NEW
Font size
WorksheetsPengetahuan 2
Total questions: 27
Worksheet time: 54mins
Pereaksi berikut dapat digunakan untuk mengindentifikasi keberadaan ion iodida dalam sampel
tembaga sulfat
natrium fluorida
perak nitrat
kalium permanganat
natrium hidrogen karbonat
sebanyak 200 ml alrutan asamformiat (HCOOH) 0,1 M dititrasi dengan 100 ml larutan kalium hidroksida 0,2 M. Jika kedalam campuran ditambahkan air suling samai volumenya satu liter maka harga Ph campurab tersebut adalah... (Ka HCOOH 2 x10-4)
5
6
8
9
10
M(OH)2 mempunyai Ksp=3,2 .10-5. Harga ph Larutan Jenuh M (OH)2 dalam air adalah
12
12+log4
11
11+log4
10
Silikon merupakan salah satu unsur yang terletak pada periode 3 dalam sistem perodik unsur. Walaupun unsur tersebut bersifat metaloid tetapi titik lelehnya jauh lebih tinggi dibandingkan loham natrium, magnesium maupun aluminium. Fenomena tersebut disebabkan oleh adanya
kayan ion yang kuat
ikatan kivalen yang kuat
gabungan ikatan ion dan kovalen yang kuat
ikatan van der waals yang kuat
celah energi yang sangat rendah
beberapa negara di timur tenga untuk memenuhi kebutuhan air tawar dilakukan dengan megalirkan air laut melalui suatu membran yang dapat dilewati oleh partikel garam. Proses tersebut dikenal dengan
dialisis
osmosis
reverse osmosis
difusi
elektroforesis
logam tembaga 25,6 gram direaksikan dengan belerang berlebih menghasilkn 32 gram tembaga sulfida. ar S =32 ar Cu=64, maka rumus molekul senywa tersebut adalah
Cus
Cu2S
CuS2
Cu2S3
Cu3S7
Hasil uji suatu karbohidrat adalah sebagai berikut
dengan fehlng menghasilkan endapan merah bata dengan toluena menghasilkan cermin perak reaksi hidrolisis menghasilkan dua monosakarida yang sejens
dari hasil uji tersebut karbohidrat tersebut adalah
glukosa
laktos
fruktosa
sukrosa
maltosa
sejumlah 25 gram campuran mengandung 40% kalsium karbonal dan sisanya kalsium hidroksida. Untuk melarutkan campuran tersebut diperlukan larutan asam klorida 2M sebanyak
100ml
200ml
250ml
300ml
400ml
unsur 1A dan 8B membentuk senyawa A2B, senyawa tersebut memilki bentuk molekul dan kepolaran berturut turut ...
tetrahedral dan polar
tetrahedral dan non polar
bentuk v dan polar
bentuk V dan non polar
linier dan non polar
larutan basa lemah XOH mempunyai konsentrasi 0,1M. Bila tetapan ionisasinya basa tersebut sebesar 10-5, maka pH larutan tersebut adalah
3
7-log5
7+log5
11
11+log5
suatu unsur mempunyai konfigurasi elektron K=2, L=8, M =18, dan N=7 salah satu isotopnya mempunyai nomor massa 80. Isotop tersebut mengandung
35 elektron 35 neutron
35 proton 35 neutron
35 proton 45 neutron
35 elektron 80 neutron
80 neutron 80 elektron
bioetanol dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif karena
etanol yang berasal dari bahan-bahan pertanian
berbentuk cair, jernih, bau kuat, larut dalam bensin
etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi
etanol dapat berekasi dengan oksiden menghasilkan panas
etanol mengalami reaksi dehidrasi akan menghasilkan etena
berdasarkan sifat periodik unsur unsur halogen, HF diharapkan mempunai titik didih paling rendah dibandingkan dengan HI, HCl dan HBr. Namun pada kenyataaanya HF mempunyai titik didik paling tinggi karena HF mempunyai ikatan
ion
hidrogen
kovalen
van der waals
kovalen-ion
tetapan kesetimbangan dari reksi H2S <--> H2 + S2 adalah 10-5 pada suhu 750c. bila keadaan setimbang dalam suatu volum 10 L terdapat 4,2 mol H2S dan 0,21 mol H2 maka jumlah S2 adalah
0,210
0.042
0.420
0.004
0.021
unsur z merupakan salah satu unsur dalam periode ketiga. Larutan oksida unsur z dalam air dapar membirukan kertas lakmus merah. Jika unsur z dimasukkan kedalam air terjadi reaksi hebat yang dapat menimbulkan letupan . Unsur z adlah
Na
Mg
Al
Cl
P
Di antara nama IUPAC senyaw berikut yang todak benar adlah
H2S ; Hidrogen sulfida
N2O5 : dinitrogen pentoksida
P4O10 : tetrafosfor dekoksida
PbSO4 ; timbal (II) sulfat
AlCl3 ; aluminium (III) klorida
suatu cairan murni mempunyai tekanan uap 80 mmHg pada suhu 25C. 2 mol cairan ini dicampurkan dengan 3 mol suatu zat non elektrolit yang tidak menguap. Jika larutan ini merupakan larutan ideal, tekann upanya sama dengan
16 mmHg
32 mmHg
48 mmHg
24 mmHg
96 mmHg
fruktosa merupakan salah satu karbohidrat yang tingkat kemanisannya paling tinggi. Jika rumus molekul air tersebut C6H12O6, maka larutan fruktosa 10% dalam air (b/b) memiliki molalitas sebesar..
0,82
0,62
0,72
0,52
0,42
diketahui entalpi sublimasi grafit = 725 kj/mol, energi disosiasi ikatan H-H =436 kj/mol dan entalpi pebentukan metana =-76 kj/mol, maka energi ikatan rata rata C-H adlah
418 kj/mol
255 kj/mol
209 kj/mol
105 kj/mol
76 kj/mol
jumlah ikatan kovalen koordinasi dalam asam nitrat adlah
5
4
3
2
1
bila 100 ml larutan Ca (NO3)2 0,3 M direkasikan dengan 200ml larutan NaF 0,06 M, maka yang terjadi adalah... (Ksp CaF2 = 3,2 . 10-11
terbentuk endapan
larutan tepat jenuh
larutan homogen
tidak terjadi endapan
mengendap kemudian larut lagi
diketaui kalor pembentukan satandar untuk Co2 = 94,0 kkal/mol, H2O =-68,3 kkal/mol dan CH4 = -17,9 kkal/mol. Kalor yang dihasilkan jika satu mol metana dibakar dalam gas oksigen adalah
144,5 kkal
180,2 kkal
212,7 kkal
248,5 kkal
266,4 kkal
logam raksa bereksi sebgai berikut
HgS + CaO ----> CaS + CaSO4 + Hg
Jika 46,4 gram HgS direaksikan dengan 16,8 gram CaO maka massa raksa yang dihasilkan adalah (Ar Ca =40 Hg=200)
60g
40g
20g
10g
5g
Massa NaOH padat yang harus ditambahkan ke dalam 100ml larutan CH3COOH 0,1 M(ka =10-5 ) agar diperoleh larutan penyangga dengan pH= 6 adlah
0,36g
0,4g
0,9g
36g
360g
sebanyak 3.42 gram Zat A dilarutkan dalam 300 gram air. Penurunan titik beku larutan ini terjadi 3 kali lebih kecil dari penurunan titik beku larutan urea (mr=60) yang mengandung 1,5 gram urea dalam 250 gram air. Mr zat A tersebut adalah
38
90
180
186
342
reaksi dehidrasi 2 metil butanol berkatalis asam akan menghasilkan produk dominan berupa
2 metil 2 butena
1 metil 2 butena
2 metil 1 butena
2 metil butana
2 metil butanal
instrumen yang tepat digunakan untuk menentukan konsentrasi logam berat timbal dalam jumlah teknik yang mencemaru air sungai adalah
densitometri
difraksi sinar x
spektriskopi ir
X ry
spektroskopi serapan atom
