Worksheetsperibahasa
Total questions: 25
Worksheet time: 19mins
Dina anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi di semua mata pelajaran. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong. Dia mau membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, dia disukai teman-temannya.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Tong kosong nyaring bunyinya.
Bagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Boni dan Danu adalah kakak beradik. Meskipun begitu, mereka selalu saja bertengkar. Hal kecil pun bisa menjadi masalah besar. Setiap kali bertemu, ada saja yang diributkan.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Ada asap pasti ada api.
Bagai pinang dibelah dua.
Bagai anjing dan kucing.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kadang, dia harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Pagi tadi, ibu menggoreng ikan untuk sarapan kami. Sambil menunggu ikannya matang, ibu menyiapkan baju yang akan di pakai ayah juga merapikan kamar.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai anak kehilangan induknya.
Berat sama dilikul, ringan sama dijinjing.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Pada suatu hari, Dino jatuh dari sepeda. Rino yang melihatnya, langsung datang menolong. Rino adalah anak yang baik. Dia suka menolong siapa saja yang mengelami kesulitan. Berbeda dengan Dino, meskipun Rino pernah menolongnya, tetapi dia malah menertawakan Rino yang jatuh karena tersandung.
Peribahasa yang tepat untuk Dino adalah ...
Bagai air di daun talas.
Air susu dibalas air tuba.
Air tenang menghanyutkan.
Air beriak tanda tak dalam.
Pak Tono adalah seorang yang boros. Dia terbiasa membeli apa saja yang dia inginkan tanpa memikirkan pendapatan yang dia miliki. Tak heran jika setiap bulan dia harus berhutang kepada teman-temannya. Pengeluarannya tiap bulan lebih besar daripada penghasilannya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Bagai menegakkan benang basah.
Bagai burung di dalam sangkar.
Besar pasak daripada tiang.
Bagai mendapat durian runtuh.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ...
Bagai burung dalam sangkar.
Bagai punguk merindukan bulan.
Bermain api basah, bermain api hangus.
Bagaikan kerbau dicocok hidungnya.
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
Di kelasku ada anak kembar, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
bagai air dan minyak
bagai pinang dibelah dua
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Wahyu anak yang nakal di kelasku. Suatu hari Wahyu berbuat ulah, ia menempelkan tulisan di punggung temannya yang duduk di depannya, ketika ditanya guru ia tidak mau mengaku bahkan ia menunjuk Anto yang melakukannya.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
lempar batu sembunyi tangan
besar pasak daripada tiang
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Aminah anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Aminah jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Aminah selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Aminah ditinggalkan begitu saja.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Air beriak tanda tak dalam
Air tenang menghanyutkan
Habis manis sepah dibuang
Ada udang di balik batu
Roni dan Rudi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
Bagai pinang dibelah dua
Rangga adalah anak terbaik di sekolahnya. Suatu hari Rangga telat datang ke sekolah. Akhirnya, Rangga diberi sanksi karena kesalahannya.
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi berikut adalah....
Air tenang menghanyutkan
Tak ada gading yang tak retak
Karena nila setitik rusak susu sebelanga
Ada rotan ada duri
Malik seorang pelajar yang pandai, bahkan ia pernah meraih medali emas tingkat internasional di Malaysia dalam lomba matematika. Namun, ia tidak sombong dengan kepandaiannya itu. Ia selalu sopan dan baik kepada siapa saja.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Malik adalah ...
Bagai bumi dengan langit
Bagai air di atas daun talas
Tak ada gading yang tak retak
Seperti ilmu padi kian berisi kian runduk
Sial benar nasib Pak Rojak. Satu tahun lalu ia bekerja pada seseorang yang membuka usaha percetakan. Di tempat kerjanya itu ia mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Bekerja sepanjang hari tanpa uang makan kadang masih dicaci. Sekarang ia bekerja di sebuah perusahaan tekstil. Perlakuan serupa ia alami. Bahkan di tempat kerjanya yang baru, pimpinan perusahaannya memperlakukan dirinya tidak lebih dari seorang budak. Pak Rojak kadang meratapi dirinya yang selalu bernasib sial.
Peribahasa yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Sudah jatuh tertimpa tangga
Air susu dibalas dengan air tuba
Air cucuran jatuhnya ke pelimbahan juga
Keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya
Sudah lima tahun Milana belum juga kembali ke Indonesia. Semenjak lulus SMA, ia menetap dan tinggal di Amerika. Ia menimba ilmu hingga S2 di sana.
Namun, ia berjanji kepada ayah dan ibu akan pulang setelah selesai kuliah. Ia ingin turut serta meningkatkan pembangunan dan perekonomian di kota kelahirannya.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
Air tenang menghanyutkan
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Di mana bumi dipijak, di situ langit di junjung
Setinggi-tinggi bangau terbang, hinggap ke kubangan juga
Kemarin sore ibu menyuruh Liana membeli bawang merah di warung. Kemudian ibu pun menyuruhnya mengambil kue di rumah Bu Tina. Karena letak rumah Bu Tina lebih dekat, ia pergi ke sana terlebih dahulu. Kemudian ia berbelanja bawang merah di warung. Akhirnya, kedua tugas yang harus dikerjakan Liana dapat terselesaikan sekaligus.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .
Tong kosong nyaring bunyinya
Kalah jadi abu menang jadi arang
Berat sama di pikul, ringan sama dijinjing
Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui
Kiki duduk di kelas VI. Ia selalu ingin membeli aneka mainan di sekolahnya. Karena uangnya tidak cukup, ia sering meminjam uang kepada teman-temannya. Setiap hari ia diberi uang saku Rp. 4000 oleh ibunya, sedangkan harga mainan yang ia beli Rp. 8000.
Peribahasa yang cocok untuk Kiki adalah . . . .
Air beriak tanda tak dalam
Lebih besar pasak dari pada tiang
Seperti ayam bertelur di lumbung padi
Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga
Bagai katak dalam tempurung
Peribahasa tersebut memiliki makna....
Tidak bisa bergerak ke mana-mana
Terkurung oleh keadaan
Serba kekurangan dalam hidupnya
Sangat sedikit pengetahuannya, kurang luas pandangannnya.
Bagai kacang lupa akan kulitnya
Peribahasa tersebut memiliki makna....
Rasa hati yang sangat pedih.
Perbuatan jahat yang tak tampak.
Tidak tahu diri, lupa akan asalnya.
Selalu terasa tidak menyenangkan hati dan mengganggu pikiran.
Maksud 'Ada gula, ada semut'.
Tiap perbuatan tentu meninggalkan kesannya.
Di mana ada rezeki di situlah ada orang.
Merancang sesuatu yang belum pasti diperolehi
Keadaan kehidupan seseorang tidak tetap, ada kalanya susah.
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Agung adalah temanku, ia orangnya pendiam tapi sangat baik terhadap teman-temannya, ia juga mau membantu teman-temannya yang kesulitan dalam belajar, ia memang anak yang pandai, walaupun pandai ia tidak sombong bahkan selalu merendah.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
air tenang menghanyutkan
air beriak tanda tak dalam
ada udang di balik batu
air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga
Lestari anak yang rajin. Ia selalu membantu pekerjaan orang tuanya. Ibunya penjual kue. Setiap pagi, Lestari berangkat sekolah sambil membawa kue untuk dijual di kantin sekolah. Peribahasa yang tepat untuk Lestari adalah ...
Sudah jatuh tertimpa tangga
Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga
Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian
Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui
iklan tengah
