sambungan setelah instalasi.

c)

Mengukur level daya yang dikirimkan.

d)

Mengukur level daya yang diterima.

43.

Berikut ini adalah komponen utama yang harus dipenuhi dalam melakukan pengukuran dengan Power Meter, kecuali:

a)

Light source.

b)

Power meter.

c)

Connector.

d)

Attenuator.

44.

Pada sebuah jaringan, jika diketahui daya keluaran light source sebesar 2 mW dan power meter membaca daya masukan sebesar 0,5 mW, maka jaringan tersebut memiliki redaman :

a)

2 dB.

b)

4 dB.

c)

6 dB.

d)

9 dB.

45.

Untuk mendapatkan hasil ukur yang akurat maka sebelum melakukan pengukuran dengan power meter, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Melakukan kalibrasi power meter.

b)

Melakukan pembersihan konektor sesering mungkin.

c)

Pemasangan konektor.

d)

Pemasangan battery

46.

Tujuan utama kalibrasi sebelum melakukan pengukuran dengan power meter adalah :

a)

Untuk mengetahui daya yang diterima oleh power meter.

b)

Untuk mengetahui daya yang dipancarkan oleh light source.

c)

Untuk mengetahui redaman patch cord yang digunakan.

d)

Untuk mengetahui redaman total.

47.

Pada pengukuran dengan power meter, cara yang paling baik untuk menentukan nilai redaman patch cord hasil kalibarasi yang akan diperhitungkan dalam menghitung redaman total adalah :

a)

Mengambil nilai redaman rata-rata dari beberapa pengukuran.

b)

Mengambil nilai redaman tertinggi dari beberapa pengukuran.

c)

Mengambil nilai redaman terendah dari beberapa pengukuran.

d)

Bebas memilih salah satu nilai redaman dari beberapa pengukuran.

48.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengukuran serat optik menggunakan OTDR adalah:

a)

Pengukuran panjang kabel.

b)

Pengukuran loss sambungan.

c)

Setting parameter pengukuran.

d)

Pengukuran loss kabel.

49.

Pada layar OTDR terdapat sumbu “X” (horisontal) dan sumbu “Y” (vertikal), di mana masing-masing menandakan:

a)

X adalah nilai jarak, Y adalah nilai waktu.

b)

X adalah nilai jarak, Y adalah nilai redaman.

c)

X adalah nilai jarak, Y adalah nilai relative daya.

d)

X adalah nilai redaman, Y adalah nilai jarak.

50.

Yang dimaksud dengan dead zone pada pengukuran serat optik menggunakan alat ukur OTDR adalah:

a)

Zona serat optik yang terjadi gangguan.

b)

Zona serat optik yang tidak dapat diukur.

c)

Zona serat optik yang dapat diukur.

d)

Zona serat optik yang redamannya paling besar.

51.

Yang bukan merupakan fungsi OTDR adalah :

a)

Untuk pengukuran redaman serat optik per satuan panjang.

b)

Untuk pengukuran redaman sambungan dan redaman konektor.

c)

Untuk pengukuran letak kerusakan.

d)

Untuk pengukuran panjang gelombang.

52.

Yang dimaksud dengan event accuracy adalah :

a)

Merupakan ukuran seberapa besar kemampuan OTDR mendeteksi jarak event-event suatu link optik.

b)

Merupakan ukuran dari range maksimum suatu pengukuran power level yang bisa diukur oleh OTDR.

c)

Daerah yang tidak bisa diukur

d)

Cahaya yang dihamburkan dan dipantulkan kembali.

53.

Yang dimaksud dengan dynamic range adalah :

a)

Merupakan ukuran seberapa besar kemampuan OTDR mendeteksi jarak event-event suatu link optik.

b)

Merupakan ukuran dari range maksimum suatu pengukuran power level yang bisa diukur oleh OTDR.

c)

Daerah yang tidak bisa diukur

d)

Cahaya yang dihamburkan dan dipantulkan kembali

54.

Berikut ini adalah hal-hal yang menghasilkan reflective event pada tampilan layar OTDR:

a)

Konektor dan macro bending.

b)

Macro bending dan kabel retak.

c)

Sambungan dengan fusion dan sambungan mekanik.

d)

Sambungan mekanik dan kabel retak.

55.

Berikut ini adalah hal-hal yang menghasilkan tampilan event yang serupa pada layar OTDR:

a)

Konektor dan macro bending.

b)

Macro bending dan kabel retak.

c)

Sambungan dengan fusion dan sambungan mekanik

d)

Sambungan mekanik dan kabel retak.

56.

Berikut ini adalah hasil ukur dari OTDR, kecuali :

a)

Panjang gelombang.

b)

Panjang saluran.

c)

Redaman per kilo meter.

d)

Jarak gangguan.

57.

Sesuai dengan Pedoman Pemasangan Jaringan FTTH, penanaman tiang besi panjang 7 meter dilakukan dengan kedalaman:

a)

130 cm.

b)

140 cm.

c)

150 cm.

d)

180 cm.

58.

Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi dalam mendirikan tiang, kecuali:

a)

Lokasi tiang tidak boleh mengganggu pejalan kaki/kendaraan.

b)

Penempatan tiang diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu estetika dan keindahan kota.

c)

Jarak antar tiang kurang lebih 50 meter.

d)

Jarak antar tiang minimal 50 meter.

59.

Berikut ini yang bukan merupakan spesifikasi pendirian tiang adalah :

a)

Tiang didirikan tegak lurus di tengah-tengah lobang, kemudian lobang ditimbun dengan tanah galian dan dipadatkan.

b)

Tiang dicat dengan cat besi warna hitam dan ban warna merah dan perak.

c)

Untuk mencegah korosi, bagian tiang yang berada 30 cm di atas dan di bawah permukaan tanah dicor beton (voetstuk).

d)

Bagian cor beton (voetstuk) yang ada di atas permukaan tanah diplester halus dan permukaan atasnya dibuat datar.

60.

Pada instalasi kabel udara, berikut ini yang tidak memerlukan pemasangan temberang adalah :

a)

Tiang awal dan akhir dari rute kabel.

b)

Tiang rute lurus di pinggir jalan raya.

c)

Tiang rute kabel dengan sudut tikungan lebih besar 15 derajat.

d)

Tiang rute lurus dengan beban cukup berat dan sering teganggu oleh angin kencang.

61.

Kelenturan kabel sebesar udara adalah sebesar :

a)

2 % dari lebar gawang.

b)

4 % dari lebar gawang.

c)

6 % dari lebar gawang.

d)

8 % dari lebar gawang.

62.

Sesuai dengan Pedoman Pemasangan Jaringan FTTH, warning tape dipasang:

a)

Tepat di atas kabel.

b)

30 cm di atas lapisan pasir.

c)

30 cm di atas kabel.

d)

Tepat di atas deksteen.

63.

Berikut ini adalah pernyataan yang benar berkaitan dengan instalasi kabel tanah tanam langsung:

a)

Pemadatan tanah dilakukan secara sekaligus.

b)

Pemadatan tanah dilakukan secara bertahap.

c)

Warning tape berfungsi sebagai pelindung kabel, dan ditempatkan 30 cm di atas lapisan pasir.

d)

Deksteen dipasang tepat di atas kabel, dan berfungsi sebagai pelindung kabel terhadap pengaruh mekanis.

64.

Fungsi swivel dalam penarikan kabel optik adalah:

a)

Untuk menyambungkan cable grip dengan pulling eye.

b)

Memotong kabel duct.

c)

Mencegah kabel agar tidak terpilin waktu penarikan.

d)

Menghindarkan agar kabel tidak robek saat penarikan.

65.

Sebelum melakukan penarikan kabel duct, perlu memeriksa duct (passing duct) dengan menggunakan mandreel. Fungsi utama mandrel adalah untuk:

a)

Memastikan bahwa pipa duct dalam kondisi baik.

b)

Memudahkan penarikan kabel.

c)

Memperbaiki kondisi duct / polongan.

d)

Menghindari terpilinnya kabel saat dilakukan penarikan.

66.

Pada saat instalasi kabel optik duct perlu diperhatikan bending radius kabel, yang besarnya:

a)

Maksimal 20 kali diameter kabel.

b)

Maksimal 10 kali diameter kabel.

c)

Minimal 20 kali diameter kabel.

d)

Minimal 10 kali diameter kabel.

67.

Berikut ini pernyataan yang paling tepat berkaitan dengan pekerjaan terminasi kabel serat optik :

a)

Menghubungkan serat optik dari ujung kabel dengan patch panel.

b)

Menghubungkan serat optik dari ujung kabel dengan patch panel dengan menggunakan pigtail.

c)

Menghubungkan serat optik dari ujung kabel dengan patch panel dengan menggunakan konektor.

d)

Menghubungkan serat optik dari ujung kabel dengan konektor.

68.

Bending radius minimum untuk sebuah serat optik adalah :

a)

5 cm.

b)

4 cm.

c)

3 cm.

d)

2 cm.

69.

Berikut ini adalah hal yang tidak benar berkaitan dengan pemeliharaan preventif :

a)

Pemeliharaan preventif adalah kegiatan pemeliharaan yang dilakukan sebelum gangguan terjadi

b)

Pemeliharaan preventif dilakukan dengan tujuan untuk menjamin keandalan jaringan kabel serat optik.

c)

Alat ukur yang bisa digunakan untuk pemeliharaan preventif adalah OTDR.

d)

Pemeliharaan preventif dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi gangguan.

70.

Cara mudah untuk mendeteksi kontinuitas serat optik adalah dengan menggunakan:

a)

OTDR.

b)

Visible light source.

c)

Level meter.

d)

Coupler.

71.

Saat akan melakukan pekerjaan di dalam manhole perlu dilakukan ventilisasi. Tujuan utama ventilisasi adalah untuk:

a)

Menyejukkan udara di dalam manhole selama pekerjaan sedang berjalan.

b)

Mengurangi kandungan oksigen yang berlebihan.

c)

Menghilangkan gas-gas berbahaya dan untuk mencukupi kandungan oksigen.

d)

Menghilangkan bau yang kurang sedap.

72.

Berikut ini adalah hal yang tidak benar saat melakukan pekerjaan pengukuran jaringan fiber optik dengan OTDR :

a)

Tidak melihat langsung pada ujung serat optik.

b)

Tidak menutup terminal ujung jauh.

c)

Melakukan pengecekan power yang digunakan secara seksama.

d)

Memasang konektor dengan benar.

73.

Yang bukan merupakan tujuan dilakukannya pengukuran berkala adalah untuk :

a)

Mendeteksi peningkatan loss kabel serat optik.

b)

Mendeteksi kerusakan serat optik

c)

Mendeteksi perembesan air.

d)

Mendeteksi adanya fandalisme

74.

Tujuan dilakukannya pengetesan secara periodik adalah :

a)

Untuk mengetahui secara dini penurunan kualitas serat optik.

b)

Untuk menentukan lokasi gangguan.

c)

Untuk mendeteksi penetrasi air.

d)

Untuk mengetahui jenis gangguan.

75.

Berikut ini adalah tindakan yang melanggar prinsip kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja dalam penyambungan fiber optik :

a)

Menggunakan sarung tangan khusus untuk penanganan serat optik.

b)

Memakai kacamata pelindung mata.

c)

Mengambil potongan fiber dengan tangan telanjang agar lebih bersih.

d)

Mengambil potongan fiber dengan lack band.

76.

Berikut ini adalah tindakan yang melanggar prinsip kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja dalam bekerja di atas tiang :

a)

Memeriksa kondisi tiang saat akan naik ke atas tiang.

b)

Mengenakan sepatu boot, helm, dan kaca mata pelindung.

c)

Menghentikan kegiatan saat hujan turun, terutama jika hujan disertai petir.

d)

Menghentikan kegiatan bila kondisi kesehatan mulai menurun.