WorksheetsPengiaia2015811
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
Konsep Program Kerja Audit dibuat oleh
Anggota Tim
Koordinator
Ketua Tim
Pengendali Teknis
Kertas Kerja Audit dapat menjadi bahan pembuktian di pengadilan. KKA yang lengkap dapat menjadi alat untuk membela diri atas kecukupan prosedur audit yang telah dijalankan sebagai pendukung pengambilan simpulan, merupakan salah satu:
Langkah Kerja Audit
Prosedur Audit
Tujuan Penyusunan KKA
Pedoman Audit
Pengujian atas bukti audit kurang dari 100% atas populasi yang bertujuan untuk mendapat simpulan kondisi seluruh populasi disebut:
Audit ketaatan
Audit Operasional
Audit Khusus
Audit Sampling
Auditor Internal harus mengambil simpulan berdasar pada bukti yang didapat sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan penugasan. Simpulan diambil dengan menggunakan:
Program kerja yang dibuat auditor
Judgement dari auditor
Langkah kerja yang dibuat auditor
Prosedur yang dilaksanakan auditor
Temuan dan rekomendasi yang telah disetujui oleh pihak auditi, akan dipantau tindak lanjutnya. Agar pemantauan pelaksanaan tindak lanjut setiap rekomendasi berjalan lebih efektif, maka dimintakan komitmen kesanggupan dari pihak auditi untuk melakukan tindak lanjut berupa:
Keterangan lisan
Langkah kerja yang dituangkan dalam rencana audit periode berikutnya
Keterangan tertulis atau berita acara kapan tindak lanjut dilaksanakan
Prosedur kerja untuk periode penugasan berikutnya.
Evaluasi bukti dan pengambilan simpulan dalam penugasan assurance berada pada tahap:
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Monitoring
Jika organisasi telah mengintegrasikan manajemen risiko dan internal control, maka organisasi tersebut berada pada tingkat maturity berikut:
Risk native
Risk defined
Risk enabled
Risk managed
Audit yang bertujuan untuk menilai ketaatan terhadap peraturan tertentu adalah:
Audit keuangan
Audit kinerja
Compliance audit
Audit investigasi
Risiko yang murni ada tanpa memperhitungkan pengendalian yang sudah ada, merupakan:
Risiko sisa
Risiko bawaan
Respon risiko
Dampak risiko
Proses penelaahan atas penyelenggaraan akuntansi dan penyajian laporan keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah yang dilakukan APIP untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa akuntansi telah diselenggarakan berdasarkan pada sistem akuntansi dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah merupakan:
Reviu laporan keuangan
Audit laporan keuangan
Reviu khusus keuangan
Audit khusus keuangan
Penentuan tingkat kemungkinan terjadinya risiko serta pengaruh/akibat yang harus ditanggung oleh organisasi merupakan:
Risiko
Dampak risiko
Tingkat kemungkinan terjadinya risiko
Penilaian risiko
Metode yang digunakan untuk pengukuran dampak risiko dan kemungkinan terjadinya risiko adalah:
Preventive dan mitigative
Inherent risk dan residual risk
Kualitatif, kuantitatif, dan campuran
Metode tunggal dan campuran
Laporan reviu oleh APIP atas laporan keuangan kementerian/lembaga/pemerintah daerah terdiri atas:
Catatan hasil reviu, ikhtisar hasil reviu, dan laporan hasil reviu
Temuan reviu, ikhtisar hasil reviu, dan laporan reviu
Catatan temuan, ikhtisar hasil reviu, dan laporan hasil reviu
Catatan yang perlu ditindaklanjuti, ikhtisar reviu, dan laporan hasil reviu
Audit yang bertujuan mengungkapkan terjadi atau tidak suatu perbuatan yang melawan hukum merupakan:
Audit kinerja
Compliance audit
Audit Investigasi
Audit keuangan
Pengadaan komputer pada Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Provinsi ABC tahun 2014. Pernyataan tersebut diatas merupakan:
Tujuan audit
Lingkup audit
Prosedur audit
Teknik audit
Tahapan reviu laporan keuangan meliputi:
Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pendampingan selama pemeriksaan BPK
Perencanaan, pelaksanaan, pembahasan temuan, dan pelaporan
Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan monitoring tindak lanjut
Perencanaan, pelaksanaan, pembahasan temuan, pelaporan, monitoring tindak lanjut dan pendampingan selama pemeriksaan BPK
Mengurai nilai kontrak pengadaan barang ke dalam unsur-unsur yang lebih kecil, sehingga dapat diketahui pola hubungan antar unsur-unsur penting yang tersembunyi merupakan salah satu teknik audit, yaitu:
Analisis
Observasi
Verifikasi
Evaluasi
Unsur temuan yang mengungkapan tentang mengapa terjadi ketidaksesuaian antara kondisi dengan kriteria adalah:
Kondisi
Saran
Sebab
Akibat
“Kondisi ini mengakibatkan adanya potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp1 Milyar dan pengadaan 10 set komputer tidak dapat berfungsi optimal dalam menunjang kegiatan operasi”. Kalimat temuan tersebut adalah:
Kondisi
Sebab
Akibat
Saran
Langkah-langkah kerja dalam Program Kerja Audit (PKA) yang telah dilaksanakan menghasilkan data beserta penarikan simpulan hasil audit dan didokumentasikan sebagai:
Prosedur audit
Simpulan hasil audit
Temuan hasil audit
Kertas kerja audit
Materi rekomendasi dirancang untuk
Dapat ditindak lanjuti
Memperbaiki kelemahan dan meminimalisir akibat
Memudahkan tindak lanjut
Memudahkan monitoring temuan
“Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lalai dalam melaksanakan tugasnya”. Kalimat temuan tersebut adalah:
Kondisi
Kriteria
Sebab
Akibat
Pengembangan temuan dan rekomendasi dalam penugasan assurance berada pada tahap:
Perencanan
Pelaksanaan
Pelaporan
Tindak lanjut temuan
Laporan hasil penugasan harus memenuhi syarat kualitas komunikasi yang baik, yaitu:
Akurat, obyektif, jelas, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
Akurat, obyektif, relevan, ringkas, konstruktif, lengkap, dan tepat waktu
Akurat, obyektif, jelas, konstruktif, lenkap, dan tepat waktu
Akurat, obyektif, relevan, konstruktif, lengkap dan tepat waktu
Bukti yang diperoleh auditor berdasarkan pertanyaan atau informasi tertentu yang diminta oleh auditor tersebut:
Bukti pengujian fisik
Bukti dokumen
Bukti keterangan
Bukti analisis
Kegiatan konsultasi yang termasuk dalam kegiatan pelatihan, antara lain adalah:
Berlaku sebagai perantara (liaison) dalam isu-isu pengendalian antara manajemen dengan auditor ekstern, rekanan, dan kontraktor.
Post mortem analysis
Memberi saran atas rancangan prosedur pengendalian
Memfasilitasi proses penilaian risiko organisasi
Langkah-langkah komunikasi dalam penugasan assurance maupun konsultasi, antara lain:
Komunikasi hanya dilakukan di awal dan akhir penugasan
Kegiatan pemantauan dan tindak lanjut dalam jasa konsultasi hanya dilakukan selama proses penugasan
Komunikasi akhir penugasan kosultasi disampaiakan kepada pihak eksternal
Melakukan pembahasan saran dengan manajemen
Pembahasan saran dengan manajemen dalam penugasan konsultasi berada pada tahap:
Pra perencanaan
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
Perbedaan karakteristik pemrosesan secara manual dan komputer, antara lain adalah:
Pemrosesan komputer menempatkan transaksi sejenis pada instruksi pemrosesan yang sama.
Jejak-jejak transaksi pemrosesan manual beda dengan pemrosesan komputer
Kesalahan proses komputer akan mengakibatkan kesalahan seragam pada transaksi yang sama
Pemrosesan komputer menghilangkan terjadinya kesalahan tulis yang biasa terjadi pada proses manual.
Alasan mengapa auditor internal harus memberi perhatian lebih pada pemanfaatan teknologi informasi organisasi, antara lain adalah:
Tidak adanya kesalahan proses
Pengambilan keputusan yang akurat
Nilai investasi TI yang murah
Adanya risiko kehilangan dan kebocoran data
