NEW
Font size
WorksheetsINTENSIF UTBK BAHASA INDONESIA 2020
Total questions: 25
Worksheet time: 3hrs 51mins
Bacalah paragraf berikut dengan cermat!
(1) Sektor pertanian merupakan sektor yang
mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional,
tetapi tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam
pembangunan bangsa. (2) Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain
tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. (3) Program-program
pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya. (4) Bahkan sektor ini
semakin menjerumuskan pada kehancuran. (5) Padahal sektor ini merupakan
sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar
penduduk kita tergantung padanya.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah … .
1
2
3
4
5
Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap
penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang
mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan
penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa
terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap
ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya
pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi
basis pertumbuhan di pedesaan.
Ide pokok paragraf tersebut adalah ... .
potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam
yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian
beberapa hal yang mendasari pembangunan pertanian
pentingnya peranan pembangunan pertanian di Indonesia
pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar
Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan.
Mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting?
Pertanian di Indonesia belum terlaksana dengan baik dan masih perlu perhatian.
Masyarakat menginginkan pemerintah membantu berbagai keperluan alat pertanian.
Penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Harus memfasilitasi berbagai kepentingan pertanian yang masih tertinggal.
Mengubah nasip para petani agar para petani mendapatkan kehidupan yang layak.
(1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan
untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk
menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut
yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan
pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk
mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia.
(4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut
untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi
juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
(5) Terdapat beberapa rekomendasi,
tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran
mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia.
Kalimat yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah bernomor … .
1
2
3
4
5
(1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan
untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk
menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut
yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan
pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk
mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia.
(4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut
untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi
juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
(5) Terdapat beberapa rekomendasi,
tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran
mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia.
Makna istilah globalisasi dalam teks tersebut adalah … .
keinginan untuk setara dengan negara lain
masuknya ke ruang lingkup dunia
kebesasan dalam melakukan perdagangan
tidak ada halangan lagi untuk maju
memasuki masa era modern
(1) Pembangunan pertanian pada masa mendatang tidak hanya dihadapkan
untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi juga pada tantangan untuk
menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia. (2) Perubahan tersebut
yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan
pemberdayaan petani. (3) Di samping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk
mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia.
(4) Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut
untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi, tetapi
juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat.
(5) Terdapat beberapa rekomendasi,
tawaran, saran, masukan, dan juga tuntutan hasil dari pemikiran
mahasiswa-mahasiswa pertanian.
Tujuan penulis dalam paragraf tersebut adalah … .
Untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia.
Perhatian terhadap pertanian di Indonesia yang sudah memberikan kemajuan
Agar pihak terkait lebih memperhatikan kemajuan dan perubahan pada sektor pertanian.
Menginformasikan produk-produk pertanian yang telah berdaya saing tinggi
Menjelaskan bahwa pembangunan pertanian di Indonesia tidak ketinggalan lagi.
Perbedaan isi kedua kutipan tersebut adalah … .
Kata tidak baku dalam kutipan teks 2 tersebut terdapat pada kalimat bernomor … .
1
2
3
4
5
Pernyataan yang berupa fakta dalam kutipan teks tersebut terdapat pada kalimat nomor … .
1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
Bacalah biografi di bawan ini !
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan berneg
Keteladanan dari sosok Abdul Muis adalah … .
memiliki keberanian yang tinggi dalam berjuang
meninggalkan kampung halaman untuk berjuang
mengusir penjajah Belanda dari tanah Indonesia
sebagai pemuda yang berjiwa patriot berani melawan penjajah
sekolah kedokteran di negeri Belanda
Bacalah biografi di bawan ini !
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan berneg
Mengapa Abdul Muis dikatakan memiliki jiwa petualang?
Ia hanya suka bersekolah di luar negeri dengan bebagai pengalaman.
Lebih menyukai bahkan sangat tertarik kepada dunia politik.
Anak muda yang tidak gentar melawan penjajahan Belanda.
Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halaman.
Mempunyai banyak pengalaman kerja atau berpindah-pindah.
Bacalah biografi di bawan ini !
Abdul Muis lahir pada tanggal 3 Juni 1883 di Bukittinggi, Sumatra Barat dan meninggal dunia di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959 dalam usia 76 tahun. Ia adalah putra Datuk Tumenggung Lareh, Sungai Puar, Minangkabau. Abdul Muis memiliki jiwa petualang yang tinggi. Sejak masih remaja, ia sudah berani meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Pulau Jawa. Bahkan, masa tuanya pun dihabiskannya di perantauan. Abdul Muis lulusan Sekolah Eropa Rendah (Eur. Lagere School atau yang sering disingkat ELS). Ia pernah belajar di Stovia selama tiga setengah tahun (1900--1902). Namun, karena sakit, ia keluar dan sekolah kedokteran tersebut. Pada tahun 1917 ia pergi ke negeri Belanda untuk menambah pengetahuannya. Pada tahun 1913 Abdul Muis keluar dan De Prianger Bode. Sebagai pemuda yang berjiwa patriot, ia mulai tertarik pada dunia politik dan masuk ke Serikat Islam (SI). Bersama dengan mendiang A.H. Wignyadisastra, Ia dipercaya memimpin Kaum Muda, salah satu surat kabar milik SI yang terbit di Bandung. Pada tahun itu, atas inisiatif dr. Cipto Mangunkusumo, Abdul Muis (bersama dengan Wignyadisastra dan Suwardi Suryaningrat) membentuk Komite Bumi Putra untuk mengadakan perlawanan terhadap maksud Belanda mengadakan peringatan besar-besaran seratus tahun kemerdekaannya serta untuk mendesak Ratu Belanda agar memberikan kebebasan bagi bangsa Indonesia dalam berpolitik dan bernegara.
Istilah yang tepat untuk pengganti istilah yang tercetak miring pada kalimat terakhir teks biografi tersebut adalah … .
pesta
kenduri
perayaan
perhelatan
pertunjukan
Di zaman ini tidak jarang ibu menjadi tulang punggung keluarga. Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami. Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh yang mengangkut barang-barang berat. Mereka semua adalah wanita-wanita perkasa, pejuang keluarga.
Sudah banyak ibu-ibu yang mandiri, memiliki penghasilan sendiri, serta mempunyai banyak aktivitas. Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak. Tanggung jawabnya sebagai ibu tetap bisa berjalan selaras dengan dunia pekerjaannya. Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.Tak bisa diabaikan juga adanya ibu yang gagal membina keluarganya karena kesibukannya bekerja dan alasan lain. Tetapi jauh lebih banyak ibu yang benar-benar menjadi ibu, yang selalu siap berkorban untuk keluarganya. Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterimakasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu. Terima kasih ibu, dan Selamat Hari Ibu buatmu!
Opini penulis dalam kutipan tajuk rencana adalah … .
Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.
Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami pada zaman sekarang.
Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh.
Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak.
Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterima kasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu.
Di zaman ini tidak jarang ibu menjadi tulang punggung keluarga. Banyak para ibu yang menafkahi dirinya sendiri dan anaknya tanpa bergantung pada suami. Banyak wanita perkasa di luar sana yang bekerja di berbagai bidang, seperti tukang ojek, tukang parkir, tukang bangunan, sopir taksi, sopir busway bahkan menjadi buruh yang mengangkut barang-barang berat. Mereka semua adalah wanita-wanita perkasa, pejuang keluarga.
Sudah banyak ibu-ibu yang mandiri, memiliki penghasilan sendiri, serta mempunyai banyak aktivitas. Perlu dicatat sudah banyak ibu yang meniti karier tanpa mengabaikan keluarga dan mereka tetap bisa mengurus suami dan anak-anak. Tanggung jawabnya sebagai ibu tetap bisa berjalan selaras dengan dunia pekerjaannya. Ini menepis anggapan istri harus berhenti bekerja jika sudah menikah dan memiliki anak karena semua tergantung bagaimana membagi waktu dan perhatian secara bijak.Tak bisa diabaikan juga adanya ibu yang gagal membina keluarganya karena kesibukannya bekerja dan alasan lain. Tetapi jauh lebih banyak ibu yang benar-benar menjadi ibu, yang selalu siap berkorban untuk keluarganya. Dengan demikian, sangat wajar dan sepantasnyalah kita berterimakasih untuk semua ibu yang setia dan sabar dengan tetap tidak melupakan kodratnya sebagai ibu. Terima kasih ibu, dan Selamat Hari Ibu buatmu!
Pihak yang dituju dalam teks tajuk rencana tersebut adalah … .
kaum ibu
pemerintah
para anak
masyarakat
pekerja keras
”Sukri! Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji.
Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau!
Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.”
”Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya
kau dengan orang tua lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau jual belikan?”
”Sukri!
Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.”
”Apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?”
”Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.”
”Kalau begitu, kau adalah orang tua yang memandang benda-benda.”
-Sukri Membawa Pisau Belati-
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah … .
penghinaan yang berkepanjangan atau henti-hentinya
seseorang yang tidak menepati janjinya
penolakan perjodohan oleh orang tua wanita
pertengkaran seseorang dengan orang tua kekasihnya
tidak tercapainya keinginan seseorang menjadi kaya raya
”Sukri! Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji.
Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau!
Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.”
”Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya
kau dengan orang tua lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau jual belikan?”
”Sukri!
Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.”
”Apakah kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?”
”Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.”
”Kalau begitu, kau adalah orang tua yang memandang benda-benda.”
-Sukri Membawa Pisau Belati-
Suasana yang tergambar dalam kutipan adalah … .
mencekam
bising
marah
ramai
kacau
”Sukri!Jaga mulutmu. Kau ini apa-apaan. Pemuda tanpa modal. Jangan kau permainkan anakku. Apa yang telah kau beri kepadanya sebagai rasa kasih dan cintamu? Datang hampir tiap malam dengan janji-janji.
Jangan kau memberi harapan-harapan yang tidak pasti kepada kami. Pergi kau!
Biarkan anakku mencari jodoh yang lebih sempurna daripada kau.”
”Orang tua terkutuk! Mata duitan. Apa bedanya
kau dengan orang tua lain kalau kau berpikir seperti itu? Anakmu akan kau
jual belikan?”
”Sukri!
Sumarni adalah anakku. Berhak memilih yang terbaik untuknya.”
”Apakah
kau telah menganggap pemuda itu cukup baik?”
”Dia punya skuter. Dia punya modal untuk anakku, dan kau? Hanya janji-janji yang tidak terbukti.”
”Kalau begitu, kau adalah orang tua yang memandang benda-benda.”
-Sukri Membawa Pisau Belati-
Nilai moral dalam kutipan cerpen tersebut adalah … .
Orang tua yang akan memilihkan jodoh untuk anaknya seorang yang baik
Menghindari pemaksaan perkawian atau perjodohan oleh orang tua terhadap anaknya.
Mengingatkan seseorang akan janji yang telah diikrarkan kepada seseorang.
Perilaku menghormati orang tua, terutama orang-orang yang ada di sekitarnya.
Mengucapkan kata-kata yang baik bila berbicara dengan siapa pun dan di mana pun.
”Ayo kita ke pasar,” kata Ibu Nur. ”Kami mau beli kembang, untuk nyekar.”
Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam.
Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya, suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak menyiangi makam. Akhirnya kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat 31 Agustus 1973. Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya.
”Maafkan aku Papi… Kutanggalkan ikatan lima ikat rambutan itu, kucampur dengan daun segarnya, kubungkus dengan taplak meja rumah tempat aku kos. Aku tak punya kebun dan pohon rambutan Papi… Maafkan aku membohongimu,” bisikku pelan supaya tidak didengar yang lain.
Wangi bunga rampai semerbak diterbangkan angin mengiring kami keluar dari pemakaman itu meninggalkannya…
Nyekar, oleh Hamsad Rangkuti
Pendeskripsian watak tokoh aku seorang yang pembohong adalah melalui … .
dialog antartokoh
pikiran-pikiran tokoh
penjelasan pengarang
lingkungan tokoh
tanggapan tokoh lain
”Ayo kita ke pasar,” kata Ibu Nur. ”Kami mau beli kembang, untuk nyekar.”
Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam.
Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya, suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak menyiangi makam. Akhirnya kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat 31 Agustus 1973. Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya.
”Maafkan aku Papi… Kutanggalkan ikatan lima ikat rambutan itu, kucampur dengan daun segarnya, kubungkus dengan taplak meja rumah tempat aku kos. Aku tak punya kebun dan pohon rambutan Papi… Maafkan aku membohongimu,” bisikku pelan supaya tidak didengar yang lain.
Wangi bunga rampai semerbak diterbangkan angin mengiring kami keluar dari pemakaman itu meninggalkannya…
Nyekar, oleh Hamsad Rangkuti
Pembuktian bahwa latar dalam cerpen tersebut di pemakaman adalah … .
nyekar, kembang, tabur, rambutan
keranjang bunga, makam, pohon, nyekar
keranjang, pusara, bunga rampai, pohon
pohon, daun segar, bungkusan, rambutan
nyekar, nisan, pusara, bunga rampai
”Ayo kita ke pasar,” kata Ibu Nur. ”Kami mau beli kembang, untuk nyekar.”
Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam.
Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya, suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak menyiangi makam. Akhirnya kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat 31 Agustus 1973. Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya.
”Maafkan aku Papi… Kutanggalkan ikatan lima ikat rambutan itu, kucampur dengan daun segarnya, kubungkus dengan taplak meja rumah tempat aku kos. Aku tak punya kebun dan pohon rambutan Papi… Maafkan aku membohongimu,” bisikku pelan supaya tidak didengar yang lain.
Wangi bunga rampai semerbak diterbangkan angin mengiring kami keluar dari pemakaman itu meninggalkannya…
Nyekar, oleh Hamsad Rangkuti
Hal yang terdapat dalam kutipan novel yang masih ditemukan dalam kehidupan saat ini adalah … .
berbecak
berwarung
nyekar
bernisan
mengubur
”Ayo kita ke pasar,” kata Ibu Nur. ”Kami mau beli kembang, untuk nyekar.”
Kami tinggalkan warung di tepi sungai itu. Becak membawa kami ke pasar. Ibunya Nur membeli dua keranjang bunga rampai dan kami terus ke makam.
Di pemakaman itu kami sulit mencari dua makam ayah dan anaknya, suami dan mertuanya. Kucabut rimbunan semak menyiangi makam. Akhirnya kutemukan makam yang kami cari, R. Soedjatmiko, wafat 31 Agustus 1973. Kutabur bunga rampai. Kusentuh nisan yang bertulis namanya dan kupegang erat pusaranya.
”Maafkan aku Papi… Kutanggalkan ikatan lima ikat rambutan itu, kucampur dengan daun segarnya, kubungkus dengan taplak meja rumah tempat aku kos. Aku tak punya kebun dan pohon rambutan Papi… Maafkan aku membohongimu,” bisikku pelan supaya tidak didengar yang lain.
Wangi bunga rampai semerbak diterbangkan angin mengiring kami keluar dari pemakaman itu meninggalkannya…
Nyekar, oleh Hamsad Rangkuti
Amanat yang terdapat pada kutipan tersebut adalah … .
Sebelum melakukan kebohongan, pikirkanlah agar tidak timbul penyesalan kelaknya.
Demi kebaikan, sering berbohong tidak menjadi masalah atau diperbolehkan.
Kepada orang tua tidak masalah berbohong karena mudah untuk meminta maaf.
Akuilah kebohongan apa saja yang pernah dilakukan saat berada di kuburan orang tua.
Berusahalah menutupi kebohongan yang telah dilakukan, terutama kepada anggota keluarga.
Cermati gurindam berikut!
Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah
Amanat yang terkandung dalam gurindam tersebut adalah … .
Apabila kita dapat memelihara lidah kita, kita akan senantiasa memperoleh berbagai faedah.
Perbuatan yang baik, niscaya akan senantiasa memperoleh balasan yang baik pula.
Apabila kita berhati-hati dalam berbicara, ucapan yang keluar akan bermanfaat bagi orang.
Kita harus menjaga kesehatan mulut agar terhindar dari berbagai kuman penyakit.
Semua perkataan yang keluar dari mulut kita tentulah akan selalu mendatangkan manfaat.
Cermati teks dialog berikut!
Tanti : ”Teman-teman, sebentar lagi kita akan berpisah dengan guru kita. Kita beli kenang-kenangan untuk wali kelas kita ya.”
Nani : ”Ide yang bagus itu. Kira-kira apa ya, Tan?”
Tanti : ”Bagaimana kalau kita beli bahan baju batik solo.”
Nani : ”Boleh itu, kan bisa dipakai buat baju kerja nantinya.”
Tanti : ”Kita pakai uang kas saja, uang kas kelas kita masih banyak, masih cukup buat beli bahan kain batik yang
kualitasnya bagus.”
Nani : ”Kalau begitu, mari kita beri tahu teman-teman kita.”
Tanti : ”Yuk!”
Hal yang dibicarakan dalam kutipan tersebut adalah … .
bahan kain baik
penggunaan uang kas
rencana pengadaan perpisahan
ide yang bagus
hadiah untuk wali kelas
Cermati pantun berikut!
Ke toko beli kain batik
Coraknya khas budaya Betawi
Jika kamu berhati baik
….
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ... .
Tidak seorang pun akan iri
Itu tandanya kamu berseri-seri
Carilah orang untuk menemani
Banyak orang akan memuji
Lihatlah saja sampai nanti
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam kutipan tersebut adalah ... .
(tertegun panik), bagaimana ini Andri?
(memandang Bibi) Sabar, ya, Paman?
(menangis) mengapa polisi itu menangkapnya?
(berjalan kian kemari) Mana telepon, ayo telepon.
(tak sabar) Ayo Andri, kita ke kantor polisi.
