WorksheetsKPST #5
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam penulisan karya ilmiah bisa dilakukan melalui berbagai aspek , yaitu : (1) Kejelasan (Clarity), (2) Keakuratan (Accuracy), (3) Ketelitian (Precision), (4) keterkaitan (relevance), (5) kedalaman (depth), (6)
keobjektifan (breadth), (7) Kelogisan (Logic), (8) Kepentingan (Significance), (9) kejujuran (Fairness), dan (10) Kebaruan (Novelty).
Benar
Salah
Proses berpikir dan bertindak dalam menghasilkan suatu gagasan baru, termasuk kategori :
Berpikir kritis
Berpikir kreatif
Berpikir konvergen
Berpikir divergen
Taksonomi Bloom dalam berpikir kritis (domain kognitif) dari level terendah dibagi menjadi : Knowledge (Pengetahuan), Comprehension (Pemahaman), Application (Penerapan), Analysis (Analisis), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap suatu materi sesuai tujuan yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan dengan memberi batasan kriteria yang digunakan, kriteria internal atau ekternal yang sesuai dengan tujuan termasuk :
Application (Penerapan)
Analysis (Analisis)
Synthesis (Sintesis)
Evaluation (Evaluasi)
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomenal individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum. Generalisasi ini termasuk dari metode berpikir :
Deduktif
Induktif
Premis
Kesimpulan
Sebuah proposisi (kalimat pernyataan yang bernilai benar atau salah) yang berfungsi sebagai alasan dalam sebuah konstruksi argumen dalam penarikan kesimpulan termasuk defenisi :
Deduktif
Induktif
Premis
Kesimpulan
Suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif termasuk defenisi :
Silogisme
Pragmatisme
Premis
Kesimpulan
Premis yang merupakan bentuk umum atau mengikat seluruh konteks. Premis ini mengandung predikat dalam kesimpulan. Premis ini termasuk :
Premis mayor
Premis minor
Argumen
Kesimpulan
Premis yang lebih spesifik atau terikat oleh premis mayor.
Premis ini mengandung subjek dalam kesimpulan. Premis ini termasuk :
Premis mayor
Premis minor
Argumen
Kesimpulan
Kalimat yang berisi minor premis sebagai subjek dan mayor premis sebagai predikat dalam konteks silogisme, termasuk defenisi :
Deduktif
Induktif
Premis
Kesimpulan
Jika Major premise : Semua politikus adalah laki-laki
Minor premise : Sri adalah politikus
Kesimpulan : Maka, Sri adalah laki-laki
Jika kita tahu bahwa Sri adalah perempuan maka silogisme ini
Valid dan benar
Valid tapi tidak benar
Tidak valid tapi benar
Tidak valid dan tidak benar
Major premise : Semua ayah adalah laki-laki
Minor premise : Dino adalah laki-laki
Kesimpulan : Maka, Dino adalah ayah
Kesimpulan masih bisa dibantah jika Dino bukan seorang ayah,
maka silogisme ini
Valid
Invalid
Premis Mayor : Semua bentuk korupsi tidak disenangi
Premis Minor : Sebagian pejabat melakukan tindakan korupsi
Kesimpulan dari dua premis ini adalah:
Sebagian pejabat tidak disenangi
Tidak ada pejabat yang disenangi
Sebagian pejabat korupsi
Pejabat korupsi tidak disenangi
Premis Mayor : Tidak ada pahlawan yang korupsi
Premis Minor : Pak Brewok bukan pahlawan
Kesimpulan dari dua premis ini adalah:
Tidak ada
Pak Brewok korupsi
Koruptor itu bukan pahlawan
Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Prancis. Artinya adalah:
Aku berpikir maka aku ada
Aku ada maka aku berpikir
Aku berpikir maka aku bertindak
Aku bertindak maka aku ada
Pemahaman yang menekankan bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman dan pembuatan keputusan didasari oleh pengetahuan yang telah dimiliki hingga saat ini. Paham ini merupakan:
Empirisme
Positivisme
Konstuktivisme
Liberalisme
