NEW
Font size
WorksheetsKELAS X SEJARAH WAJIB SMS 1
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Perhatikan pernyataan berikut.
“sejarah adalah ilmu tentang manusia dan waktu yang mempunyai makna sosial dan ilmu yang terinci”
Pernyataan berikut adalah pengertian sejarah menurut sejarawan, yaitu… .
Plato
Herodotus
Kuntowijoyo
Ibnu Khaldun
Sartono Kartodirjo
Sejarawan yang mengatakan bahwa sejarah tidak berkembang lurus ke arah masa depan, tetapi bergerak seperti garis yang melingkar adalah … .
Aristoteles
Sartono Kartodirdjo
Herodotus
Ibnu Khaldun
Muhammad Yamin
Dalam penggunaannya yang luas, pengertian sejarah yang tepat adalah…
Masa kritis dari kehidupan manusia di masa lalu
Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
Silsilah para raja dan dinasti pada masa lalu
Tahap-tahap perkembangan kebudayaan manusia sejak masa lampau
Perkiraan tentang kejadian masa lampau
Keadaan alam kala Plestosen ditandai oleh beberapa peristiwa yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan manusia. Peristiwa seperti meluasnya es ke muka bumi, perubahan iklim, munculnya daratan baru, naik-turunnya air laut serta letusan gunung api merupakan tantangan alam yang harus dihadapi. Gambaran manusia purba dalam menghadapi tantangan pada masa ini adalah
Kemampuan yang masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang sangat sederhana
Kemampuan yang sudah baik dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang sudah modern
Kemampuan yang sudah baik dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang masih sederhana
Kemampuan yang masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat yang modern
Kemampuan masih sangat terbatas dalam mempertahankan hidup, serta mencari makan dengan alat terbuat dari logam
Dapat dikatakan bahwa penelitian paleoantropologi dimulai oleh Eugene Dubois yang awalnya memulai penyelidikan di gua-gua Sumatra Barat, kemudian berpindah ke Jawa. Alasan Eugene Dubois memilih Indonesia menjadi tempat penelitiannya adalah
Indonesia kaya akan flora dan fauna.
Manusia purba hidup di daerah tropis
Di Indonesia banyak ditemukan peninggalan pra-sejarah
Terdapat sungai-sungai besar
Indonesia merupakan daerah kepulauan
Ciri dari manusia purba jenis Phithecanthropus adalah ....
Volume otak 1000-2000 cc
Tubuh tegap dengan tinggi sama dengan manusia sekarang
Volume otak 750-1300 cc.
Kulit otak sudah berkembang lebih lanjut
Tulang atap tengkorak masih melebar
Penelitian terhadap tradisi Paleolitikum di Indonesia dimulai pada tahun 1935, ketika Von Koenigswald menemukan alat-alat batu di Punung, di dasar kali Baksoko. Kemudian Movius menyatakan bahwa penemuan tersebut sebagai salah satu corak perkembangan kapak perimbas di Asia Timur. Tradisi kapak perimbas yang ditemukan di Punung ini kemudian dikenal dengan budaya
Dongson
Pacitan
Dravida
Arya
Indianisasi
Salah satu penggerak kehidupan pada manusia purba adalah adanya alat-alat dan api. Alat-alat tersebut terbuat dari batu, kayu, tulang dan tanduk yang makin sempurna bentuk dan fungsinya. Corak kehidupan yang dimaksud adalah
berburu dan meramu
perundagian
bercocok tanam
berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sedang
bercocok tanam dan meramu
1. Cermati pernyataan berikut!
(1) Sistem barter sudah diturunkan oleh nenek moyangnya.
(2) Manusia pada masa itu sudah mengenal distribusi barang.
(3) Manusia pada masa itu belum mengenal sistem mata uang.
(4) Sistem barter dianggap memiliki kekuatan magis.
(5) Sistem barter memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Alasan manusia purba menggunakan sistem barter pada masa perundagian ditunjukkan oleh nomor ...
(1), (2) dan (3)
(1), (4) dan (5)
(1), (3) dan (5)
(2), (3) dan (5)
(2), (3) dan (4)
Teknik pembuatan benda perunggu yang dilakukan dengan menggunakan 2 cetakan yang diberi lubang pada bagian atas, didalam lubang tersebut diberi logam yang sudah mencair, apabila sudah dingin maka selesailah pengerjaannya adalah tehnik
Cetakan Lilin
A Cire Perdue
Pendinginan
Eksperimen
Bivalve
Sumber prasejarah berupa benda-benda peninggalan (aktivitas) manusia, seperti kapak genggam, kapak perimbas, cincin, dan manik-manik disebut
Fosil
Artefak
Ifsefak
Ekofak
Feature
Pendirian bangunan megalitik seperti dolmen, peti kubur, sarkofagus, waruga, memiliki maksud utama sebagai pengharapan kesejahteraan bagi yang masih hidup serta kesempurnaan bagi si mati. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa telah berkembang sistem kepercayaan, yaitu
Monoteisme
Dinamisme
Totemisme
Animisme
Politeisme
Temuan pertama Eugene Dubois yang merupakan fosil tengkorak di Trinil Jawa Timur pada tahun 1819 adalah
Megantropus paleojavanikus
Homo sapiens
Pithecantropus erectus
Homo wajakensis
Pithecantropus soloensis
Dalam konsepsi kepercayaan mengenai animisme, manusia yang meninggal dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari. Misalnya perhiasan, periuk dan lain-lain yang dikubur secara bersamaan. Hal tersebut bertujuan
Agar roh yang meninggal bisa bahagia dan nyaman di alam nirwanaseperti ketika masih hidup
Agar perjalanan yang meninggal ke dunia arwah dan kehidupan selanjutnya akan terjamin dengan sebaik-baiknya
Agar keluarga yang ditinggalkan mengikhlaskan perjalanan yang meninggal ke alam yang baru karena telah dibekali barang-barang keperluannya.
Yang meninggal hanya pindah tempat saja, dan kehidupan masih seperti sebelumnya.
Roh yang meninggal tidak akan lenyap karena roh memiliki alamnya sendiri
Pada tahun 1950 untuk pertama kalinya ditemukan cap-cap tangan di dinding gua tepatnya di Leang Pattae, Sulawesi Selatan. Tokoh penemu cap-cap tangan tersebut adalah
C. H .M. Heeren-Palm
C. J. H. Franssen
J. Roder
Soejono dan Mulvaney
K. W. Galis
Sebuah batu tegak yang berfungsi untuk memperingati orang yang telah mati, yang dianggap sebagai media penghormatan dan menampung kedatangan roh, serta menjadi lambang orang-orang yang dihormati adalah
Dolmen
Sarkofagus
Waruga
Menhir
Punden Berundak
Menurut para ahli purbakala bahwa manusia purba di Indonesia pada umumnya diklasifikasikan menjadi manusia purba Homo Erectus dan Homo Sapiens. Manusia purba Homo Erectus dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yakni jenis Arkaik, Tipik dan Progresif. Jenis Arkaik contohnya adalah Megrantropus Paleojavanicus, jenis Tipik contohnya adalah Pitecantropus Erectus dan jenis Progresif contohnya adalah
Homo Florensiensis
Siantropus Pekinensis
Homo Neandertalensis
Homo Soloensis
Pitecantropus Robustus
Sangiran merupakan situs yang terdapat beragam fosil manusia puba, fosil fauna, fosil tumbuhan, artefak dan lapisan tanah yang terendapkan secara alamiah tidak kurang dari 2 juta tahun silam. Atas beragam kelebihan tersebut UNESCO menetapkan situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia no. 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site. Adapun alasan utama pemberian ketetapan tersebut adalah
Terjadinya evolusi kebudayaan manusia purba dengan penemuan alat batu
Penemuan fosil Homo Erectus (Sangiran 17) yang membuktikan evolusi manusia
Adanya fosil binatang-binatang purba yang menggambarkan adanya ekosistem hutan
Menggambarkan adanya perubahan lingkungan dari hutan, daratan, rawa-rawa menjadi lautan
Situs sangiran pada masa praaksara merupakan bekas lautan yang mengalami sedimentasi
Perhatikan pernyataan di bawah ini !
(1) Dahi dapat dikatakan tidak ada
(2) Volume otak kurang lebih 900cc
(3) Tulang kening sangat menonjol ke muka
(4) Berjalan tegak
(5) Masih memiliki ekor
(6) Lengan berfungsi untuk menyangga tubuh
Berdasarkan data-data di atas yang merupakan ciri-ciri biologis dari manusia jenis Pithechantropus Erectus ditunjukkan pada nomor...
1-2-3-4
2-4-5-6
1-3-5-6
2-4-5-6
3-4-5-6
Perkembangan pola hunian manusia pra aksara sangat dipengaruhi oleh pola mata pencahariannya. Berikut ini pasangan yang benar antara pola mata pencaharian dengan pola hunian, yakni
Menetap : Nomaden
Semi nomaden : Sedenter
Semi nomaden : Menetap
Berhuma : Semi Nomaden
Nomaden : Menetap
Berdasarkan peta tersebut maka jalur migrasi bangsa Deutro Melayu dari Yunan melalui
Yunan, taiwan, sulawesi utara, jawa, nusa tenggara
Semenanjung melayu, sumatra, jawa, kalsel dan sulsel
Taiwan, Philipna, Kalimantan, Sumatra dan Jawa
Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi
Papua, Nusatenggara, Sulawesi, Maluku dan Philipina
Menurut para ahli sebagian besar nenek moyang suku-suku bangsa di Indonesia berasal dari wilayah Yunan (Cina Selatan). Mereka pindah ke wilayah Indonesia secara dua gelombang dengan membawa jenis kebudayaan masing-masing yang berkembang ketika itu. Mereka terdiri bangsa protomelayu dan detromelayu. Analisa yang benar mengenai kedatangan kedua bangsa tersebut adalah
Perunggu : Dongson : Mesolitikum : Bascon Hoabinh
Paleolitikum : Gerabah : Mesolitikum : Cocok Tanam
Neolitikum : Cocok Tanam : Perunggu : Alat-alat batu
Mesolitikum : Bascon Hoabin : Logam : Dongson
Batu : Gerabah : Logam : Cocok tanam
Klasifikasi yang benar tentang suku-suku bangsa di Indonesia berdasarkan nenek moyangnya adalah
Proto : Dayak-Batak
Deutero : Minang-Jawa
Melanesia : Papua-Arafuru
Proto : Bugis-Toraja
Deutero : Bali-Madura
Melanesia : NTT-NTB
Proto: Nias-Melayu
Deutero : Aceh-Anak Dalam
Melanesia : Halmahera-Papua
Proto : Sasak-Sunda
Deutero : Jawa-Toraja
Melanesia : Siak-Lampung
Proto : Papua-Jawa
Deutero : Jawa-Toraja
Melanesia : Bali-Madura
Kjokkenmodinger berarti sampah dapur, yakni situs kehidupan manusia purba yang berupa tumpukan fosil yang berupa sampah kulit kerang. Keberadaan situs menunjukkan adanya manusia purba yang menggantungkan hidup pada lingkungan
Gunung
Hutan
Pantai
Kota
Sungai
Menurut penelitian Van Stein Calenfels tentang kehidupan Abris Sous Roche di goa Sampung membuktikan bahwa pendukung utama kebudayaan itu adalah ras Melanesia. Hal ini diketahui dari penelitian fosil yang ditemukan pada situs itu. Abris Sous Roche berarti
tepi sungai sebagai tempat tinggal
goa sebagai tempat tinggal
kebudayaan tulang dari dalam goa
batu sebagai manifestasi spiritual
lukisan pada didnding goa.
Teknik logam ini disebut sistem pengecoran dengan cetak lilin. Kelebihan teknik ini adalah akan dihasilkan benda yang sempurna sesuai dengan keinginannya. Kekurangannya adalah cetakan hanya dapat dipakai sekali saja, sebab cara membuka cetakan dengan dihancurkan. Teknik ini adalah ....
Bivalve
Tempa
Metalurgi
A Cire Perdue
Monofacial
Gambar produksi jaman logam tersebut secara urut dari sebelah kiri adalah
Bejana Perunggu, Nekara, Moko
Moko, Nekara, Bejana Perunggu
Bejana Perunggu, Moko, Nekara
Candrasa, Bejana Perunggu, Moko
Moko, Nekara, Kapak Corong
Merupakan catatan perjalanan yang di tulis oleh para musafir, pendeta, dan pujangga pada masa lalu, pengertian dari.....
Kronik
Periodisasi
kronologi
Singkronik
Diakronik
Narasumber menceritakan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Narasumber memperoleh informasi tersebut berdasarkan penelitiannya mengenai peristiwa tersebut. Dengan demikian, keterangan dari narasumber ini termasuk sumber ….
Lisan
Pelaku
Primer
Saksi
Sekunder
Dalam penggunaannya yang luas, pengertian sejarah yang tepat adalah…
Masa kritis dari kehidupan manusia di masa lalu
Peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
Silsilah para raja dan dinasti pada masa lalu
Tahap-tahap perkembangan kebudayaan manusia sejak masa lampau
Perkiraan tentang kejadian masa lampau
Salah satu sifat historiografi tradisional ialah religio sentris, yang artinya ....
Raja dianggap memiliki kharisma
Segala sesuatu dipusatkan pada raja
Dihubungkan dengan hal-hal yang gaib
Dihubungkan dengan hal-hal yang takhayul
Yang dibicarakan hanyalah golongan bangsawa
Ciri dari manusia purba jenis Phithecanthropus adalah ....
Volume otak 1000-2000 cc
Tubuh tegap dengan tinggi sama dengan manusia sekarang
Volume otak 750-1300 cc.
Kulit otak sudah berkembang lebih lanjut
Tulang atap tengkorak masih melebar
