WorksheetsNeurology Progress Test
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Tn. B, 48 tahun, datang ke IGD dengan mendadak sulit bicara sejak kemarin malam. Menurut istrinya pasien sulit untuk mengeluarkan kalimat. Kelemahan sesisi, kesemutan, wajah perot, muntah, nyeri kepala semuanya disangkal. Perokok + sudah berhenti 1 tahun terakhir, DM+, HT +. TD 177/118 N 126 RR 20 t 36,2. Didapatkan slight parese N VII dan XII S UMN, gangguan kognitif +. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Meningoencephalitis
Demensia alzheimer
Stroke perdarahan
Stroke iskemik
Encephalopathy hypertension
Tn. Dumbo, 60 tahun dibawa ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam lalu. Sebelumnya sempat mengeluhkan nyeri kepala saat bekerja, pasien sempat muntah menyemprot 1x selama di perjalanan. Riwayat trauma -. HT tidak terkontrol +. GCS 113. TD 230/120 N 90 RR 25 t 37.6. Meningeal sign -, pupil anisokor, RC +/+ motorik kesan lateralisasi D, reflex patologis +. Apakah terapi yang bukan pilihan pada kasus ini?
Manitol 20% dosis 0,5-1 g/kgBB IV
Nicardipine syr. Pump
R-TPA
Head up 30-45’
Citicholin
Tn. Ehlulagi, 62 tahun dibawa keluarganya dengan keluhan sulit untuk berkomunikasi. Pasien tampak kesulitan memahami perintah dokter, tapi pasien masih lancar untuk berbicara meski tampak ngelantur. Area manakah yang paling mungkin mengalami kelainan pada pasien ini?
Brodmann 4
Brodmann 17, 18
Brodmann 22
Brodmann 41,42
Brodmann 44, 45
Tn. K, 56 tahun datang ke praktek Anda dengan keluhan nyeri kepala sebelah kiri, nyeri dirasakan seperti di bor, dirasakan sekitar mata. Pasien juga mengeluhkan mata berair dan hidung tersumbat. Keluhan ini sudah timbul 6x dalam setahun. Tanda vital dbn. Pemfis: lakrimasi +, injeksi konjungtiva, pupil miosis, blefarospasme, pemeriksaan neurologis dbn. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini?
Carbamazepin
Ibuprofen
Verapamil
Sumatriptan
Ketorolac IV
An. M, 12 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan sering melamun di kelas. Anak sering tatapan kosong, berkedip2 beberapa saat namun setelah itu anak melanjutkan aktivitas seperti biasa. Anak masih dapat mengikuti pelajaran di sekolah dengan baik. Pemeriksaan fisik dan neurologis dalam batas normal. Apakah medikamentosa yang paling tepat pada pasien ini?
Fenitoin
Fenobarbital
Lamotrigin
Carbamazepin
Asam Valproat
An. Pistachio, 6 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan mata kiri berkedip-kedip lalu diikuti tangan kiri menghentak-hentak. Selama serangan pasien bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Riwayat kejang yang sama pernah dialami saat usia 2 tahun dan 3 tahun, dalam tahun ini pasien sudah mengalami 5x serangan serupa. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apakah diagnosa pada pasien ini?
Clonic seizure
Grandmal epilepsi
Simple partial seizure
Complex partial seizure
Petitmal
Ny. Vertigo, 30 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan lemah pada keempat ekstremitas sejak 3 hari lalu. Awalnya pasien merasa pada kakinya kesemutan dan sulit saat digerakkan, kelemahan ini disusul oleh lemahnya kedua lengan atas pasien beberapa hari kemudian. Riwayat trauma disangkal. 2 minggu lalu sempat opname diare berat dan ISPA. Dari pemeriksaan fisik, motorik tungkai didapatkan kekuatan 2/2, dan pada kedua lengan 3/3. Apakah diagnosis pada pasien tersebut yang paling tepat?
Demyelinasi polineuropati akut
Poliomyelitis
Multiple myeloma
Central cord syndrome
Trauma medulla spinalis
Tn. Konka, 55 tahun datang ke poli dengan keluhan jari-jari terasa sakit seperti ditusuk-tusuk. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan terakhir ini. Keluhan dirasakan pada kedua kaki dan tangannya. Pasien merupakan pasien diabetes > 5 tahun, tidak kontrol rutin. Dari pemeriksaan fisik, tanda vital, neurologis dalam batas normal. Lab: GDP 148 GD2JPP 265. Apakah yang bukan tatalaksana pada pasien ini?
Terapi underlying disease
Antiepileptik
Vitamin neurotropik
Fisioterapi
Steroid
Tn. Yak, 27 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan mata sisi kanan tidak dapat dipejamkan dan wajahnya tampak tidak simetris terutama bila sedang tersenyum. Keluhan dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Kesemutan dan baal disangkal. Pasien sering tidur di lantai tanpa alas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 N 80 RR 18x t 37. Status neurologis GCS 15, parese N. VII D LMN, lainnya dbn. Tatalaksana yang paling tepat adalah?
Prednison 3x15 mg
Asiklovir 5x800 mg
Prednison 4x15 mg
Asiklovir 5x400 mg
Methylprednisolone 3x4 mg
Tn Cullen, 65 tahun dibawa anaknya ke rumah sakit karena gangguan berjalan. Pasien mengeluh tangan awalnya tangan kanan sering bergetar sendiri saat istirahat. Kemudian diikuti tangan kirinya sekitar 6 bulan yang lalu. Pasien sulit untuk memulai berjalan, sulit dalam melangkah, berjalan kecil-kecil. Sehari-hari pasien beraktivitas tanpa dibantu orang lain. Keluhan ini muncul sekitar setahun dan dua bulan lalu setelah pasien cedera kepala. Dari Hasil Pemeriksaan tanda vital dan status general dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis didapatkan cogwheel phenomenon, bradikinesia. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
Parkinson primer grade 2
Parkinson primer grade 4
Parkinson primer grade 5
Parkinson sekunder grade 3
Parkinson sekunder grade 4
Ny. Binokular, 30 tahun datang ke RS dengan keluhan sulit menelan. Pasien mengeluhkan juga sulit untuk membuka kelopak matanya. Pasien mengaku suaranya sering hilang terutama saat sore hari. Keluhan sudah dialami selama 6 bulan terakhir ini. RPD -. TD 120/70 N 88 RR 22 t 36,6, wartenberg test +. Pemeriksaan penunjang yang tepat pada kasus ini?
Analisa CSF
EEG
Tes edrophonium
MRI
Nerve conduction velocity
An. M, 8 tahun dibawa ke RS karena kakinya tertusuk paku di saat bermain di halaman sejam lalu. Paku pines sudah dilepaskan di rumah dan bersih. Didapatkan luka tusuk cm < 1cm, tepi luka bersih. Dari anamnesa orang tua pasien mengaku imunisasi saat bayi hanya sampai usia 3 bulan. Perawat melakukan rawat luka pada pasien. Apakah yang akan anda berikan pada pasien selanjutnya?
Diberikan Td
Diberikan HTIG
Diberikan Td dan HTIG
Diberikan Td, HTIG, antibiotik
Tidak perlu pemberian Td maupun HTIG
Tn. L, 39 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan kejang 1x tiba-tiba sejak kemarin. Mulut kaku sulit dibuka dan perut keras. Dari anamnesa diketahui 1 minggu lebih yang lalu kaki pasien tertusuk paku saat bekerja di pembangunan ruko. Saat di IGD pasien sempat kejang kembali 1x. Tensi 134/82, N 133x teraba kuat RR 42x temp 38,9, didapatkan spasme otot-otot wajah, trismus berat, punggung kaku, perut teraba keras. Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus ini?
Tetanus grade I - ringan
Tetanus grade II - sedang
Tetanus grade III - berat
Tetanus grade IV – sangat berat
Tetanus grade V
Tn. Gaspol, 39 tahun dibawa ke IGD oleh keluarga karena kejang berulang di rumah. Pasien sukar membuka mulut sejak sehari yang lalu, perutnya terasa kaku, sukar untuk menggerakkan leher. Pasien merupakan tukang bangunan, dan sekitar 2 mggu yang lalu pasien menginjak paku saat bekerja. TD 90/70 N 140 RR 47 t 38,9, trismus +++, abdomen teraba keras. Manakah yang bukan merupakan tatalaksana pada kasus ini?
Penicillin procaine
Intubasi
HTIG
Pemasangan sonde
Diazepam IM
Tn. Gogon, 34 tahun datang dengan keluhan kaku pada wajah sejak 3 hari SMRS. Pasien merupakan seorang petani, 10 hari lalu pasien tertusuk paku saat sedang berjalan dekat sawah tanpa alas kaki. Riwayat imunisasi tidak jelas. TD 120/80 N 100 RR 30 t 37.9, trismus +. Pemeriksaaan bedside apakah yang bisa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis pada pasien ini?
Tensilon test
Oppenheim reflex
Chvostek sign
Spatula test
Wartenberg test
Pasien perempuan 27 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Pasien sudah 2 tahun terakhir mengalami kelemahan keempat anggota gerak dan kedua kelopak mata terjatuh. Keluhan membaik dengan istirahat dan setelah bangun tidur. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien compos mentis, tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 97 kali/ menit, pernapasan 40 kali/ menit, dan suhu tubuh 37oC. Tes apakah yang digunakan untuk mendiagnosis kelainan ini?
Tes weber
Tes kalori
Tes tensilon
Tes perspirasi
Tes konfrontasi
Tn. Gogon, 34 tahun dibawa ke UGD oleh keluarga karena sukar membuka mulutnya. Keluhan ini muncul sejak sehari yang lalu, selain itu pasien juga mengaku perutnya terasa kaku, sukar untuk menggerakkan leher. Pasien sempat kejang 1x di rumah. Pasien merupakan petani, dan sekitar 10 hari yang lalu pasien terkena cangkul di kaki kanannya. TD 120/80 N 100 RR 30 t 38, trismus +, abdomen teraba keras. Apakah neurotransmitter yang dihambat oleh toxin patogen pada kasus ini?
GABA dan dopamin
GABA dan glisin
Serotonin dan dopamin
Asetilkolin dan serotonin
Asetilkolin dan aspartat
Tn. Rahasia, 32 tahun dibawa keluarganya ke UGD karena mendadak kejang. Menurut keluarga, pasien tampak sangat mengantuk selama 3 hari terakhir. Pasien mengeluhkan juga nyeri kepala. Riwayat diare yang tidak sembuh – sembuh +. Pasien seorang penasun. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak sangat kurus, suhu 38,90C, kesadaran sopor. Serologi HIV +. Dilakukan CT scan hasil diperoleh contrast enhancing multiple ring. Tatalaksana apakah yang paling sesuai pada kasus ini?
Streptomycin
Piracetam
Pyrimethamine
Metronidazole + Cefotaxime
Manitol
Pasien 60 thn kesadaran turun mendadak 220/70, pemeriksaan fisik: mata menutup walaupun dicubit, posisi tubuh kedua lengan fleksi dan kedua tungkai ekstensi, pasien hanya mengerang. Berapakah GCS pasien?
E1M2V2
E1M3V2
E2M2V2
E2M3V2
E3M3V2
An. Sensi, 4 tahun dibawa neneknya ke poliklinik dengan keluhan tidak dapat berdiri dan berjalan dengan baik. Kaki kanan lemas dan tidak dapat digerakkan. Riwayat sebelumnya didapatkan demam, mual muntah dan mencret selama 4 hari. Riwayat imunisasi anak, orang tua antivaksin. Dari pemeriksaan didapatkan atrofi tungkai kanan, kekuatan motorik ext inf D 0. Pemeriksaan neurologis lainnya dbn. Apakah struktur yang terlibat pada kasus ini?
Primary motor cortex
Ganglia basalis
Neuromuscular junction
Medulla spinalis cornu posterior
Medulla spinalis cornu anterior
