Font size
WorksheetsRespirasi Alpheratz
Total questions: 119
Worksheet time: 3570secs
Seorang laki laki umur 70 tahun, keluhan batuk lama, cachexia dan lemah. Foto toraks didapatkan nodul multiple difus dengan ukuran yang sama yaitu 2-5 mm dan lebih banyak pada lobus bawah paru, tidak tampak kavitas, tidak tampak kalsifikasi
Diagnosis yang paling tepat adalah
Miliary tuberculosis
Aspergiloma
Hydatid Cyst
Asbestosis
Silicosis
Pemeriksaan kesehatan pada petugas rumah sakit mendapatkan 7 orang dengan diagnosis bronkitis kronis.
Pernyataan untuk bronkitis kronis yang benar adalah, KECUALI:
Bronkitis kronik simpel/biasa ditandai oleh batuk dengan dahak purulen dan berulang
Biasanya disertai sesak nafas dan ronkhi
Jenisnya terbagi atas simpel, infeksi dan obstruksi
Pemeriksaan faal paru menunjukkan obstruksi yang jelas
Sekresi lendir yang berlebihan dan khronik kedalam bronchus
Laki-laki dengan kebiasaan merokok pada usia muda sering kali mengalami sesak nafas pada usia tuanya.
Yang benar untuk pernyataan PPOK adalah:
Yang termasuk PPOK adalah emfisema paru, bronkitis kronik, asma bronkiale
Gangguan yang ditandai oleh uji arus ekspirasi abnormal tapi dapat mengalami kesembuhan dalam observasi beberapa bulan
Biasa mengenai dewasa tua dan bersifat progresif
Perlambatan arus ekspirasi pada bronkitis kronis akibat hilangnya elastisitas paru
PPOK jarang mengalami kelelahan otot pernafasan
Seorang pria tua mengeluh batuk lebih dari 1 bulan disertai sesak napas. Riwayat merokok diketahui sejak usia muda. Pasien tersebut didiagnosis dokter menderita PPOK. Laki-laki yang lain datang dengan keluhan batuk lebih dari 4 bulan disertai sesak napas setelah pemeriksaan fungsi paru pasien ini didiagnosis PPOK. Karakteristik pasien yang berbeda tetapi memiliki diagnosis yang sama.
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) meliputi penyakit:
Asma bronchial dan bronkitis kronik
Emfisema paru dan bronkitis kronik
Emfisema paru, bronkitis kronik dan penyakit saluran nafas perifer
Asma bronkial dan penyakit saluran nafas perifer
Asma bronchial, emfisema paru dan bronkitis kronik
Laki-laki usia 60 tahun dengan keluhan sesak nafas sejak 2 bulan yang lalu, sesak bertambah bila os beraktifitas. Anamnesis didapatkan riwayat merokok sejak usia muda. Pemeriksaan fisik menunjukkan barrel chest dan jari tabuh.
Pernyataan yang benar untuk emfisema paru adalah sebagai berikut:
Menyebabkan insufisiensi pernafasan berat
Dapat disembuhkan dengan pengobatan adekuat
Selalu didahului dengan bronkitis kronis
Terjadi pelebaran ruang distal bronkiolus terminalis dan destruksi alveoli
Bukan salah satu di atas
Sputum yang akan dikultur harus layak.
Persyaratan sputum yang layak dikultur adalah
Neutrofil minimal 10/LPK
Sel epitel minimal 10/LPK
Neutrofil minimal 25/LPK
Sel epitel minimal 25/LPK
Limfosit minimal 10/LPK
Cairan pleura normal ditemukan di rongga dada.
Karakteristik cairan pleura normal adalah
Warna kuning tua
Terdapat bekuan
Agak keruh
Tidak berbau
Warna kemerahan
Cairan tubuh dapat diklasifikasikan sebagai cairan eksudat dan transudat.
Yang merupakan karakteristik cairan transudat adalah
Kadar protein > 3.0 g/dL
Aktivitas LDH cairan > 200 IU
Rasio LDH cairan/serum < 0.6
Kadar albumin serum – albumin cairan ≤ 1.2 g/dL
Kadar kolesterol cairan > 60 mg/dL
Cairan pleura dapat diperiksa secara kimia.
Pernyataan berikut sesuai dengan hasil pemeriksaan kimia cairan pleura adalah
Kadar laktat menurun pada infeksi bakteri
Aktivitas ADA meningkat pada tuberkulosis
pH meningkat pada ruptur esofagus
pada analisis lipoprotein ditemukan adanya kilomikron pada pseudokilus
kadar kolesterol meningkat pada kilotoraks
Cairan pleura dapat dinilai secara makroskopik maupun mikroskopik.
Pada Pemeriksaan mikroskopik cairan pleura dapat ditemukan hal sebagai berikut
Sel Polimorfonuklear padai nfeksikronik
Sel mononuklear pada infeksi virus
Sel ganas pada penyakit sistemik
Hitung leukosit>1000sel/μL bila cairan transudat
Hitung leukosit>2000sel/μL bila cairan transudat
Kriteria Light digunakan untuk menetapkan cairan eksudat.
Pemeriksaan berikut merupakan Kriteria Light cairan eksudat adalah
Rasio kadar protein cairan pleura terhadap protein serum>0.5
Rasio kadar LDH cairan pleura terhadap LDH serum<0.6
Rasio kadar kolesterol cairan terhadap kolesterol serum<0.3
Kadar LDH cairan pleura<2/3 batas atas nilai normal LDH serum
Selisih kadar albumin serum dan albumin cairan ≥ 1.2 g/dL
sputum yang diambil perlu ditampung dalam wadah.
Yang merupakan syarat wadah penampung sputum adalah
mulut wadah sempit
mudah pecah
tidak mudah bocor
Tidak bertutup ulir
Terbuat dari kaca
Tn A, 50 tahun, mengalami demam dan batuk berdahak purulen. Beliau diduga terinfeksi bakteri.
Pemeriksaan laboratorium berikut yang pertama kali dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis adalah
Pewarnaan Gram
Pewarnaan Albert
Pewarnaan KOH 10%
Kultur dengan Lowenstein Jensen
Kultur virus
Seorang penderita thypoid, setelah 6 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena sesak dan didiagnosis sebagai ARDS.
Bagaimana gambaran klinik ARDS?
Batuk, sianosis, dispnu
Batuk, sakit tenggorokan, demam
Batuk, sianosis, wheezing
Batuk, sianosis, demam
Batuk, wheezing, sakit tenggorokan
Ekspirasi yang memanjang diikuti bentuk dinding dada menyerupai tong adalah ciri penyakit emfisema paru.
Pernyataan untuk emfisema paru di bawah ini yang benar adalah, KECUALI:
Perlambatan arus ekspirasi terjadi oleh karena hilangnya elastisitas paru
Perlambatan arus ekspirasi terjadi oleh karena saluran nafas menyempit akibat banyak lendir
Terdiri dari tipe sentriasinar, panasinar dan distal asinar
Dinding alveoli mengalami kerusakan/destruksi
Kelainan terjadi di ruang udara distal bronkiolus terminalis
Seorang mahasiswa dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak nafas yang disertai bunyi mengi. Anamesis menunjukkan riwayat alergi dan penyakit yang sama pada orang tua.
Pada penyakit asma bronkial adalah yang benar adalah sebagai berikut, KECUALI:
Merupakan penyakit inflamasi kronik
Terjadi peningkatan hiperresponsif jalan nafas
Gejala dan terjadinya bervariasi dalam berbagai waktu dan tingkat keparahan, terutama terjadi pada malam dan pagi-pagi sekali
Elemen sel yang berperan seperti sel mast, eosinofil dan limfosit
Obstruktif jalan nafas berespon hanya dengan pengobatan
Pada Pemeriksaan foto toraks didapatkan gambaran massa disertai efusi pleura kanan dan pembesaran KGB hilus kanan dan kiri. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan CT scan toraks dengan kontras
Tujuan Utama CT scan toraks tersebut adalah
Untuk melihat metastasis
Untuk melihat destruksi tulang
Untuk melakukan Staging tumor
Untuk menentukan luas tumor
Untuk planning radio terapi
Seorang laki-laki umur 60 tahun, keluhan utama batuk darah. Dilakukan pemeriksaan penunjang foto toraks dan didapatkan opasitas disertai air crescent sign. Diagnosis cenderung suatu Fungal ball
Untuk membuktikan bahwa opasitas tersebut adalah fungal ball makan dilakukan pemeriksaan radiologi konvensional yaitu
Foto Toraks Lateral
Foto toraks dengan perubahan posisi
Foto apical lordotik
CT scan toraks
USG toraks
Seorang laki laki umur 60 tahun, mantan pekerja PT . Semen, keluhan utama sesak nafas dan batuk. Dilakukan pemeriksaan fototoraks dan didapatkan nodul diffuse multiple dengan ukuran sekitar 2-5 mm dan disertai kalsifikasi
Diagnosis yang paling tepat adalah
Asbestosis
TB milier
TB dengan Ghons Focus
Aspergiloma
Silicosis
Peternak bebek datang dengan keluhan demam (T 40oC) disertai batuk, sakit tenggorokan, pilek dan sesak napas. Dari anamnesis pasien mengaku unggasnya banyak yang mati dan dicurigai terinfeksi H5N1.
Pemeriksaan penunjang yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini adalah
Rontgen toraks P/A
Kultur virus influenza A/H5N1
CT scan toraks
kultur dan resistensi MO sputum
Kultur yang diambil melalui tindakan bronkoskopi
Wanita 27 tahun datang dengan keluhan sesak sejak 2 hari yang lalu disertai wheezing. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan pasien didapatkan kadar eosinofil yang tinggi didalam darah dan ditemukan telur cacing didalam faeces.
Diagnosis banding yang mungkin pada pasien ini adalah
Tuberkulosis
Bronkitis akut
Sindroma loefler
Bronkopneumonia
Penyakit paru interstitial
Laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak. Sesak timbul sejak 2 hari yang lalu disertai demam tinggi, batuk (+) dahak (+). Pasienpernah menderita sakit yang sama dan mengkonsumsi obat 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan penunjang rontgen thoraks menunjukkan gambaran konsolidasi pada paru kiri.
Pengobatan pilihan pada pasien ini adalah
Amoksisilin
Azithromycin
Levofloxacin
Metronidazole
Tetrasiklin
Seorang laki-laki 70 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak. Sesak sejak 2 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan RR > 31 kali permenit cepat dangkal dan tampak bingung
Apakah tindakan selanjutnya pada pasien ini ?
Pasien boleh pulang
Pasien dirawat untuk observasi singkat
Pasien dirawat inap
Pasien dirawat di unit ICU
Pasien direncanakan untuk dilakukan pemasangan ventilator
Laki-laki 35 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan demam tinggi, batuk disertai dahak(+), darah (-).
Apakah pemeriksaan penunjang yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini ?
Rontgen toraks A/P
Bronkoskopi
Rontgen toraks P/A
Biakan sputum
Biakan MO TB
Perempuan 30 tahun dirawat akibat demam. Setelah satu hari perawatan pasien mengeluh sesak hebat. Sesak disertai batuk berdahak dan demam semakin tinggi.
Berdasarkan sumber kejadiannya pasien menderita
Pneumonia komunitas
Pneumonia lingkungan rumah sakit
Pneumonia atipikal
Pneumonia tipikal
Bukan pneumonia
Laki-laki 28 tahun datang dengan keluhan sesak hebat sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan batuk berdahak dan demam tinggi.Pemeriksaan rontgen thoraks menunjukkan adanya konsolidasi pada paru kanan. Riwayat kontak Tb disangkal.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
Bronkitis akut
Pneumonia
Tuberkulosis paru
Oedema paru akut
Bronkitis kronis
Seorang laki-laki mengeluh sesak hebat. Setelah dilakukan pemeriksaan rontgen toraks didapatkan massa pada apeks paru kanan. Dokter menemukan gejala horner’s syndrome.
Yang dimaksud dengan Horner’s Syndroma gejalanya adalah sbb., Kecuali:
Disebabkan oleh compression of stellate gangglion
Myosis ipsilateral
Phtosis ipsilateral
Hyperhydrosis ipsilateral
Hypo/anhydrosis ipsilateral
Pasien pertama adalah seorang laki-laki tua dengan keluhan sesak nafas sejak 1 tahun yang lalu yang bertambah berat sejak 3 hari yang lalu dengan riwayat perokok berat pada usia muda. Pasien kedua seorang mahasiswi dengan keluhan sesak nafas disertai bunyi mengi dengan riwayat atopi sebelumnya.
Perbedaan karakteristik penyakit pada kedua pasien adalah sebagai berikut, KECUALI:
Asma disebabkan oleh agen sensitisasi sedangkan COPD oleh agen yang mengiritasi/noxious agent
Pada asma jumlah sel eosinofil lebih sedikit dari COPD
Pada COPD yang berperan adalah sel makrofag dan netrofil
Asma reversibel komplit sedangkan COPD irreversibel komplit
Baik pada asma dan COPD sama-sama terjadi inflamasi jalan nafas
Seorang penderita thypoid, setelah 6 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena sesak dan didiagnosis sebagai ARDS.
Apa faktor ekstra pulmonal yang menyebabkan terjadinya ARDS pada pasien tsb?
Sepsis
Pneumonia
Contosio paru
Aspirasi
Gagal jantung
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS
Selain pneumonia, sebutkan faktor pulmonal lain yang dapat menyebabkan terjadinya ARDS?
Transfusi darah
Edema pulmonal neurogenik
Cardiopulmonal bypass
Venous air embolism
Decomp Cordis
32. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk dan sesak nafas sejak 3 bulan yang lalu. Pada hasil pemeriksaan radiologis tampak gambaran beberapa opasitas dengan ukuran > 1 cm. Pasien bekerja di tambang batubara sejak 25 tahun yang lalu.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Asbestosis
Silikosis
Black Lung
Sederosis
Berryliosis
Seorang perempuan berusia50tahun,datang berobat ke poliklinik dengan keluhan batuk bercampur bercak darah sejak 3 hari yang lalu.Pasien juga menderita hiperkoagulasi dan mendapatkan terapi warfarin 1 x 2 mg.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas
TB Paru
PPOK
Pulmonary vascular diseases
Bronkiektasis
Tumor paru
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak saat beraktifitas dan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki di basal kedua paru. Dari pemeriksaan radiologis tampak gambaran garis-garis opasitas kecil di basal paru. Pasien bekerja di pabrik asbes sejak 30 tahun yang lalu.
Berapakah nilai ambang batas debu/serabut asbes di udara yang masih direkomendasikan?
1 serabut/cm3/berat badan/8 jam
2 serabut/cm3/berat badan/8 jam
3 serabut/cm3/berat badan/8 jam
4 serabut/cm3/berat badan/8 jam
5 serabut/cm3/berat badan/8 jam
Seorang laki-laki berusia55 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sesak saat beraktifitas dan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki di basal kedua paru. Dari pemeriksaan radiologis tampak gambaran garis-garis opasitas kecil di basal paru. Pasien bekerja di pabrik asbes sejak 30tahun yang lalu.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Silikosis
Black Lung
Sederosis
Berrylosis
Asbestosis
Seorang perempuan berusia 60 tahun datang berobat ke dokter praktek dengan keluhan batuk lebih dari 2 bulan. Pasien sudah makan bermacam obat batuk baik dari dokter praktek maupun beli obat batuk bebas, tapi keluhan tidak berkurang. Pasien menderita hipertensi dan mengkonsumsi obat ramipril 5 mg.
Apakah tatalaksana yang tepat untuk kasus ini?
Pemberian antitusif
Pemberian mukolitik
Pemberian bronkodilator
Menghentikan / mengganti obat ramipril
Pemberian antikolinergik
Seorang perempuan berusia 60tahun datang berobat ke dokter praktek dengan keluhan batuklebih dari 2 bulan. Pasien sudah makan bermacam obat batuk baik dari dokter praktek maupun beli obat batuk bebas, tapi keluhan tidak berkurang. Pasien menderita hipertensi dan mengkonsumsi obat ramipril 5 mg
Apakah penyebab batuk pada pasien ini?
TB paru
Asma bronkiale
PPOK
Bronkiektasis
Efek samping dari obat golongan ACE inhibitor
Wanita 30 tahun dikirim ke rumah sakit anda dengan keluhan tertelan kancing baju. Pada pemeriksaan lanjutan kancing masuk ke saluran pernapasan.
Tindakan yang dapat dilakukan pada wanita ini adalah
Observasi dan tidak melakukan apapun jika tidak ada keluhan
CT scan toraks untuk menentukan secara pasti letak kancing baju
Pengangkatan benda asing dengan tehnik operasi terbuka
Menggunakan flexible bronkoskopi untuk menetukan lokasi dan upaya ekstraksi
Pemeriksaan dengan rontgen toraks
Setelah tiga hari terpasang WSD tuan P merasa keluhannya sudah hilang. Pemeriksaan fisik dan rontgen toraks menunjukkan paru sudah mengembang.
Tindakan saudara selanjutnya adalah
Langsung mencabut selang WSD
Uji coba selama 24 jam dengan penutupan klem
Mengobati penyakit yang mendasari hingga sembuh sambil tetap terpasang WSD
tanpa melepas WSD pasien diizinkan pulang dan kontrol ke poliklinik
Memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder
Tuan S didiagnosis pneumotoraks luas dan diputuskan untuk dipasang WSD.
Evaluasi yang harus dilakukan segera setelah pemasangan WSD adalah
CT scan toraks
Darah rutin
Bronkoskopi
Rontgen toraks
Sputum BTA
Tuan P usia 65 tahun dirawat dengan PPOK eksaserbasi. Saat akan dipulangkan pasien mengeluh sesak setelah batuk hebat. Pemeriksaan rontgen toraks menunjukkan adanya pneumothorax luas.
Tindakan saudara adalah
Tetap merawat dan melakukan observasi terhadap tuan P
Tetap merawat dan segera melakukan pemasangan WSD pada tuan P
Tuan P boleh pulang dan segera kembali jika keadaan memburuk
Tuan P harus dirawat dan dilakukan serial foto toraks untuk evaluasi
Tuan P langsung dirujuk ke RS yang lebih tinggi
Tuan X Mengalami sesak hebat. Dokter mendiagnosa sebagai suatu pneumothoraks yang luas, dokter jaga memutuskan perlu dipasang WSD segera.
Yang merupakan kontra indikasi absolut pemasangan WSD adalah
koagulopati
infeksi kulit
pemakaian ventilator
kondisi pasien tidak stabil
tidak ada
Tn M berobat kedokter penyakit dalam dan dikatakan terdapat cairan di paru kanannya. Dokter menyarankan Tn M untuk dirawat inap dan dilakukan pemasangan selang WSD. Tindakan baru akan dilakukan keesokan harinya.
Tindakan pemasangan selang WSD dapat ditunda pada keadaan
pneumothoraks yang luas
tension pneumothoraks setelah needle decompression
hemopneumothoraks
efusi pleura
pneumotoraks sekunder akibat trauma dada
Pemuda 21 tahun dibawa keluarganya ke unit gawat darurat dengan penurunan kesadaran, suara napas menghilang, dada cembung pada sisi kiri dan perkusi hipersonor rontgen thorax cito menunjukkan hasil diaphragma terdorong ke sisi kanan dengan gambaran udara disisi kiri
tindakan yang harus segera dilakukan adalah
torakosintesis teraupetik
needle decompression
pemasangan WSD
Rontgen toraks
CT scan toraks
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk dan sesak nafas sejak 3 bulan yang lalu. Pada hasil pemeriksaan radiologis tampak gambaran beberapa opasitas dengan ukuran > 1 cm. Pasien bekerja di tambang batubara sejak 25 tahun yang lalu.
Apakah jenis coal workers pneumoconiosis pada kasus ini?
Simple coal workers pneumoconiosis
Complicated coal workers pneumoconiosis
Acute coal workers pneumoconiosis
Chronic coal workers pneumoconiosis
Acute on chronic coal workers pneumoconiosis
Seorang perempuan berusia 50 tahun datang berobat ke UGD dengan keluhan sesak nafas hebat sejak 2 jam yang lalu. Pasien tadi pagi baru kontrol di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosa hipertiroid dan mendapat thyrozol 1 x 20 mg dan propanolol 1 x 10 mg. Pasien sebelumnya ada riwayat alergi terhadap makanan dan obat-obatan.
Apakah penyebab sesak nafas pada pasien ini?
TB paru
Asma bronkiale
Efek samping obat thyrozol
Efek samping dari obatgolongan beta blocker
Bronkiektasis
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS.Pada keesokan harinya gejala penderita makin berat. Saturasi oksigen turun di bawah 90% dengan oksigen 100%
Masalah pasien disebut?
Gagal napas tipe 1
Gagal napas tipe 2
Gagal jantung kongesti
Fungsi paru masih normal
Semua salah
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS. Pada pemeriksaan AGD didapatkan PaO2 90 dengan F1O2 100
Menurut Berlin 2012, pasien menderita?
ARDS ringan
ARDS ringan
ARDS berat
Pneumonia ringan
Normal paru
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS. Pasien ini membutuhkan ventilator
Apa alasan pasien memerlukan ventilator?
Persistent hipoksemia
Hemodinamik stabil
WOB normal
Kondisi pasien stabil
AGD normal
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU dengan diagnosis ARDS
Bagaimana hasil pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis ARDS
Onset kronik
infiltrat homogen pada kedua lapangan paru
infiltrat homogen pada satu lapangan paru
infiltrat homogen pada bagian basal paru
terdapat pembesaran jantung
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU dengan diagnosis ARDS
Bagaimana diagnosis ARDS ditegakkan
Onset akut
tanpa faktor predisposisi
Bila PaO2/FiO2 < 400
Bila PaO2/FiO2 > 300
Semua salah
Seorang perempuan berusia 22 tahun, hamil 12minggu, datang ke praktek dokter dengan keluhan batuk kering sejak 4minggu yang lalu. Pasien juga mengeluh sesak nafas, demam, nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ronki di kedua lapangan paru. Dari hasil pemeriksaan BTA sputum 2 positip. Pasien belum pernah mendapatkan terapi sebelmnya.
Apakah yang harus dihindari pada kasus ini?
Isoniazid
Ripamfisin
Streptomisin
Etambutol
Levofloksasin
Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke poliklinik paru Rumah Sakit dengan keluhan batuk sejak 3 minggu , demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di apek paru kanan. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif. Hasil pemeriksaan radiologis tampak infiltrat pada apek paru kanan. Riwayat pengobatan pernah mendapat OAT sebelumnya selama 2 minggu namun dihentikan karena keluhan berkurang Apakah regimen terapi yang tepat pada kasus ini?
2 RHZE/ 4 R3H3
2 RHZE/ 6 R3H3
3 RHZES/ 5 R3H3E
2 RHZES/ 1 RHZE/ 5 R3H3E3
2 RHZES/ 1 RHZE/ 6 R3H3E3
Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke poliklinik paru Rumah Sakit dengan keluhan batuk sejak 3 minggu , demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di apek paru kanan. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif. Hasil pemeriksaan radiologis tampak infiltrat pada apek paru kanan.Riwayat pengobatan pernah mendapat OAT sebelumnya selama 2 minggu namun dihentikan karena keluhan berkurang.
Apakah diagnosis pada kasus di atas?
Kasus lalai TB paru BTA positip
Kasus lalai TB paru BTA negatip
Kasus baru TB paru BTA positip
Kasus baru TB paru BTA negatip
Kasus gagal TB paru BTA negatip
Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke poliklinik paru Rumah Sakit dengan keluhan batuk sejak 3 minggu , demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di apek paru kanan. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif. Hasil pemeriksaan radiologis tampak infiltrat pada apek paru kanan.Riwayat pengobatan pernah mendapat OAT sebelumnya selama 2 minggu namun dihentikan karena keluhan berkurang.
Apakah tindakan terapi yang tepat untuk kasus ini?
OAT Kategori 1
OAT Kategori 2
OAT Lini kedua
Antibiotika non OAT selama 2 mg
MDR TB
Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke poliklinik paru Rumah Sakit dengan keluhan batuk sejak 3 minggu, demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di apek paru kanan. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien ini?
Berikan terapi OAT kategori I
Periksa BTA sputum
Periksa kultur dan resistensi Mtb
Lakukan pemeriksaan foto thorak
Berikan terapi antibiotika spesifik selama 2 minggu
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke Puskesmas daerah terpencil dengan keluhan batuk sejak 3 minggu , demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di kedua apek paru. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif. Pasien diberikan terapi antibiotika spesifik (erytromisin 4 x 500 mg) selama 2 minggu.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan pada pasien ini?
Berikan terapi OAT kategori I
Periksa BTA sputum ulang
Periksa kultur dan resistensi Mtb
Lakukan pemeriksaan foto thorak
Berikan terapi antibiotika spesifik selama 2 minggu
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke Puskesmas daerah terpencil dengan keluhan batuk sejak 3 minggu , demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di kedua apek paru. Hasil pemeriksaan BTA sputum negatif.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien ini?
Berikan terapi OAT kategori I
Periksa BTA sputum ulang
Periksa kultur dan resistensi Mtb
Lakukan pemeriksaan foto thorak
Berikan terapi antibiotika spesifik selama 2 minggu
59. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke Puskesmas daerah terpencil dengan keluhan batuk sejak 3 minggu, demam, keringat malam hari, nafsu makan menurun, badan lemas. Pemeriksaan fisik ada ronki di kedua apek paru.
Apakah tindakan yang harus dilakukan pada pasien ini?
Berikan terapi OAT kategori I
Periksa BTA sputum
Periksa kultur dan resistensi Mtb
Lakukan pemeriksaan foto thorak
Berikan terapi antibiotika spesifik selama 2 minggu
Seorang laki-laki dibawa ke unit gawat darurat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik tampak dada kanan cembung, perkusi hipersonor dan suara napas menghilang, rontgen thorax tampak diaphragma terdorong kekiri
Laki-laki tersebut kemungkinan mengalami
hematotorak
pneumotorak
efusi pleura
empiema
Piotorak
Seorang laki-laki usia 45 tahun seorang pekerja pabrik sejak 5 tahun yang lalu, mengalami sesak nafas disertai batuk kronis yang produktif. Dengan gambaran radiologis paru tampak infiltrate difus. Dilakukan pemeriksaan sputum dijumpai asbestos body.
Penyakit apakah yang diderita pasien ini?
Pneumonia lobaris
Sarkoidosis
Tuberkulosis
Candidiasis
Asbestosis
Seorang bayi laki-laki usia 10 bulan, 9 kg dibawa ke unit gawat darurat dengan batuk pilek selama 3 hari dan timbul sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Tidak pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 96 x/menit, frekuensi napas 58x/menit, suhu 37,6°C, saturasi oksigen 90%, terdapat napas cuping hidung, terdapat retraksi interkostal dan subkostal, tampak ekspirasi memanjang dan wheezing ekspirasi.
Berapakah rentang usia anak tersering mengalami penyakit ini?
Usia < 1 tahun
Usia < 2 tahun
Usia < 3 tahun
Usia < 4 tahun
Usia < 5 tahun
Seorang anak laki-laki usia 7 bulan, 6 kg datang ke poliklinik anak dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu, 3 hari sebelumnya anak batuk pilek dan demam tidak terlalu tinggi. Tidak ditemukan riwayat sakit dengan keluhan serupa sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 56x/menit, suhu 37°C, terdapat napas cuping hidung, retraksi minimal interkosta dan subkosta, ekspirasi memanjang dan wheezing ekspirasi.
Apakah diagnosis pada anak ini?
Bronkitis akut
Bronkiolitis akut
Bronkopneumonia
Pertusis
Asma bronchial
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan, 6 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Penderita sudah mulai malas minum ASI. Riwayat imunisasi: mendapat imunisasi BCG, Hepatitis B 1 dan Polio 1. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 56 x/menit, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Apa faktor risiko terjadinya penyakit di atas pada bayi ini?
Status gizi kurang
Mendapat ASI eksklusif
Imunisasi tidak lengkap
Tinggal di pedesaan
Telah mendapat makanan tambahan
Seorang anak perempuan menderita serangan asma 1 kali dalam 2 bulan dan tidak lebih lama dari 3 hari
Apa diagnosis kekerapan penyakit asma pada penderita ini menurut Global Initiative for Asthma(GINA)?
Asma serangan ringan
Asma serangan sedang
Asma intermitten
Asma persisten ringan
Asma persisten sedang
Seorang ibu dengan riwayat asma bronkial, melahirkan bayi sehat.
Bagaimana upaya menekan timbulnya risiko alergi pada bayinya?
Memberikan imunisasi BCG
Memberikan antihistamin
Memberikan ASI eksklusif
Menyiapkan ruangan steril
Memberikan susu sapi
Seorang anak perempuan usia 14 tahun dengan gizi kurang, dibawa ibunya ke poliklinik anak, dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan sputum BTA anak ini mendapatkan hasil BTA (++). Uji tuberkulin pada anak ini menunjukkan hasil indurasi 15 mm.
Apakah pengobatan awal yang diberikan pada anak ini?
Isoniazid
Isoniazid dan Rifampisin
Isoniazid, Rifampisin dan Pirazinamid
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid dan Etambutol
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid dan Streptomisin
Seorang pasien perempuan usia 17 tahun mengalami bersin-bersin dan gatal pada hidung setiap pagi hari yang berkurang gejalanya saat siang hari. Pada pemeriksaan tampak mukosa kavum nasi edema, dan eritema dengan infiltrate sel radang eosinofil yang dominan. Tidak keluar discharge cataralis maupun mukopurulen.
Penyakit apakah yang diderita pasien ini?
Sinusitis maksilaris
Rhinitis alergika
Rhinitis infeksi
Angiofibroma
Polip nasi
. Seorang laki-laki usia 35 tahun mengeluh hidung terasa buntu dan sulit bernafas, berobat ke dokter spesialis THT dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya massa tumor di dinding posterolateral hidung sebesar 2 cm x2 cm. Dilakukan operasi. Pada pemeriksaan patologi anatomi massa noduler terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen hyperplasia diantaranya banyak dijumpai pembuluh darah.
Apakah yang diagnosis pasien ini?
Karsinoma nasofaring
Polip nasi
Inverted papilloma
Angiofibroma
Hemangioma
Seorang perokok usia 42 tahun sejak 6 bulan yang lalu mengeluh sering mengalami epistaksis/mimisan, suara serak. Pada regio leher kanan dijumpai pembesaran kelenjar getah bening. Pada pemeriksaan dijumpai massa di nasofaring yang meluas ke sinus maksilaris. Dilakukan biopsi didapatkan massa tumor terdiri dari sel skuamosa neoplasia yang menginvasi stroma jaringan ikat dan banyak dijumpai massa keratin. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah
Apakah diagnosis penyakit yang tepat pada pasien ini?
Karsinoma sel skuamosa berkeratin
Karsinoma sel skuamosa tidak berkeratin
Angiofibroma
Adenokarsinoma
Inverted papilloma
Seorang laki-laki usia 69 tahun seorang perokok berat dan memiliki riwayat penyakit asthma brokhial mengalami sesak nafas hebat, tanpa disertai demam. Dibawa ke unit gawat darurat. Dilakukan pemeriksaan radiologis rontgen torak didapatkan gambaran paru-paru kanan mengalami kolaps /atelektasis resorpsi
Patofisiologi apakah yang mendasari terjadinya kelainan ini?
Adanya obstruksi saluran nafas akibat mucus plug atau eksudat dalam bronkhus
Adanya tekanan yang diakibatkan oleh timbunan transudat atau eksudat pada kavum pleura
Adanya fibrosis pada jaringan paru yang sangat luas
Adanya peningkatan tekanan hidrostatik
Adanya infeksi pada parenkim paru
Seorang laki-laki usia 45 tahun meninggal dengan riwayat gejala sesak nafas hebat dan didiagnosis mengalami ARDS (acute respiratory distrees syndrome). Pada pasien ini dilakukan otopsi pada jaringan paru yang menunjukan stadium organisasi pada jaringan alveoli paru.
Gambaran mikroskopis yang dapat ditemukan pada pasien ini adalah?
Tanda-tanda kongesti pembuluh darah intertitial
Edema berat pada intra alveolar
Reaksi peradangan dan endapan fibrin
Tampak dinding alveolar dilapisi waxy hyaline membrane
Proliferasi sel-sel pneumosit II untuk memperbaiki fungsi paru
Emfisema adalah salah satu penyakit paru obstruksi kronik yang ditandai oleh pelebaran abnormal permanen ruang udara distal dari bronkhiolius terminal disertai kerusakan dinding berupa fibrosis minimal.
Berdasarkan distribusi anatomi lesi, emfisema yang mengenai bronkhiolus respiratori dan asinus disebut :
Emfisema centriacinar
Emfisema panacinar
Emfisema paraseptal
Emfisema Septal
Emfisema iregular
Pneumonia lobaris adalah penyakit infeksi paru yang secara histopatologi memiliki beberapa stadium penyakit, diantaranya adalah stadium hepatisasi kelabu.
Gambaran apakah yang dapat terlihat pada stadium ini?
Kongesti pembuluh darah yang dominan
Jaringan paru dengan eksudat netrofil dan RBC yang berpadu memberi gambaran padat kemerahan
Terjadi disintegrasi RBC dan tersisa eksudat fibrosupuratif
Eksudat padat mengalami degradasi enzimatik dan selular, kembali ke struktur nomal
Terbentuknya jaringan parut pada paru
Seorang bayi laki-laki usia 10 bulan, 9 kg dibawa ke unit gawat darurat dengan batuk pilek selama 3 hari dan timbul sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Tidak pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 96 x/menit, frekuensi napas 58x/menit, suhu 37,6°C, saturasi oksigen 90%, terdapat napas cuping hidung, terdapat retraksi interkostal dan subkostal, tampak ekspirasi memanjang dan wheezing ekspirasi
Apa etiologi kuman tersering pada penyakit ini?
Human parainfluenza type 1
Haemophylus influenza type B
Influenza
Rhinovirus
Respiratory syncytial virus
Seorang anak perempuan usia 1 tahun 6 bulan, 11 kg datang ke unit gawat darurat dengan keluhan barking cough disertai suara serak sejak 3 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 92 x/menit, frekuensi napas 42x/menit, suhu 37,6°C, terdapat napas cuping hidung, terdengar stridor inspirasi dan terdapat retraksi suprasternal. Vesikuler normal, tidak ditemukan wheezing atau ronki
Bagaimana gambaran radiologi yang akan kita temukan pada pasien ini?
Ring sign
Steeple sign
Doughnut sign
Silhouette sign
Rigler’s sign
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan, 6 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Penderita sudah mulai malas minum ASI. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 56 x/menit, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Apa etiologi kuman tersering penyakit di atas pada bayi ini?
Escherichia coli
Listeria monocytogenes
Streptococcus pneumoniae
Chlamydia pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan, 6 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 56 x/menit, nadi 110 x/menit, suhu 39°C, saturasi oksigen 88%, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Apa nama alat untuk mengukur saturasi oksigen pada pasien ini?
Spirometer
Pulse oxymeter
Peak flow meter
Sphygnomanometer
Polysomnography
Seorang anak laki-laki usia 4 tahun, dibawa ibunya ke poliklinik anak di rumah sakit dengan keluhan batuk 5 hari, tidak ditemukan sesak napas, disertai demam yang turun bila diberi parasetamol. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, tidak terdapat sianosis, frekuensi napas 26 x/menit, nadi 80 x/menit, suhu 37,8°C, saturasi oksigen 98%, tidak ada tanda dispnu lain. Dokter akan memberikan antibiotik pada pasien ini untuk rawat jalan.
Apakah antibiotik yang terpilih untuk anak ini?
Ampisilin
Amoksisilin
Kloramfenikol
Tetrasiklin
Sefadroksil
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun, 12 kg, dirujuk dari Puskesmas ke rumah sakit dengan keluhan batuk 5 hari. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, frekuensi napas 40 x/menit, terdapat tarikan dinding dada bawah ke dalam. Terdapat riwayat kejang dirumah.
Apa klasifikasi penyakit pada pasien ini menurut Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)?
Batuk bukan pneumonia
Pneumonia
Pneumonia berat
Pneumonia sangat berat
Pneumonia dengan gagal napas
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun 12 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Penderita sudah mulai menurun nafsu makannya. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 36 x/menit, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Apakah koplikasi yang dapat terjadi pada pasien ini?
Croup syndrome
Empiema toracis
Bronkiolitis
Asma bronkial
Bronkiektasis
Seorang anak usia 10 tahun sering dibawa ibunya berobat dengan keluhan batuk, mengi, disertai sesak napas, kadang disertai dengan rasa dada tertekan, yang timbul secara kronik yang sering berulang, cenderung malam atau dini hari, dan biasanya timbul jika ada pencetus.
Apa kemungkinan diagnosis dari gejala-gejala anak tersebut?
Rinitis alergika
Rinitis kronik
Bronkitis kronik
Pneumonia atipik
Asma bronkial
Pasien anak datang dengan keluhan batuk disertai mengi yang sering timbul berulang, intensitas gejala bervariasi biasanya cenderung malam hingga dini hari, dan gejala dapat membaik secara spontan atau diberi obat pereda asma, batuk disertai faktor pencetus serta terdapat alergi dalam keluarga
Apa saja karakteristik seorang anak dengan asma seperti dimaksud di atas?
Kronisitas, reversibilitas, episodisitas
Variabilitas, episodisitas, genetis
Episodisitas, variabilitas, reversibilitas
Reversibilitas, variabilitas, kronisitas
Genetis, variabilitas, reversibilitas
Seorang anak usia 6 tahun datang dengan gejala batuk, sesak napas berbunyi mengi dan tampak ekspirasi memanjang
Apakah tanda alergi yang dapat ditemukan pada anak ini?
Atopic dermatitis
Geographic mouth
Allergic tongue
Allergic shiners
Allergic dermatitis
Seorang anak perempuan usia 1 tahun 6 bulan, dibawa ibunya ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Penderita adalah penderita HIV. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 46 x/menit, saturasi oksigen 90%, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Siapa saja kelompok risiko tinggi lain yang mudah terkena penyakit ini selain penderita HIV?
Asma, gizi kurang, keganasan
Autis, penyakit jantung bawaan, talasemia
Anemia, gagal ginjal kronik, asma
Diabetes melitus, keganasan, talasemia
Penyakit jantung bawaan, bronkitis, gagal ginjal kronik
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan, 6 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, tidak terdapat mengi dan sesak tidak dipengaruhi oleh aktivitas, perubahan posisi atau cuaca. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 3 hari yang lalu, disertai demam yang terus menerus. Penderita sudah mulai malas minum ASI. Riwayat imunisasi: mendapat imunisasi BCG, Hepatitis B 1 dan Polio 1. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, terdapat sianosis, frekuensi napas 56 x/menit, napas cuping hidung, retraksi interkostal dan subkostal, terdapat vesikuler meningkat dan ronki basah halus nyaring di kedua lapangan paru.
Apa saja imunisasi yang dapat mencegah penyakit di atas pada anak?
BCG, DPT, Hepatitis B, Campak
BCG, DPT, HiB, Campak
BCG, DPT, HiB, Pneumokokus
DPT, HiB, Campak, Pneumokokus
DPT, HiB, Hepatitis B, Pneumokokus
Seorang anak perempuan usia 1 tahun 6 bulan, 11 kg datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan barking cough disertai suara serak sejak 3 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 92 x/menit, frekuensi napas 42x/menit, suhu 37,6°C, terdapat napas cuping hidung, terdengar stridor inspirasi dan terdapat retraksi suprasternal. Vesikuler normal, tidak ditemukan wheezing atau ronki.
Common cold
Croup syndrome
Bronkitis
Bronkiolitis
Pneumonia
Seorang anak perempuan usia 1 tahun 6 bulan, 11 kg datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan barking cough disertai suara serak sejak 3 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 92 x/menit, frekuensi napas 42x/menit, suhu 37,6°C, terdapat napas cuping hidung, terdengar stridor inspirasi dan terdapat retraksi suprasternal. Vesikuler normal, tidak ditemukan wheezing atau ro
Apa etiologi kuman penyebab tersering pada penyakit ini
Human parainfluenza type 1
Haemophylus influenza type B
Streptococcus β haemolyticus
Rhinovirus
Bordetella pertusis
Seorang anak perempuan usia 1 tahun 6 bulan, 11 kg datang ke unit gawat darurat dengan keluhan barking cough disertai suara serak sejak 3 hari yang lalu. Terdapat demam tidak terlalu tinggi. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 92 x/menit, frekuensi napas 42x/menit, suhu 37,6°C, terdapat napas cuping hidung, terdengar stridor inspirasi dan terdapat retraksi suprasternal. Vesikuler normal, tidak ditemukan wheezing atau ronki.
Bagaimana tatalaksana nebulisasi awal pada pasien ini?
Nebulisasi steroid
Nebulisasi bronkodilator
Nebulisasi bronkodilator + ipratropium bromid
Nebulisasi epinefrin
Nebulisasi antibiotik
Seorang anak perempuan usia 4 tahun dengan gizi kurang, dengan riwayat telah mendapat imunisasi BCG dengan parut BCG positif, dibawa ibunya ke poliklinik anak, dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Ibu anak ini telah mendapat obat rutin di puskesmas dengan data pemeriksaan sputum BTA (++). Uji tuberkulin pada anak ini menunjukkan hasil indurasi 15 mm.
Apakah pengobatan awal yang diberikan pada anak ini?
Isoniazid
Isoniazid dan Rifampisin
Isoniazid, Rifampisin dan Pirazinamid
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid dan Etambutol
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid dan Streptomisin
Seorang anak perempuan usia 4 tahun dengan gizi baik, dengan riwayat telah mendapat imunisasi BCG dengan parut BCG positif, dibawa ibunya ke poliklinik anak. Ibu anak ini adalah penderita TB paru yang telah mendapat obat rutin di puskesmas dengan data pemeriksaan sputum BTA (++). Tidak ada keluhan batuk atau demam pada anak ini. Uji tuberkulin pada anak ini menunjukkan hasil indurasi 15mm
Tata laksana apa yang diberikan pada anak ini?
Tidak diberikan pengobatan
Isoniazid
Isoniazid dan Rifampisin
Isoniazid, Rifampisin dan Pirazinamid
Isoniazid, Rifampisin, Pirazinamid dan Etambutol
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS. Pada pemeriksaan AGD, didapatkan paCO2 50 dan pO2 80
Apa nama kelainan ini?
Asidosis metabolik
Asidosis respiratorik
Alkalosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Nilai normal
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS. Pasien memerlukan ventilator.
Bagaimana target pemasangan ventilator pada ARDS?
PaO2 55-80
SpO2 > 95%
P plateau > 30
pH > 7,45
SpO2 < 88
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS.
Pernyatan yang bukan bagian dari penatalaksanaan ARDS
Resusitasi awal A, B, C
Take history
Pemeriksaan fisik dengan cepat
Pemeriksaan labor rutin
Pemeriksaan foto toraks
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS.
Fase perjalanan ARDS terdiri dari?
Fase Proliferasi 0-4 hari
Fase eksudasi 4-8 hari
Fase fibrotik lebih 8 hari
Fase Recovery 4-8 hari
Fase eksudasi > 8 hari
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDs
ARDS menyebabkan pasien hipoksemia dengan cara?
V/Q mismatch
Shunt
Hypoventilation
Hyperventilation
Low inspired pressure of oxygen
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS
Pernyataan dibawah ini yang BUKAN patogenesis terjadinya ARDS
Pulmonary edema
Infiltrat
Disfungsi surfactant
Infiltrasi leukosit
tidak ada pernyataan yang benar
Seorang penderita pneumonia, setelah 3 hari dirawat di ruang biasa dipindahkan ke ICU karena ARDS. Pasien akan diberikan terapi oksigen.
Selain ventilator, apa nama alat bantú lain yang dapat memberikan O2 100%?
Simple mask/ Sungkup muka sederhana
NRM
Nasal canule
Ventui jet
Betul semua
Seorang laki-laki berusia 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan batuk darah sejak 1 minggu yang lalu. Sejak 2 bulan yang lalu, pasien sudah mengeluh batuk berdahak, sesak nafas, demam, nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ronki di kedua lapangan paru. Setahun yang lalu, pasien pernah mendapatkan terapi TB selama 6 bulan di Puskesmas, dan dinyatakan sembuh. Dari hasil pemeriksaan BTA sputum 3 positip. Dari hasil pemeriksaan radiologis tampak infiltrat dan kavitas di kedua lapangan paru.
Apakah regimen terapi yang tepat pada kasus ini?
2 RHZE/ 4 R3H3
2 RHZE/ 6 R3H3
3 RHZES/ 5 R3H3E3
2 RHZES/ 1 RHZE/ 5 R3H3E3
2 RHZES/ 1 RHZE/ 6 R3H3E3
Seorang pasien TB paru mendapatkan terapi OAT 3 bulan, kemudian os berhenti berobat selama 4 bulan. Sekarang pasien datang kembali dengan keluhan batuk, dilakukan pemeriksaan BTA positip.
Apakah yang harus dilakukan pada pasien ini?
Pemeriksaan gen eXpert
Pemeriksaan toraks foto
Pemeriksaan BTA sputum ulang
Langsung terapi OAT kategori 1
Langsung terapi OAT kategori 2
Seorang laki-laki berusia45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk tidak produktif sejak 1 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh nyeri dada dan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki kering di basal paru. Dari hasil gambaran radiologis tampak nodul-nodul kecil, tidak tampak adenopati hilus. Pasien bekerja di pabrik senjata sejak 20 tahun terakhir.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?
Asbestosis
Silikosis
Black Lung
Berrylliosis
Coal Workers Pneumoconiosis
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak nafas dan batuk sejak 2 hari yang lalu. Dari hasil pemeriksaan radiologis tampak fibrosis parenkim paru. Pasien menderita Ca nasofaring dan telah mendapatkan terapi dengan radioterapi dan kemoterapi setahun yang lalu.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Limfangitis
Penyakit paru akibat radiasi
Pneumonitis
Metastase Ca Nasofaring
Infeksi jamur pada paru
Seorang laki-laki datang dengan keluhan terdengar bunyi wheezing pada basal paru kanan.
Dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan bronkoskopi.Kelebihan utama flexible bronkoskopi dibanding rigid bronkoskopi adalah
Lapangan tindakan yang lebih luas
Harga yang lebih murah
Dapat digunakan untuk mengangkat benda asing ukuran besar
Dapat digunakan untuk pemasangan stent
Dapat memeriksa seluruh saluran napas mulai dari hidung sampai bronkus
Tuan P 60 th datang dengan penurunan berat badan yang masif. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan massa pada para hiler paru kanan.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untk mendapatkan gambaran saluran napas dan spesimen cairan bronkus adalah
Rigid bronkoskopi
Flexibel bronkoskopi
Ultrasound bronkoskopi
Endoskopi dengan guiding
sputum BTA
Seorang laki-laki didiagnosis menderita tumor paru
. Gejala yang biasa didapat pada tumor paru adalah di bawah ini, KECUALI:
Batuk-batuk pada ± 75% kasus
Nyeri dada
Muntah darah
Mengi/wheezing
Sesak nafas
Seorang laki-laki datang dengan keluhan batuk disertai nyeri dada, berat badan turun secara cepat dalam beberapa bulan. Dokter mendiagnosis pasien tersebut dengan karsinoma sel skuamosa.
Pernyataan mengenai karsinoma sel skuamosa yang benar adalah di bawah ini, KECUALI:
Berasal dari hiperplasi sel basalis
Lokasi pada bronkus besar
Letaknya biasa di perifer
Sitologi sputum sangat membantu
Gambaran rontgen 15% berupa kavitas
Seorang anak perempuan usia 8 tahun 30 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, mengi sejak 2 jam yang lalu. Sesak dipengaruhi oleh cuaca dingin. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 1 hari yang lalu, tidak ada demam. Penderita masih bisa bermain dan berlari. Penderita sebelumnya pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya 3 bulan yang lalu. Serangan mengi pertama kali dialami penderita pada usia 1 tahun. Ibu penderita juga mengidap asma. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, tidak ada sianosis, frekuensi napas 40 x/menit, napas cuping hidung, retraksi minimal interkostal, wheezing ekspirasi.
Apa diagnosis serangan asma pada anak ini?
Serangan ringan
Serangan sedang
Serangan ringan-sedang
Serangan berat
Ancaman gagal napas
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun 30 kg datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan sesak napas, mengi sejak 2 jam yang lalu. Sesak dipengaruhi oleh cuaca dingin. Riwayat batuk pilek sebelumnya ada sejak 1 hari yang lalu, tidak ada demam. Penderita masih bisa bermain dan berlari. Penderita sebelumnya pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya 3 bulan yang lalu. Serangan mengi pertama kali dialami penderita pada usia 1 tahun. Ibu penderita juga mengidap asma. Pemeriksaan fisis menunjukkan anak compos mentis, tidak ada sianosis, frekuensi napas 40 x/menit, napas cuping hidung, retraksi minimal interkostal, wheezing ekspirasi.
Apakah tatalaksana awal yang diberikan pada anak ini?
Berikan teofillin
Berikan antibiotik
Berikan bronkodilator dan steroid oral
Berikan nebulisasi bronkodilator
Berikan nebulisasi steroid
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun 20 kg rutin kontrol ke Poli Respirologi Anak RS A, datang ke unit gawat darurat di rumah sakit dengan keluhan batuk disertai mengi. Penderita masih bisa bermain dan berlari. Penderita sebelumnya pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya 3 bulan yang lalu. Serangan mengi pertama kali dialami penderita pada usia 1 tahun. Ibu penderita juga mengidap asma. Ibu penderita terbiasa menggunakan obat pereda inhaler.
Bagaimana pemberian inhaler pada anak berusia 5 tahun?
Menggunakan nebulizer
Menggunakan spirometer
Menggunakan pulse oxymeter
Menggunakan spacer
Menggunakan controller
Seorang anak perempuan usia 4 tahun dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Anak tampak lesu dan kurang nafsu makan, berat badan menurun 2 kg. Hasil uji tuberkulin indurasi 18 mm.
Apa kemungkinan etiologi kuman penyakit pada pasien ini?
Staphylococcus aureus
Klebsiella pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Mycobacterium tuberculosis
Mycobacterium bovis
Seorang anak perempuan usia 9 tahundengan gizi kurang dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Anak tampak lesu dan kurang nafsu makan, berat badan menurun 2 kg.Hasil uji tuberkulin indurasi 15 mm. Ayah penderita telah mendapat obat rutin di puskesmas dengan data pemeriksaan sputum BTA (++).
Berapa jumlah skoring tuberkulosis pada anak ini?
6
7
8
9
10
Seorang anak perempuan usia 9 tahun dengan gizi kurang dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Anak tampak lesu dan kurang nafsu makan, berat badan menurun 2 kg. Hasil uji tuberkulin indurasi 15 mm. Ayah penderita telah mendapat obat rutin di puskesmas dengan Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan untuk menentukan diagnosis pasti pada pasien ini?n data pemeriksaan sputum BTA (++).
Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan untuk menentukan diagnosis pasti pada pasien ini?
Pemeriksaan foto toraks
Pemeriksaan swab tenggorok
Pemeriksaan LED
Pemeriksaan kultur sputum MTB
Pemeriksaan kultur darah MTB
Seorang anak perempuan usia 4 tahun dengan gizi kurang dibawa ibunya berobat ke poliklinik anak dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Anak tampak lesu dan kurang nafsu makan, berat badan menurun 2 kg. Hasil uji tuberkulin indurasi 15 mm.
Imunisasi apakah yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini?
Imunisasi BCG
Imunisasi DPT
Imunisasi HiB
Imunisasi MMR
Imunisasi PCV
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun 16 kg datang ke poliklinik anak dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu, batuk berdahak yang makin lama makin parah. Batuk tidak dipengaruhi oleh aktivitas atau cuaca. Riwayat demam tidak terlalu tinggi dialami sejak 2 minggu yang lalu. Ayah penderita dengan riwayat pengobatan tuberkulosis selama 6 bulan di puskesmas.
Pemeriksaan penunjang apa yang harus diberikan pada penderita?
Laboratorium
Rontgen toraks
Uji tuberkulin
Uji fungsi paru
Swab tenggorok
Seorang anak laki-laki usia 7 bulan, 6 kg datang ke poliklinik anak dengan keluhan batuk pilek sejak 5 hari yang lalu. Terdapat demam. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 56x/menit, suhu 37,6°C, tidak terdapat napas cuping hidung atau retraksi. Vesikuler normal, tidak ditemukan wheezing atau ronki.
Apakah tanda atau gejala tidak normal yang ditemukan pada pasien ini?
Dispnu
Head bobbing
Retraks
Takipnu
Nasal flaring
Seorang wanita usia 54 tahun tidak merokok, mengeluh nyeri di daerah dada kanan, disertai batuk dan penurunan berat badan. Pada pemeriksaan radiologis paru dijumpai massa soliter berdiameter 4 cm di perifer paru kanan atas. Dilakukan biopsi. Dari gambaran mikroskopis dijumpai massa tumor membentuk struktur kelenjar/glandular dilapisi epitel kolumner neoplasia yang telah invasi ke stroma yang fibrotik.
Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Adenokarsinoma paru
Karsinoma skuamosa paru
Small cell carcinoma paru
Large cell carcinoma paru
Tumor neuroendokrin paru
Seorang anak laki-laki usia 7 bulan, 6 kg datang ke poliklinik anak dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu, 3 hari sebelumnya anak batuk pilek dan demam tidak terlalu tinggi. Tidak ditemukan riwayat sakit dengan keluhan serupa sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis ditemukan anak compos mentis, nadi 100 x/menit, frekuensi napas 56x/menit, suhu 37°C, terdapat napas cuping hidung, retraksi minimal interkosta dan subkosta, ekspirasi memanjang dan wheezing ekspirasi.
Apa antibiotik profilaksis yang akan diberikan pada pasien ini?
Ampisilin
Kloramfenikol
Kotrimoksazol
Sefotaksim
Seftriakson
Wanita 30 tahun dirawat dengan sesak hebat disertai demam tinggi. Pada anamnesis terungkap unggas peliharaan os banyak yang mati mendadak.
Pemeriksaan darah dan radiologi yang diharapkan adalah
leukopenia dan gambaran infiltrat yang luas
leukositosis dan gambaran infiltrat yang luas
Trombositosis dan efusi pleura bilateral
Trombositopenia dan kardiomegali
Trombositosis dengan rotgen infiltrar pada apex paru saja
Seorang peternak unggas 35 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak. Dari anamnesis diketahui sejak satu minggu terakhir unggas os banyak yang mati dengan sebab yang tidak diketahui. Pemeriksaan fisik didapatkan os dalam kondisi gelisah dengan RR 32 kali/menit. Temperatur axila 41 C.
Penyakit yang paling mungkin pada pasien ini adalah
Bronkitis akut
Pneumonia komunitas
Flu burung
Tuberkulosis paru
Bronkiektasis
Tumor Pancoasta dalah carcinoma pada apeks paru atau sulcus superior, disertai destruksi kostae dan infiltrasi pada jaringan di sekitarnya termasuk pembuluh darah dan saraf.
Imaging yang paling baik untuk mengetahui infiltrasi tumor pada jaringan sekitarnya adalah
CT scan Toraks
MRI Toraks
USG toraks
Fototoraks AP dan Lateral
Bone survey
