WorksheetsCAT BPK Lulus Semua Oye
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
Apakah manfaat kode etik bagi profesi yang terkait?
a)
Memberikan arah filosofi yang jelas bagi profesi untuk berperilaku
b)
Sumber aturan yang harus dipatuhi bagi profesi
c)
Dasar hukuman bagi pelanggar profesi
d)
Memberikan rasa aman bagi pengguna jasa profesi
2.
Dibawah ini adalah perangkat etika yang dimiliki BPK, Kecuali?
a)
UU No. 1 tahun 2004
b)
UU No. 15 tahun 2006
c)
Peraturan BPK Nomor 4 Tahun 2018
d)
Peraturan BPK No 5 tahun 2018
3.
Dibawah ini adalah nilai-nilai dasar BPK, Kecuali?
a)
Mengutamakan Peran Serta BPK untuk mencapaitujuan bernegara
b)
Menjunjung tinggi martabat, kehormatan, citra dan kredibiltas BPK
c)
Mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan
d)
Menjunjung tinggi independensi, integritas dan profesionalitas
4.
Yang termasuk dalam sistem pengendalian integritas yaitu
a)
Pengendalian Umum
b)
Pengendalian Profesionalisme
c)
Pengedalian Jabatan
d)
Pengendalian Kecurangan
5.
Dibawah ini adalah Formula 3 A dalam pendekatan Asertivitas, Kecuali?
a)
Attractive
b)
Appreciation
c)
Acceptance
d)
Accomodating
6.
Nilai-nilai etika (ethical values) adalah keyakinan pribadi seseorang tentang mana yang benar dan mana yang salah. Unsur pembentuk nilai-nilai etika antala lain?
a)
Nilai-nilai manfaat, Nilai-nilai hak moral, dan Nilai-nilai keadilan
b)
Nilai-nilai Sosial, Nilai-nilai hak moral, dan Nilai-nilai keadilan
c)
Nilai-nilai profesional, Nilai-nilai hak moral, dan Nilai-nilai Sosial
d)
Nilai-nilai hak dasar, Nilai-nilai profesional, dan Nilai-nilai keadilan
7.
Etika Organisasi adalah Nilai-nilai, keyakinan, dan aturan moral yang menentukan organisasi dan anggotanya untuk berinteraksi baik antar anggota yang terbentuk dari etika-etika:
a)
Etika Sosial, Etika Profesional, dan Etika Individu
b)
Etika Sosial, Etika Moral, dan Etika Individu
c)
Etika Pegawai, Etika Profesional, dan Etika Keadilan
d)
Etika Sosial, Etika Profesional, dan Etika Pegawai
8.
Dalam kode etik BPK terdapat kewajiban yang perlu diterapkan oleh Anggota maupun Pemeriksa BPK diantaranya, kecuali?
a)
Menunjukkan sikap profesional dalam melaksanakan tugas pemeriksaan
b)
Menjaga kerahasiaan hasil pemeriksaan kepada pihak yang tidak berkepentingan
c)
Meningkatkan pengetahuan dan keahliannya
d)
Melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standard dan pedoman pemeriksaan
9.
Tiga keterampilan dasar yang sangat terkait dengan komunikasi antara lain
a)
Keterampilan konseptual, Keterampilan berhubungan dengan orang lain, dan Keterampilan teknis
b)
Keterampilan konseptual, Keterampilan berbicara, dan Keterampilan teknis
c)
Keterampilan konseptual, Keterampilan berbicara, dan Keterampilan presentasi
d)
Keterampilan Berbicara, Keterampilan berhubungan dengan orang lain, dan Keterampilan presentasi
10.
Komentarnya yang kasar, sarkasme yang menggigit, dan keahliannya adalah membuat lawan bicaranya terlihat bodoh merupakan perilakudari tipe orang
a)
Si Penembak Jitu (Sniper)
b)
Si Tahu Segalanya (Know-it-All Experts)
c)
Orang yang Mengira Sudah Tahu Semua (Think-They-Know-it-Alls)
d)
Si Granat (Exploders)
11.
Agar presentasi yang disampaikan menjadi lebih efektif, maka presenter perlu memahami bahwa audiens memilki karakter yang berbeda dalam hal cara menyerap informasi. Setidaknya ada tiga tipe atau karakteristik audiens antara lain:
a)
tipe visual, tipe auditori, dan tipe kinestetik
b)
tipe visual, tipe auditori, dan tipe linguistik
c)
tipe casual, tipe mandatori, dan tipe kinestetik
d)
tipe casual, tipe mandatori, dan tipe lingustik
e)
s
12.
Berikut adalah hal yang dapat disampaikan pada bagian penutup presentasi:
a)
Lelucon yang relevan
b)
Pertanyaan mengenai presentasi
c)
Komentar prilaku audien
d)
Mengulang presentasi
13.
Dalam komunikasi kepemimpinan terdapat pedoman dalam memberikan instruksi, salah satunya:
a)
Jadilah diri sendiri
b)
Lakukan koreksi didepan umum
c)
Gunakan kalimat yang emosional
d)
Intruksikan kepada yang mau melaksanakan saja
14.
Untuk mendukung presentasi yang efektif diperlukan alat bantu yang memenuhi persyaratan:
a)
Aman
b)
Mewah
c)
Kekinian (update)
d)
Sederhana
15.
Pertanyaan digolongan dalam berbagai jenis diantaranya, kecuali:
a)
Pertanyaan berjenjang
b)
Pertanyaan berkait
c)
Pertanyaan penyelidikan
d)
Pertanyaan diskriminatif
16.
Dalam pertemuan yangpeserta terbatas diantara mereka yang terlibat dalam proses pembuatan keputusan, merupakan jenis pertemuan
a)
Pembuatan keputusan
b)
Penyampaian Informasi
c)
Negosiasi
d)
Penyelesaian masalah
17.
Yang tidak termasuk dalam hukum komunikasi yang efektif
a)
Feedback
b)
Respect
c)
Empathy
d)
Clarity
18.
Dibawah ini adalah hambatan dalam berkomunikasi, kecuali
a)
Asertif
b)
Kecurigaan
c)
Perasaan Negatif
d)
Asumsi
19.
Hal-hal berikut ini terkait dengan sistem pengendalian internal untuk mencapai tujuan entitas, kecuali
a)
Kinerja Entitas
b)
Pengemanan aset
c)
Keandalan Informasi Keuangan
d)
Efektifitas dan Efisiensi Operasi
20.
Yang termasuk dalam komponen sistem pengendalian internal, yaitu:
a)
Control Environment
b)
Control Asset
c)
Control Report
d)
Control Performance
21.
Yang tidak termasuk dalam klasifikasi kategori asersi manajemen yaitu:
a)
Asersi-asersi sistem aplikasi siklus dan penyajian laporan keuangan yang diperiksa
b)
Asersi-asersi mengenai siklus transaksi dan kejadian selama periode laporan keuangan yang diperiksa
c)
Asersi-asersi mengenai saldo akun pada akhir periode laporan keuangan yang diperiksa
d)
Asersi-asersi mengenai penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan
22.
Yang tidak termasuk dalam asersi-asersi mengenai siklus transaksi dan kejadian selama periode laporan keuangan yang diperiksa:
a)
effectivity
b)
completeness
c)
accuracy
d)
classification
23.
Berikut adalah teknik yang dapat digunakan dalam mengevaluasi implementasi SPI entitas, kecuali:
a)
Komunikasi dengan tim terdahulu
b)
Wawancara
c)
Menelaah dokumen dan catatan
d)
Observasi
24.
Manfaat Audit berbasis resiko bagi pemeriksa salah satunya:
a)
Pemeriksa dapat mengurangi risiko dalam pelaksanaan audit
b)
Pemeriksa dapat mengurangi resiko waktu audit
c)
Pemeriksa dapat mengurangi risiko fraud dalam pelaksanaan audit
d)
Pemeriksa dapat mengurangi risiko kegagalan dalam pelaksanaan audit
25.
Yang tidak termasuk dalam tahapan penerapan audit berbasis resiko yaitu:
a)
Pemeriksaan pengendalian internal
b)
Perencanaan Pemeriksaan
c)
Pemeriksaan interim
d)
Pemeriksaan akhir tahun
26.
Risiko terjadinya salah saji (misstatement) yang material terhadap suatu asersi dalam laporan keuangan, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian memadai yang berhubungan langsung untuk mencegah terjadinya risikotersebut, merupakan pengertian dari
a)
Risiko bawaan
b)
Risiko Pengendalian
c)
Risiko deteksi
d)
Risiko bisnis
27.
Yang tidak termasuk faktor- faktor yang mempengaruhi risiko bawaan atas akun-akun yaitu:
a)
Penugasanberulang pemeriksaanatassuatuentitas
b)
Integritas personil kunci
c)
Pemantuan tindak lanjut pemeriksaan sebelumnya
d)
Akun-akun yang diperiksa merupakan transaksi antar pihak berelasi
28.
Salah satu input yang dipertimbangkan dalam penilaian risiko pemeriksaan yang dapat diterima adalah :
a)
Hasil atas pemahaman tujuan pemeriksaan dan harapan penugasan
b)
Hasil Pemahaman Personil Kunci
c)
Hasil analisa pemeriksaan sebelumnya
d)
Hasil risiko pengendalian
29.
Bila sistem pengendalian entitas tidak berjalan efektif maka yang harus dilakukan pemeriksa adalah
a)
Tidak menerapkan uji pengendalian
b)
Perlu menerapkan uji pengendalian
c)
Mengidentifikasi sistem pengendalian entitas
d)
Menilai risiko pengendalian
30.
Berikut ini adalah bukan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentapan dasar materialitas adalah:
a)
Integritas para personil kunci
b)
Karakteristik(sifat,besardantugaspokok)danlingkunganentitasyang diperiksa
c)
Areadalamlaporankeuanganyangmenjadiperhatianpenggunalaporan keuangan
d)
Kestabilan atau keandalan nilai yang akan dijadikan dasar
31.
Dasar penetapan materialitas yang dapat digunakan oleh pemeriksa untuk entitas nirlaba adalah
a)
Total penerimaan atau total belanja
b)
Total nilai aset bersih atau total ekuitas
c)
Total Aset atau total ekuitas
d)
Total kewajiban atau total ekuitas
32.
Teknik sampling dengan cara membagi dalam strata untuk mengurangi keragaman (variability) item populasi, sehingga anggota sub populasidalamtiapstratarelatifhomogen adalah
a)
Stratified MPU
b)
Unstratified MPU
c)
Monetary Unit Sampling
d)
Non-monetary Unit Sampling
33.
Hal yang tidak perlu dipertimbangan dalam pendekatan audit berbasis risiko untuk Pemeriksaan Kinerja adalah
a)
Risiko
b)
Materialitas
c)
Signifikansi
d)
Kompleksitas
34.
Yang bukan merupakan tujuan penilaian risiko kecurangan pada PDTT kepatuhan berbasis risiko adalah:
a)
Menilai kemampuan entitas untuk menaati ketentuan peraturan perundangundangan
b)
Mengidentifikasi kecurangan bawaan pada entitas
c)
Mengidentifikasi dan menilai pengendalian intern entitas
d)
Menilai risiko yang tersisa (residual risk) untuk mempertimbangkan prosedur pemeriksaan yang perlu dilakukan
35.
Dalam pelaksanaan pemeriksaan, pemilihan risiko yang menjadi area kunci dapat mempertimbangkanfaktor‐faktor utama sebagai berikut, kecuali
a)
Materialitas
b)
Signifikansi
c)
Dampak Pemeriksaan
d)
Auditabilitas
36.
Permasalahan timbul karena adanya
a)
Fakta tidak sesuai standar
b)
Ketidakcocokan personal
c)
Problema masa lalu
d)
Kekesalan dan emosi
37.
Masalah dalam konteks pemeriksaan salah satunya adalah:
a)
Masalah asersi manajemen yang tidak terpenuhi
b)
Masalah kehilangan data pemeriksaan
c)
Masalah karakter pegawai entitas
d)
Masalah ganguan independensi
38.
Secara umum, masalah bisa dipecahkan atau diatasi dengan cara, kecuali
a)
Mempertemukan personil yang bermasalah
b)
Analisis akar permasalahan
c)
Gunakan metode dan teknik‐teknik pemecahan masalah
d)
Putuskan jalan keluar bagi masing‐masing masalah
39.
Kemampuan pemeriksa dalam menggunakan professional judgment yang memadai menuntut adanya penguasaan dalam hal:
a)
Kematangan psikologis pribadi
b)
Kemampuan Negosiasi
c)
Komunikasi yang baik
d)
Karakter yang santun
40.
Tidak termasuk dalam tiga penyebab kerancuan nalar yang harus diperhatikan oleh pemeriksa yaitu
a)
Antara "penyebab" dan "akibat" tidak berkaitan
b)
Memberikan “rekomendasi” yang rancu/salah walaupun “penyebab” telah benar
c)
Menyimpulkan “penyebab” yang salah atas suatu permasalahan
d)
Antara “penyebab” dan “rekomendasi” tidak berkaitan
41.
Hal yang perlu diperhatikan dalam rekomendasi pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), adalah:
a)
Rekomendasi hanya diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab
b)
Rekomendasi harus secara umum menyatakan apa yang harus diperbaiki serta siapa yang berwenang untuk melaksanakan perbaikan yang direkomendasikan.
c)
Rekomendasi pemeriksaan harus relevan dengan permasalahan yang diungkap
d)
Rekomendasi harus meningkatkan kapasistas manajemen dalam mengurangi kecurangan
42.
SIPOC membantu menyederhanakan suatu proses yang sangat rumit dengan menyediakan detail dari setiap tahapan dalam proses terutama saat terdapat ketidakjelasan mengenai:
a)
Spesifikasi khusus input
b)
Rincian dari Output
c)
Rangkaian dari proses
d)
Suplai atas Output
43.
Hal yang perlu diingat saat menyusun diagram fishbone untuk industri jasa komponennya terdiri dari:
a)
Equipment, policies, procedures, people
b)
Man, money, method, market, material
c)
Money, method, market, people, policies
d)
Man, money, machine, material, method
44.
Fungsi dari Pareto Chart adalah?
a)
Mengidentifikasi sebab dominan berdasarkan frekuensi kejadianny
b)
Menganalisis penyebab permasalahan dengan pendekatan faktor‐faktor organisasi
c)
Menggali penyebab sebuah masalah secara sederhana
d)
Menganalisis permasalahan dan dampaknya untuk menentukan alternatif tindakan pemecahannya
45.
Pemahaman entitas dala manajemen pemriksaan merupaan tahapan dari
a)
Perencanaan Pemeriksaan
b)
Pelaksanaan Pemeriksaan
c)
Pelaporan Hasil Pemeriksaan
d)
Evaluasi Pemeriksaan
46.
Yang tidak termasuk dalam peran seorang ketua tim dalam manajemen pemeriksaan yaitu:
a)
Menyusun Laporan Pemeriksaan
b)
Mengorganisasi Pemeriksaan
c)
Mengarahkan Pemeriksaan
d)
Mengawasi Pemeriksaan Lapangan
47.
Salah satu tujuan suatu tahapan perencanaan adalah:
a)
Memberikan pengarahan untuk manajer dan pegawai dalam melakukan pekerjaan
b)
Memberikan kepastian pelaksanaan
c)
Menetapkan hasil laporan
d)
Menetapkan personil yan diperlukan
48.
Persiapan yang bukan merupakan dukungan pemeriksaan yaitu:
a)
Kesiapan personil tim pemeriksaan
b)
Penerbitan Surat Perjalanan Dinas (SPD) dan administrasi keuangan
c)
Pengurusan akomodasi serta transportasi ke lokasi selama pemeriksaan
d)
Penyediaan tenaga ahli jika diperlukan oleh TPP
49.
Sistem Manajemen Mutu yang dilakukan oleh Ketua Tim pada objek Penyusunan PKP yaitu
a)
Menyetujui PKP
b)
Menolak PKP
c)
Menambah PKP
d)
Mengoreksi PKP
50.
Seorang Ketua Tim harus memiliki kompetensi yang memadai dan kemampuan teknis yang baik, salah satunya adalah kemampuan untuk mengenali populasi audit, menghubungkan risiko pemeriksaan dan materialitas dalam menentukan sampel/uji petik yang akan dilaksanakan dalam pemeriksaaan. Kemampuan tersebut dinamakan
a)
Kemampuan teknik sampling
b)
Kemampuan teknik tentang bukti audit
c)
Kemampuan teknik Risk Based Audit
d)
Kemampuan prosedur analitis
51.
Peran Dan Sistem Manajemen Mutu Ketua Tim Dalam Pelaksanaan Pemeriksaan antara laih, kecuali:
a)
Memberikan feedback atas kinerja pekerjaan entitas yang diperiksa
b)
Mengkoordinasikan jalannya pemeriksaan di lapangan
c)
Menjamin kelengkapan dan kecukupan bukti pendukung
d)
Menjamin validitas substansi dan kebenaran matematis serta akurasi angka dalam Temuan Pemeriksaan
52.
Sistem Manajemen Mutu pada pelaporan pemeriksaan yang dilakukan oleh Ketua Tim untuk finalisasi konsep LHP adalah:
a)
Menalaah tanggapan dan rencana aksi
b)
Menjamin validitas substansi, kebenaran matematis, dan akurasi angka
c)
Menjamin kelengkapan, akurasi, objektivitas, keyakinan, dan kejelasan atas temuan dan rekomendasi dalam LHP
d)
Menelaah koreksi yang dilakukan oleh PT dan PM atas substansi temuan dalam LHP
53.
Tanggung jawabKetua Tim pada tahapan pelaksanaan pemeriksaan dalam Penyusunan TP antara lain, kecuali
a)
Memastian TP berindikasi fraud telah didukungbukti yang handal
b)
Memastikan relevansi konsep TP dengan bukti pendukung pemeriksaan
c)
Memastikan seluruh TP telah diinput ke dalam sistem informasi
d)
Memastikan notulen sesuai dengan pembahasan TP
54.
Yang tidak termasuk beberapa kelebihan Teknik reviu yaitu :
a)
Lebih fleksibel dalam artian disesuaikan dengan kondisi yang ada
b)
Lebih menghemat waktu dan biaya
c)
Dapat memberikan banyak informasi
d)
Lebih mudah untuk dilakukan
55.
Untuk menggali pemikiran dan persepsi seseorang maka teknik pengumpulan data yang tepat adalah
a)
Wawancara
b)
Konfirmasi
c)
Benchmarking
d)
Penggunaan Pendapat Ahli
56.
Berikut ini adalah langkah implementasi hasil benchmark, kecuali
a)
Perbaikan kinerja
b)
Penyampaian hasil benchmark kepada manajemen dan pihak terkait
c)
Penyusunan rencana implementasi
d)
Implementasi hasil benchmark
57.
Untuk mengetahui hubungan tingkat pertumbuhan suatu akun dengan akun terkait, pemeriksa dapat menggunakan teknik:
a)
Analisa Trend
b)
Analisis Rasio
c)
Model Logika Program
d)
Analisis Konten
58.
Untuk memudahkan dalam menentukan titik‐titik yang perlu pengujian lebih mendalam, pemeriksa dapat menggunakan teknik
a)
Prosedur Analitis
b)
Analisis Biaya dan Manfaat
c)
Simulasi dan Modelling
d)
Analisis Arus Kerja dan Arus Komunikasi
59.
Faktor‐faktor yang menjadi penyebab tidak dapat dilakukan prosedur audit standar, kecuali:
a)
Ketidakmampuan personil tim pemeriksa
b)
Data atau dokumen yang tidak diperoleh
c)
Waktu audit yang berjarak cukup lama dibandingkan saat kejadian
d)
Tidak dilakukan pemeriksaan interim
60.
Pemeriksa mendokumentasikan setiap langkah penetapan uji petik dan hasilnya dalam Kertas Kerja Pemeriksaan yang berisi:
a)
ukuran sample
b)
lokasi sample
c)
hasil sample
d)
karakteristik sample
61.
Fraud Symptoms ditandai dengan adanya redflags yang dapat kita kenali salah satunya:
a)
Unusual Behaviors
b)
Accounting Policies
c)
Analytical Control
d)
Cash Bribery
62.
Kecurangan terjadi apabila pressure, opportunity, dan rationalization terjadi bersamasama, hal tersebut merupakan redflags dari:
a)
Internal Control Weakness
b)
Accounting Anomalies
c)
Analytical Anomalie
d)
Tips and Complaint
63.
Suatu teknik pendeteksian fraud melalui audit atas proses kegiatan yang mengarah pada gejala atau kemungkinan terjadinya fraud, yang mengarahkan auditor untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam, merupakan pendeteksian fraud menggunakan metode:
a)
Critical point auditing
b)
Job sensitivity analysis
c)
Fraud triangle analytics
d)
Fraud diamond analytics
64.
Metode yang dapat dilakukan pada analisa kepekaan pekerjaan antara lain:
a)
Metode Pendekatan, pengawasan Rutin, dan karakter Pribadi
b)
Metode khusus, pengawasan Rutin, dan analisa tren
c)
Analisa Tren, Verifikasi dan karakter Pribadi
d)
Metode Pendekatan, Verifikasi dan karakter Pribadi
65.
Pengamatan terhadap behavioral red flags tersebut bermanfaat bagi pemeriksa dalam mengidentifikasi pelaku fraud, dibawah ini yang bukan merupakan behavioral red flags adalah:
a)
Sport euthanasia
b)
Living beyond means
c)
Irritability, suspiciousness, or defensivenes
d)
Wheeler-dealer attitude
66.
Pembenaran merupakan kondisi-kondisi yang membuat seseorang merasa “berhak” untuk melakukan suatu tindakan kecurangan, dan kecurangan tersebut dinilainya sebagai suatu tindakan yang “wajar”, merupakan pengertian dari
a)
Rationalization
b)
Opportunity
c)
Pressure
d)
Capability
67.
Fraud Triangle Analytics memuat komponen-komponen yang dapat memungkinkan seseorang melakukan tindakan kecurangan antara lain:
a)
Rationalization, Opportunity, Pressure
b)
Rationalization, Opportunity, Capability
c)
Incentive, Capability, Pressure
d)
Rationalization, Opportunity, Incentive
68.
Hal-hal yang dapat dilakukan pemeriksa setelah berhasil mengenali red flags dalam pelaksanaan pemeriksaan antara lain:
a)
Pengujian lebih lanjut, pendokumentasian red flags, dan pengkomunikasian red flags
b)
Pengujian lebih lanjut, pelaporan red flags, dan investigasi red flags
c)
investigasi red flags, pelaporan red flags, dan eksekusi red flags
d)
Pengujian lebih lanjut, pelaporan red flags, dan pendokumentasian red flags
69.
Unsur-unsur kerugian negara/daerah yang paling esensial yaitu:
a)
Perbuatan Melawan Hukum
b)
Berkurangnya Uang, Surat Berharga, dan Barang yang Nyata dan Pasti Jumlahnya
c)
Hubungan Kausalitas Antara Perbuatan Melawan Hukum dengan Berkurangnya Uang, Surat Berharga, dan Barang
d)
Penanggung Jawab
70.
Unsur-unsur kerugian negara/daerah yang paling penting dalam pemulihan kerugian negara/daerah yaitu:
a)
Penanggung Jawab
b)
Perbuatan Melawan Hukum
c)
Berkurangnya Uang, Surat Berharga, dan Barang yang Nyata dan Pasti Jumlahnya
d)
Hubungan Kausalitas Antara Perbuatan Melawan Hukum dengan Berkurangnya Uang, Surat Berharga, dan Barang
71.
Tindakan hukum yang perlu dilakukan untuk menetapkankerugian negara/daerah yang masih berupa informasi kerugian negara/daerah agar menjadi piutang negara/daerah adalah:
a)
Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak
b)
Surat Keputusan Pembebanan
c)
Surat hak tagih
d)
Surat Ketetapan Piutang negara/daerah
72.
Temuan yang mengungkapkan kerugian negara/daerah yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai, harus tindaklanjuti dengan proses
a)
Penilaian dan/atau penetapannya oleh TPKN/TPKD
b)
Investigasi oleh AUI
c)
Penyidikan oleh APH
d)
Persidangan MPTP/TGR
73.
Yang bukan termasuk dalam wanprestasi adalah:
a)
Tidak melaksanakan force majeure
b)
Tidak melaksanakan seluruh prestasi yang telah diperjanjikan
c)
Melaksanakan prestasi tetapi tidak sesuai dengan yang diperjanjikan
d)
Melakukan sesuatu yang dilarang dalam perjanjian yang telah disepakati
74.
Dalam menentukan kerugian keuangan negara yang bersumber dari perikatan, perlu pemahaman terlebih dahulu atas:
a)
Pengaturan wanprestasi
b)
Pengaturan kontrak
c)
Proses lelang
d)
Pihak-pihak terkait
75.
Mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ada maka yang dapat melakukan perhitungan kerugian negara/daerah adalah, kecuali:
a)
KPK
b)
BPK
c)
BPKP
d)
Inspektorat instansi pemerintahan
76.
Yang bukan termasuk Teknik-teknik yang digunakan untuk perhitungan kerugian negara yaitu:
a)
Penggunaan pendapat ahli
b)
Menghitung ulang
c)
Memeriksa dokumen
d)
Melakukan wawancara
77.
Yang tidak termasuk dalam asas dalam ilmu perundang-undangan yaitu:
a)
Lex posibolia derogate Legi imposibolia
b)
Lex Superior derogat Legi Inferiori
c)
Lex Specialis derogat Legi Generali
d)
Lex priori derogate Legi Posteriori
78.
Tujuan dari LHP pemeriksaan DTT adalah:
a)
Memberikan simpulan atas suatu area kunci atau asersi yang diperiksa
b)
Memberikan opini (pendapat)
c)
Memberikan simpulan dan rekomendasi
d)
Memberikan laporan kepada entitas
79.
Tanggapan pihak yang bertanggung jawab atas temuan pemeriksaan tidak diwajibkan untuk jenis pemeriksaan
a)
Investigatif
b)
Interim
c)
Kinerja
d)
Laporan keuangan
80.
PDTT bertujuan untuk memberikan simpulan atas suatu hal yang diperiksa. PDTT dapat bersifat sebagai berikut, kecuali:
a)
Operasional (Operational)
b)
Eksaminasi (examination)
c)
Reviu (review)
d)
prosedur yang disepakati (agreed upon procedures)
81.
Yang tidak harus menjadi perhatian Ketua Tim Pemeriksaan dalam penyusunan Konsep LHP yaitu:
a)
Struktur temuan pemeriksaan
b)
Pemahaman Gaya Bahasa
c)
Panduan Pengembangan Judul
d)
Struktur Pengembangan Paragraf
82.
Salah satu prinsip penulisan laporan yaitu:
a)
Dapat dipercaya
b)
Keakuratan topik utama
c)
Diksi yang mudah dimengerti
d)
Penyajian Temuan
83.
Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria dibawah ini, kecuali:
a)
Kesesuaian dengan standar pemeriksaan
b)
Kecukupan pengungkapan
c)
Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
d)
Efektivitas sistem pengendalian intern
84.
Dalam mengungkapkan suatu TP, Ketua Tim harus memperhatikan beberapa prinsip yang harus dipenuhiantara lain, kecuali:
a)
Prinsip Integritas
b)
Prinsip Keadilan
c)
Prinsip Kejujuran
d)
Prinsip Profesionalisme
85.
Pemeriksa tidak diperkenankan memberikan jaminan yang memadai untuk mendeteksi kecurangan dan/atau penyimpangan dari ketentuan peraturan perundang-undangan karena lingkup pemeriksaannya sangat terbatas, hal tersebut merupakan simpulan untuk PDTT:
a)
Prosedur yang disepakati (agreed upon procedures)
b)
Operasional (Operational)
c)
Eksaminasi (examination)
d)
Reviu (review)
86.
Yang tidak termasuk dalam Karakteristik Tim yaitu
a)
Anggotakelompoktidak mempunyaipengaruhsatusamalain
b)
Individu yang tergabungdalam kelompok,saling mengenal satu sama lain
c)
Mempunyai struktur hubungan yang stabil
d)
Terdiri dari dua orang atau lebih
87.
Salah satu ciri‐ciri Tim Berkinerja Tinggi yaitu
a)
Gaya kepemimpinan partisipatif
b)
Seluruh anggota tim diwajibkan berpartisipasidi dalamnya
c)
Tim bekerja sesuai PKP masing-masing
d)
Keputusan diambil oleh ketua tim
88.
Yang bukan merupakan ciri fungsi kepemimpinan adalah
a)
Kemampuanuntuk membagi tugas kepada seluruh anggota tim
b)
Kemampuanuntukmemahamibahwamanusia itu pada hakikatnya memiliki kekuatan motivasi dalam waktu yang bervariasi serta situasi yang bebeda-beda
c)
Kemampuan untuk menimbulkan semangat
d)
Kemampuanuntukberbuatdengancaratertentu,sehinggamenciptakansuatu suasana yang merangsang lahirnya suatu respon atau motivasi
89.
Pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin pengikut (bawahan) mereka tetapi juga mahir memimpin atasan dan rekan‐rekan mereka adalah model kepemimpinan:
a)
Kepemimpinan 360 Derajat
b)
Kepemimpinan Situasional
c)
KepemimpinanTransformasional
d)
Kepemimpinan Dominance
90.
Bukan merupakan alasan yang sering melatarbelakangiseorang anggota tim bermasalah yaitu:
a)
Keterlambatan
b)
Rasa takut
c)
Kebosanan
d)
Akumulasi kepahitan hati
91.
Bantuan pribadi dalam mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemampuan kerja seseorang adalah pengertian dari:
a)
Coaching
b)
Drilling
c)
Training
d)
Teaching
92.
Lingkup kerangka konseptual SPKN mencakup hubungan antara kerangka konseptual dengan
a)
ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar pemeriksaan
b)
jenis dan tujuan pemeriksaan keuangan Negara
c)
referensi dan landasan teoritis di bidang pemeriksaan
d)
asas-asas akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan Negara
93.
Integritas dapat diwujudkan dengan meningkatkan kualitas karekater sebagai berikut, KECUALI:
a)
netral
b)
kerja keras
c)
kompetensi yang memadai
d)
sifat jujur
94.
Hasil pemeriksaan BPK disampaikan kepada DPR, DPD, dan DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat sesuai kewenangannya merupakan salah satu:
a)
mandate pemeriksaan keuangan Negara
b)
kewenangan pemeriksa keuangan keuangan Negara
c)
unsur-unsur pemeriksaan keuangan Negara
d)
kedudukan pemeriksa keuangan Negara
95.
Tujuan utama penyusunan perencanaan strategis yang mnjadi pedoman rencana tahunan pemeriksaan adalah:
a)
untuk memenuhi pelaksanaan tugas pemeriksaan dan harapan pemangku kepentingan
b)
untuk memenuhi kewajiban tugas pemeriksaan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
c)
untuk memenuhi amanat konstitusi dan permintaan pemeriksaan dari masyarakat
d)
untuk harmonisasi program pemerintah dan pemenuhan kewajiban keberadaan lembaga
96.
Dalam pemerolehan bukti pemeriksaan, pemeriksa harus mempertimbangkan:
a)
kecukupan dan ketepatan bukti yang diperoleh
b)
kelengkapan dan keakuratan bukti yang diperoleh
c)
kompetensi dan waktu pemerolehan bukti yang akan diperiksa
d)
kesesuaian dan kebutuhan informasi yang akan diperiksa
97.
Unsur-unsur yang harus diungkapkan dalam LHP adalah sebagai berikut, KECUALI
a)
kondisi dimana pemeriksa hanya dapat melakukan prosedur alternative untuk pengujian atas hal pokok yang diperiksa;
b)
jawaban atas tujuan pemeriksaan yang dilakukan pemeriksa;
c)
ketidaksesuaian antara kondisi dengan kriteria pemeriksaan yang digunakan;
d)
pembatasan lingkup karena pemeriksa tidak dapat melaksanakan standar pemeriksaan;
98.
Etika dalam pemeriksaan yang meliputi independensi, Integritas, dan Profesionalisme di atur dalam :
a)
Kerangka konseptual
b)
Pernyataan standart pelaksanaan pemeriksaan
c)
Pernyataan standart laporan pemeriksaan
d)
Pernyataan standart umum pemeriksaan
99.
Pertimbangan pemeriksa terhadap ketidak patuhan , kecurangan, dan ketidak patutan dalam perancangan prosedur pemeriksaan di muat dalam :
a)
Pernyataan standart umum pemeriksaan
b)
Pernyataan standart laporan pemeriksaan
c)
Pernyataan standart pelaksanaan pemeriksaan
d)
Kerangka konseptual
100.
Pemeriksa mempertimbangkan materialitas:
a)
Pada semua tahapan proses pemeriksaan;
b)
Tahap pelaporan untuk menentukan opini pemeriksaan
c)
Pada tahap penentuan sample dan kelengkapan KKP;
d)
Hanya terkait pengambilan sample dan perumusan simpulan pemeriksaan;
100 %
