NEW
Font size
WorksheetsLatihan UN 2020
Total questions: 20
Worksheet time: 42mins
Perhatikan paragraf berikut!
Tahukah Kalian? Tanggal 10 Januari diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Sudahkah kalian mencintai lingkungan dan turut menjaganya? Berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah terkait demi lingkungan yang lebih baik. Komitmen untuk menyelesaikan masalah lingkungan telah ditunjukan juga oleh berbagai kalangan. Ada banyak cara yang bisa kalian lakukan untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan. Berikut empat cara sederhana untuk menjaga lingkungan yaitu menghemat penggunaan air, mengurangi konsumsi air kemasan, memanfaatkan lahan kosong untuk penghijauan, dan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
Dikutip dari: https://www.liputan6.com/citizen6/read/3866903/hari-lingkungan-hidup-nasional-tanamkan-4-hal-ini-pada-dirimu, dengan sedikit perubahan, diunduh 14 Februari 2019
Makna istilah komitmen dalam paragraf tersebut adalah ....
perjanjian untuk melakukan sesuatu
keterikatan melakukan sesuatu
tanggung jawab dalam melakukan sesuatu
suatu tindakan yang sudah dilakukan
bukti kegiatan yang sudah dilakukan
Perhatikan paragraf berikut!
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dari Sabang hingga Marauke. Keindahan alam Indonesia dianggap tak ada yang mampu menandingi di belahan dunia manapun. Hampir semua pesona alam terdapat di Indonesia dari darat hingga laut. Maka dari itu tak heran jika banyak wisatawan asing yang rela datang jauh-jauh ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Selain keindahan yang disajikan ternyata di dalam keindahan tersebut terdapat banyak hal tersembunyi yang jarang diketahui seperti flora dan fauna yang sangat eksotis. Banyaknya pulau yang ada di Indonesia membuat kekayaan laut dan pantai semakin melimpah ruah. Selain pantai, keindahan dunia bawah laut juga menjadi buruan wisatawan untuk masuk kedalamnya dan ikut menikmati kehidupan bawah laut di Indonesia. Daerah yang memiliki keindahan pantai yang menakjubkan di Indonesia antaranya yang paling terkenal adalah Lampung, Bali dan Raja Ampat. Selain keindahan pantai, Indonesia juga merupakan negara dengan hamparan hutan terbesar di dunia. Oleh sebab itu, Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia karena 1/3 hutan di dunia terdapat di Indonesia.
Dikutip dari: https://raniyuliantiblog.wordpress.com/2017/02/14/karangan-deskripsi-tentang-keindahan-alam-indonesia-terbaru/, dengan sedikit perubahan, 15 Februari 2019
Pernyataan berikut yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah …
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah terutama kekayaan laut dari Sabang sampai Merauke.
Pesona alam Indonesia yang dilirik dunia hanya ada di laut.
Faktor utama kekayaan laut Indonesia semakin melimpah ruah yaitu Indonesia merupakan negara kepulauan.
Flora dan fauna yang ada di Indonesia sangat eksotis tetapi jumlahnya sangat terbatas.
Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia karena 1/3 hutan di dunia terdapat di Indonesia.
Perhatikan paragraf berikut!
Jumlah korban tewas setelah hujan lebat berhari-hari yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di Sulawesi telah bertambah menjadi 59 orang, sementara 25 lainnya belum ditemukan.
Para petugas menemukan lagi sejumlah mayat sewaktu genangan banjir dan curah hujan mulai surut di beberapa daerah, kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Ia mengatakan 45 orang tewas akibat banjir dan 14 lainnya akibat tanah longsor. Para petugas di bendungan Bili-Bili terpaksa membuka pintu air Selasa malam, yang menyebabkan banjir tetapi menghindarkan bencana yang lebih buruk.
Dikutip dari: https://www.voaindonesia.com/a/korban-tewas-akibat-banjir-dan-longsor-di-indonesia-menjadi-59-orang/4758521.html, dengan sedikit perubahan 15 Februari 2019
Berikut ini pokok-pokok isi paragraf yang sesuai dengan kutipan paragraf tersebut adalah ...
Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Sulawesi setelah hujan lebat berhari-hari.
Tim SAR hanya menemukan 59 orang yang tewas akibat musibah banjir bandang.
Petugas BNPB terpaksa membuka bendungan Bili-Bili setelah peristiwa banjir bandang dan tanah longsor.
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memberikan perintah kepada petugas untuk membuka pintu bendungan Bili-Bili.
Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada Selasa malam karena hujan lebat.
Perhatikan paragraf berikut!
Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin hari kian parah. Kondisi tersebut secara langsung telah mengancam kehidupan manusia. Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam. Penyebab terjadinya kerusakan alam dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu akibat peristiwa alam dan akibat ulah manusia. Kerusakan lingkungan hidup dapat diartikan sebagai proses deteriorasi atau penurunan mutu (kemunduran) lingkungan. Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem.
Dikutip dari: https://renihapsari13.wordpress.com/2017/07/22/artikel-lingkungan-hidup/, dengan perubahan, 15 Februari 2019
Ide pokok paragraf tersebut adalah ....
Faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup.
Kerusakan lingkungan hidup di Indonesia semakin parah.
Kondisi kerusakan lingkungan hidup telah mengancam kehidupan manusia.
Tingkat kerusakan alam pun meningkatkan risiko bencana alam.
Proses deteriorasi lingkungan hidup di Indonesia.
Perhatikan kalimat berikut!
Laki-laki yang mengenakan kaos biru itu sedang berjualan kacamata di Jalan Gatot Subroto ketika peristiwa kecelakaan terjadi.
Inti kalimat tersebut adalah ...
Laki-laki berjualan kacamata.
Peristiwa kecelakaan terjadi.
Laki-laki yang mengenakan kaos biru itu berjualan.
Laki-laki yang mengenakan kaos biru itu berjualan kacamata.
Laki-laki berjualan kacamata di Jalan Gatot Subroto.
Perhatikan teks berikut!
Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa daerah yang juga turut tumbuh berkembang. Namun, semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu rupanya belum mampu tercemin dalam keseharian. Sebagian kalangan menyebut ada kesalahan mendasar dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dan perlu segera direkonstruksi sebab pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara. ”Padahal, dengan belajar bahasa Indonesia, harusnya peserta didik juga dapat dibekali semangat menghargai keberagaman,” ungkap salah seorang guru besar sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Semangat keberagaman yang tercemin dari pembelajaran bahasa Indonesia, menurut beliau, tidak lepas dari tekad untuk menjadikannya sebagai bahasa pemersatu. ”Bisa saja saat Sumpah Pemuda 1928, orang Jawa memaksakan kehendaknya dan etnis lain juga bisa melakukan hal yang sama. Namun, atas nama kepentingan nasional muncul keberanian untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman etnis yang ada,” jelasnya pula.
Simpulan isi paragraf adalah ...
Sudah delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia dijunjung sebagai bahasa persatuan, di atas kurang lebih 746 ragam bahasa, tetapi masih kurang disadari oleh beberapa kalangan penduduk Indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia masih terpaku pada pemenuhan kompetensi mendengar, menulis, membaca, dan berbicara, padahal melalui pembelajaran bahasa Indonesia dapat dibekali semangat menghargai keberagaman.
Semangat penghargaan atas keberagaman atau multikultural itu sangat sulit diterapkan dalam keseharian, apalagi sebagian kalangan tidak mengetahui bagaimana proses pembentukan bahasa persatuan dahulunya.
Pada saat Sumpah Pemuda 1928, sebetulnya beberapa suku bangsa, seperti suku Jawa, bisa saja memaksakan kehendaknya untuk menggunakan atau memakai bahasa mereka sebagai bahasa persatuan bangsa.
Ada kalangan yang mengatasnamakan kepentingan nasional yang dimunculkan keberaniannya untuk menyepakati bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di atas keberagaman yang ada, tetapi penerapannya sulit.
Perhatikan kedua teks berikut!
Teks 1
Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka di serahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Ia dipinangkan dengan anak saudagar yang kaya, amat elok parasnya, namanya Bibi Zainab. Hatta beberapa lamanya Khojan Maimun beristri itu, ia membeli seekor burung bayan jantan. Maka beberapa di antara itu ia juga membeli seekor tiung betina, lalu di bawanya ke rumah dan di taruhnya hampir sangkaran bayan juga.
Hikayat Bayan Budiman
Teks 2
Sebenarnya tidak ada keistimewaan khusus mengenai keahlian Darko dalam memijat. Standar tukang pijat pada layaknya. Namun, keramahannya yang mengalir menambah daya pikat tersendiri. Kami menemukan ketenangan di wajahnya yang membuat kami senantiasa merasa dekat. Mungkin oleh sebab itu kami terus membicarakannya Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba-tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat.
Tukang Pijat Keliling, Sulung Pamangguh
Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua teks tersebut adalah …
Teks 1 Menggunakan kata sehari-hari
Teks 2 Menggunakan ungkapan
Teks 1 Menggunakan bahasa Melayu klasik
Teks 2 Menggunakan bahasa Indonesia baku
Teks 1 Menggunakan kata-kata lugas
Teks 2 Menggunakan kata sehari-hari
Teks 1 Tidak ada kalimat langsung
Teks 2 Memvariasikan kalimat langsung
Teks 1 Menggunakan bahasa Melayu klasik
Teks 2 Menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari
Bacalah kedua teks berikut!
Teks 1
Guru dan siswa SMP PGRI Wringinanom berdamai setelah mediasi digelar di Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019). Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang merekam seorang siswa menantang gurunya menjadi viral di media sosial. Belakangan terungkap bahwa siswa yang menantang gurunya terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Aksi tak terpuji siswa kepada gurunya itu direkam pada Sabtu (2/2/2019). Video itu kemudian beredar luas dan menjadi viral belakangan ini.
Dikutip dari: http://www.tribunnews.com/seleb/2019/02/10/siswa-yang-tantang-guru-di-gresik-akhirnya-minta-maaf-begini-ekspresinya-di-kantor-polisi, dengan perubahan, 17 Februari 2019
Teks 2
Nur Khalim dan AA, guru dan siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, yang sempat viral di media sosial lantaran ulah AA terekam video saat merokok di kelas lalu menantang sang guru, akhirnya berdamai. Mereka sepakat berdamai setelah dipertemukan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wringinanom. "Terkait mediasi, mereka (pihak sekolah) meminta kepada kami untuk dilakukan mediasi di Polsek Wringinanom," ujar Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan, Minggu (10/2/2019).
Dikutip dari: https://regional.kompas.com/read/2019/02/10/16071881/viral-video-siswa-merokok-di-kelas-dan-menantang-guru-keduanya-sepakat, dengan perubahan, 17 Februari 2019
Perbedaan penyajian kedua teks tersebut adalah ...
Teks 1: disajikan apa, siapa, kapan, mengapa, Teks 2: disajikan siapa, dimana, kapan, mengapa.
Teks 1: disajikan siapa, kapan, mengapa, apa, Teks 2: disajikan siapa, dimana, kapan, mengapa.
Teks 1: disajikan apa, siapa, kapan, mengapa, Teks 2: disajikan dimana, siapa, kapan, mengapa.
Teks 1: disajikan siapa, dimana, kapan, apa, Teks 2: disajikan siapa, apa, dimana, kapan.
Teks 1: disajikan apa, kapan, siapa, mengapa, Teks 2: disajikan mengapa, siapa, dimana, kapan
Perhatikan paragraf berikut!
Menurunnya jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler disebabkan oleh beberapa faktor. Padatnya jam belajar adalah salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Kurang bervariasinya kegiatan dan minimnya dana turut menyebabkan menurunnya jumtah siswa yang mengikuti kegiatan.
Tanggapan logis yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...
Terlalu banyak variasi sehingga siswa malas mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Perlu penataan ulang agar kegiatan ekstrakurikuler diminati siswa.
Siswa terlalu sibuk bermain sehingga malas ekstrakurikuler.
Siswa lebih memilih belajar daripada mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Sekolah kurang memerhatikan variasi ekstrakurikuler.
Perhatikan paragraf berikut!
Berdasarkan hasil pengamatan, manfaat penggunaan media dalam pembelajaran adalah memperlancar proses interaksi, proses pembelajaran menjadi menarik dan interaktif. Jumlah waktu belajar dapat dikurangi sehingga kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan. Selain itu, proses belajar dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Siswa tidak harus bergantung dengan kehadiran guru di kelas, mereka dapat belajar secara mandiri jika saja materi yang akan dipelajari oleh siswa sudah tersedia dalam bentuk media pembelajaran.
Dikutip dari: http://pakdemin.blogspot.com/2015/03/bahasa-indonesia-smk.html, 18 Februari 2019
Simpulan paragraf tersebut adalah ....
Proses pembelajaran menarik dengan media pembelajaran
Dengan menggunakan media , waktu belajar dapat dikurangi.
Kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan jika ada media.
Proses belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
Media pembelajaran sangat bermanfaat dalam proses belajar.
Perhatikan kutipan teks drama berikut!
(1) NENEK : Terima kasih, hebat sekali, engkau sangat pandai, engkau mestinya jadi jendral, kalau engkau punya kemauan mestinya kau sudah jadi jendral sekarang.
(2) KAKEK : Aku bukanlah jendral, aku hanya seorang profesor yang dilupakan.
(3) NENEK : Tapi dulu kau pernah bergerilya, berjuang untuk Perancis. Engkau adalah pahlawan Perancis, putra Jeanne d’arc. Pahlawanku, apakah kau mencintai aku?
(4) KAKEK : Aku mencintaimu dengan semangat musim semi yang abadi.
(5) NENEK : Cantikkah aku pahlawanku.
(6) KAKEK : Engkau gilang-gemilang bagai putri Zeba!
(7) NENEK : Darahku berdeburan, pahlawanku. Dengan hormat berbuat sesuatu untukku.
Kereta Kencana karya Eugene Ionesco terjemahan W.S. Rendra
Dikutip dari: http://naskahdrama-rps.blogspot.com/2010/08/kereta-kencana-euene-ionesco.html, 17 Februari 2019
Kalimat bermajas dalam kutipan teks drama tersebut adalah kalimat nomor ...
(1), (3), dan (4)
(2), (4), dan (6)
(3), (5), dan (6)
(4), (6), dan (7)
(1), (6), dan (7)
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisapi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi....
Sepisaupi, Sutardji Calzum Bachri
Dikutip dari: https://arsy22.blogspot.com/2015/01/analisis-puisi-kontemporer.html, 16 Februari 2019
Ciri paling dominan dalam puisi kontemporer tersebut adalah ...
Keberadaan wujud bait yang digunakan penyair
Penggunaan sImbol-simbol pengganti sesuatu yang dimaksudkan
Mengungkapkan keadaan sebenarnya secara gambling
Ketidaklaziman penggunaan pasangan kata
Percampuradukan bahasa resmi dengan bahasa sehari-hari
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kalau beberapa tahun yang lalu tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, tuan akan berhenti di dekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah barat, maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah tuan di jalan kampungku. Pada simpang kecil itu. Dan di ujung jalan itu nanti akan tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi. Dan di pelataran kiri surau itu akan tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkat ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sesudah bertahun-tahun ia sebagai garis, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya kakek.
A.A. Navis, Robohnya Surau Kami
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
tokoh dan penokohan
latar
alur
sudut pandang
amanat
Bacalah cuplikan novel berikut!
Kejengkelanku yang sudah mulai hilang kini muncul kembali. (2)’Hebat’ betul si Siti ini. (3) Mana ada, sih, pembantu yang ngambek kalau diomeli majikan? (4) Kalau begini caranya, lebih baik dipecat saja dia. (5) Nanti kalau ibu pulang akan kulaporkan ulahnya. (6) Akan kubujuk ibu agar memecatnya. (7) Biar tahu rasa dia. (8) Yang mau jadi pembantu pasti masih banyak, tidak usah khawatir mengenai penggantinya.
Penggambaran watak tokoh aku suka mengadu diungkapkan pada kalimat bernomor ….
(1), (2)
(3), (4)
(5), (6)
(7), (8)
(2), (3)
Bacalah kutipan novel berikut!
Melalui Kopral Pujo yang han itu pulang kembali ke markasnya di Dawuan aku menitipkan pesan kepada Sersan Slamet. Aku minta izin beristirahat barang empat lima hari. “Mencari seseorang yang bisa menjaga nenek yang sudah sangat renta,” begitu pesanku. Ternyata usahaku menemukan seseorang itu sangat mudah. Aku terkejut ketika menyadari semua orang di tanah airku yang kecil itu siap memenuhi segala keinginanku.
Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari
Unsur ekstrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Nilai pendidikan yaitu kepentingan keluarga lebih utama daripada kepentingan pribadi.
Nilai sosial yaitu kemewahan membuat orang lupa diri.
Nilai moral yaitu membiarkan orang tua hidup sendirian.
Nilai sosial yaitu hidup senang membuat orang lupa diri.
Nilai moral yaitu rakyat kecil sangat menghormati pejabat.
Bacalah kutipan esai berikut!
Lahirnya sebuah karya sastra, pada umumnya, merepresentasikan proses berkesadaran. Dimulai dengan … atas hidup dan kehidupan, manusia membuat jarak. Bukan terpisah, tetapi menjadikannya sebagai “medan makna” untuk kemudian hadir dengan … atas eksistensinya, yang termanifestasikan dalam karya. Karena itu, sebuah karya sastra tidak hanya bermakna, tetapi juga … ruang bagi tumbuhnya kesadaran pada diri manusia.
Dikutip dari: http://sastra-indonesia.com/2018/10/membaca-proses-kesadaran-manusia/#!/tcmbck, 17 Februari 2019
Kata yang tepat untuk melengkapi kutipan esai tersebut adalah ...
membaca, kesadaran, diciptakan
pembacaan, sadar, mencipta
pembaca, sadar, menciptakan
pembacaan, kesadaran, menciptakan
membacakan, kesadaran, mencipta
Perhatikan kutipan resensi berikut!
Salah satu kekuatan yang disuguhkan dalam tiap novel hasil ciptaan tangan dingin Andrea Hirata terletak pada gaya bahasanya yang berkarakter, khas, dan unik. […]. Selain itu aspek sosial, budaya, dan etnis juga tergambarkan dengan sangat jelas dalam setiap dialog dalam novel Laskar Pelangi. Kemampuan Andrea Hirata dalam meramu kesedihan menjadi sebuah lelucon yang pantas untuk ditertawakan memanglah tiada duanya. Hal tersebut tergambarkan dengan jelas di setiap kisah dan dialog yang terjadi antara anggota laskar pelangi dan warga masyarakat Belitong. Dalam buku ini juga banyak memuat unsur-unsur positif diantaranya ialah keberanian, ketabahan, ketekunan, pantang menyerah, berani bermimpi, dan masih banyak lagi.
Dikutip dari: https://ruangseni.com/contoh-resensi-novel-laskar-pelangi-lengkap/, 16 Februari 2019
Kalimat yang tepat untuk melengkapi resensi rumpang tersebut adalah ...
Dalam tulisan-tulisannya ia juga menambahkan aksen yang kental dengan nuansa kultur Masyarakat Melayu.
Selain itu, akhir ceritanya juga dirasa agak sedikit menggantung yang tentu saja akan menimbulkan rasa penasaran dan tidak puas akan akhir ceritanya.
Akan tetapi, Andrea seolah melakukan pengaburan tentang kejelasan waktu, tempat, serta nama tokoh asli dalam kehidupan nyata.
Laskar Pelangi sendiri mengisahkan tentang kehidupan 10 anak miskin yang berjuang keras demi meneruskan pendidikan mereka di Pulau Belitung.
Kekurangan yang ada pada novel Laskar Pelangi didominasi oleh tidak jelasnya (kabur) mengenai waktu, tempat, serta nama tokoh yang ada pada novel.
Perhatikan kalimat judul proposal penelitian berikut!
Peran Orang Tua dalam Melindungi Anak dari Bahaya Narkoba
Kalimat latar belakang yang sesuai dengan judul tersebut adalah …
Maraknya peredaran narkoba akhir-akhir ini telah sampai pada anak-anak usia sekolah dasar.
Narkoba sangat berbahaya bagi anak-anak, untuk itu setiap orang tua harus memberikan pengertian yang cukup.
Orang tua seharusnya bertanggung jawab jika anaknya terlibat kasus narkoba dan memperhatikan bagaimana mengatasinya.
Narkoba adalah benda yang sangat berbahaya, untuk itu setiap bahaya harus selalu diwaspadai.
Maraknya peredaran narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak aparat kepolisian, melainkan juga setiap keluarga.
Bacalah kutipan biografi R.A Kartini berikut!
Mengenai riwayat pendidikan RA Kartini, Ayahnya menyekolahkan anaknya di ELS (Europese Lagere School). Di sinilah ia kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah di sana hingga ia berusia 12 tahun. Sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk ‘dipingit’. Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda. Sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda.
Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca. Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan inlander yang masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.
Dikutip dari: https://www.biografiku.com/biografi-ra-kartini/, 16 Februari 2019
Kata yang bermakna sama dengan kata bercetak miring
surat-menyurat, fasih, dan inlander pada paragraf tersebut adalah ...
filateli, ahli, penduduk asli
filateli, lancar, pribumi
korespondensi, lancar, penduduk asli
korespondensi, ahli, pribumi
korespondensi, lancar, pribumi
Perhatikan penulisan daftar pustaka berikut!
1) Ajidarma, Seno Gumira. 1994. Saksi Mata. Yogyakarta: Bentang Budaya.
2) Ananta Toer. Pramoedya. 2003. Gadis Pantai: Jakarta. Lentera Dipantara.
3) Fuadi, Ahmad. 2011. Ranah 3 Warna. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
4) Hirata, Andrea. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka. 2007. Sang Pemimpi.
5) Liye, Tere. 2012. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Penulisan daftar pustaka yang benar sesuai dengan kaidah adalah nomor ...
1, 2, 3
1, 2, 5
1, 2, 4
1, 3, 4
1, 3, 5
