wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENGELOLAAN PESERTA DIDIK

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Berikut tidak termasuk pada prinsip pengelolaan peserta didik

a)

Kegiatannya mengemban misi dinas pendidikan

b)

Kegiatannya berupa menyatukan peserta didik yang beraneka ragam

c)

Kegiatannya sebagai pengaturan pembimbingan peserta

didik

d)

Mendorong dan memacu kemandirian peserta didik

e)

Bermanfaat bagi kehidupan peserta didik

2.

Kegiatan penempatan peserta didik merupakan kegiatan

pengelompokan dalam berbagai bentuk kelompok berdasarkan berbagai pertimbangan yang bersifat mendidik dengan tujuan menempatkan peserta didik dalam lingkungan dan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhannya berikut pernyataan tentang pengelompokan siswa yang benar

a)

Friendship Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan pada kesukaan di dalam memilih teman antar peserta didik itu sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik mempunyai kebebasan dalam memilih teman untuk dijadikan

sebagai anggota kelompoknya.

b)

Achievement Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan pada prestasi yang dicapai oleh peserta didik.

Pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran

antara peserta didik yang berprestasi tinggi dengan

peserta didik yang berprestasi rendah.

c)

Aptitude Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas kemampuan dan bakat yang diharapkan

d)

Attention or Interest Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas perhatian atau minat yang didasari kesenangan peserta didik itu sendiri. Pengelompokan ini didasari oleh adanya peserta didik yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu namun peserta didik tersebut tidak senang dengan bakat yang dimilikinya.

e)

Intellegence Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas hasil tes intelegensi yang diberikan kepada peserta didik itu sendiri.

3.

Setiap peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional,

mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan

dan/atau bakat istimewa berhak mengikuti pendidikan

secara inklusif pada satuan pendidikan tertentu, Peserta didik yang memiliki kelainan yang dimaksud adalah

a)

tunanetra, tuna rungu, tuna wicara

b)

tunagrahita, tuna daksa, tuna laras

c)

berkesulitan belajar, lamban belajar dan autis

d)

memiliki gangguan pencernaan, menjadi korban penyalahgunaan tindakan, obat anti depresan, dan zat adiktif

e)

memiliki kelainan lainnya dan tuna ganda

4.

Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif

menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang

mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik

sesuai dengan bakat, minat, dan minatnya. Berikut pernyataan yang berhubungan dengan pendidikan inklusi

a)

Memberikan kesempatan yang terbatas kepada

semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik,

emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi

kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh

pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan

kemampuannya

b)

Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang

menghargai kesamaan, bagi semua peserta didik

c)

Prinsip dasar dari sekolah inklusif adalah bahwa selama

memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar

bersama-sama, tanpa memandang kesulitan ataupun

perbedaan yang mungkin ada pada diri mereka

d)

Anak yang menyandang kebutuhan khusus

seyogyanya menerima dukungan tertentu yang mereka perlukan untuk menjamin efektifnya pendidikan mereka. Pendidikan inklusif merupakan alatyan g paling efektif untuk membangun solidaritas antara anak penyandang kebutuhan khusus dengan temanteman sebayanya

e)

Pengiriman anak secara permanen ke sekolah luar biasa atau kelas khusus atau bagian khusus di sebuah sekolah reguler seyogyanya merupakan suatu keumuman, yang direkomendasikan hanya pada kasus-kasus tertentu di mana terdapat bukti yang jelas bahwa pendidikan di kelas reguler tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan atau sosial anak, atau bila hal tersebut diperlukan demi kesejahteraan anak

yang bersangkutan atau kesejahteraan anak-anak lain di

sekolah itu

5.

Satuan pendidikan yang baik adalah satuan pendidikan

yang mampu memberikan layanan kepada peserta didik

sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu bentuk

potensi peserta didik adalah kecerdasan. Menurut Gardner

ada sembilan jenis kecerdasan, yaitu

a)

a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical

intelligence).

c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic

intelligence)

e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist

intelligence).

i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).

b)

a. Kecerdasan statistik(Linguistic intelligence).

b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical

intelligence).

c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic

intelligence)

e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist

intelligence).

i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).

c)

a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical

intelligence).

c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic

intelligence)

e. Kecerdasan communal (Communal intelligence).

f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist

intelligence).

i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).

d)

a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical

intelligence).

c. Kecerdasan pengasuhan (Nurturing intelligence).

d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic

intelligence)

e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist

intelligence).

i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).

e)

a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).

b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical

intelligence).

c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).

d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic

intelligence)

e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).

f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).

g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).

h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist

intelligence).

i. Kecerdasan sosial (Social intelligence).

6.

Pengelolaan peserta didik adalah layanan yang memusatkan pada tujuan khusus berikut ini, kecuali ..….

a)

meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan psikomotor peserta didik.

b)

menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum seperti kecerdasan, bakat, dan minat peserta.

c)

mendorong peserta didik mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut agar dapat belajar dengan baik dan mencapai cita-cita mereka.

d)

menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi

kebutuhan peserta didik

e)

Melatih keterampilan untuk kehidupan yang lebih baik

7.

Kompetensi peserta didik di abad XXI harus menjadi dasar

pertimbangan bagi pendidik dan kepala sekolah untuk

mengembangkan iklim pembelajaran yang mendukung

tercapainya kompetensi tersebut. Hal ini sesuai dengan prinsip pengelolaan peserta didik pada aspek .....….

a)

peserta didik akan termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang mereka kerjakan

b)

kegiatan harus mengacu pada peraturan yang berlaku

c)

kegiatan harus mampu menyalurkan aspirasi dan harapan peserta didik

d)

kegiatan harus dapat berjalan secara fungsional bagi

kehidupan peserta didik, baik di sekolah maupun pada

masa depannya.

e)

Kegiatan pembelajaran harus berdasarkan kondisi yang ada di lingkungan perserta didik

8.

Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan peserta didik sebaiknya menggunakan pendekatan kuantitaif dan

pendekatan kualitatif, karena hasil kedua pendekatan tersebut saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Pendekatan kualitatif lebih memberikan perhatian kepada:

a)

kesejahteraan peserta didik, diantaranya lebih diarahkan

agar peserta didik senang, sehingga mereka dapat

belajar dengan baik serta senang untuk mengembangkan

diri mereka sendiri.

b)

segi-segi administratif dan birokratik satuan pendidikan,

karena dengan adanya dukungan data yang kuat maka

program pengembangan dapat direncanakan dengan

lebih akurat.

c)

peserta didik yang diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan satuan pendidikan di tempat peserta didik tersebut belajar.

d)

peserta didik untuk lebih mentaati aturan-aturan, tugastugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga

di mana ia belajar agar dapat lebih matang dalam

mencapai keinginannya.

e)

Peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuna dan teknologi yang ada di lingkunganya

9.

Kegiatan penempatan peserta didik merupakan kegiatan

pengelompokan dalam berbagai bentuk kelompok berdasarkan berbagai pertimbangan yang bersifat mendidik dengan tujuan menempatkan peserta didik dalam lingkungan dan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Pengelompokan peserta didik dapat dilakukan berdasarkan aspek-aspek berikut ini, kecuali:

a)

fungsi integrasi

b)

fungsi zonasi

c)

fungsi perbedaan

d)

hasil belajar peserta didik.

10.

Perencanaan merupakan awal dari segala aspek yang akan

dilakukan dalam manajemen pendidikan. Langkah awal

perencanaan merupakan aktifitas untuk memilih berbagai

alternatif tindakan yang bermuara pada target yang harus

dicapai . Setelah target ditetapkan, diikuti dan pengembangan bakat dan minat peserta didik diantaranya

adalah

a)

Mendata bakat, minat, kreativitas peserta didik dan Mengklasifikasi data sesuai bakat, minat, dan kreativitas

peserta didik

b)

Menyusun program atau jadwal dan Mengalokasikan dana;

c)

Menyediakan sarana yang dibutuhkan dan Menyiapkan tenaga pelatih bakat, minat, kreativitas peserta didik;

d)

Merencanakan penampilan karya/gelar seni/pentas dan Melakukan evaluasi

e)

Mengevaluasi tingkat kepuasan peserta didik dalam pembelajaran

11.

Layanan Bimbingan dan Konseling meliputi hal berikut kecuali

a)

Layanan dasar

b)

Layanan peminatan dan perencanaan individual

c)

Layanan responsif

d)

Layanan dukungan sistem

e)

Layanan kebutuhan dasar manusia

12.

Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang

dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan

intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah

bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

(Permendikbud No. 62 Tahun 2014) berikut tidak termasuk kepada kegiatan ekstrakurikuler

a)

Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan

Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja

(PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan

Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya.

b)

Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR),

kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan

akademik, penelitian, dan lainnya

c)

Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya:

pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya,

pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi

dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya

d)

Keagamaan, misalnya: pesantren Ramadhan, baca tulis

Al Qur’an, tahfidzul Qur’an, ceramah keagamaan, dan

retreat

e)

Bentuk kegiatan lainnya. Pengembangan berbagai

bentuk kegiatan ekstrakurikuler pilihan dilakukan

dengan mengacu pada prinsip (a) profit finansial dan

(b) menyenangkan

13.

Pelaksanaan kegiatan harus terprogram dan sekurang kurangnya sistematika program kegiatan ekstrakurikuler tidak harus memuat memuat:

a)

Rasional dan tujuan umum;

b)

Deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler

c)

Pengelolaan

d)

Pendanaan;

e)

Monitoring

14.

Pengelolaan peserta didik yang sangat mendesak

penangannya sebaiknya diarahkan pada....

a)

perkembangan bakat dan minat sesuai dengan tren

masyarakat

b)

menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum

(kecerdasan), bakat, dan minat peserta

c)

kebutuhan peserta didik dalam menghadapi kesulitan

belajar

d)

menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan

peserta didik tertentu

15.

Bakat adalah potensi dasar yang dibawa dari lahir. Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Pemberian layanan yang tepat sesuai dengan bakat dan minat peserta didik memerlukan data yang akurat mengenai potensi dasar yang dimiliki oleh mereka sebelum menentukan kegiatan apa yang akan diberikan. Data ini tidak bisa diperoleh dengan cara berikut:

a)

tes bakat dan minat.

b)

angket survey orang tua peserta didik

c)

kajian biodata peserta didik

d)

studi dokumen

e)

Angket kepada orang dekatnya