wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH TEKS CERPEN

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Ruang pameraan itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih, sederhana saja penampilanya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.


Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…

a)

Penggunaan majas

b)

Penggunaan kata benda khusus

c)

Penggunaan ungkapan deskriptif untuk menggambarkan keadaan

d)

Penggunaan kata/kalimat emotif

2.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”

“maksud Ibu apa?

‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?

a)

sabar dan penyayang

b)

penuh perhatian dan tegas

c)

tegas dan pemberani

d)

angkuh dan disiplin

3.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”

“maksud Ibu apa?

‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?

Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat…..

a)

keras kepala

b)

ingin menang sendiri

c)

tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi

d)

baik hati

4.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.

“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”

“maksud Ibu apa?

‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?

Bagaimana gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen di atas?

a)

gampang putus asa

b)

kuat menerima cobaan

c)

trauma dalam menjalani kehidupannya

d)

lemah dan penuh penderitaan

5.

Bacalah pengegalan cerpen berikut!

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka

duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat

hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek

terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang

pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka

pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.

Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

di desa

b)

di perkampungan

c)

di bawah pohon rindang

d)

di rumah singgah

6.

Bacalah penggalan cerpendi bawah ini dengan cermat!

Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak

teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak

inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap

baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat

sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan

orang lain.”

Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

budaya

b)

sosial

c)

ekonomi

d)

estetika

7.

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Andai kau menyatukan sepasang kasih, tiada luka menyayat lara, tiada puitis mengandung dusta tiada air mata terbuang percuma, tiada hidup berakhir sia. Tidakkah kau dengar rengkuhan doa memanggil cinta?


Takdir, kutulis kisahku menyentuh ibamu, berharap kau satukanku dengan kasihku.



Disepertiga malam, masa seakan berhenti. Seakan semua terkesima mendengar munajatku yang memohon akan cinta.


Kasihku berawal dari perjumpaanku dengan Rahman, kala ia menjadi guru ngajiku.


Rahman istimewa. Ia tuli dari konsonan kata tak bermakna, ia bisu dari ucapan kotor dari bibirnya, ia lumpuh dari jalan mungkar. Ia hafidz. Ia nyaris sempurna. Namun, penglihatan diambilNya, agar ia tak terlena oleh kegelimangan dunia fana.


Struktur cerpen di atas adalah ....

a)

orientasi

b)

rangkaian peristiwa

c)

komplikasi

d)

resolusi

8.

Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!

“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.


ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.


Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.

Sudut pandang dalam penggalan cerpen di atas ....

a)

orang pertama serba tahu

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang pertama pelaku utama

d)

orang ketiga pelaku utama

9.

Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!

“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.


ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.


Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.


konflik cerpen di atas adalah ...

a)

tidak punya kartu ATM

b)

bu Nisa tersenyum padaku

c)

kesal tidak bisa mencontek

d)

menjawab soal asal-asalan

10.

Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!

“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.


ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.


Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.


Unsur ekstrinsik dalam penggalan cerpen di atas adalah ....

a)

sosial

b)

budaya

c)

pendidikan

d)

ekonomi