wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Kimia Analisis Lanjut

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.
Pemeriksaan adanya kandungan senyawa klor dalam air kolam, di dalam laboratorium dikenal dengan istilah :
a)
analisis biologi
b)
analisis kimia
c)
analisis mikrobiologi
d)
uji hayati
e)
uji sterilitas
2.
Pemeriksaan terhadap jenis kontaminan logam berat di dalam bahan pangan termasuk dalam pemeriksaan :
a)
analisis kualitatif
b)
analisis pangan
c)
analisis kuantitatif
d)
uji hayati
e)
analisis senyawa
3.
Data berupa kandungan logam timbal sebesar 5,0 ug/mL., menunjukkan proses dilakukan secara :
a)
analisis biologi
b)
analisis air
c)
analisis kualitatif
d)
analisis kuantitatif
e)
analisis logam
4.
Pemeriksaan kontaminan pangan berupa kandungan logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen :
a)
Spektrofoto-meter uv-vis
b)
Spektrofoto- meter serapan atom
c)
Spektrofoto-meter IR
d)
KCKT
e)
Kromatografi lapis tipis
5.
Pemisahan bahan pewarna pangan dapat dilakukan dengan metode
a)
spektrofoto-meter uv-vis
b)
AAS
c)
Spektrofoto-meter IR
d)
KCKT
e)
Kromatografi lapis tipis
6.
Sebelum melakukan pemeriksaan di laboratorium kimia, penting melakukan perencanaan terkait dengan :
a)
jumlah ruang laboratorium
b)
jumlah laboran
c)
metode analisis
d)
fasilitas laboratorium
e)
jumlah sampel
7.
Suatu analisis dikatakan dapat memenuhi kriteria yang terbaik, jika :
a)
laboratorium mewah
b)
alat gelas lengkap
c)
pereaksi tervalidasi
d)
instrumen lengkap
e)
metode analisis tervalidasi
8.
Untuk proses analisis diperlukan teknik pengambilan sampel yang tepat, berarti sampel harus mewakili semua bahan yang di analisis. Kriteria sampel adalah :
a)
representatif
b)
komunikatif
c)
pro analisis
d)
teknis
e)
random
9.
Sampel bahan padat memerlukan perlakuan khusus sebelum di analisis dengan Spektrofotometer uv-vis. Data fisik / kimia yang diperlukan adalah :
a)
pemerian
b)
organoleptik
c)
titik lebur
d)
kelarutan
e)
rotasi optik
10.
Data fisika yang menggambarkan struktur senyawa yang berkaitan dengan aktivitas farmakologi / khasiat suatu senyawa kimia adalah :
a)
pemerian
b)
organoleptik
c)
titik lebur
d)
kelarutan
e)
rotasi optik
11.
Pemeriksaan bahan baku mutlak dilakukan untuk sediaan farmasi, kecuali jika bahan tersebut telah memiliki :
a)
sertifikat uji
b)
sertifikat analisis
c)
hasil uji aktivitas
d)
hasil uji fisika
e)
hasil uji spektrofotometri
12.
Penetapan kadar vitamin C dalam tablet multivitamin perlu metode analisis yang tepat dan tidak terganggu oleh adanya komponen lain. Berarti metode analisis harus bersifat :
a)
tepat
b)
selektif
c)
teliti
d)
kasar
e)
praktis
13.
Reaksi nyala sering dilakukan untuk mendeteksi adanya kation tertentu di dalam senyawa. Metode ini dianggap mudah dan cepat, disebut bersifat :
a)
tepat
b)
selektif
c)
teliti
d)
kasar
e)
praktis
14.
Metode AAS dapat menghasilkan data yang hampir sama untuk analisis kandungan natrium dalam darah. Sifat metode analisis ini adalah :
a)
tepat
b)
selektif
c)
teliti
d)
kasar
e)
praktis
15.
Tahapan proses analisis senyawa dimulai dengan
a)
pendahuluan
b)
kelarutan
c)
identifikasi
d)
penetapan kadar
e)
pengukuran bobot jenis
16.
Pengujian kelarutan menurut standar Farmakope Indonesia menggunakan sampel dengan jumlah
a)
100 mg
b)
1 gram
c)
10 gram
d)
50 mg
e)
500 mg
17.
Jika sampel dengan jumlah standar dapat larut dalam pelarutnya sebanyak kurang dari 1 mL, maka sifat kelarutannya
a)
larut
b)
mudah larut
c)
sangat mudah larut
d)
sukar larut
e)
praktis tidak larut
18.
Wadah yang tepat digunakan untuk menimbang natrium hidroksida adalah
a)
kertas saring
b)
kertas timbang
c)
gelas kimia
d)
botol timbang
e)
erlenmeyer
19.
Kapasitas minimum timbangan analitis yang ada di laboratorium Farmasi adalah
a)
1 mg
b)
10 mg
c)
30 mg
d)
100 mg
e)
1000mg
20.
Proses pelarutan zat secara kuantitatif dilakukan dalam wadah
a)
tabung reaksi
b)
gelas ukur
c)
labu erlenmeyer
d)
labu ukur
e)
gelas kimia
21.
Larutan A (tidak berwarna) dicampur dengan larutan B (berwarna kuning). Keduanya dianggap bereaksi jika hasilnya berupa
a)
larutan warna kuning
b)
bening
c)
warna kuning muda
d)
endapan jingga
e)
tidak berwarna
22.
Gas asamsulfida di deteksi dengan kertas yang dibasahi larutan timbal asetat. Hasilnya berupa
a)
tidak bereaksi
b)
kertas warna hitam
c)
kertas warna merah
d)
kertas warna kuning
e)
kertas warna putih
23.
Kesalahan pembacaan skala buret sering terjadi karena mata tidak tegak lurus pada skala buret. Disebut kesalahan
a)
baca
b)
melihat
c)
mengukur
d)
paralaks
e)
operasional
24.
Titrimetri adalah metode penetapan kadar konvensional yang sudah mulai ditinggalkan. Metode modern yang dapat di pilih untuk pengganti
a)
kurva serapan
b)
kurva kalibrasi
c)
regresi linier
d)
spektra IR
e)
spektra UV
25.
Untuk mengambil larutan sebanyak 20 mL, alat gelas yang dipilih adalah
a)
gelas ukur 25mL
b)
gelas kimia berskala 20 mL
c)
pipet volume 10 mL (2 kali)
d)
gelas ukur 10mL (2 kali)
e)
erlenmeyer 20mL
26.
Pengambilan zat cair yang sangat kental dan lengket adalah dengan cara
a)
gelas ukur
b)
gelas kimia
c)
pipet volume
d)
erlenmeyer
e)
penimbangan
27.
Untuk mengamati warna larutan dan endapan hasil reaksi, lebih tepat menggunakan wadah
a)
pelat tetes
b)
gelas ukur
c)
gelas kimia
d)
tabung reaksi
e)
erlenmeyer
28.
Hasil identifikasi suatu senyawa diduga adalah kloramfenikol. Uji penegasannya dilakukan dengan cara
a)
reaksi pendahuluan
b)
reaksi penggolongan
c)
reaksi warna
d)
reaksi perbandingan
e)
reaksi pembentukan gas
29.
Analisis kualitatif yang menggunakan instrumen Spektrofotometer UV adalah berdasarkan
a)
serapan maksimum
b)
nilai transmitan
c)
panjang gelombang maksimum
d)
absorptivitas molar
e)
panjang cuvet
30.
Kadar kontaminan dalam sampel yang diukur dengan metode AAS dihitung dengan bantuan data
a)
serapan maksimum
b)
nilai transmitan
c)
panjang gelombang maksimum
d)
kurva serapan
e)
kurva kalibrasi
31.
Ukuran kedekatan hasil uji terhadap nilai sebenarnya yang dapat diterima merupakan pengertian dari …
a)
Spesifisitas
b)
Selektivitas
c)
Linearitas
d)
Presisi
e)
Akurasi
32.
Karakteristik validasi yang dapat dinyatakan dengan simpangan baku dan simpangan baku relatif disebut
a)
Spesifisitas
b)
Selektivitas
c)
Linearitas
d)
Presisi
e)
Akurasi
33.
Kriteria umum dari nilai simpangan baku relatif untuk bahan baku obat adalah
a)
RSD < 1,0 %
b)
RSD < 2,0 %
c)
RSD < 3,0 %
d)
RSD < 5,0 %
e)
RSD < 7,0 %
34.
Kriteria umum dari nilai simpangan baku relatif untuk sediaan obat adalah
a)
RSD < 1,0 %
b)
RSD < 2,0 %
c)
RSD < 3,0 %
d)
RSD < 5,0 %
e)
RSD < 7,0 %
35.
Kemampuan metode analisis memberikan signal pada campuran analit dalam sampel tanpa adanya interaksi antar analit merupakan definisi dari
a)
Robustness
b)
Selektivitas
c)
Linearitas
d)
Presisi
e)
Akurasi
36.
Bagaimana cara menyatakan nilai dari linearitas
a)
Simpangan Baku
b)
Simpangan baku relatif
c)
Faktor Resolusi
d)
Koefisien Korelasi
e)
Persen Recovery
37.
Berapa nilai linearitas yang dapat diterima untuk bahan aktif obat
a)
r > 0,980
b)
r > 0,997
c)
r > 0,995
d)
r > 0,985
e)
r > 0,990
38.
Menjamin identitas analit dalam sampel dengan membandingkan sifat sampel terhadap baku pembanding merupakan tipe pengujian …
a)
Uji Mikroba
b)
Uji Kuantitatif performa karakteristik
c)
Uji Kuantitatif komponen utama
d)
Uji Cemaran
e)
Uji Kualitatif
39.
Pengujian karakteristik validasi MA untuk mengetahui kesalahan karena sistem yang tidak bergantung pada penyiapan sampel disebut …
a)
Rugeddness
b)
Repeatibilitas Metode
c)
Repeatibilitas Sistem
d)
Intermediate Precision
e)
Reproducibility
40.
Tingkat presisi untuk standarisasi prosedur analisis dengan cara studi kolaborasi disebut …
a)
Rugeddness
b)
Repeatibilitas Metode
c)
Repeatibilitas Sistem
d)
Intermediate Precision
e)
Reproducibility
41.
Anda seorang apoteker sedang menguji sampel zat aktif Ibuprofen dengan KCKT, akan menghitung nilai presisi dari 6 sampel dengan nilai simpangan baku sebesar 9841,78 dan rata-rata AUC adalah 1910896, berapa nilai simpangan baku relatifnya ?
a)
0,515%
b)
0,155 %
c)
0,005%
d)
194,1 %
e)
19.41
42.
Sebutkan sumber pengotor yang terjadi apabila bahan farmasetikal mengalami penambahan kadar air ?
a)
Sumber Biologis
b)
Alat Pereaksi
c)
Kontaminasi silang
d)
Kondisi simpan tidak ideal
e)
Perubahan bentuk kristal
43.
Di bawah ini adalah tujuan dilakukannya analisis sediaan kosmetika, kecuali …
a)
Mengetahui komposisi suatu sediaan kosmetik
b)
Mengetahui kadar pewarna yang ada dalam sediaan kosmetik
c)
Melindungi masyarakat dari efek yg tidak diinginkan akibat kosmetik yg substandar
d)
Mengetahui kadar pengawet yang ada masuk kedalam tubuh
e)
Membuktian kebenaran komposisi bahan terhadap data analisis
44.
Dibawah ini adalah macam-macam logam berat yang perlu dilakukan pengujian analisis penetapan kadarnya berdasarkan peraturan BPOM. Kecuali …
a)
Arsen
b)
Besi
c)
Kadmium
d)
Timbal
e)
Merkuri
45.
Metode Analisis yang digunakan untuk pengujian beberapa bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetika berdasarkan peraturan BPOM adalah …
a)
Kromatografi Lapis Tipis
b)
Spektrofotometri UV
c)
Spektrofotometri Serapan Atom
d)
Spektroskopi IR
e)
Nuclear Magnetic Resonance
46.
Di bawah ini adalah pelarut yang tepat dalam mempersiapkan sampel biologis untuk proses ekstraksi ?
a)
Asetonitril
b)
Akuadest
c)
Etil Asetat
d)
Kloroform
e)
Etanol
47.
Suhu penyimpanan sampel biologis terbaik adalah ...
a)
-40C
b)
100C
c)
250C
d)
00C
e)
40C
48.
Preparasi sampel produk kosmetika yang tidak bercampur dengan air perlu ditambahkan dengan pelarut ...
a)
Etanol
b)
Kloroform
c)
Polisorbat
d)
Etil Asetat
e)
Akuades
49.
Metode Analisis yang digunakan untuk penetapan kadar logam berat pada sediaan kosmetika berdasarkan peraturan BPOM adalah
a)
Kromatografi Lapis Tipis
b)
Spektrofotometri UV
c)
Spektrofotometri Serapan Atom
d)
Spektroskopi IR
e)
Nuclear Magnetic Resonance
50.
Apabila didapatkan nilai laporan hasil logam Kadmium sebesar 2,5 µg/g maka pelaporannya adalah …
a)
memenuhi batas kuantitasi
b)
diatas batas kuantitasi
c)
dibawah batas kuantitasi
d)
memenuhi syarat
e)
batas kuantitasi dapat diterima