NEW
Font size
WorksheetsPoltekkes Post Test
Total questions: 15
Worksheet time: 7mins
Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit diatur pada perudangan Republik Indonesia, yaitu
Peraturan Menteri Kesehatan no. 72 tahun 2019
Peraturan Menteri Kesehatan no. 72 tahun 2016
Peraturan Menteri Kesehatan no. 76 tahun 2016
Peraturan Menteri Kesehatan no. 76 tahun 2019
Urutan yang benar pada Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai
Perencanaan kebutuhan - Pemilihan - Pengadaan - Penerimaan - Penyimpanan - Pendistribusian - Pemusnahan dan Penarikan - Pengendalian - Administrasi
Pemilihan - Perencanaan kebutuhan - Pengadaan - Penerimaan - Penyimpanan - Pendistribusian - Pemusnahan dan Penarikan - Pengendalian - Administrasi
Perencanaan kebutuhan - Administrasi - Pendistribusian - Pemilihan - Pengadaan - Penerimaan - Penyimpanan - Pemusnahan dan Penarikan - Pengendalian
Perencanaan kebutuhan - Administrasi - Pendistribusian - Pemilihan - Pengadaan - Pengendalian - Penerimaan - Penyimpanan - Pemusnahan dan Penarikan
Yang Bukan merupakan Pelayanan farmasi klinik
Pengkajian dan pelayanan Resep
Penelusuran riwayat penggunaan Obat
Dispensing sediaan steril dan non steril
Penyimpanan Perbekalan Farmasi
Tidak Berkenaan dengan High-alert medication
NaCl 0,9% atau konsentrasi NaCl di bawah 0,9%
Obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan/kesalahan serius (sentinel event) dan Obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD)
Kalium klorida 2meq/ml atau yang lebih pekat
Obat yang terlihat mirip dan kedengarannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM, atau Look Alike Sound Alike/LASA)
Jenis Sistem distribusi obat di Pelayanan Kesehatan yang sangat efisien dan efektif adalah
Sistem Unit Dose Dispensing
Sistem One Day Dose Dispensing
Sistem Resep Individu
Sistem Floor Stock
Faktor yang menyebabkan Penarikan obat dari ruangan harus dilakukan, kecuali :
Obat sisa pasien
Obat kadaluarsa
Obat tidak memenuhi standar (recall BPOM)
Pasien tidak mau minum obat
Ketika resep diterima, hal yang perlu dilakukan adalah melakukan skrining resep. Skrining administrasi yang dilakukan meliputi hal di bawah ini, kecuali :
Tanda tangan/paraf dokter penanggung jawab pasien tidak tertera pada resep
Nama, usia dan berat badan pasien tertulis dengan lengkap
Status alergi pasien ditulis oleh dokter penulis resep
Nama obat, dosis dan aturan pakai obat ditulis dengan lengkap
Pada saat serah terima obat/alkes pada perawat/petugas di rawat inap, hal yang tidak perlu diperhatikan adalah
Nama Obat dan Jumlah obat
Nama Obat dan Pasien yang akan menerima obat
Nama dokter yang mengorder obat
Nama dan Paraf Perawat dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang melakukan serah terima
Hal yang salah dalam penyimpanan obat yang benar
Suppositoria disimpan pada lemari dengan suhu 2 - 8 oC
Insulin yang belum dibuka disimpan pada lemari dengan suhu 2 - 8 oC
Tablet disimpan pada suhu kamar (25 - 27) oC
Sirup Antasida disimpan pada lemari dengan suhu 2 - 8 oC
Obat yang diresepkan Traneksamat 300mg injeksi akan diinjeksikan pada pasien A, sediaan yang tersedia adalah 500mg dalam 10 mL. Volume Asam Traneksamat yang harus diambil untuk pasien A adalah
3 mL
6 mL
5 mL
30 mL
Proses permintaan barang dari depo farmasi ke gudang farmasi dilakukan dengan membuat
Permintaan barang berupa resep
Permintaan barang melalui telpon tanpa amprahan
Permintaan barang berupa amprahan
Permintaan barang berupa datang langsung ke gudang tanpa dokumen
Proses pengecekan obat pasien pada setiap tahapan dilakukan dengan cara :
Mencantumkan nama dan paraf petugas serta jam obat dicek pada setiap kolom tahapan
Memberi centang pada tahapan pengecekan obat
Mencantumkan nama dan paraf petugas serta jam obat dicek di samping nama obat pasien
Memberi paraf hanya satu nama petugas yang mengecek semua tahapan pengecekan
Pemberian infus cairan Ringer laktat dosis 20 tetes permenit diberikan pada pukul 08.00 WIB. Ringer laktat 500 mL ke-2 akan diberikan pada pasien pada pukul :
2 siang
3 siang
4 sore
12 siang
Cefixime 100 mg tablet diberikan pada pasien Z untuk mengatasi infeksi bakteri gram negatif. Stok tablet kosong, diberikan sirup. Pada label botol tertera cefixime 20mg/mL. Berapa dosis sirup yang diberikan pada pasien Z
1 mL
3 mL
4 mL
5 mL
Yang bukan merupakan Efek samping dari Cefixime
Alergi
Nafsu makan meningkat
Diare
Gangguan fungsi ginjal
