wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Risiko Integratif - MRI (Auditor Muda)

Total questions: 74

Worksheet time: 56mins

Name
Class
Date
1.
Sebagai bagian kerangka dari pengendalian intern, proses manajemen risiko (asesmen) akan menghasilkan …
a)
Register dan Alamat Risiko.
b)
Peta Risiko dan Nilai Risiko.
c)
Register dan Peta Risiko.
d)
Alamat Risiko dan Nilai Risiko.
e)
Selera Risiko
2.
Berbeda dengan konsep pengendalian intern yang menekankan aktivitas pengendalian, konsep manajemen risiko lebih menekankan kepada …
a)
Perlakuan risiko.
b)
Kecepatan risiko ditangani.
c)
Lingkungan pengendalian.
d)
Informasi dan komunikasi.
e)
Implementasinya
3.
Dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam organisasi, strategi yang digunakan harus memperhatikan …
a)
Ukuran, tanggung jawab, dan kapasitas organisasi.
b)
Ukuran, pimpinan, dan auditor internal organisasi.
c)
Tanggung jawab dan auditor internal organisasi.
d)
Kapasitas, pimpinan, dan lingkungan pengendalian.
e)
Strategi manajemen
4.
Menurut Queensland Treasury, contoh sumber risiko potensial yang dapat terjadi di wilayah risiko organisasi, lintas organisasi, maupun whole-of-government antara lain …
a)
Faktor politik dan whole-of-government reputation.
b)
Globalisasi dan harapan publik.
c)
Harapan publik dan manajemen aset.
d)
Faktor politik dan harapan publik.
e)
Demokrasi dan Kepemimpinan
5.
Contoh pertanyaan yang dapat membantu penyusunan checklist dalam membangun strategi manajemen risiko, kecuali …
a)
Siapa yang akan bertanggung jawab melaksanakan asesmen risiko pertama kali?
b)
Apakah pejabat senior telah mendapatkan pelatihan penilaian risiko?
c)
Bagaimana risiko akan dinilai dan didiskusikan?
d)
Siapa yang akan membantu konsultansi manajemen risiko dan bagaimana caranya?
e)
Semua Benar
6.
Tiga hal yang akan menentukan keberhasilan pengelolaan risiko organisasi adalah …
a)
Proses, auditor intern, dan prinsip.
b)
Auditor intern, prinsip, dan kerangka.
c)
Prinsip, kerangka, dan proses.
d)
Kerangka, proses, dan auditor intern.
e)
Identifikasi, analisis dan Pengendalian risiko
7.
Dalam mendesain kerangka manajemen risiko integratif, yang perlu diperhatikan oleh pihak yang terkait adalah ...
a)
Mengimplementasikan proses manajemen risiko.
b)
Menganalisis risiko.
c)
Pemahaman terhadap organisasi dan konteksnya.
d)
Melakukan monitoring dan reviu.
e)
Pemahaman terhadap risiko
8.
Manajemen risiko yang efektif dapat diwujudkan melalui cara berikut ini, kecuali …
a)
Membangun rencana manajemen risiko dengan melibatkan para stakeholder.
b)
Menetapkan pemilik risiko secara jelas.
c)
Lebih awal melakukan identifikasi risiko.
d)
Cukup mempertimbangkan risiko strategis.
e)
Semua benar
9.
Manfaat dari sistem manajemen risiko yang efektif adalah …
a)
Meningkatkan keuntungan material organisasi.
b)
Meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi.
c)
Meningkatkan jumlah aset organisasi.
d)
Meningkatkan jumlah pegawai organisasi.
e)
Meningkatnya risiko operasional
10.
Integrasi manajemen risiko yang ditujukan kepada kebijakan dan kegiatan operasional organisasi disebut …
a)
Integrasi Vertikal.
b)
Integrasi Horizontal.
c)
Integrasi Diagonal.
d)
Integrasi Melekat.
e)
Integrasi yang Integral
11.
Salah satu kriteria risk management champion adalah …
a)
Menjadi pejabat senior dengan pengetahuan manajemen risiko.
b)
Berasal dari komite audit di organisasi.
c)
Merupakan pimpinan tertinggi organisasi.
d)
Pernah memberikan laporan mengenai risiko terhadap pihak eksternal.
e)
Merupakan juara menyusun risiko
12.
Proses menyatukan manajemen risiko integratif ke dalam budaya organisasi disebut …
a)
Championing.
b)
Outsourcing.
c)
Embedding.
d)
Culturing.
e)
Decoding
13.
Faktor-faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko sebagai berikut, kecuali…
a)
Alokasi waktu dan sumber daya tidak mencukupi.
b)
Kurangnya dukungan dari manajemen puncak.
c)
Penilaian yang independen namun berasal dari pihak eksternal.
d)
Dokumentasi risiko yang berlebihan dan tidak perlu.
e)
Semua Benar
14.
Dalam mengelola risiko strategis, metode yang menganalisis bagaimana pengaruh ekonomi, seperti inflasi dan tingkat suku bunga, dapat memengaruhi risiko dalam organisasi adalah …
a)
Cost-Benefit.
b)
Internal Rate of Return.
c)
PEST.
d)
Net Present Value.
e)
Statistik
15.
Metode mengelola risiko sesuai kelompok yang dapat digunakan untuk megelola risiko risiko operasional antara lain:
a)
Analisis SWOT, analisis PEST, Cost-benefit analysis
b)
NPV, IRR, Cost-benefit analysis
c)
Analisis PEST, NPV, Cost-benefit analysis
d)
Analisis SWOT, Cost-benefit analysis, Risk and Control Self Assessment (RCSA)
e)
Analisis Kontrastif, NPM, dan NRV
16.
Sebuah kerangka proses yang dapat digunakan oleh suatu organisasi untuk menganalisis profil risiko operasionalnya adalah metode pengelolaan risiko
a)
NPV
b)
SWOT
c)
Cost-benefit analysis
d)
RCSA
e)
IRR
17.
Salah satu karakteristik program-program value added RSCA adalah
a)
Program RCSA efektif tetapi tidak berkelanjutan
b)
Sudut pandang yang lengkap atas risiko dan pengendalian
c)
Metodologi yang bias untuk analisis kecenderungan (tren analysis)
d)
Metode identifikasi finansial risk
e)
Menekankan pada value
18.
Mengapa RCSA penting untuk mengelola risiko operasional?
a)
Melindungi reputasi, mencegah kerugian, meminimalkan pelanggaran hukum, dan mengurangi pelayanan masyarakat yang tidak perlu
b)
Melindungi reputasi, menghilangkan kerugian, meminimalkan pelanggaran hukum, dan mengurangi pelayanan masyarakat yang tidak perlu
c)
Melindungi reputasi, mencegah kerugian, meningkatkan pelanggaran hukum, dan mengurangi pelayanan masyarakat yang tidak perlu
d)
Melindungi reputasi, mencegah kerugian, meminimalkan pelanggaran hukum, dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat
e)
Sudah teruji dalam implementasi
19.
Salah satu karakteristik program RCSA adalah mampu menyajikan peluang bagi organisasi untuk mengidentifikasikan dan merencanakan risiko yang tak terprediksikan atau emerging risks merupakan karakter
a)
Metode identifikasi non-finansial risk
b)
Think outside the box
c)
Strategic budgeting
d)
tren analysis
e)
statistik analysis
20.
Teknik identifikasi risiko dengan memberikan kesempatan kepada individu organisasi yang berlatarbelakang berbeda untuk mengidentifikasikan risiko secara komprehensif adalah teknik identifikasi risiko
a)
curah pendapat yang terstruktur dan difasilitasi
b)
wawancara yang terstruktur
c)
analisis jejaring
d)
decomposition
e)
decompression
21.
Teknik identifikasi risiko dengan memfasilitasi sesi curah pendapat dan wawancara dengan memilah proses yang relevan untuk manajemen risiko dan merupakan perhatian organisasi merupakan definisi dari teknik
a)
wawancara model delphi yang dimodifikasi
b)
decomposition
c)
prompt and checklist
d)
evaluasi teknis
e)
decompression
22.
teknik identifikasi risiko yang menyangkut suatu logika urutan dari kesempatan atau kejadian yang dapat mengidentifikasikan semua simpulan yang memungkinkan dari suatu kombinasi atas situasi ketidakpastian adalah teknik
a)
probabilitas dan pohon keputusan
b)
hazard and operability studies
c)
prompt and checklist
d)
decomposition
e)
decompression
23.
Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk analisis risiko antara lain
a)
PERT, analisis monte carlo, SWOT
b)
SWOT, Fault Tree Analysis
c)
Evaluasi probabilitas sederhana, fault tree analysis, event tree analysis
d)
Analisis sensitivitas, probalilitas dan pohon keputusan
e)
Contrastive Analysis
24.
Teknik yang mengidentifikasikan kejadian-kejadian yang mungkin dapat terjadi dan pengaruh kegagalan terhadap sistem dan menelusuri urutan kejadiannya untuk melokalisir asal kegagalannya adalah teknik
a)
fault tree analysis
b)
Event tree analysis
c)
Analisis sensitivitas
d)
Valuable analysis
e)
Contrastive Analysis
25.
Reviu yang dilakukan rutin atas kerangka manajemen risiko bertujuan untuk?
a)
mengidentifikasikan dampak potensial terhadap organisasi, pemerintah dan/atau masyarakat
b)
memberikan keyakinan kepada pimpinan organisasi bahwa profil risiko organisasi telah diidentifikasikan, didokumentasikan dan dinilai secara tepat
c)
mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi
d)
meyakinkan bahwa hal‐hal yang memberi pengaruh kepada organisasi yang berasal dari area konteks segera dapat diidentifikasikan secara tepat waktu
e)
Semuanya benar
26.
Pertanyaan reviu yang dapat dipakai untuk menuntun melakukan reviu efektivitas strategi manajemen risiko organisasi yakni?
a)
Apakah organisasi memiliki kebijakan manajemen risiko yang dinyatakan secara <br />jelas?<br />
b)
Apakah organisasi meyakinkan bahwa semua tindakan dalam mengelola risiko sesuai arahan pimpinan dilaporkan kembali secara formal kepada pimpinan untuk menginformasikan tingkat kemajuan dan penyelesaiannya?
c)
Apakah organisasi secara rutin mereviu dan menguji pengendalian‐pengendalian risiko dan rencana‐rencana kontinjensi?
d)
Apakah organisasi mengomunikasikan strategi manajemen risikonya kepada para stakeholder secara formal untuk menilai pemahaman dan komitmennya?
e)
Semunya benar
27.
Suatu organisasi dapat dikatakan telah mengimplementasikan manajemen risiko secara efektif jika?
a)
Organisasi secara eksplisit memadukan indikator‐indikator untuk risiko dan manajemen risiko di dalam struktur tata kelola dan manajemen
b)
Organisasi mengalokasikan sumber daya yang tepat dan cukup untuk manajemen risiko, mempertimbangkan sifat dan tingkat risiko yang teridentifikasi dan ukuran organisasi
c)
Organisasi mengaplikasikan seluruh strategi dan proses manajemen risiko yang diusulkan untuk fungsi dan aktivitas yang menjadi target dan mengaplikasikannya pada tingkatan yang tepat dalam organisasi
d)
Organisasi mengaplikasikan pengelolaan risiko sebagai bagian pertimbangan yang jelas dalam hal perencanaan strategis dan bisnis dan mengaplikasikan di semua tingkatan kritis dari organisasi
e)
Organisasi telah dievaluasi secara berkelanjutan
28.
Sebuah organisasi yang memiliki manajemen risiko yang diintegrasikan ke dalam struktur tata kelola dan manajemen strategis jika?
a)
Mengaplikasikan pengelolaan risiko sebagai bagian pertimbangan yang jelas dalam hal perencanaan strategis dan bisnis dan mengaplikasikan di semua tingkatan kritis dari organisasi
b)
Sangat memahami risiko‐risiko yang dihadapinya
c)
Secara rutin mereviu dan menguji pengendalian‐pengendalian risiko dan rencana‐rencana kontinjensi
d)
Menautkan (link) manajemen risiko kepada kebijakan pemerintah, tujuan organisasi dan stakeholder
e)
Analisis risiko dilakukan secara sistematis
29.
Konteks yang ditetapkan organisasi harus direviu secara bertujuan untuk
a)
Meyakinkan bahwa pimpinan puncak secara langsung memimpin dan mengelola proses manajemen risiko organisasi secara strategis
b)
Mengonfirmasikan bahwa strategi‐strategi manajemen risiko sudah dilaksanakan dan bekerja secara efektif
c)
Mengembangkan rencana‐rencana perlakuan terhadap risiko yang terdokumentasi secara formal yang menggambarkan sifat pengendalian risiko yang sedang berjalan
d)
Meyakinkan bahwa hal‐hal yang memberi pengaruh kepada organisasi yang berasal dari area konteks segera dapat diidentifikasikan secara tepat waktu
e)
Memastikan manajemen berkerja
30.
Suatu metode yang biasa digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasikan emerging risks ialah?
a)
Risk Identification
b)
Risk Analysis
c)
Environmental scanning
d)
Risk Evaluation
e)
Risk Appetite
31.
Pertanyaan yang dapat digunakan untuk melakukan reviu atas proses identifikasi risiko, yakni?
a)
Apakah organisasi mempertimbangkan risiko antar organisasi dan <br />mengomunikasikan risiko‐risiko ini kepada organisasi yang relevan?<br />
b)
Apakah risiko yang teridentifikasi merujuk dan terkait dengan rencana operasional organisasi?
c)
Apakah risiko ditetapkan dengan mengacu kepada sasaran dan perencanaan <br />strategis organisasi? <br />
d)
Apakah organisasi mempertimbangkan baik konteks eksternal maupun internal dalam hubungannya dengan pengelolaan risiko?
e)
Apakah organisasi mempertimbangkan menempatan sumber daya yang tepat
32.
Tipe analisis dalam analisis risiko yakni
a)
Analisis Kualitatif, Semi‐Kuantitatif, dan Kuantitatif
b)
Analisis Kualitatif, induktif, dan Kuantitatif
c)
Analisis Kualitatif, induktif, deduktif, dan Kuantitatif
d)
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
e)
Analisis kontrastif
33.
Analisis kualitatif dalam analisis risiko digunakan jika?
a)
Data numerik atau sumber‐sumber datanya cukup<br />
b)
Data numerik atau sumber‐sumber datanya tidak cukup<br />
c)
Screening awal untuk mengidentifikasikan risiko‐risiko memerlukan analisis yang general (tidak rinci)
d)
Tidak tersedia data
e)
Semuanya benar
34.
Ketika mengevaluasi risiko, organisasi harus mempertimbangkan?
a)
Tingkatan manajemen dan pegawai yang tepat terlibat
b)
Bagaimana risiko‐risiko yang dimiliki organisasi dapat memberi pengaruh kepada organisasi lainnya
c)
Selera risiko (risk appetite) organisasi
d)
Proses untuk memberi notifikasi risiko kepada stakeholder antar organisasi
e)
Kejadian masa lalu
35.
Analisis  kualitatif  menggunakan  uraian  dalam  menggambarkan  besarnya  potensi konsekuensi  dan  kemungkinan  terjadinya  konsekuensi. Analisis kualitatif dapat digunakan untuk:
a)
aktivitas  screening  awal
b)
merefleksikan  relativitasnya
c)
mencerminkan  hubungan <br />aktual yang  akurat
d)
menghasilkan ranking skala
e)
mempertimbangkan  data  dari  sumber  yang  bervariasi
36.
Berikut  pertanyaan‐pertanyaan  sebagai  ilustrasi  untuk  melakukan  reviu  atas  proses analisis  risiko  (Queensland  Treasury,  Juli  2011).  Pertanyaan  lainnya  dapat  dikembangkan adalah:<br />untuk memperoleh hasil reviu yang lebih baik, kecuali :
a)
Apakah organisasi telah mendokumentasikan prosedur‐prosedur untuk menganalisis <br />kemungkinan dan konsekuensi masih‐masing risiko? 
b)
Apakah  organisasi  melakukan  analisis  secara  tepat  atas  sifat  dan  keberadaan  sebab <br />dan dampak dari risiko‐risiko yang dianalisis? 
c)
Apakah semua risiko yang dianalisis didokumentasikan dengan baik? 
d)
Apakah  organisasi  telah  memeriksa  dan  mengevaluasi  pengendalian  yang  telah  ada <br />atas risiko teridentifikasi dalam sudut pandang kekuatan dan kelemahan organisasi? 
e)
Apakah  risiko‐risiko  yang  ditemukan  selama  proses  analisis  diperbandingkan  dengan <br />profil  risiko,  risk  appetite  dan  risk  tolerance  yang  disusun  ketika  organisasi <br />menetapkan konteks? 
37.
Ketika  mengevaluasi  risiko, organisasi harus mempertimbangkan: 
a)
Analisis Kuantitatif 
b)
selera risiko (risk appetite) organisasi;
c)
kombinasi dengan menggunakan rumus
d)
skala-skala kualitatif 
e)
informasi dan data yang faktual
38.
Apakah  risiko‐risiko  yang  ditemukan  selama  proses  analisis  diperbandingkan  dengan profil  risiko,  risk  appetite  dan  risk  tolerance  yang  disusun  ketika  organisasi <br />menetapkan konteks? Merupakan pertanyaan yang dikembangkan padasaat reviu atas  proses:
a)
Proses analisis risiko
b)
proses <br />evaluasi  risiko
c)
Proses identifikasi risiko
d)
Proses mitigasi risiko
e)
Proses monitoring risiko
39.
Sebutkan tipe indikator yang dapat ditetapkan untuk  mempermudah  memperoleh  gambaran  progres  dan  hambatan  yang  ditemui  dalam <br />proses penanganan risiko :
a)
Key performance indicator (KPI) dan early  warning system
b)
key risk indicator (KRI) dan early  warning system
c)
elemen  kritis  manajemen 
d)
key performance indicator (KPI) dan key risk indicator (KRI).
e)
risk  appetite 
40.
Pertanyaan yang dapat dikembangkan untuk memperoleh hasil reviu yang lebih baik, atas komunikasi dan konsultasi adalah: 
a)
Apakah  proses‐proses  yang  digunakan  untuk  meyakinkan  jalannya  pemantauan  dan pelaporan risiko pemerintah secara menyeluruh benar‐benar ada? 
b)
Apakah  risiko  strategis  direviu  dan  dievaluasi  melalui  proses‐proses  yang  tepatseperti pemidaian kondisi lingkungan? 
c)
Apakah  kerangka  manajemen  risiko  mendorong  peningkatan  berkelanjutan  melalui pembelajaran dan inovasi? <br />
d)
Apakah  sistem  manajemen  informasi  yang  diimplementasikan  cukup  untuk memfasilitasi pemantauan dan reviu risiko yang dipersyaratkan? <br />
e)
Apakah  risk  appetite  dinilai  terkait  dengan  perubahan  lingkungan?<br />
41.
Pelaporan risiko bertujuan untuk, kecuali :
a)
meyakinkan bahwa manajemen risiko melekat dalam kepemimpinan; 
b)
efektif  diimplementasikan  untuk  mengelola  risiko‐<br />risiko  pemerintah  secara  menyeluruh
c)
fokus kepada pengecualian dan mempertimbangkan sebab‐sebab yang mendasar;
d)
memberikan keyakinan yang memadai kepada regulator dan pimpinan organisasi
e)
memberikan transparansi atas area‐area yang menjadi pusat perhatian organisasi.
42.
Prinsip penyusunan laporan risiko: 
a)
Akurasi, Komprehensif, Manfaat, Frekuensi dan Tujuan
b)
Komprehensif, Manfaat, Frekuensi dan Tujuan
c)
Akurasi, Komprehensif, Manfaat, Frekuensi dan Distribusi
d)
Akurasi, Komprehensif, Jelas, Frekuensi dan Distribusi
e)
Komprehensif, Jelas, Frekuensi dan Distribusi
43.
Kerugian akibat  ketidakcukupan  atau  kegagalan  proses  internal,  pegawai,  sistem  atau  dari  kejadian eksternal adalah definisi:
a)
Risiko Manajemen
b)
Risiko Kegiatan
c)
Risiko Eksternal
d)
Risiko Internal
e)
Risiko Operasional
44.
Ketika  mereviu  selera  risiko  operasional, pimpinan  memberi  perhatian terhadap faktor‐faktor berikut ini? Kecuali:
a)
tingkat penghindaran risiko
b)
Perubahan lingkungan eksternal. <br />
c)
Peningkatan kegiatan operasi secara substansial. <br />
d)
Sejarah kerugian operasional. <br />
e)
Kualitas lingkungan pengendalian. <br />
45.
Berikut ini merupakan beberapa risiko yang dapat terjadi pada proses bisnis unit kerja keuangan, kecuali
a)
Pembelanjaan
b)
Pertanggungjawaban
c)
Training dan Pengembangan
d)
Perencanaan
e)
Semua benar
46.
Urutan yang benar pada proses bisnis unit kerja keuangan adalah
a)
Merencanakan Pendanaan, Mengelola Dana, Memperoleh Dana, Membelanjakan dan Pertanggungjawaban
b)
Merencanakan Pendanaan, Memperoleh Dana, Mengelola Dana, Membelanjakan dan Pertanggungjawaban
c)
Memperoleh Dana, Merencanakan Pendanaan, Mengelola Dana, Membelanjakan dan Pertanggungjawaban
d)
Merencanakan Pendanaan, Memperoleh Dana, Membelanjakan Mengelola Dana, dan Pertanggungjawaban
e)
Merencanakan Pendanaan, Mengembangkan Solusi, Memperoleh Dana, Membelanjakan Mengelola Dana, dan Pertanggungjawaban
47.
Contoh risiko yang mungkin timbul seperti ketidakcukupan dana, terdapat pada proses bisnis unit kerja keuangan yaitu
a)
Perencanaan
b)
Perolehan Dana
c)
Pembelanjaan
d)
Pertanggungjawaban
e)
Pelaporan
48.
Berikut ini merupakan beberapa risiko yang sering dihadapi pada pengelolaan sumber daya manusia, kecuali
a)
Perekrutan dan seleksi
b)
Sistem Remunerasi
c)
Manajemen Karir
d)
Pertanggungjawaban
e)
Semua benar
49.
Risiko kegagalan penerapan rencana suksesi adalah contoh risiko pengelolaan SDM pada bagian
a)
Perekrutan dan seleksi
b)
Manajemen Pemberhentian
c)
Sistem Remunerasi
d)
Manajemen Karir
e)
Keuangan
50.
Risiko tuntutan hukum dari pegawai adalah contoh risiko pengelolaan SDM pada bagian
a)
Hubungan Industrial
b)
Manajemen Karir
c)
Manajemen Pemberhentian
d)
Sistem Remunerasi
e)
Keuangan
51.
Manajemen Risiko keamanan informasi adalah
a)
Suatu fungsi manajemen sendiri dengan tanggungjawab tingkat junior
b)
Suatu fungsi manajemen bersama dengan tanggungjawab tingkat senior
c)
Suatu fungsi manajemen sendiri dengan tanggungjawab tingkat senior
d)
Suatu fungsi manajemen bersama dengan tanggungjawab tingkat junior
e)
Semua benar
52.
Suatu prosedur standar dan penyimpangan terhadap prosedur tersebut harus diberitahukan oleh pejabat yang bertanggungjawab terhadap masalah keamanan, merupakan penegrtian dari
a)
Analisis Risiko
b)
Evaluasi Risiko
c)
Identifikasi Risiko
d)
Asesmen Risiko
e)
Peta risiko
53.
Risiko kegagalan memperoleh pegawai yang tepat adalah contoh risiko pengelolaan SDM pada bagian
a)
Training dan Pengembangan
b)
Perekrutan dan Seleksi
c)
Manajemen Karir
d)
Sistem Remunerasi
e)
Keuangan
54.
Risiko sistem remunerasi termasuk dalan risiko unit kerja
a)
Keuangan
b)
Kepegawaian
c)
Manajemen Aset
d)
Teknologi Informasi
e)
Umum
55.
Definisi Pemanfaatan adalah….
a)
kegiatan  yang  dilakukan  oleh pengguna/kuasa  pengguna  dalam  mengelola  dan  menatausahakan  barang  milik daerah  sesuai  dengan  tugas  pokok  dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah (SKPD) yang bersangkutan
b)
pendayagunaan  barang  milik  daerah yang tidak dipergunakan sesuai  dengan  tugas pokok dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan.
c)
proses  kegiatan  penelitian  yang  selektif  didasarkan  pada data/fakta  yang  objektif  dan  relevan  dengan  menggunakan  metode/teknis  tertentu  untuk memperoleh nilai barang milik daerah
d)
kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam  keadaan  baik  dan  siap  untuk  digunakan secara  berdaya  guna  dan  berhasil guna
e)
kegiatan memanfaatkan aset agar bermanfaat dan menghasilkan
56.
Definisi Pengamanan adalah
a)
kegiatan  yang  dilakukan  oleh pengguna/kuasa  pengguna  dalam  mengelola  dan  menata  usaha  kan  barang  milik <br />daerah  sesuai  dengan  tugas  pokok  dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah (SKPD) yang bersangkutan
b)
pendayagunaan  barang  milik  daerah  yang  tidak  dipergunakan sesuai  dengan  tugas  pokok  dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah  (SKPD)  dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan.
c)
kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik <br />daerah  dalam  bentuk  fisik,  administratif  dan  tindakan  upaya  hukum
d)
kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam  keadaan  baik  dan  siap  untuk  digunakan secara  berdaya  guna  dan  berhasil <br />guna
e)
kegiatan mengamankan aset dari pencurian
57.
Definisi Pemeliharaan adalah
a)
kegiatan  yang  dilakukan  oleh pengguna/kuasa  pengguna  dalam  mengelola  dan  menata  usaha  kan  barang  milik <br />daerah  sesuai  dengan  tugas  pokok  dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah (SKPD) yang bersangkutan
b)
pendayagunaan  barang  milik  daerah  yang  tidak  dipergunakan sesuai  dengan  tugas  pokok  dan  fungsi  Satuan  Kerja  Perangkat  Daerah  (SKPD)  dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun guna serah dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan.
c)
kegiatan tindakan pengendalian dalam pengurusan barang milik <br />daerah  dalam  bentuk  fisik,  administratif  dan  tindakan  upaya  hukum
d)
kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam  keadaan  baik  dan  siap  untuk  digunakan secara  berdaya  guna  dan  berhasil guna
e)
kegiatan memelihara aset agar selalu awet
58.
Untuk menilai efektivitas sistem manajemen risiko kegiatan operasional penghapusan perlu menjawab pertanyaan ….
a)
Apakah  seluruh  barang  yang  dihapuskan  mendapat  persetujuan  dari  pihakberwenang? 
b)
Apakah terdapat penghapusan barang yang masih produktif?
c)
Apakah pertimbangan penghapusan barang telah memadai?
d)
Semua Benar
e)
Semua Salah
59.
- Apakah pengadaan barang diajukan untuk dibiayai telah direncanakan? <br />- Apakah pengajuan pembiayaan wajar? <br />- Apakah usulan biaya telah memperoleh verifikasi dan reviu yang memadai dari pihak yang kompeten dan berwenang? <br />pertanyaan-pertanyaan di atas relevan  untuk  menilai  efektivitas  sistem manajemen  risiko operasional ........ 
a)
Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran
b)
Pengadaan
c)
Penilaian
d)
Pembiayaan
e)
Pemeliharaan
60.
Rentang  atribut  manajemen  risiko  dalam Risk  maturity  model   dikategorikan "mature" apabila
a)
Manajemen risiko yang dibangun masih berfokus pada ketaatan
b)
Manajemen risiko menjadi suatu alat  strategis
c)
Manajemen risiko merupakan suatu proses manajemen
d)
Manajemen risiko dapat menjadi early warning bagi manajemen
e)
manajemen risiko adalah teori baru selain SPIP
61.
Berikut yang merupakan pertimbangan dalam mengevaluasi Risk Maturity Model adalah sebagi berikut
a)
Pendekatan Maturity Model, Komponen Maturity Model, Evaluasi Maturity Model, dan Pengukuran Maturity Model
b)
Pendekatan Maturity Model, Komponen Maturity Model, Evaluasi Maturity Model, dan Pemantauan Maturity Model
c)
Pendekatan Maturity Model, Komponen Maturity Model, Inisiasi Maturity Model, dan Pengukuran Maturity Model
d)
Pendekatan Maturity Model, Komponen Maturity Model, Inisiasi Maturity Model, dan Pemantauan Maturity Model
e)
Bahwa instansi perlu dinilai maturity modelnya agar manajemen bisa mengetahui efektifitasnya
62.
kriteria untuk maturity diagnostic menurut ISO 31000:2009 dikatakan pada level "defined" apabila
a)
Strategic, operational planning, crisis, and budgeting processes involve structured risk analysis, generally  in  the  identification  of  risks,  using  the  organization’s  risk  tables  to  analyse  and evaluate  them,  and  basing  decisions  on  the  results. 
b)
Risk  management  contributes  to  the  demostrabel  achievement  of  objectives  and improvement  of  performance  in  key  areas 
c)
The  risk  processes  define  how  both  risks  (negative  outcomes)  and  opportunities  (positive outcomes)  are  identified,  analysed,  and  quantified  using  the  same  structures  and  language. 
d)
All  strategic  and  operational  planning,  crisis,  budgeting,  and  decisions  making  processes leverage  risk  and  opportunity  analysis  to  select  and  prioritise  strategies,  plans,  investments, and  projects  that  optimise  value  whilst  reducing  risk.
e)
Tidak ada yang benar
63.
Dalam Risk Maturity Model yang dikembangkan IIA (UK & Ireland) 2013, level maturitas dikatakan "managed" apabila
a)
Scattered silo-based approaches
b)
Organization-wide approach
c)
Strategy and policies in places and risk appetite defined
d)
Fully embedded in operations
e)
Tidak ada yang benar
64.
Urutan Kerangka  penilaian  efektivitas  bangunan  manajemen  risiko adalah
a)
Mendesain teknik reviu - Melakukan Reviu - Laporan Hasil Reviu - Evaluasi Hasil Reviu
b)
Menetapkan area reviu - Melakukan Reviu - Laporan Hasil Reviu - Evaluasi Hasil Reviu
c)
Mendesain teknik Reviu - Menetapkan area reviu - Melakukan Reviu - Laporan Hasil Reviu
d)
Menetapkan area reviu - Mendesain teknik Reviu - Melakukan Reviu - Laporan Hasil Reviu
e)
Tidak ada yang benar
65.
Berikut ini merupakan bagian proses dari manajemen aset?
a)
Mengorganisasikan, merencanakan, memperoleh dan mengendalikan pengadaan
b)
Mengorganisasikan, merencanakan, merancang dan menilai aset
c)
Mengorganisasikan, merencanakan, merancang dan mengendalikan pengadaan
d)
Mengorganisasikan, merencanakan, memperoleh dan memanfaatkan aset
e)
Merencanakan, memperoleh, merancang dan mengendalikan pengadaan
66.
Berikut ini merupakan siklus hidup aset?
a)
Perencanaan, Perbaikan, Perolehan, Pemakaian
b)
Perencanaan, Perolehan, Pemakaian, Penghapusbukuan
c)
Perencanaan, Perbaikan, Pemakaian, Penghapusbukuan
d)
Perencanaan, Perolehan, Perbaikan, Penghapusbukuan
e)
Perencanaan, Pemakaian, Perbaikan, Penghapusbukuan
67.
Berikut ini merupakan salah satu prinsip manajemen aset?
a)
Akuntabilitas ditetapkan untuk kondisi, penggunaan dan kinerja aset
b)
Asumsi-asumsi yang digunakan telah sesuai dengan kondisi
c)
Data kebutuhan aset telah didasarkan kepada kebutuhan unit kerja
d)
Ditetapkan rencana untuk mengatasi kegagalan pengadaan
e)
Perencanaan kebutuhan telah memperhatikan anggaran
68.
Berikut ini merupakan asas pengelolaan barang milik daerah kecuali?
a)
Asas Fungsional
b)
Asas Efisiensi
c)
Asas Pemanfaatan
d)
Asas Kepastian Hukum
e)
Asas Ekonomis
69.
Berikut ini merupakan sasaran manajemen aset kecuali?
a)
Evaluasi atas alternatif-alternatif yang mempertimbangkan risiko dan manfaatnya
b)
Mengoptimalkan penyediaan layanan jasa
c)
Meminimalkan risiko dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan
d)
Peningkatan modal alami dan sosial selama siklus hidup aset
e)
Tata kelola yang baik
70.
Perencanaan, Perolehan, Pemakaian, Penghentian pemakaian merupakan fase siklus?
a)
Siklus Keuangan
b)
Siklus Hidup Teknologi
c)
Siklus Pengelolaan SDM
d)
Siklus Hidup Organisasi
e)
Siklus Hidup Aset
71.
Asas Fungsional, Kepastian Hukum, Transparansi dan Keterbukaan, Efisiensi, Akuntabilitas, dan Kepastian Nilai merupakan asas?
a)
Pengelolaan Keuangan Daerah
b)
Pengelolaan IT
c)
Pengelolaan SDM
d)
Pengelolaan BMD
e)
Pengelolaan APBD
72.
Berikut ini bukan merupakan siklus hidup aset?
a)
Planning
b)
Acquisition
c)
Operation
d)
Refurbishment
e)
Disposal
73.
Tata kelola yang baik, alokasi yang tepat atas sistem bisnis, proses, dan sumber daya manusia merupakan aspek utama keberhasilan pencapaian sasaran?
a)
Sasaran Manajemen SDM
b)
Sasaran Manajemen Aset
c)
Sasaran Manajemen IT
d)
Sasaran Manajemen Keuangan
e)
Sasaran Manajemen Organisasi
74.
Berikut ini merupakan sasaran manajemen aset kecuali?
a)
Evaluasi atas alternatif-alternatif yang mempertimbangkan risiko dan manfaatnya
b)
Mengoptimalkan penyediaan layanan jasa
c)
Meminimalkan risiko dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan
d)
Peningkatan modal alami dan sosial selama siklus hidup aset
e)
Tata kelola yang baik