NEW
Font size
WorksheetsCerpen
Total questions: 25
Worksheet time: 12mins
Matahari baru saja beberapa derajat condong ke arah barat. Terik panas menyengat Kota Palopo. Matahari bagaikan sejengkal di atas penggunungan Latimojong.
Latar waktu cerita di atas adalah?
pagi
siang
malem
sore
Ia ingat betul , ayahnya selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran dan disiplin sejak ia kecil.
Nilai yang terkandung dalam kalimat di atas adalah?
nilai sosial
nilai budaya
nilai moral
nilai agama
Gena tahu juga, "Ayahku pegawai yang taat tak pernah mengatakan tidak bila mendapat perintah pimpinan."
Watak tokoh cerita di atas digambarkan pengarang secara?
lingkungan tokoh
tanggapan tokoh lain
tingkah laku tokoh
dialog antartokoh
Sebagai seorang yang dituakan di kampung, aku menyambutnya dengan saat baik. Kulayani dia selayaknya tamu yang benar-benar baru tiba dari perjalanan sangat jauh.
Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?
nilai budaya
nilai agama
nilai sosial
nilai pendidikan
Aku diam sambil memerhatikan lapangan bola itu. Sepulangnya dari puskesmas, aku melihat banyak orang berkumpul di lapangan bola tersebut seperti yang dikatakan Pak Lurah.
SUdut pandang cerita di atas adalah?
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga begai pengamat
orang ketiga serbatahu
"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"
(Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S)
Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?
nilai sosial
nilai agama
nilai budaya
nilai moral
"Iyaa, kita mau. Asalkan kamu mau janji akan nerusin tari jaipong ini. Kan asik kalo kita bisa ngewakilin Indonesia ke berbagai negara"
Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor?
1
2
3
4
5
1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya, ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.
Bukti nilai moral terdapat pada kalimat bernomor ...
1
3
5
6
Haji soleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah, Ia memulai pidatonya: “O, Tuhan kami yang Mahabesar, kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya…”
Nilai yang menonjol dalam cuplikan cerpen tersebut adalah ….
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai sosial
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai sopir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah . . . .
Kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
Ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
Jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya.
Ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.
"Abu Bakar menangis. Ia tersedu dan gemetar hebat. Ia menahan amarah, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap Pak Yahudi. Lalu dengan terbata-bata, ia sampaikan sebuah rahasia. Kata Abu Bakar kepadanya: Tahukah Bapak, siapa orang yang selalu menyuapimu dengan sabar dan penuh kasih sayang itu? Dialah Rasulullah Muhammad yang engkau benci, yang setiap hari engkau maki. Tapi dia tak pernah sakit hati atau dendam kepadamu, justru memperlakukanmu melebihi cinta kerabatmu."
Nilai yang terkandung dalam cuplikan cerpen tersebut adalah nilai …
Moral dan budaya
moral dan psikologi
moral dan agama
moral dan pendidikan
Najma dan Afif tertawa. Tatapan mata mereka antusias mendengar keberhasilan Kancil. Tapi itu tak lama. Setelah dongeng berakhir, mereka segera membaca doa: bismika allahumma ahya, wabismika amuut. Lalu selimut ditarik menutup sampai sebatas dada, karena dingin AC dalam kamar mulai terasa. Perlahan mata mereka terkatup. Dan seperti biasa, ibu jari dan telunjuk Afif mengusap-usap daun telinga sampai terlelap. Sementara jemari tangan kanan Najma menggulung-gulung rambutnya hingga tertidur.
Nilai yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah nilai ….
sosial
budaya
agama
moral
“Ramai sekali Yah?” Tanya Wahyu saat kami memasuki halaman rumah Datu. Tak ada yang menyadari kedatanganku, semuanya serius memandang ke arah seorang penari. Oh… hatiku ciut. Tanganku tiba-tiba dingin. Desiran darahku semakin kencang. Acara mabbissu, acara ritual yang diperankan oleh para bissu.
Orang kebanyakan mengatakan kalau bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi” (Laki-laki yang berjiwa perempuan, tapi bukan laki-laki juga bukan perempuan). Para bissu berperan sebagai penasihat raja. Pada masa pra- Islam mereka bisa dikatakan sebagai pendeta agama Bugis kuno. Sebagai pelaksana dalam ritual kerajaan, bissulah yang menentukan hari baik untuk memulai sesuatu, seperti turun ke sawah atau membangun rumah.
Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
ritual mabbisu bagi suku Bugis untuk menentukan hari baik untuk memulai sesuatu .
Para bissu berperan sebagai penasihat raja
Pada masa praislam bissu sebagai pendeta agama Bugis kuno.
Bissu menentukan hari baik untuk memulai sesuatu
“Orangtua Ari ingin Ari pindah ke Kota Malang untuk melanjutkan SMP di sana. Memang orang tuanya tinggal di Malang, sedangkan di sini Ari tinggal bersama neneknya.”
Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi. “Oh Lasmi, berpisah dengan teman sekolah itu biasa. Kan, tidak selamanya kalian dalam satu sekolah, lama-kelamaan kau akan melupakan Ari juga.”
“Ah, tidak bisa, Bu. Ibu tahu selama ini Ari sudah seperti saudara sendiri,” kata Lasmi terbata-bata.
Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah …
Lasmi sangat kesal karena Ibu menginjinkan Ari pindah ke Malang.
Lasmi ingin ikut pindah ke Malang jika Ari melanjutkan SMP di sana.
Lasti tidak dapat menerima atas kepindahan Ari ke Malang.
Lasmi menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa.
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup di sebelah barat
Mentari di sebelah timur
Ketika kerumunan tidak bersama
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….
lingkungan tokoh
dialog antartokoh
pikiran tokoh lain
analitik
Rumah idaman di kampong Melayu yang tidak dapat dinamakan besar, sudah disambung dengan pelampan ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bungateratai. Bungakertas yang berumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampong tiap-tiap ada perhelatan.
Unsur intrinsik yang dominan pada penggalan novel diatas adalah….
alur cerita
perwatakan
latar
tema
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tetapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah hanya untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain.
Kutipan cerpen tersebut memiliki sudut pandang ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang kedua pengamat
Tahapan alur campuran adalah?
pengenalan-intrik-klimaks-antiklimaks-resolusi
Resolusi-pengenalan-intrik-klimaks-antiklimaks
Klimaks-pengenalan-intrik--antiklimaks-resolusi
pengenalan-resolusi-klimaks-antiklimaks-intrik
Yang bukan unsur intrinsik cerpen adalah?
amanat
tema
nilai sosial
sudut pandang
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …
sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penuh perhatiaan dan tegas
1) Kalau ada pertandingan dini hari, aku dan Ayah bahu-membahu untuk membangunkan. 2) Kami berdua beranak batanggang, atau tidak tidur sampai dini hari, duduk terpaku di depan TV Grundig 14 inci yang berkerai kayu tripleks, ditemani bergal-gelas kopi.
3) Di Stadion Ullevi Gothenburg, tim berambut pirang ini meledakkan gawang Belanda hanya dalam 5 menit pertama melalui tandukan Larsen: 1 – 0. 4) Aku mengepalkan tangan tinggi-tinggi di udara, “Yes!” teriakku. 5) Aku lirik Ayah, beliau menggeleng-geleng sambil mendeham.
Bukti latar tempat dalam kutipan novel tersebut ditunjukkan kalimat ….
1
2
3
4
