NEW
Font size
WorksheetsTUGAS 2 BINDO (12 SMA)
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
(1) Sore hari, di warung dekat gedung pertunjukan yang biasa menjadi tempat berkumpul para aktor dan seniman itu, Muhsin menunggu Cella. (2) Tetapi pada detik-detik yang telah dijanjikan, perempuan yang ditunggu belum juga menampak dari balik pintu. (3) Mushin merasa gelisah, selera makan dan senyumnya menjadi lenyap. (4) Ingin bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan perempuan itu sendirian. (5) Kesangsian dan kebimbangan menumpuk di kerut dahi untuk menolak permintaan maaf dan memberi hukuman kepadanya.
Watak tokoh ” Muhsin” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
pendiam
sabar
pendendam
pemaaf
mudah putus asa
(1) Sore hari, di warung dekat gedung pertunjukan yang biasa menjadi tempat berkumpul para aktor dan seniman itu, Muhsin menunggu Cella. (2) Tetapi pada detik-detik yang telah dijanjikan, perempuan yang ditunggu belum juga menampak dari balik pintu. (3) Mushin merasa gelisah, selera makan dan senyumnya menjadi lenyap. (4) Ingin bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan perempuan itu sendirian. (5) Kesangsian dan kebimbangan menumpuk di kerut dahi untuk menolak permintaan maaf dan memberi hukuman kepadanya.
Pendeskripsian watak tokoh ” Muhsin” yang digunakan pengarang dalam penggalan tersebut
melalui …
lingkungan tokoh
perilaku tokoh
ucapan tokoh
pikiran tokoh
fisik tokoh
(1) Sore hari, di warung dekat gedung pertunjukan yang biasa menjadi tempat berkumpul para aktor dan seniman itu, Muhsin menunggu Cella. (2) Tetapi pada detik-detik yang telah dijanjikan, perempuan yang ditunggu belum juga menampak dari balik pintu. (3) Mushin merasa gelisah, selera makan dan senyumnya menjadi lenyap. (4) Ingin bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan perempuan itu sendirian. (5) Kesangsian dan kebimbangan menumpuk di kerut dahi untuk menolak permintaan maaf dan memberi hukuman kepadanya.
Pembuktian latar suasana ragu pada penggalan cerita tersebut adalah....
1
2
3
4
5
Maka pada suatu hari Hang Tuah duduk bersama-sama dengan sahabatnya keempat. Maka Hang Tuah “Hai saudaraku keempat, kita ini berlima bersaudara, dapatlah kita melayarkan sebuah perahu lading, boleh kita pergi merantau barang ke mana pun mencari makan?”
Maka kata Hang Jebat dan Hang Kesturi, “Mengapatah maka tiada boleh kita kelima melayarkan sebuah perahu?”
Maka sahut Hang Tuah, “Baiklah jika demikian, maka bapak beta ada sebuah landing lengkap dengan layarnya. Kita turun dengan beras bekal, sepuluh gantang seorang”
Isi kutipan hikayat tersebut adalah ....
Hang Jebat dan Hang Kesturi menolak diajak peri merantau dengan menggunakan sebuah perahu.
Hang Tuah mengajak empat sahabatnya berlayar menggunakan perahu apa adanya.
Hang Tuah dan empat sahabatnya sepakat pergi merantau dengan menggunakan perahu layer.
Hang Jebat dan Hang Kesturi melarang Hang Tuah pergi merantau Karena tidak ada bekal.
Hang Tuah menyetujui keinginan Hang Jebat dan Hang Kesturi menggunakan perahu tanpa layer.
Peristiwa yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah ..
Mengajak berlayar untuk mencari makan
Berdiskusi sebelum mengambil keputusan
Menggunakan perahu layar untuk bepergian
Berlayar bersama empat orang sahabat
Pergi merantau menggunakan perahu
Karakteristik sastra Melayu Klasik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …
Pusat cerita di sekitar istana raja
Cerita kemustahilan atau keajaiban
Banyak menggunakan kata hubung “maka”
Menceritakan dewa-dewa
Bercerita tentang alam
Cermati sumber kutipan berikut !
Judul : Kebebasan Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media
Penulis : Agus Sudibyo
Penerbit : Kompas, Jakarta
Cetakan : 1, November 2009
Tebal : XXXV + 250 hal
Halaman yang dikutip : 125
Penulisan catatan kaki yang benar berdasarkan data – data di atas adalah … .
Agus Sudibyo, 2009, Kebebasan Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media ( Jakarta : Kompas). Hlm. 125
Agus Sudibyo, Kebebasan Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media ( Jakarta : Kompas ) 2009
Agus Sudibyo, Kebebasan Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media ( Kompas : Jakarta, 2009). Hlm.125
Agus Sudibyo, Hlm.125, Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media ( Kompas : Jakarta, 2009).
Sudibyo Agus, Kebebasan Semu : Penjajahan Baru di Jagat Media, 2009 ( Jakarta : Kompas). Hlm. 125
Kalimat yang menggunakan majas metafora adalah ?
Kecantikan gadis itu laksana malaikat tanpa sayap.
Pena menari-nari diatas kertas.
Dewi malam bersembunyi dibalik awan.
Halilintar bersahut-sahutan ditengah derasnya hujan.
Judul buku : Manajemen Personalia;
Penulis : Heidjrachman Ranupandoyo dan Suad Husnan;
Penerbit : BPFE Yogyakarta;
Tahun terbit : 1989.
Penulisan daftar pustaka dari data buku tersebut di atas ialah ...
Heidjrachman Ranupandoyo dan Saud Husnan. 1989. Manajemen Personalia. Yogyakarta: BPFE.
Ranupandoyo, Heidjrachman dan Suad Husnan. 1989. Manajemen Personalia. Yogyakarta : BPFE.
Ranupandoyo, Heidjrachman dan Suad Husnan. 1989. Manajemen Personalia. Yogyakarta: BPFE.
Ranupandoyo, Heidjrachman dan Suad Husnan, Manajemen Personalia, (Yogyakarta: BPFE), 1989.
Heidjrachman Ranupandoyo dan Suad Husnan, Manajemen Personalia (Yogyakarta: BPFE), 1989.
Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Nyiur kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut
Puisi di atas memakai gaya bahasa ....
Hiperbola
Personifikasi
Repetisi
Eufisme
Metafora
Cermatilah pantun berikut!
Di sebelah ada kebun papaya
Sebelahnya lagi tempat gerabah
Yakinlah dan tetap berupaya
...................................................
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah....
Pasti ayahlah yang paling susah
Semoga kita mendapat berkah
Beginilah hati yang gelisah
Dengan berusaha dan bersedekah
Beginilah cara orang beribadah
Bacalah isi puisi berikut dengan seksama!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi:"
Maksud puisi tersebut adalah…
Menceritakan tiga anak kecil datang.
Menggambarkan anak kecil yang malu-malu
Menceritakan peristiwa sore itu.
Menunjukkan pita hitam dalam karangan bunga
Makna lambang kata pita hitam dalam puisi tersebut adalah…
Bersedih
Bermohon
Berduka
Berdosa.
Berharap
(1) Seiring dengan kemajuan zaman, banyak hal yang mengalami kemajuan. (2) Yang paling mencolok adalah kemajuan teknologi yang makin canggih dalam berbagai aspek kehidupan. (3) Selain itu, secara ekonomis, masyarakat juga dapat makin menjangkau teknologi informasi dan teknologi kesehatan. (4) Salah satunya adalah pengolahan jamu pada saat ini sudah menggunakan teknologi.
Kalimat utama paragraf tersebut terdapat pada nomor ....
1
2
3
4
Banyak jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan bermotor mulai rusak berat. Lubang-lubang yang cukup besar ada di mana-mana. Aspal-aspal mulai rusak karena tidak dirawat. Hujan dan banjir menambah rusaknya jalan. Beban yang berlebihan yang diangkut truk dan bis ikut mempercepat rusaknya jalan.
Ide pokok bacaan di atas adalah ... .
akibat dari rusaknya jalan
penyebab kerusakan jalan
banyak jalan yang dilewati kendaraan
aspal jalan mulai rusak karena tak dirawat
