NEW
Font size
WorksheetsT.PEMESINAN CNC DAN CAM
Total questions: 30
Worksheet time: 1hrs 18mins
Perintah gerak cepat tanpa
menyayat adalah fungsi perintah...
G00
G01
G02
G03
Mesin frais CNC TU 3A mempunyai 3 sumbu, yaitu
N,G,X
G,X,Y
X,Y,Z
Y,Z,F
Pada mesin frais CNC TU 2A sumbu untuk gerakan horizontal diberi kode ...
Z
X
Y
F
Pada mesin frais CNC TU 2A sumbu untuk gerakan melintang diberi kode ...
X
Z
G
Y
Pada mesin frais CNC TU 2A sumbu untuk gerakan horizontal menyayat pembubutan memanjang diberi kode ...
X+
Z+
X-
Z-
Perintah untuk memutar spindel searah jarum jam ditulis dengan kode...
M00
M03
M05
M06
Perintah untuk menghentikan putaran spindel ditulis dengan kode...
M00
M03
M05
M06
Perintah untuk mengawali pemograman absolute ditulis dengan kode...
G90
G91
M90
M91
Gerak melingkar berlawanan arah jarum jam (cembung) pada program CNC ditandai dengan kode ...
G02
G03
M03
M02
Metode pemrograman CNC dimana titik referensinya selalu tetap untuk semua gerakan adalah ...
relatif
absolut
incrimental
zero point
Metode pemrograman CNC dimana titik akhir dari suatu gerakan digunakan sebagai titik referensi untuk gerakan berikutnya adalah ...
relatif
absolut
incrimental
zero point
Kode pemrograman inkrimental adalah ...
G90
G91
G92
G99
Jika diketahui kecepatan potong = VC dan diameter bendda kerja = D maka putaran spindle utama mesin bubut CNC = N, dan phi = t (3,14) dapat dihitung dengan rumus ...
N=(100.VC)/t.D
N=VC/t.D
N=VC/t.D.1000
N=t.D/VC
Jika akan melakukan penyayatan muka (facing), maka perintah yang akan dimasukkan adalah ...
G01
G02
G03
G04
Pada posisi B nilai X dan Z untuk pemrograman absolute adalah …
X = -8 Z = -6
X = 8 Z = -6
X = -8 Z = -6
X = 8 Z = 6
Pada pengerjaan tirus dari posisi B ke C untuk pemrograman incremental maka titik X dan Z adalah
X = 15 Z = -18
X = 15 Z = -12
X = 3.5 Z = -12
X = -3.5 Z = -12
Pada pengerjaan tirus dari posisi C- D untuk pemrograman incremental maka titik X dan Z adalah
X = 21 Z = -18
X = 21 Z = -12
X = 3 Z = 0
X = -3 Z = -18
Dalam pemrograman CNC training unit 2 axis, kode G 01 berfungsi untuk …
Menggerakkan pahat secara linier dengan penyayatan
Menggerakkan pahat secara linier tanpa penyayatan
Menggerakkan pahat secara linier di luar benda kerja
Mengganti pahat secara linier
Jika nomor blok untuk pemrograman tertulis N50 G01 X600 Y400 Z-200 F70. Berdasarkan data tersebut, besar asutan asutan (kecepatan pemakanan) adalah
50 mm/menit
70 mm/menit
20 mm/menit
40 mm/ menit
Apabila program mesin CNC akan terjadi tabrakan akibat kesalahan program, maka cara menyelamatkannya dengan menekan tombol
Saklar mesin
Emergency
Tombol power
Mencabut kabel
Pada pengerjaan dari posisi E untuk pemrogaman absolut X & Z adalah
X = 21 Z = -28
X = 21 Z = -2
X = 0 Z=-2
X = 0 Z= -20
Pada pengerjaan dari posisi E-F untuk pemograman incrimental adalah
X = 25 Z = -28
X = 21 Z = -10
X = 2 Z = 0
X = 2 Z = 28
Pada pengerjaan titik posisi F untuk pemograman absolut adalah
X = 25 = -28
X = 21 Z = -10
X = 2 Z= 0
X = 2 Z= 28
Arti kode pemrograman GO2 pada CNC adalah
Gerak interpolasi melingkar berlawanan jarum jam CCW (cembung)
Gerak interpolasi melingkar searah jarum jam CW (cekung)
Pembubutan ulir secara memanjang
Pencatatan dan Penetapan Titik nol
Arti Kode program N adalah
Kecepatan penyayatan
Nomor Blok
Fungsi Asuhan
Fungsi Tambahan
Arti Kode Program F adalah
Fungsi kecapatan putar mesin
Fungsi Alat Potong
Fungsi Asutan (pemakanan)
Fungsi Tambahan
Arti Kode G00 pada program CNC adalah
Pergerakan lurus tanpa penyayatan
Pergerakan dari titk ke titik dengan menyayat
Waktu Penahanan
Pemotongan Ulir Pemakanan menurun
Arti Kode G90 pada program CNC adalah...
Pengukuran Inkrimental
Progam Absolut
Pengukuran titk nol benda kerja
Tidak digunakan
Arti Kode M03 pada program CNC adalah...
Spindel berputar searah jarum jam
Spindel berputar berlawanan jarum jam
Spindel berhenti pada sudut putar tertentu
Spndel berhenti
Arti Kode G84 adalah progam CNC
Pengukuran titk nol benda kerja
Pembubutan ulir
Pembubutan absolut
Pembubutan siklus memanjang
