NEW
Font size
WorksheetsUjian Pemahaman GRC Kantor Cabang Merauke
Total questions: 30
Worksheet time: 11mins
Pedoman Pengelolaan Keuangan Aset BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Direksi nomor:
Perdir nomor 12 tahun 2019
Perdir nomor 13 tahun 2019
Perdir nomor 11 tahun 2019
Perdir nomor 14 tahun 2019
Pedoman Pengelolaan Perpajakan BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Direksi nomor:
Perdir nomor 13 tahun 2019
Perdir nomor 10 tahun 2019
Perdir nomor 12 tahun 2019
Perdir nomor 11 tahun 2019
Ketentuan aging Uang Muka Kerja adalah :
30 hari kalender dihitung UMK pertama dalam sebulan
30 hari kalender dihitung UMK terakhir dalam sebulan
30 hari kerja dihitung UMK pertama dalam sebulan
30 hari kerja dihitung UMK terakhir dalam sebulan
Alur pembayaran ganti rugi adalah:
Rekonsiliasi, Informasi keterlambatan, BA, Melakukan pembayaran
BA, Rekonsiliasi, Informasi keterlambatan, Melakukan pembayaran
Melakukan pembayaran, BA, Rekonsiliasi, Informasi keterlambatan,
Informasi keterlambatan, rekonsiliasi, BA, Melakukan pembayaran
Pph bagi pekerjaan jasa melalui vendor orang pribadi bukan badan adalah
Pph Pasal 21
Pph Pasal 23
Pph Pasal 21 Final
Pph Pasal 23 Final
Pedoman Pengelolaan Proses Bisnis BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Direksi nomor:
Perdir nomor 67 tahun 2018
Perdir nomor 68 tahun 2018
Perdir nomor 69 tahun 2018
Perdir nomor 70 tahun 2018
Pemilik proses bisnis (BPO) di Kantor Cabang BPJS Kesehatan adalah :
Kepala Cabang dan Kabid
Kepala Cabang dan KaKab
Kabid dan KaKab
Semua benar
Monitoring Penerapan Pro-Ops dan IK dilakukan melalui :
Uji silang
Uji petik
Forum Komunikasi Pro-Ops
Semua benar
Pedoman Manajemen Risiko Terintegrasi BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Direksi nomor:
Perdir nomor 45 tahun 2017
Perdir nomor 45 tahun 2015
Perdir nomor 46 tahun 2017
Perdir nomor 47 tahun 2017
Dasar pengelolaan risiko BPJS Kesehatan adalah berbasis pada, kecuali:
PP 108/2013
Per OJK 5/203
Perdir nomor 46 tahun 2017
ISO 31000
Risiko dapat diterima bilamana:
Berpotensi mengganggu sustainabilitas organisasi
Tingkat risiko masih berada dalam rentang (range) selera risiko Direksi
Peluang atas risiko tidak teridentifikasi dengan jelas
Potensi manfaat yang diterima dari risiko tersebut lebih rendah dibandingkan dengan upaya yang harus dikeluarkan untuk mengelola risiko
Definisi Risiko adalah, kecuali:
Ketidakpastian yang berdampak pada sasaran
Hal-hal yang BILAMANA TERJADI mempunyai pengaruh pada pencapaian sasaran
Segala peristiwa yang disebabkan oleh alam ataupun ulah manusia, yang berdampak pada sasaran organisasi
Tindakan untuk mengurangi dampak yang tidak diinginkan
Berikut adalah hal-hal yang terkait dengan manajemen risiko, kecuali:
Berlanjut (on going) dan sistematis
Fokus pada kondisi bisnis normal
Responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis
Fokus pada solusi dan pemulihan akibat bencana
Yang bukan merupakan pemilik risiko BPJS Kesehatan, adalah:
Risiko terdapat pada seluruh tingkatan organisasi
Risiko tidak terdapat pada seluruh proses bisnis
Setiap orang dalam perusahaan mempunyai sasaran kerja
Pemilik sasaran, kewenangan dan akuntabilitas semua tingkat organisasi
11 Prinsip dalam arsitektur manajemen terintegrasi BPJS Kesehatan, kecuali
Bagian integral proses organisasi
Bukan merupakan bagian dari pengambilan keputusan
Bersifat dinamis, iterative dan respnsif thdp perubahan
Bersifat transparan dan inklusif
Manfaat manajemen risiko adalah, kecuali
Meningkatkan peluang pencapaian sasaran
Mendorong pengelolaan yang tepat sasaran
Mengembangkan tata kelola
Mendukung pembelajaran organisasi
Salah satu komponen atau fungsi dalam 1st line of defense adalah:
Pengendalian internal (existing control) yang efektif
Memantau dan melaporkan risiko-risiko organisasi secara keseluruhan
Melakukan review dan evaluasi kerangka kerja dan implementasi manajemen risiko
Mengembangkan dan memantau manajemen risiko secara keseluruhan
Selera risiko adalah:
Jumlah dari jenis risiko yang tidak siap ditangani atau diterima organisasi
Jumlah dari jenis risiko yang siap ditangani atau tidak diterima organisasi
Tingkat variabilitas imbal hasil yang bersedia ditanggung
Jumlah dari jenis risiko yang siap ditangani atau diterima organisasi
Penetapan konteks pada pengelolaan manajemen risiko BPJS Kesehatan melalui formulir:
FMR-01
FMR-02
FMR-03
FMR-04
Tujuan identifikasi risiko adalah
Menghasilkan sebanyak mungkin mitigasi risiko
Menentukan sebanyak mungkin selera risiko
Menentukan sebanyak mungkin risiko
Metapkan current risiko
Proses analisis risiko antara lain, kecuali
Identifikasi dan evaluasi pengendalian risiko yang ada
Menentukan tingkat kemungkinan dan dampak risiko
Menetapkan mitigasi risiko
Menentukan peringkat risiko
Akuntabilitas peta risiko menengah dilakukan oleh
Kabid dan Kakab
DepDirBid/DepDirWil/Cabang
Direksi
Asisten Deputi Bidang
Kriteria kemungkinan tinggi adalah
1% - 5%
5% - 15%
15% - 65%
35% - 65%
Dasar Pedoman pengukuran maturity level dari pengendalian internal berbasis pada...
COSO 2013
ISO 31000-2009
POJK 05/2014
ISO 32000-2009
Manfaat dari pengendalian internal adalah
Membantu organisasi mencapai tujuan dan mengurangi risiko yang dihadapi organisasi
Melakukan pengawasan terhadap bagaimn fungsi bisis dilaksanakan sesuai kebijakan
Mengawasi dan memastikan efektivitas
Pengawasan terhadap penerapan kontrol yang baik
Peraturan Direksi yang mengatur tentang Business Continuity Management (BCM) BPJS Kesehatan adalah ....
Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 25 Tahun 2018
Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 25 Tahun 2017
Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017
Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 27 Tahun 2018
Pengertian dari Business Continuity adalah
Usaha yang dilakukan agar bisnis tetap dapat beroperasi pada kondisi yang acceptable (dapat diterima)
Kondisi yang dapat ditoleransikan oleh stakeholder perusahaan/organisasi apabila kondisi di luar normal terjadi.
Kondisi di luar normal yang berpotensi besar menghentikan proses bisnis kritikal organisasi
Semua benar
Aktivitas dalam CMS (Control Management System) BPJS Kesehatan merupakan…
Rencana kegiatan dalam upaya pencapaian APC yang tidak dapat dirubah
Mitigasi risiko dalam upaya pencapaian APC dan perlu dilakukan evaluasi apabila Key Risk Indikator tidak tercapai
Mitigasi risiko dalam upaya pencapaian APC dan tidak perlu dilakukan evaluasi apabila Key Risk Indicator tidak tercapai
Semua jawaban benar
Pedoman Monitoring dan Evaluasi Kinerja Kedeputian Wilayah dan Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah…
Nomor 07 Tahun 2017
Nomor 07 Tahun 2018
Nomor 08 Tahun 2017
Nomor 08 Tahun 2018
Frekuensi monitoring dan evaluasi CMS (Control Management System) BPJS Kesehatan yang dilaksanakan oleh Kepala Cabang adalah…
Harian dan Bulanan
Harian, Mingguan dan Bulanan
Mingguan dan Bulanan
Bulanan, Triwulanan dan Semesteran
