wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kebijakan Publik

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Terdapat dua pendekatan dalam pengimplementasian kebijakan publik yaitu pendekatan perintah atau pengawasan dengan pendekatan insentif ekonomi atau pasar . di bawah ini merupakan contoh salah satu pendekatan di atas yaitu :

a)

Peningkatan pajak bagi perusahaan yang tidak memiliki alat pengendalian polusi udara dalam pendekatan pengawasan dari pemerintah dalam rangka pengendalian lingukngan.

b)

Peningkatan harga kendaraan bermotor yang tergolong mewah oleh pemerintah dalam rangka mengendalikan lingkungan.

c)

Menurunkan harga kendaraan bermotor secara umum dalam rangka mengendalikan lingkungan udara bersih.

d)

Meningkatkan pajak kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sebagai pendekatan insentif ekonomi yang baik.

2.

Tim evaluasi kebijakan telah menyelesaikan tugasnya untuk menentukan konsekuensi/dampak yang ditimbulkan dari kebijakan pelarangan ekspor biji tambang . tugas yang harus dilakukan setelah itu :

a)

Mengidentifikasikan penyebab kegagalan kebijakan

b)

Menilai keberhasilan/kegagalan kebijakan

c)

Membahas materi temuan dengan evaluatan

d)

Memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan

3.

Suatu Evaluasi terhadap kebijakan harus meliputi beberapa kegiatan yakni pengkhususan ( Specification ) Pengukuran ( Measuremennt ) analis dan rekomendasi. Pilihlah pernyataan dibawah ini yang paling tepat untuk menggambarkan kegiatan evaluasi kebijakan tersebut :

a)

Indentifikasi tujuan atau kriteria, termasuk ukuran yang akan digunakan pengumpulan informasi baik yang relevan dan yang tidak relevan, penggunaan informasi dalam rangka penyusun kesimpulan dan penentuan apa yang harus dilakukan dimasa depan.

b)

Identifikasi tujuan atau kriteria termasuk ukuran yang akan digunakan pengumpulan informasi yang relevan, penggunaan informasi dalam rangka penyusunan kesimpulan dan penentuan apa yang harus dilakukan dimasa sekarang dan masa depan

c)

Identifikasi tujuan dan kriteria termasuk ukuran yang akan digunakan dan pemantauan tindak lanjut.

d)

Identifikasi tujuan atau kriteria termasuk ukuran yang akan digunakan , pengumpulan informasi yang relevan, penggunaan informasi dalam rangka penyusunan simpulan dan penentuan apa yang harus dilakukan di masa depan.

4.

Mekanisme pemeilihan kepala daerah merupakan kebijakan publik yang dituangkan kedalam bentuk undang undang . untuk menghindari kebuntuan, fraksi fraksi DPR sepakat melakukan voting untuk memutuskan RUU tersebut. Dalam proses pembuatan kebijakan , proses voting tersebut pada dasarnya merupakan tahap :

a)

Agenda setting

b)

Perumusan masalah

c)

Pemilihan alternatif

d)

Pemilihan Kebijakan.

5.

Proses penyusunan Peraturan Daerah meliputi tiga tahapan yaitu :

a)

Proses penyiapan Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda ) oleh Pemerintah Daerah , proses pembahasan persetujuan di DPRD dan proses pengesahan oleh Pemda dan Pengundangan oleh Sekretaris Daerah.

b)

Proses penyiapan rancangan peraturan Daerah ( Raperda ) oleh DPRD atau Pemerintah Daerah ( Pemda ), proses pembahasan persetujuan di DPRD dan proses pengesahan oleh Pemda dan Pengundangan oleh Sekretaris Daerah

c)

Proses penyiapan rancangan peraturan Daerah ( Raperda ) oleh DPRD, proses pembahasan di Kabinet, dan pengesahan oleh Pemda.

d)

Proses penyiapan rancangan peraturan Daerah ( Raperda ) oleh DPRD atau Pemerintah Daerah ( Pemda), proses pembahasan di DPRD dan proses pengesahan oleh Pemda

6.

Menurut WF. Baber terdapat 10 ciri yang membedakan sektor Publik dengan sektor swasta anatara lain :

a)

Sektor Publik lebih berfokus pada kepentingan individu

b)

Sektor Publik harus lebih ketat menjaga standar komitmen dan legalitasi nya.

c)

Sektor Publik dalam aktivitasnya lebih sedikit bersifat simbolis.

d)

Sektor Publik lebih sedehana dan mempunyai tugas tugas yang sudah pasti.

7.

Suatu kebijakan yang mengatur tentang pembatasan/pelarangan terhadap per buatan/tindakan merupakan jenis kebijakan publik yaitu :

a)

Regulatroty Policy

b)

Redistributive Policy

c)

Procedural Policy

d)

Distributive Policy

8.

Menurut Chadler dan Plano kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah publik atau pemerintah, salah satu karakteristiknya adalah :

a)

Tidak selalu mempunyai tujuan tertentu

b)

Berisi tindakan-tindakan atau pola tindakan pejabat swasta dan pemerintah

c)

Didasarkan atas suatu peraturan atau perundang-undangan yang bersifat memaksa.

d)

Merupakan tindakan yang benar benar dilakukan oleh swasta dan pemerintah

9.

Aktor yang memiliki keterlibatan penting dalam proses kebijakan sering disebut :

a)

Pemilik Kebijakan.

b)

Vasted Interest Actor.

c)

Dominant Interest Group.

d)

Elite Kebijakan.

10.

Tata kelola sektor publik dapat didefinisikan sebagai berikut :

a)

Penjumlahan cara cara dari individu individu dan institusi baik privat maupun publik untuk mengelola permasalahan permasalahan secara bersama sama.

b)

Cara menggunakan kekuasaan dalam mengelola sumber sumber daya ekonomi dan sosial untuk pembangunan perekonomian negara.

c)

Suatu kebijakan yang mengatur tentang pengalokasian sumber sumber materia.

d)

langkah langkah atau tindakan tindakan pengendalian oleh instansi privat.

11.

Pejabat negara yang memiliki prakarsa dalam mengatasi masalah publik merupakan cerminan dari implementasi prinsip Good Gavernance , dan prinsip tersebut terkait dengan :

a)

Wawasan ke depan

b)

Pelayanan Prima

c)

Demokrasi

d)

Daya Tanggap

12.

Berdasarkan 14 Prinsip good gavernance yang dikembangkan oleh pemerintah indonesia , pronsip prinsip Whistleblower berada dalam prinsip :

a)

Supermasi Hukum

b)

Demokrasi dan Supermasi Hukum

c)

Profesionalisme dan kompetensi.

d)

Demokrasi.

13.

Salah satu cara yang digunakan stakeholder untuk mengusung kepentingan nya agar dimasukan ke dalam agenda kebijakan adalah :

a)

Diskusi dalam Interest group

b)

Mengikuti rapat pembahasan dengan anggota DPR saat membahas kebijakan

c)

Demontrasi menentang kebijakan publik yang telah di buat

d)

Mengekspos masalah di dalam media masa

14.

Isu yang Up to date terkait dengan penurunan harga BBM ( Bahan Bakar Minyak ) sementara harga harga barang maupun tarif transportasi tidak turun , jika akan diformulasikan kebijakan publiknya, maka tahap formulasi yg diperlukan adalah

a)

Dirumuskan dahulu masalahnya , dimasukan dalam agenda kebijakan, dibuat alternatif pemecahan masalahnya.

b)

Dirumuskan dulu masalahnya , dimasukan dalam agenda kebijakan, apakah memang benar benar maslah, dibuat alternatif pemecahan masalahnya, lalu dibuatkan jalan keluarnya

c)

Dirumuskan dulu masalahnya, dimasukan dalam agenda kebijakan, apakah benar benar masalah : dibuat alternatif pemecahan masalahnya; lalu diputuskan kebijakan yang akan diambilnya.

d)

Dirumuskan dulu masalahnya, dimasukan dalam agenda kebijakan; apakah memng benar benar masalah ; dibuatkan alternatif pemecahan masalah nya

15.

Otorisasi unit unit pemerintahan agar dapat melakukan kebijakan publik merupakan tujuan yang pada tahap

a)

Formulasi Kebijakan

b)

Legitimasi Kebijakan

c)

Pemecahan Masalah

d)

Implementasi Kebijakan

16.

Salah satu pendekatan publik dengan sektor pendekatan privat adalah

a)

Mengejar keutungan dari layanan layanan yang diberikan

b)

Memberikan layanan sebaik mungkin dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.

c)

Menggantungkan penerimaan dari para pelanggan

d)

Menggantungkan sumber pembiayaannya dari penyediaan barang publik

17.

Salah satu Karakteristik Kebijakan Publik adalah

a)

Menyelesaikan masalah para pengusaha.

b)

Harus berupa tindakan pemerintah.

c)

Termamsuk putusan tidak mengembil tindakan.

d)

Tidak memiliki tujuan yang jelas dibanting sektor swasta

18.

Kebijakan tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum termamsuk katagori

a)

Regilative Material Policy

b)

Redistributive Policy.

c)

Regulative Redistributive Policy.

d)

Public Goods Policy.

19.

Aktor yang memiliki keterlibatan penting dalam proses kebijakan sering disebut

a)

Elit Kebijakan

b)

Pemilik Kebijakan.

c)

Vasted Interest Actor.

d)

Dominat Interst Group.

20.

Pejabat Negara yang memiliki prakarsa dalam mengatasi masalah publik merupakan cerminan dari implementasi prinsip good governace

a)

Demokrasi

b)

Daya Tanggap

c)

Wawasan ke depan

d)

Pelayanan prima

21.

Mekanisme Whistleblowing sangat diperlukan dalam menegakkan prinsip good governace

a)

Democracy

b)

Commitment to reduce inequality.

c)

Desentralization

d)

Rule of law

22.

Gambaran yang tepat mengenai publik good gaovernece

a)

Hanya terkait dengan tindakan pemerintah

b)

Melibatkan peran swasta dan masyarakat

c)

Merupakan masalah politik pemerintah belaka

d)

Pemerintah mengendalikan swasta dan masyarakat

23.

Salah satu cara yang digunakan stakeholder untuk mengusung kepentingan nya agar dimasukan ke dalam agenda kebijakan adalah

a)

Mengekspose masalah di dalam media masa

b)

Diskusi dalam interest group

c)

Mengikuti rapat pembahasan dengan DPR saat membehas kebijakan

d)

Demontrasi menentang kebijakan publik yang telah dibuat

24.

Tahapan awal dan yang paling penting di dalam pormulasi kebijakan adalah

a)

Agenda Kebijakan

b)

Perumusan Masalah

c)

Pemilihan Alternatif tersedia

d)

Pemilihan Alternatif terbaik

25.

Mekanisme pemeilihan kepala daerah merupakan kebijakan publik yang dituangkan kedalam bentuk undang undang . untuk menghindari kebuntuan, fraksi fraksi DPR sepakat melakukan voting untuk memutuskan RUU tersebut. Dalam proses pembuatan kebijakan , proses voting tersebut pada dasarnya merupakan tahap

a)

Agenda setting.

b)

Perumusan mamslah.

c)

Pemilihan Alternatif

d)

Pemilihan Kebijakan.

26.

Otorisasi unit unit pemerintahan agar dapat melakukan kebijakan publik merupakan tujuan tahap

a)

Implementasi kebijakan

b)

Formulasi Kebijakan

c)

Legitimasi Kebijakan

d)

Pemecahan Masalah.

27.

Pemerintah memberikan Tax Holiday bagi investor yang melakukan Investasi di bidang tertentu sesuai prioritas pemerintah.Tindakan pememrintah tersebut merupakan implementasi kebijakan publik dengan pendekatan

a)

Koerrsif

b)

Pengendalian

c)

Perintah

d)

Pasar

28.

Tim Evaluasi Kebijakan telah menyelesaikan tugasnya untuk menentukan konsekuensi-konsekuensi/dampak yang ditimbulkan dari kebijakan pelarangan ekspor biji tambang. Tugas yang harus dilakukan setelah itu adalah

a)

Memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan

b)

Mengidentifikkasikan penyebab kegagalan kebijakan

c)

Menilai keberhasilan/kegagalan kebijakan

d)

Membahas materi temuan dengan evaluatan.

29.

Pendapatan Perkapita petani kecil di Kabupaten Cirebon relatif rendah. Untuk meningkatkan pendapatan petani kecil, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon telah melakukan kebijakan publik berupa bantuan bibit padi, alat pembasmi hama padi, bantuan pupuk untuk padi, dan perbaikan irigasi . pada akhir tahun, ternyata pendapatan petani meningkat tajam , terutama karena kenaikan harga cabai dan semangka. Kesulitan yang dapat ditemui evaluator dalam penentuan keberhasilan kebijakan publik terhadap kondisi tersebut adalah masalah :

a)

Ketidakpastian tujuan.

b)

Kausalitas

c)

Dampak yang menyebar

d)

Hasil Evaluasi dikritik.

30.

Miras dan oplosannya merupakan masalah sosial yang harus dipecahkan pemerintah Kabupaten Cirebon. Eksekutif kurang peduli dengan masalah tersebut sehingga legislatif mengusulkan Raperda Anti Miras dan Oplosan. Proses agenda setting pada penyusunan perda tersebut dilaksanakan oleh :

a)

Alat kelengkapan DPRD

b)

Biro Hukum Pemda dan DPRD.

c)

Sekretaris Daerah.

d)

Tokoh Masyarakat.

31.

Warga masyarakat pada saat ini dengan mudah dapat mengakses informasi melalui alamat web Pemerintah Kabupaten XYZ sehingga dengan mudahnya dapat memperoleh data dan informasi tentang kebijakan, program, dan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten XYZ. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten XYZ telah mengembangkan salah satu prinsip tata kelola sektor publik, yaitu:

a)

Keterbukaan dan transparansi

b)

Desentralisasi

c)

Wawasan ke depan

d)

Tanggung gugat

32.

Indonesia menjadikan migas sebagai salah satu pendapatan utama negara. Pilihan kebijakan tersebut dipengaruhi oleh kondisi:

a)

Sosial-Ekonomi

b)

Budaya

c)

Keamanan

d)

Politik

33.

Pemerintah Kabupaten LHK telah membangun Puskesmas di Kecamatan PG Kabupaten LHK. Namun, terdapat beberapa desa yang masih terisolasi karena tidak ada jembatan, sehingga sulit menjangkau Puskesmas tersebut. Oleh karena itu beberapa kepala desa mengajukan kepada Bupati Kabupaten LHK untuk dibuatkan jembatan. Tuntutan tersebut disebabkan:

a)

Terbatasnya anggaran APBD

b)

Munculnya kebutuhan baru

c)

Tidak ada perhatian Bupati

d)

Dampak pembangunan Puskesmas

34.

Kebijakan yang telah dijalankan akan dinilai atau dievaluasi untuk melihat sejauh mana kebijakan yang dibuat telah mampu memecahkan masalah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahapan evaluasi kebijakan yang meliputi empat kegiatan, yaitu:

a)

Identifikasi, pengukuran, rekomendasi, dan tindak lanjut

b)

Spesifikasi, pengukuran, analisis, dan rekomendasi

c)

Spesifikasi, pembobotan, pengukuran, dan analisis

d)

Identifikasi, pembobotan, pengukuran, dan rekomendasi

35.

Untuk lebih memahami prinsip rule of law, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan acuan dalam menerapkan prinsip rule of law tersebut, antara lain adalah:

a)

Bagaimana entitas memastikan bahwa konsultasi yang memadai terjadi?

b)

Mekanisme apa yang dimiliki entitas untuk menilai kepatuhan terhadap kode etik?

c)

Bagaimana kebijakan entitas tentang bagaimana warga dan pengguna jasa harus berkonsultasi?

d)

Apakah entitas terlibat dalam dialog yang tulus dengan para pemangku kepentingan, termasuk media?

36.

Tipe evaluasi kebijakan yang mempertanyakan apakah program dilaksanakan dengan semestinya? Berapa biayanya? Siapa yang menerima manfaat, dan berapa jumlahnya? Apakah terdapat duplikasi atau kejenuhan dengan program-program lain? Apakah ukuran-ukuran dasar dan prosedur-prosedur secara sah diikuti? adalah tipe evaluasi kebijakan yang:

a)

Dipahami sebagai kegiatan fungsional

b)

Komprehensif

c)

Memfokuskan diri pada bekerjanya kebijakan-kebijakan atau program-program tertentu

d)

Sistematis

37.

Pimpinan APIP PQR melakukan sosialisasi Kode Etik kepada 20 orang pegawai baru dan memberikan contoh perilaku yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima. Sosialisasi tersebut merupakan salah satu wujud penerapan prinsip tata kelola sektor publik, yaitu:

a)

Supremasi hukum

b)

Profesionalisme dan kompetensi

c)

Daya tanggap

d)

Whistleblowing

38.

Biaya yang dikeluarkan oleh pihak swasta untuk membeli alat pengolah limbah dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah menyangkut pengendalian pencemaran adalah salah satu dampak dari suatu kebijakan yang harus diperhitungkan dalam membicarakan evaluasi yaitu:

a)

Dampak pada keadaan sekarang dan keadaan di masa yang akan datang

b)

Dampak pada keadaan-keadaan atau kelompok-kelompok di luar sasaran atau tujuan kebijakan

c)

Dampak pada masalah-masalah publik dan dampak kebijakan pada orang-orang yang terlibat

d)

Dampak menyangkut unsur lain yakni biaya langsung yang dikeluarkan untuk membiayai program-program kebijakan publik

39.

Untuk lebih memahami prinsip komitmen pada pasar yang fair, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan acuan dalam menerapkan prinsip komitmen pada pasar yang fair tersebut, antara lain adalah:

a)

Apakah badan pemerintah berbuat sesuai dengan kode etiknya dan dengan demikian, mengatur hal-hal yang tepat untuk entitas?

b)

Sejauh mana entitas mempertimbangkan tujuan berkelanjutan masyarakat yang lebih luas dalam merumuskan strategi dan rencana aksinya?

c)

Apakah entitas menggunakan teknik-teknik untuk menghindari “group think” untuk tujuan pengambilan keputusan?

d)

Sejauh mana ujian dan visi entitas berada di pusat kegiatan pengambilan keputusan dan perencanaan?

40.

Van Meter dan Van Horn menggolongkan kebijakan-kebijakan menurut dua karateristik yang berbeda, yaitu:

a)

Jumlah dan dampak perubahan yang terjadi dan sejauh mana konsensus menyangkut tujuan antara para participants dalam proses implementasi berlangsung

b)

Dampak perubahan yang terjadi dan sejauh mana konsensus menyangkut tujuan antara para participants dalam proses implementasi berlangsung

c)

Jumlah perubahan yang terjadi dan sejauh mana konsensus menyangkut tujuan antara para participants dalam proses implementasi berlangsung

d)

Jumlah perubahan yang terjadi dan sejauh mana dampak yang terjadi selama proses implementasi berlangsung

41.

Tahapan formulasi (perumusan) kebijakan publik yang telah diacak adalah sebagai berikut:

(1) Agenda kebijakan,

(2) Pemilihan alternatif kebijakan untuk memecahkan masalah,

(3) Penetapan kebijakan,

(4) Perumusan masalah.

Urutan tahapan proses kebijakan publik yang benar adalah sebagai berikut:

a)

(3), (1), (2), (4)

b)

(1), (3), (2), (4)

c)

(4), (1), (2), (3)

d)

(2), (1), (4), (3)

42.

Kebijakan Pemerintah Kota ABC mengenai pemindahan lokasi gedung sekolah SMK Trengginas ke tempat lain karena lokasi semula dipandang sudah tidak kondusif untuk belajar dan akan dimanfaatkan untuk perluasan terminal. Hal yang demikian, dikelompokkan sebagai:

a)

Distributive Policy

b)

Regulatory Policy

c)

Substantive Policy

d)

Redistrubutive Policy

43.

Prosedur penyusunan Peraturan Daerah (Perda) adalah rangkaian kegiatan penyusunan produk hukum daerah sejak dari perencanaan sampai dengan penetapannya. Proses pembentukan peraturan daerah terdiri dari tiga tahap. Salah satu tahap proses penyusunan Perda adalah:

a)

Proses penyusunan rancangan Program Legislasi Nasional yang disusun Bupati akan dibahas dalam rapat paripurna DPRD

b)

Proses pengesahan oleh DPRD dan pengundangan oleh bupati/walikota

c)

Proses pengesahan oleh bupati/walikota dan pengundangan oleh sekretaris daerah

d)

Proses penyiapan rancangan Perda yang merupakan proses penyusunan Program Legislasi Nasional

44.

Pemerintah Kota ABC melarang becak beroperasi di wilayahnya secara bertahap. Penyerahan becak pada bulan pertama akan diganti Rp2.000.000, penyerahan bulan ke dua diganti Rp1.000.000 penyerahan bulan ke tiga diganti Rp500.000, dan penyerahan bulan ke empat diganti Rp250.000. Pada bulan ke lima akan “digaruk”. Kebijakan yang dilaksanakan Pemerintah Kota ABC menggunakan sarana:

a)

Pengembangan kemampuan

b)

Simbolis

c)

Kekuasaan

d)

Insentif

45.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 mengenai Pengampunan Pajak, merupakan salah satu contoh implementasi kebijakan yang menggunakan pendekatan:

a)

Perintah dan pengawasan

b)

Pidana dan Perdata

c)

Insentif ekonomi atau pasar

d)

Self Assessment

46.

Penduduk Perumahan Asri Kabupaten A yang wilayahnya berdampingan dengan Kabupaten B, menuntut kepada Pemerintah agar wilayah administrasinya dipindahkan dari Kabupaten A ke Kabupaten B, karena merasa Pemerintah Kabupaten A tidak pernah memerhatikan jalan lingkungan yang sudah belasan tahun seperti “kubangan kerbau” yang tidak pernah diperbaiki dan tidak tanggap ketika terjadi tanggul jebol yang mengakibatkan Perumahan Asri nyaris tenggelam. Tuntutan tersebut disebabkan:

a)

Terabaikannya kepentingan warga perumahan Asri

b)

Pemerintah Kabupaten A ingkar janji

c)

Munculnya kebutuhan baru warga perumahan Asri

d)

Melengkapi kebutuhan yang sudah ada

47.

Menjelang hari raya, biasanya harga kebutuhan pokok merangkak naik, padahal tidak ada kekurangan stok. Menyikapi hal tersebut, Perum Bulog telah mengantisipasi dengan melakukan kegiatan operasi pasar di seluruh wilayah Indonesia guna memberi kesempatan kepada masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Prakarsa Perum Bulog untuk mengatasi kenaikan harga pokok disebut:

a)

Decentralization

b)

Profesionalisme

c)

Responsiveness

d)

Commitment to reduce inequality

48.

Kebijakan yang baik mempunyai tujuan yang baik. Tujuan yang baik sekurang-kurangnya memenuhi empat kriteria yaitu:

a)

Dapat dicapai, singkat, jelas, dan berorientasi pada hasil

b)

Diinginkan untuk dicapai, singkat, jelas, dan berorientasi pada hasil

c)

Diinginkan untuk dicapai, rasional atau realistis, jelas, dan berorientasi ke depan

d)

Dapat dicapai, singkat, jelas, dan berorientasi ke depan

49.

Kementerian ABC telah melakukan penilaian kebutuhan SDM dan evaluasi terhadap tingkat kemampuan dan profesionalisme SDM, serta upaya peningkatan kualitas SDM. Dengan demikian Kementerian ABC telah menerapkan prinsip:

a)

Profesionalisme dan kompetensi

b)

Komitmen dan profesionalisme

c)

Keterbukaan dan partisipasi SDM

d)

Efisiensi dan efektivitas

50.

Proses perumusan kebijakan dapat dibagi dalam empat tahap, yaitu:

a)

Perencanaan masalah, perumusan kebijakan, penentuan kebijakan dan penetapan kebijakan

b)

Perumusan masalah, agenda kebijakan, pemilihan alternatif kebijakan dan penetapan kebijakan

c)

Perumusan masalah, legitimasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan

d)

Perumusan masalah, perumusan alternatif kebijakan, pemilihan alternatif kebijakan dan penetapan kebijakan

51.

Menurut Lester dan Stewart, evaluasi kebijakan dapat dibedakan ke dalam dua tugas yang berbeda. Tugas kedua dalam evaluasi kebijakan pada dasarnya berkait erat dengan tugas yang pertama. Tugas kedua dalam evaluasi kebijakan adalah:

a)

Melihat faktor-faktor apa yang menjadi penyebab timbulnya dampak dari suatu kebijakan

b)

Melihat apakah program kebijakan publik mencapai tujuan atau dampak yang diinginkan atau tidak

c)

Menilai apakah suatu kebijakan berhasil atau tidak dalam meraih dampak yang diinginkan

d)

Menentukan konsekuensi-konsekuensi apa yang ditimbulkan oleh suatu kebijakan dengan cara menggambarkan dampaknya

52.

Beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kota Adem Ayem telah menerbitkan kebijakan dengan melenyapkan seluruh becak yang ada di kota Adem Ayem untuk diceburkan ke laut di Pantai Utara guna membuat terumbu karang. Pemerintah Kota Adem Ayem telah menggunakan kebijakan dengan sarana atau alat berupa:

a)

Simbolis

b)

Insentif

c)

Pengembangan Kemampuan

d)

Kekuasaan

53.

"Kebijakan pemberdayaan golongan ekonomi lemah dengan pemberian bantuan bergulir", adalah salah satu contoh dari suatu kebijakan yang dilaksanakan dengan menggunakan sarana:

a)

Kekuasaan

b)

Pengembangan Kemampuan

c)

Simbolis

d)

Insentif

54.

Berdasarkan ketentuan UU dan tata tertib DPR, pernyataan yang benar atas proses pembentukan undang-undang di Indonesia antara lain adalah:

a)

RUU disusun dalam Prolegnas oleh Badan Legislasi DPR untuk jangka waktu 3 tahun serta dibuat pula dalam jangka waktu tahunan

b)

RUU ditindaklanjuti dengan tiga tingkat pembicaraan

c)

RUU yang diajukan oleh Presiden disiapkan oleh Wakil Presiden bersama Menteri Keuangan

d)

Pimpinan DPR memberitahukan adanya RUU dan membagikan RUU kepada seluruh anggota DPR dalam rapat paripurna

55.

Setiap kebijakan dibuat karena ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang baik sekurang-kurangnya memuat empat kriteria sebagai berikut:

a)

Penting, rasional, jelas, bermanfaat dan orientasi ke masyarakat

b)

Keinginan publik, rasional, jelas, dan orientasi kepada hasil

c)

Diinginkan untuk dicapai, rasional, jelas, dan orientasi ke depan

d)

Keinginan pemerintah, rasional, jelas, dan orientasi kepada dampak

56.

Pemerintah kota Bahagia sedang melaksanakan kebijakan bebas becak di kota Bahagia pada tahun 2017, Pemerintah memberikan dana khusus bagi mereka yang mengembalikan becak dan kembali ke desanya dalam beberapa tahapan waktu. Yang menyerahkan dalam satu bulan pertama mendapat dana 100% dari jumlah tertentu, yang menyerahkan sampai bulan ke tiga hanya mendapat dana 50% dari jumlah tertentu, dan yang tidak menyerahkan sampai bulan ke empat akan digaruk. Kebijakan yang dilaksanakan Pemerintah kota Bahagia menggunakan sarana:

a)

Kekuasaan

b)

Insentif

c)

Simbolis

d)

Pengembangan Kemampuan

57.

Pengambilan kebijakan pembangunan di pusat maupun daerah ditentukan oleh eksekutif dan legislatif dan keputusan-keputusan yang diambil harus berdasarkan konsensus. Pengambilan keputusan yang demikian, dikatakan telah memenuhi prinsip:

a)

Demokrasi

b)

Sentralisasi

c)

Musyawarah

d)

Desentrakisasi

58.

Rina seorang auditor muda pada Inspektorat Kabupaten Resik, sedang melaksanakan audit berdasarkan pengaduan masyarakat atas kasus ganti rugi kepada 100 KK di Desa Apik Kabupaten Resik untuk pembebasan tanah guna pembangunan jalan lingkar luar sepanjang 10 km. Inspektur diminta untuk memberikan rekomendasi kepada Bupati Resik apakah ganti rugi telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan tentang pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Kebijakan ini disebut dengan:

a)

Substantive policy

b)

Procedural policy

c)

Redistributive policy

d)

Regulatory policy

59.

Pada tahapan "Formulasi kebijakan" maka aktor-aktor kebijakan yang berperan adalah:

a)

Agensi pemerintah, kantor kepresidenan, kongres (lembaga legislatif) dan kelompok kepentingan

b)

Legislatif, direktur lembaga, dan peradilan

c)

Kalangan birokrasi, legislatif, lembaga peradilan, kelompok kepentingan, dan organisasi komunitas

d)

Para birokrat, staf legislatif, akademisi, para ahli dalam kelompok-kelompok kepentingan dan komunitas-kominitas tertentu yang memiliki proposal

60.

W.F. Baber berpendapat bahwa sektor publik mengandung sepuluh ciri penting yang membedakannya dari sektor swasta, satu diantaranya adalah:

a)

Sektor publik mempunyai peluang yang lebih kecil untuk merespon isu-isu keadilan dan kejujuran

b)

Sektor publik lebih memperhatikan kompensasi atas kegagalan pasar

c)

Sektor publik tidak harus beroperasi demi kepentingan publik

d)

Sektor publik lebih longgar dalam menjaga standar komitmen dan legalitas