NEW
Font size
WorksheetsPENGELOLAAN PESERTA DIDIK
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Berikut tidak termasuk pada prinsip pengelolaan peserta didik
Kegiatannya mengemban misi dinas pendidikan
Kegiatannya berupa menyatukan peserta didik yang beraneka ragam
Kegiatannya sebagai pengaturan pembimbingan peserta
didik
Mendorong dan memacu kemandirian peserta didik
Bermanfaat bagi kehidupan peserta didik
Kegiatan penempatan peserta didik merupakan kegiatan
pengelompokan dalam berbagai bentuk kelompok berdasarkan berbagai pertimbangan yang bersifat mendidik dengan tujuan menempatkan peserta didik dalam lingkungan dan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhannya berikut pernyataan tentang pengelompokan siswa yang benar
Friendship Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan pada kesukaan di dalam memilih teman antar peserta didik itu sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik mempunyai kebebasan dalam memilih teman untuk dijadikan
sebagai anggota kelompoknya.
Achievement Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan pada prestasi yang dicapai oleh peserta didik.
Pengelompokan ini biasanya diadakan percampuran
antara peserta didik yang berprestasi tinggi dengan
peserta didik yang berprestasi rendah.
Aptitude Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas kemampuan dan bakat yang diharapkan
Attention or Interest Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas perhatian atau minat yang didasari kesenangan peserta didik itu sendiri. Pengelompokan ini didasari oleh adanya peserta didik yang mempunyai bakat dalam bidang tertentu namun peserta didik tersebut tidak senang dengan bakat yang dimilikinya.
Intellegence Grouping, Pengelompokan peserta didik yang didasarkan atas hasil tes intelegensi yang diberikan kepada peserta didik itu sendiri.
Setiap peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional,
mental, dan sosial atau memiliki potensi kecerdasan
dan/atau bakat istimewa berhak mengikuti pendidikan
secara inklusif pada satuan pendidikan tertentu, Peserta didik yang memiliki kelainan yang dimaksud adalah
tunanetra, tuna rungu, tuna wicara
tunagrahita, tuna daksa, tuna laras
berkesulitan belajar, lamban belajar dan autis
memiliki gangguan pencernaan, menjadi korban penyalahgunaan tindakan, obat anti depresan, dan zat adiktif
memiliki kelainan lainnya dan tuna ganda
Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif
menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang
mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik
sesuai dengan bakat, minat, dan minatnya. Berikut pernyataan yang berhubungan dengan pendidikan inklusi
Memberikan kesempatan yang terbatas kepada
semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik,
emosional, mental, dan sosial atau memiliki potensi
kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk memperoleh
pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuannya
Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang
menghargai kesamaan, bagi semua peserta didik
Prinsip dasar dari sekolah inklusif adalah bahwa selama
memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar
bersama-sama, tanpa memandang kesulitan ataupun
perbedaan yang mungkin ada pada diri mereka
Anak yang menyandang kebutuhan khusus
seyogyanya menerima dukungan tertentu yang mereka perlukan untuk menjamin efektifnya pendidikan mereka. Pendidikan inklusif merupakan alatyan g paling efektif untuk membangun solidaritas antara anak penyandang kebutuhan khusus dengan temanteman sebayanya
Pengiriman anak secara permanen ke sekolah luar biasa atau kelas khusus atau bagian khusus di sebuah sekolah reguler seyogyanya merupakan suatu keumuman, yang direkomendasikan hanya pada kasus-kasus tertentu di mana terdapat bukti yang jelas bahwa pendidikan di kelas reguler tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan atau sosial anak, atau bila hal tersebut diperlukan demi kesejahteraan anak
yang bersangkutan atau kesejahteraan anak-anak lain di
sekolah itu
Satuan pendidikan yang baik adalah satuan pendidikan
yang mampu memberikan layanan kepada peserta didik
sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu bentuk
potensi peserta didik adalah kecerdasan. Menurut Gardner
ada sembilan jenis kecerdasan, yaitu
a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).
b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical
intelligence).
c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).
d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic
intelligence)
e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).
f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).
g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist
intelligence).
i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).
a. Kecerdasan statistik(Linguistic intelligence).
b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical
intelligence).
c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).
d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic
intelligence)
e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).
f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).
g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist
intelligence).
i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).
a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).
b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical
intelligence).
c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).
d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic
intelligence)
e. Kecerdasan communal (Communal intelligence).
f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).
g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist
intelligence).
i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).
a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).
b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical
intelligence).
c. Kecerdasan pengasuhan (Nurturing intelligence).
d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic
intelligence)
e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).
f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).
g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist
intelligence).
i. Kecerdasan eksistensial (Existential intelligence).
a. Kecerdasan linguistik (Linguistic intelligence).
b. Kecerdasan matematis-logis (Logical – mathematical
intelligence).
c. Kecerdasan ruang (Spatial intelligence).
d. Kecerdasan kinestetic-badani (bodily-kinesthetic
intelligence)
e. Kecerdasan musikal (Musical intelligence).
f. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence).
g. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence).
h. Kecerdasan lingkungan/naturalis (Naturalist
intelligence).
i. Kecerdasan sosial (Social intelligence).
Pengelolaan peserta didik adalah layanan yang memusatkan pada tujuan khusus berikut ini, kecuali ..….
meningkatkan sikap, pengetahuan dan ketrampilan psikomotor peserta didik.
menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum seperti kecerdasan, bakat, dan minat peserta.
mendorong peserta didik mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang lebih lanjut agar dapat belajar dengan baik dan mencapai cita-cita mereka.
menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi
kebutuhan peserta didik
Melatih keterampilan untuk kehidupan yang lebih baik
Kompetensi peserta didik di abad XXI harus menjadi dasar
pertimbangan bagi pendidik dan kepala sekolah untuk
mengembangkan iklim pembelajaran yang mendukung
tercapainya kompetensi tersebut. Hal ini sesuai dengan prinsip pengelolaan peserta didik pada aspek .....….
peserta didik akan termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang mereka kerjakan
kegiatan harus mengacu pada peraturan yang berlaku
kegiatan harus mampu menyalurkan aspirasi dan harapan peserta didik
kegiatan harus dapat berjalan secara fungsional bagi
kehidupan peserta didik, baik di sekolah maupun pada
masa depannya.
Kegiatan pembelajaran harus berdasarkan kondisi yang ada di lingkungan perserta didik
Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan peserta didik sebaiknya menggunakan pendekatan kuantitaif dan
pendekatan kualitatif, karena hasil kedua pendekatan tersebut saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Pendekatan kualitatif lebih memberikan perhatian kepada:
kesejahteraan peserta didik, diantaranya lebih diarahkan
agar peserta didik senang, sehingga mereka dapat
belajar dengan baik serta senang untuk mengembangkan
diri mereka sendiri.
segi-segi administratif dan birokratik satuan pendidikan,
karena dengan adanya dukungan data yang kuat maka
program pengembangan dapat direncanakan dengan
lebih akurat.
peserta didik yang diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan satuan pendidikan di tempat peserta didik tersebut belajar.
peserta didik untuk lebih mentaati aturan-aturan, tugastugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga
di mana ia belajar agar dapat lebih matang dalam
mencapai keinginannya.
Peserta didik untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuna dan teknologi yang ada di lingkunganya
Kegiatan penempatan peserta didik merupakan kegiatan
pengelompokan dalam berbagai bentuk kelompok berdasarkan berbagai pertimbangan yang bersifat mendidik dengan tujuan menempatkan peserta didik dalam lingkungan dan suasana belajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Pengelompokan peserta didik dapat dilakukan berdasarkan aspek-aspek berikut ini, kecuali:
fungsi integrasi
fungsi zonasi
fungsi perbedaan
hasil belajar peserta didik.
Perencanaan merupakan awal dari segala aspek yang akan
dilakukan dalam manajemen pendidikan. Langkah awal
perencanaan merupakan aktifitas untuk memilih berbagai
alternatif tindakan yang bermuara pada target yang harus
dicapai . Setelah target ditetapkan, diikuti dan pengembangan bakat dan minat peserta didik diantaranya
adalah
Mendata bakat, minat, kreativitas peserta didik dan Mengklasifikasi data sesuai bakat, minat, dan kreativitas
peserta didik
Menyusun program atau jadwal dan Mengalokasikan dana;
Menyediakan sarana yang dibutuhkan dan Menyiapkan tenaga pelatih bakat, minat, kreativitas peserta didik;
Merencanakan penampilan karya/gelar seni/pentas dan Melakukan evaluasi
Mengevaluasi tingkat kepuasan peserta didik dalam pembelajaran
Layanan Bimbingan dan Konseling meliputi hal berikut kecuali
Layanan dasar
Layanan peminatan dan perencanaan individual
Layanan responsif
Layanan dukungan sistem
Layanan kebutuhan dasar manusia
Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang
dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan
intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah
bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
(Permendikbud No. 62 Tahun 2014) berikut tidak termasuk kepada kegiatan ekstrakurikuler
Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan
Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja
(PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan
Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya.
Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR),
kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan
akademik, penelitian, dan lainnya
Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya:
pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya,
pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi
dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya
Keagamaan, misalnya: pesantren Ramadhan, baca tulis
Al Qur’an, tahfidzul Qur’an, ceramah keagamaan, dan
retreat
Bentuk kegiatan lainnya. Pengembangan berbagai
bentuk kegiatan ekstrakurikuler pilihan dilakukan
dengan mengacu pada prinsip (a) profit finansial dan
(b) menyenangkan
Pelaksanaan kegiatan harus terprogram dan sekurang kurangnya sistematika program kegiatan ekstrakurikuler tidak harus memuat memuat:
Rasional dan tujuan umum;
Deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler
Pengelolaan
Pendanaan;
Monitoring
Pengelolaan peserta didik yang sangat mendesak
penangannya sebaiknya diarahkan pada....
perkembangan bakat dan minat sesuai dengan tren
masyarakat
menyalurkan dan mengembangkan kemampuan umum
(kecerdasan), bakat, dan minat peserta
kebutuhan peserta didik dalam menghadapi kesulitan
belajar
menyalurkan aspirasi, harapan dan memenuhi kebutuhan
peserta didik tertentu
Bakat adalah potensi dasar yang dibawa dari lahir. Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Pemberian layanan yang tepat sesuai dengan bakat dan minat peserta didik memerlukan data yang akurat mengenai potensi dasar yang dimiliki oleh mereka sebelum menentukan kegiatan apa yang akan diberikan. Data ini tidak bisa diperoleh dengan cara berikut:
tes bakat dan minat.
angket survey orang tua peserta didik
kajian biodata peserta didik
studi dokumen
Angket kepada orang dekatnya
