wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

STI WS Quiz

Total questions: 34

Worksheet time: 48mins

Name
Class
Date
1.

Apakah diagnosa pasien ini?

a)

Herpes Simpleks

b)

Sifilis Primer + HIV

c)

Sifilis Sekunder + HIV

d)

Dermatitis Numularis

e)

Dermatitis Insect Bites

2.

Apa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan pasien ini?

a)

Tes serologis sifilis

b)

Dark field

c)

Pemeriksaan histopatologi

d)

Pemeriksaan gram

e)

a, dan b benar

3.

Terapi yang tepat untuk pasien adalah?

a)

Benzatin penicillin G dosis 2,4 juta unit intramuskuler dosis tunggal

b)

Benzatin penicillin G dosis 2,4 juta unit intramuskuler diulang setiap 1 minggu selama 3 kali

c)

Doksisiklin 2x100 mg/hari selama 1 minggu

d)

Penisilin prokain 600.000 unit intramuskuler selama 7 hari

e)

Amoksisilin 3x500 mg/hari selama 14 hari

4.

Apa yang perlu dievaluasi dalam 4-6 jam setelah pemberian terapi?

a)

Reaksi anafilaktik

b)

Reaksi hipersensitivitas

c)

Reaksi Jarisch-Herxheimer

d)

Reaksi fotosensitif

e)

Angioedema

5.

Bagaimana parameter keberhasilan terapi pada kasus ini?

a)

Tes VDRL turun 2x dari titer awal dalam 6-12 bulan

b)

Tes VDRL turun 3x dari titer awal dalam 6-12 bulan

c)

Tes VDRL turun 4x dari titer awal dalam 6-12 bulan

d)

Tes VDRL tetap dalam 6-12 bulan

e)

Tidak ada jawaban yang benar

6.

Bagaimana monitoring tes serologis pada pasien sifilis sekunder dengan HIV?

a)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-1, 3, 9 setelah terapi

b)

Dilakukan evaluasi pada tiap bulan setelah terapi selama 1 tahun

c)

Dilakukan evaluasi pada tiap bulan setelah terapi selama 2 tahun

d)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-1, 3, 6, 12, 24 setelah terapi

e)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-3 dan 6 setelah terapi

7.

Apakah diagnosa pasien ini?

a)

Herpes simpleks

b)

Sifilis primer

c)

Sifilis sekunder

d)

Dermatitis numularis

e)

Dermatitis insect bites

8.

Apa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan pasien ini?

a)

Tes serologis sifilis

b)

Dark field

c)

Konseling dan tes HIV

d)

Pemeriksaan gram

e)

a, b, dan c benar

9.

Terapi yang tepat untuk pasien adalah?

a)

Benzatin penicillin G dosis 2,4 juta unit intramuskuler dosis tunggal

b)

Benzatin penicillin G dosis 2,4 juta unit intramuskuler diulang setiap 1 minggu selama 3 kali

c)

Doksisiklin 2x100 mg/hari selama 1 minggu

d)

Penisilin prokain 600.000 unit intramuskuler selama 7 hari

e)

Amoksisilin 3x500 mg/hari selama 14 hari

10.

Apa yang bukan merupakan diagnosis banding dari kasus ini?

a)

Drug eruption

b)

Pitiriasis rosea

c)

Psoriasis

d)

Erupsi akibat virus

e)

Tinea corporis

11.

Bagaimana parameter keberhasilan terapi pada kasus ini?

a)

Tes serologis non Treponemal turun 2x dari titer awal dalam 6-12 bulan

b)

Tes serologis non Treponemal turun 3x dari titer awal dalam 6-12 bulan

c)

Tes serologis non Treponemal turun 4x dari titer awal dalam 6-12 bulan

d)

Tes serologis non Treponemal tetap dalam 6-12 bulan

e)

Tidak ada jawaban yang benar

12.

Bagaimana monitoring tes serologis pada pasien sifilis sekunder?

a)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-1, 3, 9 setelah terapi

b)

Dilakukan evaluasi pada tiap bulan setelah terapi selama 1 tahun

c)

Dilakukan evaluasi pada tiap bulan setelah terapi selama 2 tahun

d)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-1, 3, 6, 12, 24 setelah terapi

e)

Dilakukan evaluasi pada bulan ke-6 dan 12 setelah terapi

13.

Diagnosis pada kasus di atas, kecuali:

a)

Moluskum Kontagiosum

b)

Ulkus durum

c)

Kondiloma lata

d)

Herpes genitalia

e)

Kondiloma akuminata

14.

Pemeriksaan penjunjang yang dapat dilakukan, kecuali:

a)

VDLR

b)

TPHA

c)

Pemeriksaan Lapangan gelap (dark field)

d)

Tes serologi ito-Reenstierna

e)

ELISA

15.

Terapi yang diberikan:

a)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im satu minggu sekali selama 3 minggu

b)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im dosis tunggal

c)

Azitromizin 1 g dosis tunggal

d)

Ceftriaxone 1 gr iv selama 10 hari

e)

Doksisiklin 100 mg sehari 2 kali selama 4 minggu

16.

Follow up setelah pengobatan:

a)

Pemeriksaan serologi setiap 3 bulan sampai melahirkan

b)

Pemeriksaan serologi setiap bulan sampai melahirkan

c)

Pemeriksaan serologi setiap 6 bulan

d)

Pemeriksaan serologi pada bulan ke-1,3, dan 6

e)

Pemeriksaan serologi setiap 2 bulan

17.

Komplikasi yang dapat terjadi pada anak yang dilahirkan setelah 2 tahun, jika pasien tidak diobati, kecuali:

a)

Osteokondritis

b)

Gigi Hutchinson

c)

Sklerosis

d)

Clutton’s joint

e)

Keratitis interstitialis

18.

Gambaran bakteri penyebab:

a)

Bentuk spiral, gram negative

b)

Diplokokus, gram negative

c)

School of fish, gram negative

d)

Clue cell, gram negative

e)

Railroad track, gram negative

19.

Diagnosis pada kasus di atas

a)

Sifilis primer

b)

Sifilis sekunder

c)

Limfogranuloma venereum

d)

Herpes genitalis

e)

Moluskum kontagiosum

20.

Gejala lain yang dapat terjadi pada penyakit tersebut kecuali

a)

Kondiloma lata

b)

Korona veneris

c)

Mucous patch

d)

Kerion

e)

Hepatosplenomegali

21.

Bakteri penyebab adalah

a)

Chlamydia trachomatis

b)

Neisseria gonorrhoeae

c)

Ureaplasma urealyticum

d)

T. mentagrophytes

e)

Treponema pallidum

22.

Terapi yang direkomendasikan

a)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im satu minggu sekali selama 3 minggu

b)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im dosis tunggal

c)

Penisilin G prokain 1,2 juta unit im sehari 2 kali

d)

Ceftriaxone 1 gr iv selama 10 hari

e)

Doksisiklin 100 mg sehari 2 kali selama 14 hari

23.

Delapan jam setelah pengobatan pasien mengeluh demam, nyeri sendi, lesi bertambah jelas , pasien mengalami:

a)

Drug eruption

b)

Hoigine

c)

Jarisch-Herxheimer reaction

d)

Neurosifilis

e)

Syok anafilaksis

24.

Satu bulan setelah pengobatan terdapat peningkatan hasil VDRL/RPR reaktif 1: 256 dan TPHA reaktif 1:2560, maka terapi yang diberikan:

a)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im satu minggu sekali selama 3 minggu

b)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit im dosis tunggal

c)

Penisilin G prokain 1,2 juta unit im sehari 2 kali

d)

Ceftriaxone 1 gr iv selama 10 hari

e)

Doksisiklin 100 mg sehari 2 kali selama 14 hari

25.

Diagnosis pada kasus di atas

a)

Sifilis kongenital lanjut

b)

Sifilis kongenital dini

c)

Infeksi HPV

d)

Sifilis primer

e)

Sifilis sekunder

26.

Kelainan mata khas yang terjadi pada sifilis kongenital stadium lanjut adalah

a)

Uveitis

b)

Katarak

c)

Blefaritis

d)

Korioretinitis

e)

Keratitis interstisial

27.

Manifestasi sifilis kongenital dipengaruhi oleh

a)

Usia kehamilan

b)

Stadium sifilis saat hamil

c)

Pengobatan ibu hamil

d)

Respons imunologis Janis

e)

Benar semua

28.

Terapi sifilis kongenital untuk neonatus umur kurang dari 30 hari adalah

a)

Benzatin penisilin G 50.000 unit/kg berat badan injeksi intramuskular

b)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit injeksi intramuscular

c)

Benzatin penisilin G 50.000 unit/kg berat badan dengan dosis maksimum sama dengan dosis dewasa 2.4 juta unit, injeksi intramuscular, 3 kali berturut-turut, dengan jarak 1 minggu

d)

Penisilin G kristal dalam akua dosis 100.000-150.000 unit/kg/hari diberikan sebagai 50.000 unit/kg/dosis intravena setiap 12 jam dalam 7 hari pertama, dan sesudah itu diberikan setiap 8 jam dengan total pengobatan selama 10 hari

e)

Penisilin G prokain 50.000 unit/kg/dosis secara intramuskulas dalam bentuk dosis tunggal harian selama 20 hari

29.

Manifestasi neurologis pada sifilis kongenital lanjut berupa

a)

Retardasi mental

b)

Spina bifida

c)

Microcephali

d)

Cerebral palsy

e)

Bibir sumbing

30.

Apakah diagnosis kasus diatas ?

a)

Sifilis stadium Primer

b)

Sifilis stadium Sekunder

c)

Sifilis stadium laten lanjut

d)

Sifilis stadium laten dini

e)

Sifilis stadium tersier

31.

Pengobatan yang tepat untuk kasus diatas yaitu :

a)

Penicilin Prokain 600.000 unit, intramuskular, selama 10-14 hari

b)

Benzatin penisilin G 50.000 unit/kg BB, intramuskular

c)

Doksisiklin 2x100 mg/hari, per oral. selama 14 hari

d)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit sebanyak 3 kali dengan jarak 1 minggu

e)

Benzatin penisilin G 2,4 juta unit dosis tunggal

32.

Komplikasi yang sering terjadi dan perlu kita lakukan evaluasi terhadap pasien adalah

a)

Neurosifilis asimtomatik

b)

Gangguan kardiovakular

c)

Gumma pada tulang

d)

Nodular sifilid

e)

Gumma saluran pernafasan

33.

Jika pada kasus tersebut diatas terjadi peningkatan titer, yang sebaiknya dilakukan adalah :

a)

Dilakukan lumbal pungsi cairan serebrospinal untuk mengetahui adanya gejala neurosifilis asimtomatik

b)

Pemberian ulang terapi

c)

Wait and see

d)

A dan b benar

e)

A,b, dan c benar

34.

Tindakan yang sebaiknya dilakukan untuk pasangan pasien adalah

a)

Diobati secara presumtif untuk sifilis dini meskipun hasil tes serologis negatif

b)

Diobati bila hasil tes serologis positif sesuai klinis dan stadium sifilis

c)

Tidak diobati bila hasil tes serologis negatif

d)

Evaluasi klinis dahulu

e)

Tidak dilakukan apa-apa