wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Teknologi Sediaan Steril

Total questions: 55

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Spesifikasi ruangan untuk pembuatan sediaan steril adalah diruang :........

a)

Ruang black area

b)

Ruang gray area

c)

Ruang White area

d)

Ruang green area

e)

Ruang klas F

2.

Syarat Ruang steril adalah :.........

a)

Tidak ada hepa filter

b)

Tekanan didalam ruangan lebih positip dari pada luar ruangan

c)

Suhu lebih dari 25 derarajad C

d)

Kelembaban lebih dari 50%

e)

Tidak ada LAF

3.

Aliran udara vertikal adalah aliran udara yang langsung kebawah merupakan tipe LAF yang banyak digunakan dalam laboratorium Teknologi Steril disebut juga :

a)

BSC

b)

BCS

c)

CBS

d)

SBC

e)

BBC

4.

Steril adalah :

a)

Keadaan suatu zat yang bebas dari mikroba hidup

b)

Keadaan suatu zat yang bebas dariJamur hidup

c)

Keadaan suatu zat yang bebas dariBakteri hidup

d)

Keadaan suatu zat yang bebas darisegala bibit penyakit

e)

Tidak ada pernyataan yang benar

5.

Proses menjadikan suatu ruang atau benda menjadi steril disebut :

a)

Sterilisasi

b)

Higiene

c)

Sanitasi

d)

Detoksikasi

e)

Fumigasi

6.

Proses menjadikan suatu lingkungan menjadi sehat disebut :

a)

Sterilisasi

b)

Higiene

c)

Sanitasi

d)

Detoksikasi

e)

Fumigasi

7.

Alasan suatu obat dibuat steril adalah :

a)

Untuk mencegah kontaminasi mikroba terhadap tubuh

b)

Obat yang dimaksudkan berhubungan langsung dengan darah, dan jaringan tubuh lain

c)

Menghindari serangan penyakit

d)

Menghindari terpaparnya tubuh oleh mikroba

e)

Tidak ada pernyataan yang benar

8.

Pilih pernyataan yang paling benar :

a)

Sterilisasi Cara A adalah pemanasan basah, dengan oven pada suhu

113-115ºC, selama 30 menit dengan uap air panas

b)

Sterilisasi Cara A adalah pemanasan basah, dengan autoclaf pada suhu

115-116ºC, selama 30 menit dengan uap air panas

c)

Sterilisasi Cara D adalah pemanasan secara kering, dengan oven pada suhu 115-116ºC, selama 30 menit dengan uap air panas

d)

Sterilisasi Cara D adalah pemanasan secara kering, dengan autoclaf pada suhu 150ºC, selama 60 menit dengan uap air panas

e)

Tidak ada pernyataan yang benar

9.

Cara sterilisasi B menurut Farmakope Indonesia III adalah :

a)

Dengan penyaring bakteri steril

b)

Dengan penambahan bakterisida

c)

Dengan pemanasan basah

d)

Dengan pemanasan kering

e)

Dengan pemanasan kering

10.

Cara sterilisasi C menurut Farmakope Indonesia adalah :

a)

Dengan penyaring bakteri steril

b)

Dengan penambahan bakterisida

c)

Dengan pemanasan basah

d)

Dengan pemanasan kering

e)

Dengan radiasi ion

11.

Mencegah dan menghindarkan lingkungan dari cemaran bakteri seminimal mungkin adalah :

a)

Cara sterilsasi A

b)

Higiene

c)

Cara sterilisasi D

d)

Cara Aseptis

e)

Sanitasi

12.

Salah satu cara sterilisasi menurut FI IV adalah dengan sterlisasi gas. Adapun gas yang digunakan untuk proses sterilisasi ini adalah :

a)

Gas CO2 yang dinetralkan dengan etilen oksida

b)

Gas etilen oksida yang dinetralkan dengan H2S

c)

Gas N2 yang dinetralkan dengan etilen oksida.

d)

Gas etilen oksida yang dinetralkan dengan N2

e)

Gas etilen oksida yang dinetralkan dengan CO2

13.

Ciri-ciri sterilisasi dengan pemanasan kering adalah, kecuali :

a)

Yang dipanaskan adalah udara kering

b)

Proses pembunuhan mikroba adalah oksidasi O2

c)

Suhu yang diperlukan lebih tinggi

d)

Digunakan untuk sediaan injeksi dengan pembawa berair

e)

Digunakan untuk alat dan bahan yang tahan pemanasan tinggi

14.

Ciri-ciri sterilisasi dengan pemanasan basah adalah menurut FI IV adalah kecuali :

a)

Yang dipanaskan adalah air menjadi uap air

b)

Proses pemusnahan mikroba berdasarkan koagulasi mikroba tersebut

c)

Waktu yang diperlukan lebih lama

d)

Suhu yang diperlukan lebih rendah

e)

Digunakan untuk injeksi dengan pembawa air

15.

Pemanasan berulang padasuhu 70 – 80 ºC sebenyak 2-4 kali selama 30 menit dengan diselingi penyimpanan selama 16-24 jam adalah sterlisasi dengan cara :

a)

Tyndalisasi

b)

Uperisasi

c)

Pasteurisasi

d)

Pembakaran

e)

Tidak ada jawaban yang benar

16.

Pemanasan suatu larutan dalam waktu singkat pada 150 ºC kemudian segera didinginkan disebut sterilisasi dengan cara :

a)

Tyndalisasi

b)

Uperisasi

c)

Pasteurisasi

d)

Pembakaran

e)

Tidak ada jawaban yang benar

17.

Efektivitas sterilisasi dengan carapenyinaran dipengaruhi oleh, kecuali :

a)

Jumlah mikroorganisme

b)

Efek adanya oksigen (makin banyak O2, penyinaran makin peka)

c)

Adanya senyawa protein atau Asam Amino yang mengandung gugus belerang yang mampu mereduksi daya tembus sinar

d)

Temperatur

e)

Dosis dan waktu penyinaran

18.

Bahan pengawet ditambahkan ke dalam larutan jika, kecuali :

a)

Obat suntik dibuat secara aseptis

b)

Menggunakan teknik filtrasi dalam proses sterilisasinya

c)

Sediaan merupakan dosis ganda

d)

Menggunakan tekanan uap air mengalir dalam proses sterilisasinya

e)

Sekali penyuntikan lebih dari 10 ml atau untuk obat suntik dosis tunggal lebih dari 10 ml

19.

Bahan pengawet yang bekerja pada pH 4-6 adalah kecuali :

a)

Klorbutanol

b)

Asam sorbat

c)

Benzil alkohol

d)

Asam benzoat

e)

Tiomersal

20.

Senyawa organik yang menimbulkan demam, berasal dari pengotoran mikroba, merupakan penyebab reaksi-reaksi febril yang timbul pada penderita yang menerima suntikan Intra vena disebut :

a)

mikroba

b)

bakteri patogen

c)

bakteri non patogen

d)

pirogen

e)

pirolisis

21.

Obat atau larutan atau emulsi yang digunakan untuk injeksi, ditandai dengan nama, Injeksi …………. Adalah sediaan di bawah ini kecuali :

a)

Inj Dihidrostreptomisin Sulfat steril

b)

Inj Petit atau propilen glikol dan air

c)

vit C, pelrtnya aqua pro inj

d)

Inj Champor oil, olea neutralisata ad injection

e)

Inj. Luminal, pelarutnya Sol.

22.

Untuk menghasilkan kerja obat yang cepat dan kadar obat maksimum dalam darah dapat segera tercapai, maka dilkaukan pemberian obat melalui :

a)

sub kutan

b)

intramuskular

c)

intraperitonial

d)

intravena

e)

intradermal

23.

Aqua yang dibuat dengan jalan mendidihkan air pro injeksi selama 20 – 30 menit, kemudian apabila dalam jumlah besar maka pendinginannya dialiri gas N2, adalah :

a)

Air pro injeksi bebas CO2

b)

Air pro injeksi bebas oksigen

c)

Aqua pro injeksi

d)

Aquadest

e)

Aquademineralisata

24.

Pelarut non air tetapi dapat campur dengan air sebagai ko solven pada pembuatan sediaan injeksi adalah …..

a)

PEG ( polietylen glikol)

b)

Gliserol

c)

propilen glikol

d)

Etanol

e)

alkohol 70 %

25.

Tujuan pengunaan zat tambahan dalam obat suntik antara lain kecuali :

a)

Untuk mendapatkan pH optimal

b)

Untuk mendapatkan larutan yang isotonis

c)

Untuk mendapatkan larutan yang isoioni

d)

Sebagai pemati rasa setempat (anestesi lokal)

e)

Sebagai katalisator zat aktif

26.

Sediaan parenteral yang mempergunakan larutan sejati pembawa minyak adalah...

a)

Injeksi Vitamin C

b)

Injeksi Vitamin b1

c)

Injeksi menadion

d)

Injeksi papaverin HCl.

e)

Injeksi kinin antipirin

27.

Pembebasan pirogen hanya dilakukan untuk larutan sejati obat suntik dengan pembawa air yang di injeksikan sebanyak :

a)

1 ml atau lebih sekali suntik

b)

10 ml atau lebih sekali suntik

c)

10 ml atau kurang sekali suntik.

d)

100 ml atau lebih sekali suntik

e)

100 ml atau kurang sekali suntik

28.

Sterilisasi ruangan mempergunakan penyinaran dengan sinar ......

a)

Sinar gamma (Co 60)

b)

Sinar IR

c)

Sinar UV

d)

Sinar alfa

e)

Sinar beta

29.

Apabila darah ditambahkan dengan larutan NaCl 2,0 g/100 ml air, air dalam sel darah keluar sehingga sel darah ukurannya mengecil dan permukaannya mengkerut. Maka larutan NaCl 2,0% tersebut disebut :

a)

hipotonis

b)

hipertonis

c)

isotonis

d)

isoosmotik

e)

euhidri

30.

Konsentrasi NaCl dalam larutan (berair) yang mempunyai sifat koligatif sama dengan larutan yang dibandingkan adalah :

a)

Ekivalensi HCl

b)

Penurunan titik beku NaCl

c)

Harga tonisitas (Toniscity Value)

d)

Penurunan titik beku darah oleh NaCl

e)

Nilai Ekivalensi zat aktif

31.

Berdasarkan rumus B = 0,9/100 x V – (W x E ), dimana B = bobot zat tambahan (NaCl ) dalam gram, V = volume larutan dalam ml, W = bobot zat khasiat g dan E = Ekivalensi NaCl, maka pernyataan dibawah ini yang benar :

a)

Apabila B= 0, maka 0,9/100 x V = (W x E), larutan hipotonis

b)

B> 0, maka 0,9/100 x V > (W x E), larutan hipertonis

c)

B< 0, maka 0,9/100 x V <(W x E), larutan hipotonis

d)

B> 0, maka 0,9/100 x V = (W x E), larutan hipotonis

e)

B< 0, maka 0,9/100 x V <(W x E), larutan hipertonis

32.

Dalam pembuatan sediaan obat suntik maka pada tahap perencanaan perlu dilakukan sterilisasi. Untuk bahan-bahan seperti ampul, vial atau flakon,gelas piala, erlenmeyer, corong yang dapat disterilkan dengan :

a)

Dalam autoklaf

b)

Dibakar pada api spritus

c)

Dididihkan dalam air suling selama 30 menit

d)

Dalam oven 150 C selama 30 menit

e)

Dengan alkohol 96 %

33.

Proses pembuatan obat dengan tahapan yaitu : Bahan Obat dan zat pembantu dilarutkan ke dalam zat pembawa dan dibuat lar injeksi. Saring hingga jernih dan tidak boleh ada serat yang terbawa ke dalam filtrat larutan. Masukkan ke dalam wadah dalam keadaan bersih . hasilnya disterilkan dengan cara yang cocok adalah :

a)

Cara aseptik

b)

Cara Non Aseptik

c)

Cara sterilisasi awal

d)

Cara Campuran

e)

Sterilisasi akhir

34.

Pada uji keseragaman bobot sediaan injeksi maka terdapat bats toleransi yang diijinkan sesuai dengan bobot injeksi yang tertera pada etiket. Apabilabobot yang tertera pada etiket antara 120 mg dan 300 mg, maka batas penyimpangan yang di ijinkan adalah :

a)

10 %

b)

7,5 %

c)

5 %

d)

2,5 %

e)

12,5 %

35.

Jika diketahui bahwa harga a = 0,13 dan b = 0,576 (turunnya titik beku akibat 1 % NaCl), maka untuk membuat larutan 100 ml larutan Pilokarpin HCl 2 % isotoni dibutuhkan Na Cl sebanayak :

a)

0,25 g

b)

0,35 g

c)

0,45 g

d)

0,045 g

e)

0,5 g

36.

Soal Vignet

Pilih jawaban yang yang paling tepat


Rute pemberian parenteral ada beberapa macam yaitu : secara intra vena, intra musculer, sub cutan , intra thekal, intra peritonial dll


Cara pemberian yang langsung disuntikan ke otot adalah :

a)

Sub cutan

b)

Intra vena

c)

Intra musculer

d)

Intra peritonial

e)

Intra thekal

37.

Pada waktu pembuatan injeksi dilakukan dengan melarutkan zat aktif dan zat pembawa yg sudah steril , kemudian dilakukan penyaringan dan dimasukkan kedalam wadah bersih dan disterilkan dengan cara yang cocok

Sterilisasi apakah yang harus kita lakukan ?

a)

Aseptik

b)

Sterilisasi akhir

c)

Uperisasi

d)

Tindalisasi

e)

Penyinaran sinar gama

38.

R/ Efedrin HCl 0,5 Dextrose anhidrat qs ad isotonis Aqua ad 100 ml Diketahui a = 0,165 (PTB efedrin HCl)

b = 0,1 (PTBdextrose)


Maka jumlah dextrosa yang diperlukan supaya larutan isotonis adalah :

a)

44 g

b)

0,44 g

c)

4,4 g

d)

3,55 g

e)

0,355 g

39.

Pemeriksaan mutu pada sediaan parenteral ada beberapa parameter yaitu : pemeriksaan kebocoran, sterilitas, pemeriksaan kejernihan , keseragaman bobot dan pirogen.

Uji apa yang cocok untuk memeriksa adanya jamur dan ragi pada sediaan parenteral tersebut ?

a)

Sterilitas

b)

Pirogen

c)

Kejernihan

d)

Kebocoran

e)

Keseragaman

40.

Bila dibuat 500 ml lar etil morfin HCl 2 % ( M etilmorfin HCl. 2 H2O = 386, M etil morfin HCl = 350 ) diketahui : 10 g Etil morfin HCl. 2H2O ekivalen dg 9,05 g etil morfin HCl yg terdissosiasi menjadi 2 ion, maka tonositas larutan diatas terhadap darah adalah :

a)

hipotoni

b)

hipertoni

c)

isotoni

d)

isoosmotik

e)

Tidak ada pernyataan yang benar

41.

Pelarut injeksi ada beberapa macam yaitu : pelarut air sejati, perarut minyak, pelarut non air yang dapat bercampur dengan air dan pelarut non air yg tidak dapat campur dengan air seperti, etanol, propilen glycol, gliserol, ester asam lemak, poly etylen glikol dll.

Pelarut apa dibawah ini yang termasuk pelarut non air yang tidak larut dalam air ?

a)

Gliserol

b)

Propilen glikol

c)

Etanol

d)

Polyetylen glikol

e)

Ester asam lemak

42.

R/ Ampisilin Na 0,1

Isoniazida 0,05

M f ad isotonik 5 ml

Ekivalen AmpisilinNa (E =0,16), Ekivalen Isoniazida (E=0,25)

Berapa jumlah NaCl yang dibutuhkan supaya isotonis ?

a)

16,5 mg

b)

165 mg

c)

0,165 g

d)

1,65 g

e)

0,045 g

43.

Jika diketahui E = 0,15 maka untuk membuat larutan sotonis zink sulfat sebanyak 500 mg dala 30 ml diperlukan NaCl Berapa jumlah NaCl yang dibutuhkan supaya isotonis ?

a)

0,825 g

b)

0,150 g

c)

0,195 g

d)

0,585 g

e)

0,915 g

44.

Jika 100 ml larutan asam borat 1,8 % b/v dicampur dengan 100 ml larutan garam dapur 0,9 % b/v, dan diketahui bahwa penurunan titik beku larutan yang disebabkan oleh 1 % asam borat = 0,288 dan anatrium klorida = 0,576.

Larutan yang didapat akan …………

a)

Hipotonis

b)

Isotonis

c)

Hipertonis

d)

Isohidri

e)

Tidak ada jawaban yang benar

45.

Penggunaan obat mata umumnya digunakan sebagai midriatik, miotika, anti bacteri, anastetik local, anti septic local dll. Contoh seperti atropine, neostigmin, chloramfenikol, tetrakain dan thimerosal.


Obat apa yg digunakan sebagai antiseptic local ?

a)

Atropine

b)

Thimerosal

c)

Neostigmin

d)

chloramfenicol

e)

tetrakain

46.

Formula umum sediaan tetes mata mengandung bahan aktif/bahan obat, bahan pembawa/pelarut, zat tambahan . untuk zat tambahan dalam obat tetes mata adalah :

engisotoni, pengental,pengawet dll, contoh : NaCl, asam borat, CMC, chlorbutanol, benzalkonium klorida. Bahan tambahan apa yang bisa digunakan juga sebagai anti mikroba ?

a)

Asam borat

b)

NaCl

c)

CMC

d)

Benzalkonium klorid

e)

Chlorbutanol

47.

Persyaratan obat mata bila mungkin iso hidri supaya tidak pedih apabila diteteskan ke mata , sehingga pada pembuatan perlu ditambah dapar menghasilkan pH 7,3-9,7, ada juga yg menyebutkan antara pH 5,5-11,4

Yang dimaksud dengan iso hidri adalah :

a)

pH 7,3

b)

pH 9,7

c)

pH 7,4

d)

pH 5,4

e)

pH 11,4

48.

Jenis dapar obat tetes mata system Hind Goyan ada 2 kelompok yaitu dapar pada pH 5 dan pH6,5, contoh obatanya seperti : cocain, neostigmin, etil morfin, dibukaiin dan efedrin

Obat apa yang harus ditambah dapar sehingga pH mencapai 6,5 ?

a)

cocain

b)

neostigmin

c)

etil morfin

d)

efedrin

e)

dibukain

49.

Sterilisasi bahan obat maupun alat ada bebepa cara baik secara fisika maupun kimia, contoh secara fisika yaitu dengan pendinginan, pengeringan, penyinaran, udara panas pasteurisasi dll.

Untuk industri susu sterilisasi apa yng paling cocok ?

a)

pendinginan

b)

pengeringan

c)

pasteurisasi

d)

penyinaran

e)

udara panas

50.

Sterilisasi secara kimia salah satu cara dilakukan dengan penambahan bahan pengawet. Untuk penambahan bahan pengawet harus sesuai dengan pH injeksi yang di perlukan

Untuk pH 4-6 dan pH 7-9 akan berbeda , contoh bahan pengawet:klorbutanol,asam sorbat, benzyl alcohol, asam benzoate dan klorheksidin

Bahan pengawet apa yang cocok untuk membuat larutan injeksi pH 7-9 ?

a)

klorbutanol

b)

asam sorbat

c)

benzil alkohol

d)

klorheksidin

e)

asam benzoat

51.

Industri farmasi membuat obat tetes mata dalam kemasan single dose dan multiple doseuntuk pemakaian harus diperhatikan dosis, cara pemakaian dan cara penyimpanan.. Adapun untuk pemakaian single dose dipakai 1 kali untuk multi dose bisa dipakai sampai beberapa kali.


Obat tetes mata multi dose penyimpanan yang dipebolehkan berapa hari setelah dibuka ?

a)

7 hari

b)

5 hari

c)

30 hari

d)

10 hari

e)

4 hari

52.

R/ phenyl efrin HCl 10 mg

Dinatrium edetat 1 mg

Aq.p.i ad 1 mL :

Berdasarkan resep diatas dinatrium edetat digunakan sebagai apa ?

a)

Pengemulsi

b)

Pendapar

c)

Pengawet

d)

pengisotonis

e)

surfactan

53.

Pembuatan obat tetes mata ada juga yang ditambah dengan bahan pengental yang berfungsi sebagai air mata buatan , pelicin lensa kontak, untuk pengental sehingga efek terapi tercapai, contoh :CMC, PVP, hidroksi metil selulose, hidroksi etil selulose dan Na CMC

Pengental apa yg jarang digunakan karena tidak tahan elektrolit sehingga kekentalan

Menurun ?

a)

CMC

b)

CMC Na

c)

hidroksi metil selulose

d)

hidroksi etil selulose

e)

PVP

54.

R/ hidrokortison 1 %

Chlorbutanol Lanolin 10 g Parafin liq 10 g Vaselin flavum 80g. M f oculenta Clorbutanol pada resep digunakan sebagai apa ?

a)

pengental

b)

pengawet

c)

basis salep

d)

anti oksidan

e)

zat aktif

55.

Resep no 19, disterilkan dengan sterilisasi secara apa ?

a)

sterilisasai akhir dengan autoclave

b)

sterilisasi akhir dengan oven

c)

secara aseptic

d)

secara kimia

e)

secara filtasi bacteri