WorksheetsUH TEKS CERPEN
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Ruang pameraan itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih, sederhana saja penampilanya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan majas
Penggunaan kata benda khusus
Penggunaan ungkapan deskriptif untuk menggambarkan keadaan
Penggunaan kata/kalimat emotif
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.
“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“maksud Ibu apa?
‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?
sabar dan penyayang
penuh perhatian dan tegas
tegas dan pemberani
angkuh dan disiplin
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.
“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“maksud Ibu apa?
‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?
Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat…..
keras kepala
ingin menang sendiri
tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi
baik hati
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan.
“sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“maksud Ibu apa?
‘ Saya khwatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh larasati berdasarklan kutipan di atas adalah?
Bagaimana gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen di atas?
gampang putus asa
kuat menerima cobaan
trauma dalam menjalani kehidupannya
lemah dan penuh penderitaan
Bacalah pengegalan cerpen berikut!
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka
duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat
hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek
terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang
pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka
pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di desa
di perkampungan
di bawah pohon rindang
di rumah singgah
Bacalah penggalan cerpendi bawah ini dengan cermat!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak
teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak
inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap
baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat
sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan
orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
budaya
sosial
ekonomi
estetika
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Andai kau menyatukan sepasang kasih, tiada luka menyayat lara, tiada puitis mengandung dusta tiada air mata terbuang percuma, tiada hidup berakhir sia. Tidakkah kau dengar rengkuhan doa memanggil cinta?
Takdir, kutulis kisahku menyentuh ibamu, berharap kau satukanku dengan kasihku.
—
Disepertiga malam, masa seakan berhenti. Seakan semua terkesima mendengar munajatku yang memohon akan cinta.
Kasihku berawal dari perjumpaanku dengan Rahman, kala ia menjadi guru ngajiku.
Rahman istimewa. Ia tuli dari konsonan kata tak bermakna, ia bisu dari ucapan kotor dari bibirnya, ia lumpuh dari jalan mungkar. Ia hafidz. Ia nyaris sempurna. Namun, penglihatan diambilNya, agar ia tak terlena oleh kegelimangan dunia fana.
Struktur cerpen di atas adalah ....
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!
“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.
ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.
Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.
Sudut pandang dalam penggalan cerpen di atas ....
orang pertama serba tahu
orang pertama pelaku sampingan
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku utama
Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!
“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.
ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.
Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.
konflik cerpen di atas adalah ...
tidak punya kartu ATM
bu Nisa tersenyum padaku
kesal tidak bisa mencontek
menjawab soal asal-asalan
Bacalah penggalan kutipan cerpen berikut!
“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.
ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.
Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.
Unsur ekstrinsik dalam penggalan cerpen di atas adalah ....
sosial
budaya
pendidikan
ekonomi
