NEW
Font size
WorksheetsSkolastik Verbal
Total questions: 25
Worksheet time: 58mins
ANTONIM dari kata Loyalitas >< ….
Fusi
Migrasi
Desersi
Konsesi
Reistensi
Bacaan I
(1) Generasi hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena generasihari ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital sehingga mereka dimanjakan game online dan media social. (2) Sejatinya, smart phone mendukung proses belajar-mengajar sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dan keterampilan berjalan lancar. (3) Namun, kita juga sering menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum tanpa berkomunikasi satu dengan yang lain, karena asyik dengan dunianya sendiri. (4) meminjam bahasa Don Tapscott (2013), generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. (5) Minat mereka hanya mengenai budaya popular, para pesohor, dan teman-teman mereka. (6) Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
(7) Menurut Felder dan Soloman (1993), “Pembelajar di zaman informasi ini memunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual”. (8) Fokus pembelajaran adalah pembelajaran seumur hidup, bukan demi ujian semata. (9) Guru tidak perlu khawatir jika siswa lupa tanggal peristiwa penting dalam sejarah, karena mereka dapat mencarinya melalui buku dan web. (10) Guru perlu mengajari mereka cara belajar yang baik dan mendorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. (11) Jadi, yang terpenting bukan hanya tentang apa yang diketahui ketika mereka lulus, melainkan juga untuk mencintai pembelajaran seumur hidup.
Kalimat topic paragraph pertama adalah kalimat ….
1
2
3
4
6
Bacaan I
(1) Generasi hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena generasihari ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital sehingga mereka dimanjakan game online dan media social. (2) Sejatinya, smart phone mendukung proses belajar-mengajar sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dan keterampilan berjalan lancar. (3) Namun, kita juga sering menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum tanpa berkomunikasi satu dengan yang lain, karena asyik dengan dunianya sendiri. (4) meminjam bahasa Don Tapscott (2013), generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. (5) Minat mereka hanya mengenai budaya popular, para pesohor, dan teman-teman mereka. (6) Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
(7) Menurut Felder dan Soloman (1993), “Pembelajar di zaman informasi ini memunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual”. (8) Fokus pembelajaran adalah pembelajaran seumur hidup, bukan demi ujian semata. (9) Guru tidak perlu khawatir jika siswa lupa tanggal peristiwa penting dalam sejarah, karena mereka dapat mencarinya melalui buku dan web. (10) Guru perlu mengajari mereka cara belajar yang baik dan mendorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. (11) Jadi, yang terpenting bukan hanya tentang apa yang diketahui ketika mereka lulus, melainkan juga untuk mencintai pembelajaran seumur hidup.
Kesalahan penggunaan tanda baca koma terdapat pada kalimat ….
3
5
7
8
11
Bacaan I
(1) Generasi hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena generasihari ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital sehingga mereka dimanjakan game online dan media social. (2) Sejatinya, smart phone mendukung proses belajar-mengajar sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dan keterampilan berjalan lancar. (3) Namun, kita juga sering menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum tanpa berkomunikasi satu dengan yang lain, karena asyik dengan dunianya sendiri. (4) meminjam bahasa Don Tapscott (2013), generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. (5) Minat mereka hanya mengenai budaya popular, para pesohor, dan teman-teman mereka. (6) Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
(7) Menurut Felder dan Soloman (1993), “Pembelajar di zaman informasi ini memunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual”. (8) Fokus pembelajaran adalah pembelajaran seumur hidup, bukan demi ujian semata. (9) Guru tidak perlu khawatir jika siswa lupa tanggal peristiwa penting dalam sejarah, karena mereka dapat mencarinya melalui buku dan web. (10) Guru perlu mengajari mereka cara belajar yang baik dan mendorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. (11) Jadi, yang terpenting bukan hanya tentang apa yang diketahui ketika mereka lulus, melainkan juga untuk mencintai pembelajaran seumur hidup.
Pertanyaan manakah yang jawabannya tidak ditemukan dalam teks tersebt?
Apa keuntungan teknologi digital bagi generasi sekarang?
Mengapa generasi sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya?
Dimanakah generasi sekarang biasa menggunakan teknologi digital?
Bagaimana pendapat pakar mengenai model pembelajaran yang ideal?
Apa tujuan jangka panjang pembelajaran bagi siswa?
Bacaan I
(1) Generasi hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena generasihari ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital sehingga mereka dimanjakan game online dan media social. (2) Sejatinya, smart phone mendukung proses belajar-mengajar sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dan keterampilan berjalan lancar. (3) Namun, kita juga sering menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum tanpa berkomunikasi satu dengan yang lain, karena asyik dengan dunianya sendiri. (4) meminjam bahasa Don Tapscott (2013), generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. (5) Minat mereka hanya mengenai budaya popular, para pesohor, dan teman-teman mereka. (6) Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
(7) Menurut Felder dan Soloman (1993), “Pembelajar di zaman informasi ini memunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual”. (8) Fokus pembelajaran adalah pembelajaran seumur hidup, bukan demi ujian semata. (9) Guru tidak perlu khawatir jika siswa lupa tanggal peristiwa penting dalam sejarah, karena mereka dapat mencarinya melalui buku dan web. (10) Guru perlu mengajari mereka cara belajar yang baik dan mendorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. (11) Jadi, yang terpenting bukan hanya tentang apa yang diketahui ketika mereka lulus, melainkan juga untuk mencintai pembelajaran seumur hidup.
Kata ganti mereka pada kalimat (5) merujuk kepada ….
Generasi acuh tak acuh
Generasi ini
Generasi
Remaja
siswa
Bacaan I
(1) Generasi hari ini berbeda dengan generasi sebelumnya karena generasihari ini lahir di tengah kecanggihan teknologi digital sehingga mereka dimanjakan game online dan media social. (2) Sejatinya, smart phone mendukung proses belajar-mengajar sehingga proses transfer of knowledge dan pembinaan karakter dan keterampilan berjalan lancar. (3) Namun, kita juga sering menjumpai remaja yang berada dalam sebuah forum tanpa berkomunikasi satu dengan yang lain, karena asyik dengan dunianya sendiri. (4) meminjam bahasa Don Tapscott (2013), generasi ini adalah generasi acuh tak acuh. (5) Minat mereka hanya mengenai budaya popular, para pesohor, dan teman-teman mereka. (6) Hal itu menunjukkan bahwa teknologi digital membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
(7) Menurut Felder dan Soloman (1993), “Pembelajar di zaman informasi ini memunyai kecenderungan gaya belajar aktif, sequential, sensing, dan visual”. (8) Fokus pembelajaran adalah pembelajaran seumur hidup, bukan demi ujian semata. (9) Guru tidak perlu khawatir jika siswa lupa tanggal peristiwa penting dalam sejarah, karena mereka dapat mencarinya melalui buku dan web. (10) Guru perlu mengajari mereka cara belajar yang baik dan mendorong mereka untuk gemar membaca dan menulis. (11) Jadi, yang terpenting bukan hanya tentang apa yang diketahui ketika mereka lulus, melainkan juga untuk mencintai pembelajaran seumur hidup.
kelemahan paragraf kedua teks tersebut adalah ….
Data tidak dipaparkan dengan jelas dan menyeluruh.
Hal yang harus dilakukan guru dalam mengajar tidak ditemukan.
Pentingnya pembelajaran seumur hidup tidak dijelaskan.
Gaya belajar sequential, sensing, dan visual tidak dijelaskan.
Manfaat web dalam pembelajaran tidak dijelaskan.
Bacaan II
(1) Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang palig besar untuk dapat mengatasi persoalan kemiskinan. (2) Komoditas ini juga diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dak makmur. (3) Pernyataan tersebut berlandaskan pada enam alas an berikut. (4) Pertama, teknik produksi budi daya rumput laut relatif mudah dan murah, risiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi, dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari. (5) Kedua, rumput laut dapat diproduksi secara massal dengan jumlah yang besar. (6) Ketiga, harga jual rumput laut kering cukup tinggi, sekitar Rp 5.000,00 – 15.000,00 / kg. (7) Keempat, rumput laut dapat dengan mudah diproses menjadi bahan jadi untuk industry farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta beragam industri lainnya. (8) Kelima, pasar untuk rumput laut sangat besar dan terus meningkat. (9) Keenam, rumput laut dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang besar dan luas.
(10) Istilah rumput laut lebih sering digunakan untuk alga merah dan alga coklat. (11) Sebagai sumber alginat, maka alga coklat banyak hidup di wilayah perairan dingin. (12) Ada beberapa jenis alga cokelat yang memiliki nilai ekonomi tingga, yaitu Sargasum dan Laminaria. (13) Alga merah, sebagai sumber karaginan dan agar-agar, banyak hidup di wilayah perairan tropis. (14) Alga merah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi ketimbang alga cokelat.
(15) Sebanyak 50% produksi rumput laut dunia berupa rumput laut cokelat, 33% rumput laut merah, dan 17% rumput laut hijau. (16) Pada 2007 produksi rumput laut merah dunia mencapai 5,9 juta ton. (17) Dibandingkan dengan tahun 2006, produksi 2007 mengalami peningkatan 11,5%. (18) Cina merupakan produsen rumput laut merah terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 34%, disusul Indonesia 29%, lalu Pilipina 25%. (19) Hingga saat ini di Indonesia provinsi penghasil rumput laut terbesar adalah Sulsel, diikuti NTT, Sulteng, lalu Bali. (20) Berikut ini ditampilkan produksi rumput laut di beberapa provinsi di Indonesia.
Apa gagasan utama paragraf pertama teks tersebut?
Peluang rumput laut mengatasi persoalan kemiskinan.
Prospek rumput laut sebagai komoditas unggulan.
Penyerapan tenaga kerja melalui budidaya rumput laut.
Upaya memakmurkan bangsa melalui budidaya rumput laut.
Alasan pemberdayaan rumput laut sebagai komoditas unggul.
Bacaan II
(1) Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang palig besar untuk dapat mengatasi persoalan kemiskinan. (2) Komoditas ini juga diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dak makmur. (3) Pernyataan tersebut berlandaskan pada enam alas an berikut. (4) Pertama, teknik produksi budi daya rumput laut relatif mudah dan murah, risiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi, dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari. (5) Kedua, rumput laut dapat diproduksi secara massal dengan jumlah yang besar. (6) Ketiga, harga jual rumput laut kering cukup tinggi, sekitar Rp 5.000,00 – 15.000,00 / kg. (7) Keempat, rumput laut dapat dengan mudah diproses menjadi bahan jadi untuk industry farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta beragam industri lainnya. (8) Kelima, pasar untuk rumput laut sangat besar dan terus meningkat. (9) Keenam, rumput laut dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang besar dan luas.
(10) Istilah rumput laut lebih sering digunakan untuk alga merah dan alga coklat. (11) Sebagai sumber alginat, maka alga coklat banyak hidup di wilayah perairan dingin. (12) Ada beberapa jenis alga cokelat yang memiliki nilai ekonomi tingga, yaitu Sargasum dan Laminaria. (13) Alga merah, sebagai sumber karaginan dan agar-agar, banyak hidup di wilayah perairan tropis. (14) Alga merah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi ketimbang alga cokelat.
(15) Sebanyak 50% produksi rumput laut dunia berupa rumput laut cokelat, 33% rumput laut merah, dan 17% rumput laut hijau. (16) Pada 2007 produksi rumput laut merah dunia mencapai 5,9 juta ton. (17) Dibandingkan dengan tahun 2006, produksi 2007 mengalami peningkatan 11,5%. (18) Cina merupakan produsen rumput laut merah terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 34%, disusul Indonesia 29%, lalu Pilipina 25%. (19) Hingga saat ini di Indonesia provinsi penghasil rumput laut terbesar adalah Sulsel, diikuti NTT, Sulteng, lalu Bali. (20) Berikut ini ditampilkan produksi rumput laut di beberapa provinsi di Indonesia.
Diksi yang tidak tepat terdapat dalam kalimat ….
1
2
3
5
7
Bacaan II
(1) Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang palig besar untuk dapat mengatasi persoalan kemiskinan. (2) Komoditas ini juga diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dak makmur. (3) Pernyataan tersebut berlandaskan pada enam alas an berikut. (4) Pertama, teknik produksi budi daya rumput laut relatif mudah dan murah, risiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi, dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari. (5) Kedua, rumput laut dapat diproduksi secara massal dengan jumlah yang besar. (6) Ketiga, harga jual rumput laut kering cukup tinggi, sekitar Rp 5.000,00 – 15.000,00 / kg. (7) Keempat, rumput laut dapat dengan mudah diproses menjadi bahan jadi untuk industry farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta beragam industri lainnya. (8) Kelima, pasar untuk rumput laut sangat besar dan terus meningkat. (9) Keenam, rumput laut dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang besar dan luas.
(10) Istilah rumput laut lebih sering digunakan untuk alga merah dan alga coklat. (11) Sebagai sumber alginat, maka alga coklat banyak hidup di wilayah perairan dingin. (12) Ada beberapa jenis alga cokelat yang memiliki nilai ekonomi tingga, yaitu Sargasum dan Laminaria. (13) Alga merah, sebagai sumber karaginan dan agar-agar, banyak hidup di wilayah perairan tropis. (14) Alga merah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi ketimbang alga cokelat.
(15) Sebanyak 50% produksi rumput laut dunia berupa rumput laut cokelat, 33% rumput laut merah, dan 17% rumput laut hijau. (16) Pada 2007 produksi rumput laut merah dunia mencapai 5,9 juta ton. (17) Dibandingkan dengan tahun 2006, produksi 2007 mengalami peningkatan 11,5%. (18) Cina merupakan produsen rumput laut merah terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 34%, disusul Indonesia 29%, lalu Pilipina 25%. (19) Hingga saat ini di Indonesia provinsi penghasil rumput laut terbesar adalah Sulsel, diikuti NTT, Sulteng, lalu Bali. (20) Berikut ini ditampilkan produksi rumput laut di beberapa provinsi di Indonesia.
Kesalahan penggunaan tanda baca ditemukan pada kalimat ….
Harga hasil olahan rumput laut ratusan kali lipat.
Rumput laut merupakan komoditas unggulan.
Komoditas rumput laut bernilai ekonomis tinggi.
Industri rumput laut menyerap banyak tenaga kerja.
Indonesia memiliki rumput laut yang melimpah.
Bacaan II
(1) Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang palig besar untuk dapat mengatasi persoalan kemiskinan. (2) Komoditas ini juga diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dak makmur. (3) Pernyataan tersebut berlandaskan pada enam alas an berikut. (4) Pertama, teknik produksi budi daya rumput laut relatif mudah dan murah, risiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi, dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari. (5) Kedua, rumput laut dapat diproduksi secara massal dengan jumlah yang besar. (6) Ketiga, harga jual rumput laut kering cukup tinggi, sekitar Rp 5.000,00 – 15.000,00 / kg. (7) Keempat, rumput laut dapat dengan mudah diproses menjadi bahan jadi untuk industry farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta beragam industri lainnya. (8) Kelima, pasar untuk rumput laut sangat besar dan terus meningkat. (9) Keenam, rumput laut dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang besar dan luas.
(10) Istilah rumput laut lebih sering digunakan untuk alga merah dan alga coklat. (11) Sebagai sumber alginat, maka alga coklat banyak hidup di wilayah perairan dingin. (12) Ada beberapa jenis alga cokelat yang memiliki nilai ekonomi tingga, yaitu Sargasum dan Laminaria. (13) Alga merah, sebagai sumber karaginan dan agar-agar, banyak hidup di wilayah perairan tropis. (14) Alga merah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi ketimbang alga cokelat.
(15) Sebanyak 50% produksi rumput laut dunia berupa rumput laut cokelat, 33% rumput laut merah, dan 17% rumput laut hijau. (16) Pada 2007 produksi rumput laut merah dunia mencapai 5,9 juta ton. (17) Dibandingkan dengan tahun 2006, produksi 2007 mengalami peningkatan 11,5%. (18) Cina merupakan produsen rumput laut merah terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 34%, disusul Indonesia 29%, lalu Pilipina 25%. (19) Hingga saat ini di Indonesia provinsi penghasil rumput laut terbesar adalah Sulsel, diikuti NTT, Sulteng, lalu Bali. (20) Berikut ini ditampilkan produksi rumput laut di beberapa provinsi di Indonesia.
Kalimat yang tidak efektif adalah kalimat ….
(9) dan (11)
(12) dan (13)
(15) dan (16)
(17) dan (18)
(19) dan (20)
Bacaan II
(1) Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang memiliki peluang palig besar untuk dapat mengatasi persoalan kemiskinan. (2) Komoditas ini juga diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju dak makmur. (3) Pernyataan tersebut berlandaskan pada enam alas an berikut. (4) Pertama, teknik produksi budi daya rumput laut relatif mudah dan murah, risiko gagal panen sangat rendah, produktivitas tinggi, dan panen bisa dilakukan setiap 45 hari. (5) Kedua, rumput laut dapat diproduksi secara massal dengan jumlah yang besar. (6) Ketiga, harga jual rumput laut kering cukup tinggi, sekitar Rp 5.000,00 – 15.000,00 / kg. (7) Keempat, rumput laut dapat dengan mudah diproses menjadi bahan jadi untuk industry farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta beragam industri lainnya. (8) Kelima, pasar untuk rumput laut sangat besar dan terus meningkat. (9) Keenam, rumput laut dapat menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang besar dan luas.
(10) Istilah rumput laut lebih sering digunakan untuk alga merah dan alga coklat. (11) Sebagai sumber alginat, maka alga coklat banyak hidup di wilayah perairan dingin. (12) Ada beberapa jenis alga cokelat yang memiliki nilai ekonomi tingga, yaitu Sargasum dan Laminaria. (13) Alga merah, sebagai sumber karaginan dan agar-agar, banyak hidup di wilayah perairan tropis. (14) Alga merah memiliki nilai ekonomis lebih tinggi ketimbang alga cokelat.
(15) Sebanyak 50% produksi rumput laut dunia berupa rumput laut cokelat, 33% rumput laut merah, dan 17% rumput laut hijau. (16) Pada 2007 produksi rumput laut merah dunia mencapai 5,9 juta ton. (17) Dibandingkan dengan tahun 2006, produksi 2007 mengalami peningkatan 11,5%. (18) Cina merupakan produsen rumput laut merah terbesar di dunia dengan kontribusi sebesar 34%, disusul Indonesia 29%, lalu Pilipina 25%. (19) Hingga saat ini di Indonesia provinsi penghasil rumput laut terbesar adalah Sulsel, diikuti NTT, Sulteng, lalu Bali. (20) Berikut ini ditampilkan produksi rumput laut di beberapa provinsi di Indonesia.
Apa simpulan isi teks tersebut?
Memengaruhi pemerintah agar membudidayakan rumput laut dengan optimal.
Membuktikan bahwa rumput laut merupakan salah satu komoditas yang unggul.
Memaparkan manfaat, jenis, nilai ekonomis, dan tingkat produksi rumput laut.
Meyakinkan pembaca bahwa rumput laut memiliki dampak nilai ekonomis tinggi.
Mendeskripsikan pentingnya komoditas rumput laut bagi peningkatan kesejahteraan.
