NEW
Font size
WorksheetsPedagogik Modul 5
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
model pelajaran project based cooperative learning merupakan model pebelajaran yang dipandang menarik karena memiliki format instruksional yang inovatif dimana peserta didik dapat memilih berbagai aspek tugas. Model project based cooperative learning merupakan model gabungan yang dilaksanakan melalui pengembangan penerapan
kelompok
kooperatif
projek
masalah
penugasan
Salah satu dampak pengiring dari penggunaan model pembelajaran simulasi adalah
lebih memahami permasalah kontektual
kepercayaan diri sebagai siswa meningkat
responsif pada umpan balik
sensitif terhadap hubungan sebab dan pengaruh
kemandirian siswa menigkat
Langkah-langkah umum model pembelajaran kooperatif secara urut adalah
orientasi, pengamatan, bekerja kelompok, kuis, penghargaan kelompok
orientasi, pengharapan kelompok, bekarja kelompok kuis
kuis, penghargaan kelompok, bekerja kelompok, orientasi
kuis, bekerja kelompok, orientasi, penghargaan kelompok
orientasi, bekerja kelompk, kuis, penghargaan kelompok
Pelaksanaan model simulasi pada dasarnya digunakan untuk mengembangkan pemahaman terhadap suatu peristiwa yang mengarah kepada keterampilan psikomotorik agar kegiatan lebih bermakna bagi siswa. Dalam model pembelajaran simulasi. peran yang tidak dimainkan oleh guru adalah
pemeran simulasi
menjadi penengah
melatih
mendiskusikan
mendemonstrasikan
Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dilandasi teori konstruktivisme yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik. Karakteristik masalah yang digunakan pada model PBL adalah
tematik dan kompleks
luas dan detail
otentik dan bermakna
kompleks dan lengkap
abstrak dan menyeluruh
Karakteristik yang paling menonjol yang dimiliki oleh suatu model pembelajaran dibanding pendekatan pembelajaran adalah bahwa model pembelajaran itu
menjamin hasil pembelajaran
menjelaskan daya tarik pembelajaran
memberi jaminan mutu pembelajaran
menyatakan tujuan pembelajaran
mempunyai sintak atau tahapan pembelajaran
Proses penilian pada model project based cooperative learning dilakukan oleh
siswa
guru dan siswa
kepala sekolah
teman sebaya
guru
peran guru dalam pembelajaran dengan model problem based learning adalah sebagai
sumber belajar
pembimbing
penentu
pelaksana
pelatih
ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik, satu diantaranya adalah model pembelajaran kooperatif (Cooperative learning) Pembelajaran kooperatif adalah
strategi pembelajaran individual yang terstruktur secara sistematis dimana siswa bekerja masing-masing
strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis dimana siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil
strategi pembelajaran yang menyajikan situasi permasalahan kepada isswa dan dapat berfungsi sebagai batu loncaton dalam penyelidikan
strategi pembelajaran yang mengintergrasikan metode, bahan ajar dan media pembelajaran secara sistematis
strategi pembelajaran yang melibatkan perilaku koreksi diri
Ketika akan menggunakan suatu model pembelajaran guru perlu mempertimbangkan hasil belajar apa yang dapat dicapai oleh siswa sebagai akibat dari model pembelajaran yang digunakan tersebut. Hal ini berarti bahwa guru tersebut telah memahami karakteristik model pembelajaran aspek
sistem pendukung dan fasilitas
sarana dan prasarana
prinsip aksi dan reaksi
dampak instruksional dan pengirim
sistem sosial dan lingkungan
Desain tampilan multimedia kata-kata, gambar dan video yang disajikan saling berdekatan dalam satu slide, merupakan prinsip
kesinambungan waktu
koheresi
kesinambungan spasial
modalitas belajar
redunansi
Konsep kemp dan Dyaton (1985) manfaat media pembelajaran adalah
proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
lebih menghemat tenaga dan waktu dalam proses pembelajaran
meningkatkan profesionalisme guru
penyampaian materi ajar lebih mudah
lenih efisien biaya produksi
media pembelajaran berikut yang memiliki relevansi tinggi untuk mengajarkan keterampilan prosedur adalah
program video instruksional
modul pembelajaran
media gambar berseri
program slide suara
media grafis terstruktur
Definisi media berikut yang relevan untuk mengimplementasikan pendekatan student center learning adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran
teknologi yang dapat mentransformasikan pesan, sehingga peserta didik berminta dan menarik mengikuti pembelajaran yang variasi
segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari guru ke siswa sehingga mampu merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa untuk terjadi proses belajar
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran sehingga memudahkan dalam memanipulasi gambar, suara, video dan animasi
Pengertian multimedia pembelajaran menurut Hackbart (1996) adalah
mengintegrasikan dua atau lebih media dalam pembelajaran
suatu program pembelajaran yang mencakup berbagai sumber yang terintegrasi berbagai unsur-unsur media dalam suatu program (software) komputer
karakteristik tampilan user teks, gambar, suara, animasi dan video yang diorganisasikan dalam suatu program yang terintegrasi
penggabungan media pembelajaran analog dan digital untuk menyajikan tampilan yang efisien, efektif dan berdayaguna
menggabungkan media teks, video, grafis, suara, aimasi dan interaktif secara terintegrasi
fungsi media pembelajaran adalah
memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistik
sebagai alat bantu pembelajaran
meningkatkan komunikasi multiarah antara siswa, lingkungan dan bahan ajar
meningkatkan peran guru dalam pembelajaran teori maupun praktik
meningkatkan hasil belajar
Seorang guru SMP kebingungan dalam memilih media pembelajaran yang relevan, Menurut Sdr. kriteria dominan yang paling menentukan dalam pemilihan media pembelajaran
biaya produksi media yang murah
kesesuaian dengan model atau strategi pembelajaran
ketersediaan sumber di sekolah
kemampuan dan karakter guru
kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas komunikasi pembelajaran adalah
guru,siswa, materi, metode penyampaian, dan media pembelajaran
komunikator, komunikan, materi ajar, strategi penyampaian, dan tujuan pembelajaran
komunikator, guru, materi, strategi penyampaian, dan media pembelajaran
siswa, karakteristik komunikan, materi ajar, strategi penyampaian dan media pembelajaran
komunikator, komunikan, materi ajar, pesan dan strategi penyampaian
Pak Aton guru seni musik di SMP akan menerapkan strategi mendemonstrasikan dengan media untuk pembelajaran keterampilan bermain gitar teknik holding pick. namun sayangnya jari tangan kanannya sedang cidera, Menurut Sdr janis media apa yang relevan dipilih oleh pak Aton
program presentasi, yang menjelaskan prosedur bermain gitar teknik Holding Pick
Program siaran langsung TV edukasi tentang teknik Holding Pick
media cetak, LKPD yang menjelskan prosedur keterampilan bermain gitar teknik holding pick
program video demonstrasi bermain gitar teknik holding pick
demonstrasi dilakukan seorang siswa yang sudah terampil bermain gita teknik holding pick
Dalam pembelajaran berikut ini yang termasuk empat ragam sumber belajar adalah
guru, instruktur, job sheet dan bengkelq
alat peraga, guru, buku paket pelajaran, dan LKPD
kepala sekolah, guru, guru BK dan instruktur
instruktur, buku, job sheet, dan peralatan praktik
guru, media pembelajaran, buku, lingkungan belajar
Tujuan penyampaian tujuan pembelajaran dalam bahan ajar cetak dibagian pendahuluan adalah
agar siswa dapat memahami kemampuan yang harus dikuasai setelah belajar
karena guru merupakan satu-satunya sumber belajar
agar soal-soal evaluasi segera dapat ditulis oleh guru
karena tujuan pembelajaran tidak terlalu penting bagi siswa dan guru
penyampaian materi tidak terganggu oleh hadirnya tujuan pembelajaran
Bahan pembelajaran cetak berupa lembar kerja siswa (LKS) merupakan bahan ajar sederhana karena komponennya didominasi oleh
soal-soal dan latihan
soal-soal latihan dan tes kemampuan
penugasan
paparan materi
analisis kompetensi
Untuk sekolah di daerah yang sulit atau belum bisa mengakses internet karena belum teraliri listrik dan keterbatasan fasilitas penunjang lainnya. bahan ajar non cetak yang efektif digunakan untuk menunjang proses pendidikan di sekolah adalah
modul elektronik / buku sekolah elektronik
program radio pendidikan
program video pembelajaran
E-book atau buku elektronik
power point presentation (PPT)
Bahan ajar non-cetak (digital) merupakan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat dalam mendorong berbagai lembaga pendidikan kita untuk memanfaatkan bahan ajar non cetak yang manarik. Bahan ajar noncetak berikut ini yang 100% dikembangkan menggunakan komputer adalah
multimedia pembelajaran interaktif
program simulasi
video pembelajaran
audio pembelajaran
program radio edukasi
Ketika akan mengembangkan bahan ajar mandiri untuk siswa, guru harus memenuhi salah satu prinsip atau karakteristik bahan ajar mandiri yang baik yaitu self contained. Makna dari prinsip self-contained tersebut adalah bahwa
bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman
bahan ajar tersebut disusun sesuai dengan konteks dimasa siswa berada
bahan ajar tersebut mudah digunakan komunikatif dan mudah ditemukan siswa
bahan ajar itu dapat mengajar atau dipelajari sendiri oleh peserta didik bahkan tanpa bantuan guru
bahan ajar tersebut telah lengkap dan memadai sehingga siswa tidak perlu bahan lain untuk memahami materi yang harus dikuasai
Bahan ajar non cetak yang bertujuan agar siswa mampu belajar mandiri dan bersikap lengkap yang menyajikan per-unit terkecil dari materi berbentuk digital disebut
buku lembar kerja elektronik
buku teks non-cetak
modul kinerja guru
modul digital / elektronik
buku elektronik
Langkah pertama dalam mengembangkan program audio pembelajaran adalah
menulis naskah program audio
judgement expert
dubbing
mengemas prosuk program audio
shooting
Bahan ajar cetak sederhana yang dapat digunakan untuk bahan rujukan, memberi motivasi, pengingat, memberi umpan balik dan menilai hasil belajar adalah
modul
buku teks
lembar kerja peserta didik (LKPD)
handout
lembar kerja siswa (LKS)
Berikut manakah bahan ajar mencetak yang paling tepat biasanya digunakan untuk pembelajaran jarak jauh
e-modul
e-learning
e-pub
e-book
e-commerce
Bahan ajar memegang peranan penting bagi guru, satu diantaranya adalah
meningkatkan efektifitas pembelajaran
menambah pengetahuan tentang materi
menjadi bahan sarana komunikasi pembelajaran
menjadi sumber ilmu pengetahuan guru
memberikan pegangan ketika bertugas mengajar
Dengan disediakan dua magnet dan paku, siswa kelas V SD melakukan percobaan tarik menarik kutub medan magnet. Rumusan tujuan pembelajaran tersebut, kurang komponen?
kondisi
behavior dan degree
degree
audience
kondisi dan tingkatan (degree)
Seorang guru mata pelajaran kimia hendak memeragakan proses kimia sel volta. Metode yang relevan untuk dipilih adalah
metode diskusi
metode praktikum
metode driil and practice
metode eksperimen
metode demontrasi
Merujuk Permendikbud RI NO 22 Tahun 2016, karekateristik pembelajaran di pendidikan dasar dan menengah adalah
pengembangan ketiga ranah secara parsial, dan fokus model pembelajaran berbasis masalah
pengembangan ketiga ranah secara berkesinambungan, dan fokus model pembelajaran inquiry
pengembangan ranah kognitif secara utuh, dan pendekatan student centred learning
pengembangan ketiga ranah secara utuh dan pendekatan student centred learning
pengembangan ketiga ranah secara parsial dan fokus model scientific
Bapak agus menyadari bahwa belajar yang baik adalah memberikan pengalaman langsung pada siswa. Bapak agus memilih metode pembelajaran relevan adalah
metode praktikum demonstrasi
metode diskusi
metode simulasi
metode eksperimen
metode role playing
Pernyataan berikut yang relevan dengan prinsip-prinsip pembelajaran (Permendikbud RI No 22 tahun 2016) adalah
pembelajaran yang bukan menerapkan pri sip bahwa siapa saja adalah guru
partisipasi aktif peserta didik dan berpusat pada pesera didik
dari peserta didik mencari tahu menuju peserta didik diberi tahu
dari pembelajaran berbasis kompetensi menuju pembelajaran berbasis konten dan tematik
pembelajaran dapat diimplementasikan kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja
Dalam kurikulum 2013, model pembelajaran yang layak dikembangkan dalam RPP mengimplementasikan
problem based learning model
contekstual teaching learning (CTL)
mix centred learning model
model demonstrasi
teacher centred learning model
Dalam permendikbud RI No 22 Tahun 2016 menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup sekurang-kurangnya
kompetensi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan penilaian hasil belajar
standart kompetensi, kompetensi dasar, metode pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah pembelajaran, tes hasil belajar dan kunci jawaban tes
identitas mata pelajaran, standart kompetensi, kompetensi dasar, materi ajar, model pembelajaran, metode pengajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan bobot penilaian hasil belajar
identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media, sumber belajar, langkah pembelajaran dan penilaian hasil belajar
identitas sekolah, identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, media, sumber belajar, langkah pembelajaran dan penilaian hasil belajar
sintaks model scientific meliputi
mengidentifikasi maslaah, menanya, mengumpulkan, menegosiasikan dan menyusun laporan
mengamati, menanya, membuat hipotesis, menegosisasikan dan menyusun laporan penelitian
mengobservasi, menanya, mengumpulkan, menalar dan mengkomunikasikan
mengamati, menanya, mendiskusikan, menegosiasikan dan mengkomunikasikan
membaca data, menanya, mengumpulkan, menegosiasikan dan membuat laporan
Dengan rumus pythagoras, siswa mampu menghitung sisi miring bangku siku-siku, merupakan rumusan kompetensi kognitif pada tingkatan
mengingat
memahami
mencipta
menganalisa
menerapkan
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun untuk satu
tiga tujuan pembelajaran
dua indikator
satu kompetensi inti
satu sampai dua pertemuan
satu kompetensi dasar
Komponen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang lengkap sesuai Permendikbud RI No 22 Tahun 2016 adalah
identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kompetensi inti, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, materi ajar, media, sumber belajar, langkah pembelajaran dan penilaian hasil belajar
identitas, mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media sumber belajar, langkah pembelajaran dan penilaian hasil belajar
kompetensi inti, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, indikator, materi ajar, model pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran dan penilaian hasil belajar
standart kompetensi, kompetensi dasar, metode pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah pembelajaran, tes hasil belajar dan kunci jawaban tes
identitas, mata pelajaran, standart kompetensi, kompetensi dasar, materi ajar, model pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan bobot penilaian hasil belajar
Kurikulum 2013 memberi penekanan pada pendekatan student center learning. Definisi media berikut yang sesuai untuk mengimplementasikan adalah
teknologi hardware pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran sehingga memudahkan guru dalam menyampaikan materi
teknologi dan bukan teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran
teknologi yang dapat mentransformasikan pesan sehingga peserta didik berminat dan menarik mengikuti pembelajaran yang bervariasi
segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari komunikator ke kemonikan, sehingga mampu merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa untuk terjadi proses belajar
secara fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran
modul merupakan bahan ajar yang khas memiliki struktur
nyata dan jelas
lengkap dan menyeluruh
intruksional dan menyeluruh
sistematis dan utuh
intruksional dan realistis
karakteristik pembelajaran di pendidikan dasar dan menengah yang relevan dengan implementasi kurikulum 2013 adalah
pengembangan ranah kognitif, afektif, psikomotor secara berkesimbungan dan fokus model pembelajaran inquiry
pengembangan ketiga ranah secara parsial dan fokus model scientific
pengembangan ketiga ranah secara utuh dan pendekatan student centered learning
pengembangan ranah kognitif secara utuh dan pendekatan student centered learning
pembelajaran tematik dan fokus model pembelajaran berbasis masalah
Dengan rumus hukum pascal siswa mampu menghitung tekanan (P), merupakan rumusan kompetensi kognitif pada tingkatan
menganalisis
mengevaluasi
mencipta
memahami
menerapkan
pada sintak model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) langkah mengembangkan dan menyajikan hasil karya merupakan langkah atau tahap ke
kedua
keempat
ketiga
kelima
pertama
Peserta didik dapat belajar lebih baik pada saat: kata-kata gambar dan video yang relevan disajikan secara simultan (bebarengan). Desain tampilan multimedia tersebut merupakan penerapan prinsip
kesinambungan spasial
prinsip kesinambungan waktu
redudansi
koherensi
modalitas belajar
Ibu Novi, guru mata pelajaran kimia akan memeragakan proses kimia sel vilta, menurut Saudara, metode pembelajaran paling cocok dipilih adalah
metode ceramah
metode diskusi
metode praktikum
metode demonstrasi
metode simulasi
Brown dkk, menyatakan bahwa dalam memilih media perlu mempertimbangkan kriteria sebagai berikut
karakteristik siswa
kemampuan guru dalam menggunakan
interaktivitas
ketersediaan sumber listrik
tujuan pembelajaran
Dalam pembelajaran keterampilan tipe prosedur, media pembelajaran berikut yang memiliki relevan tinggi diimplementasikan adalah
computer Assisted Intruction
multimedia interaktif
media gambar berseri
program slide suara
program video instruksional
Salah satu tahap (syntak) dalam model pembelajaran simulasi (Joyce Weil dan Calhoun 2009) adalah latihan partisipasi. kegiatan yang termasuk dalam tahap latihan partisipasi tersebut adalah
menganalisis proses
membuat scenario dan tujuan
menyajikan topik luas mengenai simulasi dan konsep dalam aktivitas simulasi
memimpin aktivitas permainan dan menganalisis proses
memimpin aktivitas permainan dan administrasi permainan
Langkah-langkah (Sintaks) model scientific yang baku meliputi
mengidentifikasi masalah, menanya, mendiskusikan, menegosiasi dan mengkomunikasikan
mengamati, menanya, membuat hipotesis, menegosiasikan dan menyusun laporan penelitian
mengidentifikasi masalah, menanya, mengumpulkan, menegosisasikan dan menyusun laporan
mengobservasi, menanya, mengumpulkan, menalar dan mengkomunikasikan
mengamati lingkungan belajar, menanya, mengumpulkan, menegosisasikan dan membuat laporan
Dalam pembelajaran yang berbasis student center learning, berikut ini yang termasuk empat jenis sumber belajar adalah
guru, instruktur, job sheet, dan buku panduan praktikum
kepala sekolah, guru, guru BK, dan instruktur
guru, medai wallchart, buku, lingkungan belajar
media pembelajaran mock up, guru, buku paket pelajaran, dan LKPD
media pembelajaran, buku, alat peraga dan peralatan praktik
Dengan disediakan penggaris bujur sangkar, siswa kelas V SD membagi sudut 60 derajat menjadi empat sudut yang sama. Rumusan tujuan pembelajaran tersebut kurang komponen
degree
behabior dan degree
kondisi (condition)
kondisi dan tingkatan (degree)
audience
Strategi pembelajaran "Tutorial" di unit pendidikan tingkat menengah memerlukan media yang mendukung. menurut saudara media pembelajaran yang relevan adalah
media presentasi yang baik
media modul cetak tutorial
media model pembelajaran yang terprogram
media cetak terprogram
multimedia tutorial
Terdapat banyak model pembelajaran kooperatif lebih dari 50 tipe. Namun baru beberapa yang biasa diterapkan disatuan pendidikan formal. Model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan cocok untuk guru pemula adalah
Teams Games Turnament (TGT)
STAD
JIGSAW
Group Investigation (GI)
Team Assisted Individualization(TAI)
Prinsip-prinsip pembelajaran yang merujuk Permendikbud RI No 22 tahun 2016 adalah
partisipasi aktif peserta didik dan berpusat pada peserta didik
pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa semua orang adalah guru
dari peserta didik mencari tahu menuju peserta didik diberi tahu
pembelajaran dapat diimplementasikan kapan saja dimana saja dan dengan siapa saja
pembelajaran berbasis kompetensi menuju pembelajaran berbasis konten dan tematik
Kemo dan Dayton (1985) menjelaskan ada tiga fungsi utama media pembelajaran yaitu
sumber belajar, alat bantu pembelajaran dan memberikan instruksi pembelajaran
meningkatkan perhatian siswa, merangsang pemikiran dan motivasi siswa
mengkonkritkan konsep, mentransfer pengetahuan dan meningkatkan hasil belajar
menyajikan materi ajar, alat bantu pembelajaran dan sumber belajar
memotivasi, menyajikan materi ajar, dan memberikan instruksi pembelajaran
Guru dapat membuat hand-out sebagai bahan ajar untuk para siswanya karena bahan ajar hand out memiliki manfaat yang besar yaitu
untuk memberikan bahan pengayaan atau remidial
menggantikan ketidakhadiran guru
melengkapi kekurangan materi yang disampaikan
menjadi ilustrasi yang bermanfaat bagi kejelasan materi
membetulkan konsep-konsep yang salah dalam penjelasan
implementasi kurikulum 2013 ditingkat satuan pendidikan model pembelajaran yang layak ditunjuk dalam RPP adalah
teacher centered learning model
direct learning models
problem based learning model
contekstual teaching learning (TCL)
model demonstrasi
Di abad informasi ini peran bahan bagi siswa juga luar biasa. Peran bahan ajar tersebut bagi para siswa antara lain adalah
memudahkan siswa dalam mencari sumber
menghemat waktu dan tenaga untuk belajar
proses memahami materi lebih cepat dan mudah
mendukung pengerjaan tugas
siswa menjadi lebih terarah dalam belajar siswa
Salah satu dampak instruksional pada model pembelajaran simulasi yaitu
sensitifitas pada hubungan sebab dan pengaruh
responsif pada umpan balik
lebih memahami permasalah konstekstual
kepercayaan diri sebagai siswa meningkat
kemandirian sebagai siswa meningkat
Bahan ajar yang baik harus disusun secara sistematis. bahan ajar yang sistematis artinya bahan ajar tersebut dikembangkan
penuh dengan ilustrasi dan gambar
dengan dukungan banyak referensi literatur
secara runtut dan memuat komponen ajar
menurut urutan buku teks
menurut abjad dengan bahasa ragam ilmiah
pengalaman multimedia pembelajaran menurut Gayestik (1996) adalah
karakteristik tampilan unsur teks, gambar, suara, animasi dan video yang diorganisasikan dalam suatu program yang terintegrasi
suatu program terpadu berbasis komputer untuk pemecahan masalah belajar
penggabungan media pembelajaran analog dan digital untuk menyajikan tampilan yang efisien efektif dan berdayaguna
sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan dan mengakses kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video atau animasi
mengintegrasikan dua atau lebih media dalam pembelajaran
Bahan ajar yang berkualitas harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, akurat, mutakhir, dengan komponen yang komprehensif, artinya bahan ajar telah memenuhi kriteria
penyajian
komponen lengkap
unsur pelengkap
ilustrasi
konten
Pengalaman belajar langsung (learning by doing) merupakan proses belajar empirik yang akan siswa ingat secara kuat. Bapak agus memilih metode pembelajaran yang relevan yaitu
metode drill and practice
metode eksperimen
metode berbasis masalah
metode diskusi
metode role playing
Bahan bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran dikenal sebagai
bahan diktat kajian
buku pegangan belajar siswa
materi pelengkap pembelajaran
suplemen bidang pelajaran
bahan ajar
sebagai satu kesatuan kemampuan yang utuh, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun untuk
satu pokok bahasan
tiga tujuan pembelajaran
satu kompetensi dasar
dua indikator
satu kompetensi inti
Pendekatan saintifik merupakan bagian dari pendekatan pedagogis dalam kegiatan pembelajaran yang melandasi penerapan metode ilmiah. Pembelajaran secara umum dilaksanakan melalui kegiatan pendahuluan inti dan penutup. Pada pendekatan saintifik kegiatan pendahuluan diarahkan untuk
belajar materi secara lengkap
mengkonstruksikan pengetahuan sikap serta keterampilannya
melakukan kegiatan belajar dengan metode ilmiah
memantapkan pemahaman peserta didik tentang tujuan dan pentingnya materi yang akan disampaikan
melakukan validasi temuan materi yang telah dipelajari
Ragam Bahasa yang digunakan dalam bahan ajar yang efektif adalah
ragam bahasa interaktif
ragam bahasa resmi dan baku
ragam campuran antara daerah dan bahasa indonesia
ragam bahasa formal
ragam komunikatif atau semi-formal
