NEW
Font size
Worksheetsfabel quiz 2
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....
dihutan, di saat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, disaat
di hutan, ditubuhnya, di saat
dihutan, disaat, di ajak
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....
Landak, Landa
landak, landa
Landak, landa
landak, Landa
Simak kutipan teks fabel berikut!
Kelelawar yang Pengecut
Disebuah padang rumput diAfrika seekor singa sedang menyantap makanan.Tiba-tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanan milik singa. Sang raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung.
“Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita.Usir mereka semua,jangan disisakan!” kata sang raja hutan.Binatang setuju lain sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.
Kesalahan penggunaan awalan di- terdapat pada kata- kata . . . .
disebuah dan diAfrika
diperlakukan dan diAfrika
disisakan dan diperlakukan
disebuah dan diperlakukan
“Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah . . . .
”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”
. ”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”
”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”
Perhatikan kata-kata berikut!
1)meraung
2)memanggil
3)mengaum
4)memakai
5)melaju
Kata kerja transitif pada kata tersebut adalah....
1 dan 2
4 dan 5
3 dan 4
2 dan 4
Perhatikan kalimat berikut!
1) Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
2) Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
3) Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
4) Kepompong hanya bisa menggantung di ranting itu.
Kalimat yang mengandung kata keterangan waktu dan tempat adalah . . . .
2 dan 3
1 dan 2
1 dan 3
2 dan 4
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah
Perkenalan
Komplikasi
Klimaks
Penyelesaian
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
Tokoh
Alur
Tema
Latar
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
KANCA DAN MANGUT
Di hutan hiduplah dua ekor kancil.Mereka bernama Kanca dan Manggut.Kedua ekor kancil itu bersaudara.Manggut adalah kakak dari Kanca.Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut.Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda.Kanca rajin dan baik hati.Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman-temannya.
Pada suatu hari Manggut kelaparan.Tetapi Manggut malas mencari makan.Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca.Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
"Ah, mana mungkin dimakan tikus!" kata Kanca.
"Iya betul kok!Masa sama kakaknya tidak percaya!" jawab Manggut berbohong.
Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut.Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga.Kanca memanggil tikus ke rumahnya.
"Ha? Mencuri?Berpikir saja aku belum pernah!" jawab tikus.
"Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong," kata Manggut.
"Ya, sudahlah!Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungaisana.Tadi aku juga mengambil makanan dari sana!" kata Kanca mengakhiri percakapan.
Tikus berjalan ke tepi sungai.Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai.Ia hendak memasang perangkap tikus agar tikus terperangkap.
Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap.Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut.Tiba-tiba tikus mendapat ide.Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai.
"Aaa...Manggut, tolong aku...!" teriak tikus.
Mendengar itu Manggut segera menolong tikus.Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai.Manggut tidak bisa berbuat apa-apa.Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai. Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan.Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Paragraf pertama pada fabel tersebut termasuk dalam struktur fabel bagian….
Resolusi
Koda
Oreintasi
Komplikasi
KANCA DAN MANGUT
Di hutan hiduplah dua ekor kancil.Mereka bernama Kanca dan Manggut.Kedua ekor kancil itu bersaudara.Manggut adalah kakak dari Kanca.Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut.Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda.Kanca rajin dan baik hati.Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman-temannya.
Pada suatu hari Manggut kelaparan.Tetapi Manggut malas mencari makan.Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca.Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
"Ah, mana mungkin dimakan tikus!" kata Kanca.
"Iya betul kok!Masa sama kakaknya tidak percaya!" jawab Manggut berbohong.
Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut.Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga.Kanca memanggil tikus ke rumahnya.
"Ha? Mencuri?Berpikir saja aku belum pernah!" jawab tikus.
"Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong," kata Manggut.
"Ya, sudahlah!Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana.Tadi aku juga mengambil makanan dari sana!" kata Kanca mengakhiri percakapan.
Tikus berjalan ke tepi sungai.Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai.Ia hendak memasang perangkap tikus agar tikus terperangkap.
Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap.Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut.Tiba-tiba tikus mendapat ide.Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai.
"Aaa...Manggut, tolong aku...!" teriak tikus.
Mendengar itu Manggut segera menolong tikus.Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai.Manggut tidak bisa berbuat apa-apa.Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai. Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan.Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Kalimat tidak langsung dari kalimat yang bergaris bawah pada fabel tersebut adalah…..
Kanca bertanya kepada Manggut tentang makanannya yang hilang.
Kanca bertanya kepada Manggut tentang siapa yang mengambil makanannya.
Kanca bertanya kepada Manggut, apakah benar tikus yang mengambil makannnya.
Kanca bertanya kepada Manggut apakah dia yang memakan makanan Tikus.
KANCA DAN MANGUT
Di hutan hiduplah dua ekor kancil.Mereka bernama Kanca dan Manggut.Kedua ekor kancil itu bersaudara.Manggut adalah kakak dari Kanca.Sebaliknya, Kanca adalah adik dari Manggut.Walaupun mereka bersaudara, tetapi sifat mereka sangatlah berbeda.Kanca rajin dan baik hati.Sedangkan Manggut pemalas dan suka menjahili teman-temannya.
Pada suatu hari Manggut kelaparan.Tetapi Manggut malas mencari makan.Akhirnya Manggut mencuri makanan Kanca.Waktu Kanca menanyai kepada Manggut di mana makanannya, Manggut menjawab dicuri tikus.
"Ah, mana mungkin dimakan tikus!" kata Kanca.
"Iya betul kok!Masa sama kakaknya tidak percaya!" jawab Manggut berbohong.
Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut.Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga.Kanca memanggil tikus ke rumahnya.
"Ha? Mencuri?Berpikir saja aku belum pernah!" jawab tikus.
"Ah, si tikus! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Kanca! Dia pasti berbohong," kata Manggut.
"Ya, sudahlah!Tikus, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana.Tadi aku juga mengambil makanan dari sana!" kata Kanca mengakhiri percakapan.
Tikus berjalan ke tepi sungai.Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya tikus tahu kalau Manggut yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Manggut cepat-cepat menyeberangi sungai.Ia hendak memasang perangkap tikus agar tikus terperangkap.
Ketika tikus hampir mendekati seberang sungai, tikus melihat perangkap.Tikus yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Manggut.Tiba-tiba tikus mendapat ide.Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai.
"Aaa...Manggut, tolong aku...!" teriak tikus.
Mendengar itu Manggut segera menolong tikus.Tikus meminta Manggut mengantarkannya ke seberang sungai.Manggut tidak bisa berbuat apa-apa.Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai. Sesampai di seberang sungai tikus meminta Manggut menemani tikus mengambil makanan.Karena Manggut tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap tikus. Manggut menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Pernyataan yang sesuai dengan cerita fabel di atas adalah….
Tikus di tuduh mengambil makanan Manggut
Tikus membantu Kanca untuk mencari makanan
Kanca dan Manggut bekerja sama untuk mencari makanan ke seberang sungai
Manggut kelaparan dan malas mencari makan sehingga dia mencuri makanan Kanca
Bacalah dialog berikut!
Kancil :”Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya, raja kami pun mengirimkan kumisnya.(Kancil pun menyerahkan kumis Landak kepada Panglima Harimau).
Panglima Harimau : ”ini kumis rajamu?”
Kancil :”iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami menerima tantangan dari raja kalian”.(Para harimau sangat terkejut melihat kumis raja pulau kecil yang besar dan tajam).
Prajurit Harimau :”Kumis raja Kancil sangat besar, sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya”.(Sambil berbisik kepada Panglima Harimau).
Prajurit Harimau 2 :”Lalu bagaimana?”
Panglima Harimau :”sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini”.
Berdasarkan dialog di atas ekspresi Panglima Harimau dan Prajurit harimau yang tepat adalah . . . .
Merasa takut
Berani dan melawan
Merasa malu
Merasa kecewa
Bacalah fabel berikut ini!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit.“Oh, jangan bunuh aku!Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ]seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah. . . .
Pada, di, dan dari
Dari, pada, dan dii
Di, dari, dan pada
Di, dari, dan dari
Cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang disebut ....
LEGENDA
HIKAYAT
FABEL
PROSA
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada….
ALUR
TEMA
TOKOH
LATAR
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….
Rini melirik jam dinding. Ia gelisah adiknya belum pulang.
Jam alarm Rosi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Pak Tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah….
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.
Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap….
orientasi
kompliksi
resolusi
koda
Burung Hantu selalu tidur pada siang hari. Ia bangun setelah matahari terbenam. Dia menggeliat dan berkedip dari atas pohon. Setelah itu, Burung Hantu mencari makan.
Pada kutipan cerita di atas, yang berupa kalimat aktif transitif adalah …
kalmat pertama
kalimat kedua
kalmat ketiga
kalimat keempat
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”
“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”
Di hutan, hiduplah seekor singa yang dijuluki si Raja Hutan. Dijuluki demikian karena ia besar dan sangat kuat. Ia menjadi pemimpin seluruh binatang yang ada di hutan tersebut. Jika mengaum, suaranya sangat keras. Menakutkan, dan menggetarkan seluruh isi hutan....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi cuplikan fabel tersebut adalah....
Di sana hidup seekor singa buas.
Semua binatang ingin melawannya.
Ia sangat berwibawa.
Kancil pernah disakitinya.
Buaya dan Burung Penyanyi bersahabat akrab. Hari ini mereka asyik bercakap di tepi sungai. Burung penyanyi bertengger di hidung Buaya. Namun beberapa saat kemudian, Buaya merasa mengantuk. Ia menguap dan membuka mulutnya lebar - lebar.
Unsur cerita di atas adalah ....
latar di hutan
tokohnya dalah Buaya
bertema persahabatan
watak Buaya adalah pemalas
Burung Penyanyi merasa iba. Ia segera mencari cara untuk menghibur sahabatnya itu. "Teman, bagaimana kalau kau membuat gelembung - gelembung air dan aku bersenandung. kita lakukan bersamaan. suara yang dihasilkan pasti enak didengar."
sifat burung Penyanyi dalam cerita di atas adalah ....
baik hati
pemarah
rajin
pemalas
Di zamah dahulu di satu hutan yang lebat, seekor kerbau bersahabat baik dengan Gajah mulai dari mencari makan sampai bermain di padang rumput, mereka selalu bersama-sama. Suatu hari, ketika mereka sedang bermain di padang rumput, tiba-tiba Raja Raksasa datang.
Latar tempat cerita di atas adalah ....
hutan
rumah
pasar
lapangan
Di zamah dahulu di satu hutan yang lebat, seekor kerbau bersahabat baik dengan Gajah mulai dari mencari makan sampai bermain di padang rumput, mereka selalu bersama-sama. Suatu hari, ketika mereka sedang bermain di padang rumput, tiba-tiba Raja Raksasa datang.
Tokoh cerita di atas adalah ....
Gajah, Kerbau, Buaya
Gajah, Buaya, Kerbau
Gajah, Kerbau, Raksasa
Gajah, Raksasa, Buaya
"Bagaimana ini? Aku harus menyelamatkan Gajah," gumam Kerbau, khawatir. Kerbau terus berpikir, bagaimana cara menyelamatkan Gajah. Tapi, tak mungkin ia melawan Raja Raksasa. Tubuh Raja Raksasa sangat besar, bahkan melebihi tubuh Gajah.
Watak dari tokoh kerbau adalah ....
berkhianat
jahat
pemarah
setia kawan
(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.
Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....
4-2-3-1
4-1-3-2
4-1-2-3
4-3-2-1
Bacalah kutipan teks berikut!
Paman Belalang
“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Seekor anak ayam berlari-larian di dekat parit. induk ayam memperingatkannya dengan berteriak, "Jangan berlarian di dekat parit". Anak ayam tidak menghiraukan, akhirnya, ia terperosok ke parit. Untuk anak ayam yang lain, hal itu merupakan peringatan yang harus diperhatikan.
dilihat dari tokoh-tokohnya, cerita di atas lebih tepat disebut sebagai ....
cerita pendek
fabel
dongeng
legenda
Semua binatang-binatang yang beradadi hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Perbaikan yang tepat terhadap kalimat tidak efektif tersebut adalah …
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk
Kalimat berikut yang menggunakan kata kerja pasif adalah….
Si Beruang ditinggalkan Si Kucing sahabatnya saat berada di atas pohon.
Si Beruang memerosotkan badannya ke bawah supaya bisa turun dari atas pohon.
Pak kancil melemparkan pisang itu ke arah monyet-monyet yang tengah kelaparan.
D. Si Kancil berlari sekuat tenaga mengejar Kura-kura yang sudah hampir sampai di garis finis.
Kalimat yang menggunakan kata baku berikut ini adalah….
Cici Si Cicak yang cerdik rajin membantu neneknya karna ia anak yang rajin.
Si Belalang tidak tahu bahwa Si Burung Hantu Tua telah menjebaknya.
Ibu kodok menganggap anaknya sebagai anugrah Tuhan yang sangat berharga.
Burung Hantu yang bijak berpikir bahwa tak ada gunanya berdebat.
Karya: Surianto
(Siswa SMP Katolik Santu Petrus angkatan 2010)
Lebah…
Langkahmu begitu gesit
Sayapmu begitu kuat
Engkau binatang yang rajin bekerja
Gerakmu begitu ulet
Membangun sarangmu sendiri
Sarangmu kau bangun di tempat aman
Kau jaga dari ancaman luar
Lantunan suaramu begitu tegas
Membuat syahdu pagi ini
Lebah…
Kau penghasil madu terbaik
Bermanfaat bagi orang lain
Kaulah panutan hidupku
Agar aku menjadi pelajar yang tekun
Spertimu yang tak kenal lelah
Selalu siaga menghadapi apa pun di sekitar mu.
Sumber: http://claudiocaesar.blogspot.com
Watak tokoh lebah dalam puisi di atas adalah….
rajin belajar
malas bekerja
rajin bekerja
malas belajar
Lebah
Karya: Surianto
(Siswa SMP Katolik Santu Petrus angkatan 2010)
Lebah…
Langkahmu begitu gesit
Sayapmu begitu kuat
Engkau binatang yang rajin bekerja
Gerakmu begitu ulet
Membangun sarangmu sendiri
Sarangmu kau bangun di tempat aman
Kau jaga dari ancaman luar
Lantunan suaramu begitu tegas
Membuat syahdu pagi ini
Lebah…
Kau penghasil madu terbaik
Bermanfaat bagi orang lain
Kaulah panutan hidupku
Agar aku menjadi pelajar yang tekun
Spertimu yang tak kenal lelah
Selalu siaga menghadapi apa pun di sekitar mu.
Sumber: http://claudiocaesar.blogspot.com
Amanat yang terkandung dalam puisi di atas adalah….
Sayangi makhluk ciptaan Tuhan
Bangunlah sarang di tempat aman.
Pesan kepada para pelajar untuk tekun belajar.
Pesan kepada kita untuk membudidayakan lebah.
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Watak tokoh Belalang dalam kutipan teks fabel di atas adalah….
bijaksana
keras kepala
pendendam
rendah hati
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harusmenghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak beradadi tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuang Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya.” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam teks cerita di atas adalah….
pada pagi hari
pada siang hari
pada malam hari
pada sore hari
