NEW
Font size
WorksheetsUTS KMB II
Total questions: 25
Worksheet time: 25mins
Tn. H berumur 45 tahun, mengalami batu ginjal. Klien mengatakan nyeri daerah pinggang menjalar ke pelvis, klien mengeluh mual dan muntah. Pada saat dilakukan pengkajian didapatkan data klien tinggal di daerah yang di dekar perbukitan kapur. Diagnosa keperawatan yang tepat pada Tn. H yaitu :
Nyeri (akut) b/d peningkatan frekuensi kontraksi ureteral, taruma jaringan, edema dan iskemia seluler
Nyeri (akut) b/d peningkatan frekuensi kontraksi ureteral, taruma jaringan, edema dan iskemia seluler
Gangguan pola eliminasi b/d konstipasi
Jawaban A dan B benar
Perawat juga mengkaji pola kebiasaan makan klien dan didapatkan data bahwa klien menyukai makanan seperti jerohan dan kacang-kacangan sehingga hal ini memmicu terjadinya batu ginjal berupa kalsium. Manakah dibawah ini yang jenis batu kalsium berdasarkan data diatas:
Hiperkasiuria
Hiperoksaluria
Hiperurikosuria
Hipomagnesiuria
Hipositraturia
Tindakan non invasive untuk menghancurkan batu ginjal pada Tn. H yaitu :
ureterlitotomy
Ureterskopi
Ureter resection sitoscopy
ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy)
IVP
Ny. B, usia 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan dengan keluhan : anoreksia, nausea, rasa lelah, pusing dan gatal-gatal di kulit. Keluhan lain adalah pasien kencing sedikit sekali. Hasil pemeriksaan laboratorium : Ureum 85 mg/dl, createnin 2,5 mg/dl, kalium 6,5 mEq, uricacid 6,8 mg/dl, glukosa puasa 87 mg/dl, dan Hb 11,2 gr/dl.Pemeriksaan klinis : RR 18 X/ menit, tensi darah 130/80 mmHg, tingkat kesadaran composmentis. Hasil diagnosa medis yaitu : Gagal Ginjal Akut. Berdasarkan kasus diatas, Ny. B termasuk dalam klasifikasi gagal ginjal akut :
Kondisi Pre renal
Kondisi Intra renal
Kondisi Post renal
Kondisi Proteinuria
Benar semua
Dari data manifestasi klinik yaitu keluhan klien Ny. B dan data laboratorium, maka dapat disimpulkan Ny. B pada fase :
Diuresis
Oliguria
Recovery
Intra Renal
Hipoperfusi ginjal
Ny. B, usia 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan dengan keluhan : anoreksia, nausea, rasa lelah, pusing dan gatal-gatal di kulit. Keluhan lain adalah pasien kencing sedikit sekali. Hasil pemeriksaan laboratorium : Ureum 85 mg/dl, createnin 2,5 mg/dl, kalium 6,5 mEq, uricacid 6,8 mg/dl, glukosa puasa 87 mg/dl, dan Hb 11,2 gr/dl.Pemeriksaan klinis : RR 18 X/ menit, tensi darah 130/80 mmHg, tingkat kesadaran composmentis. Hasil diagnosa medis yaitu : Gagal Ginjal Akut.
Timbulnya gatal-gatal pada Ny, B disebabkan oleh
. Penurunan produksi hormon eritropoetin
Peningkatan permeabilitas kapiler
Peningkatan kadar ureum dalam darah
Peningkatan kadar kreatinin dalam darah
Gangguan metabolisme sel
Ny. B, usia 58 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan dengan keluhan : anoreksia, nausea, rasa lelah, pusing dan gatal-gatal di kulit. Keluhan lain adalah pasien kencing sedikit sekali. Hasil pemeriksaan laboratorium : Ureum 85 mg/dl, createnin 2,5 mg/dl, kalium 6,5 mEq, uricacid 6,8 mg/dl, glukosa puasa 87 mg/dl, dan Hb 11,2 gr/dl.Pemeriksaan klinis : RR 18 X/ menit, tensi darah 130/80 mmHg, tingkat kesadaran composmentis. Hasil diagnosa medis yaitu : Gagal Ginjal Akut.
Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus diatas yaitu :
Perubahan perfusi jaringan b.d. iskemi, hipovolemi sekunder dari gagal ginjal akut
Gangguan integritas kulit, berhubungan dengan gangguan status metabolic, akumulasi toksik dalam tubuh menurun, menurunya aktifitas kelenjar keringat, (kalsium, fosfat), oedema dan neuropati, ditandai dengan : gatal, luka, kulit kering, eksariasi, oedema
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh kurang dari yang dibutuhkan berhubungan dengan katabolisme protein, pembatasan diet, peningkatan kebutuhan metabolic, anoreksia, mual
Perubahan eliminasi urin b.d. fase oliguri pada gagal ginjal
Benar semua
Ny. S 45 tahun masuk ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit pinggang. Keluarga klien mengatakan klien mengalami hal ini sejak 3 tahun yang lalu, Keluarga juga mengatakan klien mempunyai riwayat hipertensi yang sudah lama dideritanya. Kondisi klien semakin lama semakin memburuk sehingga keluarga membawa klien kerumah sakit. Selain itu keluarga juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasien BAK dengan jumlah yang sedikit. Hasil pemeriksaan labor didapatkan Ureum 380 mg/ dl, Kreatinin 15 dan Hb 6,2 mg/dl, SGOT 19, SGPT 30. Dilakukan pemeriksaan USG pada kedua ginjal didapatkan kedua ginjal tampak mengecil. Saat ini klien mengeluh mual sehingga tidak nafsu makan dan juga sering mengalami muntah, tubuh klien terlihat lemah, pucat, kulit kering dan bersisik, klien sering menggaruk bagian tubuhnya karena rasa gatal (pruritus) dan perut membesar dengan kesadaran komposmentis. Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 70 x/menit, suhu 36,60 C, pernafasan 24 x/menit.
Penurunan kadar hemoglobin pada Ny, S secara patofisiologi di akibatkan oleh :
Penurunan produksi hormone eritropoetin
Dalam kondisi uremia terjadinya hemolysis yang diakibatkan masa hidup eritrosit berkurang
Gangguan metabolisme sel
A, B dan C benar
A dan B benar
Ny. S 45 tahun masuk ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit pinggang. Keluarga klien mengatakan klien mengalami hal ini sejak 3 tahun yang lalu, Keluarga juga mengatakan klien mempunyai riwayat hipertensi yang sudah lama dideritanya. Kondisi klien semakin lama semakin memburuk sehingga keluarga membawa klien kerumah sakit. Selain itu keluarga juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasien BAK dengan jumlah yang sedikit. Hasil pemeriksaan labor didapatkan Ureum 380 mg/ dl, Kreatinin 15 dan Hb 6,2 mg/dl, SGOT 19, SGPT 30. Dilakukan pemeriksaan USG pada kedua ginjal didapatkan kedua ginjal tampak mengecil. Saat ini klien mengeluh mual sehingga tidak nafsu makan dan juga sering mengalami muntah, tubuh klien terlihat lemah, pucat, kulit kering dan bersisik, klien sering menggaruk bagian tubuhnya karena rasa gatal (pruritus) dan perut membesar dengan kesadaran komposmentis. Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 70 x/menit, suhu 36,60 C, pernafasan 24 x/menit.
Penyebab mual, muntah dan tidak nafsu makan yang di alami oleh Ny. S yaitu :
Peningkatan serum uremit toxin akibat bakteri usus
Peningkatan kadar asam lambung
Adanya rasa gatal
Kadar hemoglobin yang turun
Benar semua
Ny. S 45 tahun masuk ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit pinggang. Keluarga klien mengatakan klien mengalami hal ini sejak 3 tahun yang lalu, Keluarga juga mengatakan klien mempunyai riwayat hipertensi yang sudah lama dideritanya. Kondisi klien semakin lama semakin memburuk sehingga keluarga membawa klien kerumah sakit. Selain itu keluarga juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasien BAK dengan jumlah yang sedikit. Hasil pemeriksaan labor didapatkan Ureum 380 mg/ dl, Kreatinin 15 dan Hb 6,2 mg/dl, SGOT 19, SGPT 30. Dilakukan pemeriksaan USG pada kedua ginjal didapatkan kedua ginjal tampak mengecil. Saat ini klien mengeluh mual sehingga tidak nafsu makan dan juga sering mengalami muntah, tubuh klien terlihat lemah, pucat, kulit kering dan bersisik, klien sering menggaruk bagian tubuhnya karena rasa gatal (pruritus) dan perut membesar dengan kesadaran komposmentis. Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 70 x/menit, suhu 36,60 C, pernafasan 24 x/menit.
Terapi yang disarankan oleh dokter untuk mengatasi kondisi Ny. S yaitu dengan hemodialisa, proses yang terjadi pada hemodialisa yaitu :
Proses Difusi
Proses Ultrafiltrasi
Proses Osmosis
Proses hidrostatik
Jawaban A, B dan C Benar
Ny. S 45 tahun masuk ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit pinggang. Keluarga klien mengatakan klien mengalami hal ini sejak 3 tahun yang lalu, Keluarga juga mengatakan klien mempunyai riwayat hipertensi yang sudah lama dideritanya. Kondisi klien semakin lama semakin memburuk sehingga keluarga membawa klien kerumah sakit. Selain itu keluarga juga mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasien BAK dengan jumlah yang sedikit. Hasil pemeriksaan labor didapatkan Ureum 380 mg/ dl, Kreatinin 15 dan Hb 6,2 mg/dl, SGOT 19, SGPT 30. Dilakukan pemeriksaan USG pada kedua ginjal didapatkan kedua ginjal tampak mengecil. Saat ini klien mengeluh mual sehingga tidak nafsu makan dan juga sering mengalami muntah, tubuh klien terlihat lemah, pucat, kulit kering dan bersisik, klien sering menggaruk bagian tubuhnya karena rasa gatal (pruritus) dan perut membesar dengan kesadaran komposmentis. Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 70 x/menit, suhu 36,60 C, pernafasan 24 x/menit.
Sebelum dilakukan hemodialisa perawat menerangkan tipe akses darah hemodialisa, Ny. S dan keluarga memilih tipe akses yang paten dan beresiko rendah terjadi komplikasi , tipe akses tersebut yaitu :
Fistula
Graft
Kateter Single lumen
Kateter double lumen
Pada terapi Peritoneal Dialisis terjadi proses osmosis, pernyataan dibawah ini berkaitan dengan proses osmosis :
Perpindahan air melewati membrane semi permeable dari daerah solute yang berkonsentrasi rendah (kadar air tinggi) ke daerah solute berkonsentrasi tinggi (kadar air rendah).
Proses perpindahan solute dari daerah yang berkonsentrasi
tinggi ke daerah yang berkonsentrasi rendah, dimana proses ini berlangsung ketika cairan dialisat dimasukkan ke dalam rongga peritoneum
Konsentrasi cairan CAPD lebih rendah dari plasma darah, karena cairan plasma banyak mengandung toksin uremik
Molekul zat terlarut (sisa metabolisme) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat setiap saat bila molekul zat terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya
Seorang laki-laki usia 45 th, dirawat di RS dengan GGK, menunjukan diagnosa keperawatan kelebihan volume cairan b/d retensi cairan dan natrium, intervensi keperawatan yang utama adalah
Timbang BB dengan alat dan waktu yang sama
Identifikasi sumber potensial cairan dan medikasi
Jelaskan pada klien dan keluarga tentang pembatasan cairan
Batasi masukan cairan sesuai prosedur
Seorang perempuan berusia 52 tahun di rawat di ruang penyakit dalam hari pertama dengan gangrene diabetikum. Pasien mendapatkan Humulin 15 IU sebelum makan siang. Hasil pengkajian didaptkan pasien menghabiskan makan siang seperempat porsi sementara sarapan pagi habis sepertiga porsi. Apakah tanda-tanda yang perlu diwaspadai pada kondisi pasien diatas?
Pucat, berkeringat , lemah, gemetar
Letih, lemah , irama nadi tidak teratur, pupil dilatasi
Sakit kepala, reflek tendon menurun, penglihatan ganda
Sering berkemih, muka kemerahan, pernafasan kussmaul
Seorang laki-laki berusia 40 tahun di diagnosis Non Insuin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Saat ini pasien mendapatkan “sulfonylurea” sebagai agen hipoglikemik oral. Perawat menjelaskan tentang pentingnya obat tersebut untuk mengontrol gula darah. Apa yang perlu dijelaskan perawat terkait cara kerja obat yang diberikan?
Menstimulasi pancreas untuk memproduksi atau melepas insulin
Membuat insulin yang diproduksi lebih tersedia untuk digunakan
Meningkatkan pengambilan dan penggunaan glukosa ke dalam sel
Meningkatkan pemecahan lemak dan protein
Pasien berusia 44 tahun, memiliki riwayat Diabetes mellitus (DM) tipe 2 tidak terkontrol. Datang ke poliklinik dengan keluhan ada luka yang tidak sembuh-sembuh di ibu jari. Pasien bertanya, mengapa muncul gejala seperti diataas. Manakah jawaban yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan pasien tersebut?
Kekurangan insulin membuat nutrisi tidak bisa masuk ke dalam sel
Gula darah yang tinggi menyebabkan munculnya gejala khas DM
Gula darah yang tidak terkontrol menyumbat pembuluh darah
Penyempitan pembuluh darah menghalangi proses penyembuhan
Seorang klien, 45 tahun, mengalami batu ginjal. Pasien mengatakan nyeri daerah pinggang menjalar ke pelvis, pasien mengeluh mual dan muntah. Pada saat pasien mengungkapkan keluhannya, bagaimanakah sikap perawat sebaiknya?
Membantu pasien melanjutkan komunikasi
Mendengar secara aktif
Mengeksplorasi keluhan lebih lanjut
Membiaran pasien menyampaikan keluhannya
Pasien rujukan dari rumah sakit lain dengan riwayat paska syok akibat perdarahan dari multiple trauma, telah mengalami kondisi gagal ginjal akut. Saat ini sedang dalam fase polyuria. Manakah intervensi cairan berikut yang benar?
Menyesuaikan jumlah pemasukan dengan pengeluaran
Membatasi pemasukan cairan kurang dari 50 ml/jam
Menginfuse cairan intravena 2400 ml/24 jam
Puasakan hingga produksi urin menurun
Seorang klien paska operasi batu ginjal telah sampai dirumah dan dikunjungi perawat komunitas. Klien bertanya, mengapa saat ini ureum dan kreatininnya diatas normal. Manakah jawaban dibawah ini yang tepat?
Peninggian ureum level dan kreatinin normal bila ada batu ginjal
Batu bisa merusak fungsi ginjal untuk membuang ureum dan kreatinin
Batu menghambat proses pembuangan ureum dan kreatinin
Kelainan ginjal memicu timbulnya formasi batu
Tn. A belum lama ini didiagnosis sindrom cushing, sebagai perawat , tanda-tanda apa saja yang dari penyakit tersebut yaitu :
Benjolan di punggung atas, wajah bulat, dan obesitas terpusat
Diare, bingung dan exophtalmus
Berat badan menurun, tekanan darah rendah, dan takikardia
Mual, hemoglobin rendah dan napas pendek-pendek
Seorang pasien, laki-laki berumur 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dan didiagnosa cushing syndrome. Perawat melakukan pengkajian terhadap pasien, dari hasi pengkajian tersebut didapatkan kulit dan jaringan subkutan menjadi tipis, pembuluh-pembuluh darah menjadi rapuh sehingga tampak sebagai stria berwarna ungu di daerah abdomen, paha, bokong, dan lengan atas. Berdasarkan pengkajian tersebut maka sebagai perawat, hal tersebut terjadi karena?
Peningkatan enzim lipolysis
Peningkatan enzim glukoneogenesis dan aminotransferase pada hepar
Peningkatan katabolisme protein sehingga tubuh kekurangan protein
Peningkatan sekresi androgen adrenal
Seorang laki-laki berusia 69 tahun dirawat di rumah sakit karena BPH (Benigna Prostat Hyperplasia), klien mengatakan sering BAK, abdomen tegang, urin terus menetes, setelah berkemih, Keadaan umum lemah, Tekanan Darah : 110/80 mmHg, suhu tubuh: 36,50C, Nadi: 80 x/menit, pernafasan: 24x/menit. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Nyeri
Disfungsi seksual
Gangguan eliminasi BAK
Perubahan nutrisi
Seorang perempuan berumur 63 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan munculnya rambut pada bagian tubuhnya yang biasanya tidak ditumbuhi rambut seperti di bawah dagu atau di atas bibir. Dokter mendiagnosa pasien tersebut dengan cushing syndrome. Penyebab timbulnya keluhan pada pasien tersebut disebabkan oleh?
Peningkatan enzim lipolysis
Peningkatan enzim glukoneogenesis dan aminotransferase pada hepar
Peningkatan katabolisme protein sehingga tubuh kekurangan protein
Peningkatan sekresi hormon androgen adrenal
Annabelle, berusia 52 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan, mudah lelah, gemetaran, kulit pada telapak tangan terasa lembab, berat badan turun, mata melotot, dan kedipan mata berkurang. Penyebab pasien mengalami mata melotot yaitu?
Vasodilatasi perifer
Stimulasi terhadap medula adrenal untuk biosintesis katekolamin oleh hormon T3 dan saat hormon katekolamin itu dilepaskan
Reaksi inflamasi autoimun yang mengenai daerah jaringan periorbital dan otot-otot ekstraokuler
Pada hipertiroidisme konsentrasi TSH menurun, sedangkan konsentrasi TSI meningkat
Annabelle, berusia 52 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan, mudah lelah, gemetaran, kulit pada telapak tangan terasa lembab, berat badan turun. Dokter mendiagnosa Annabelle dengan hipertiroid. Apakah jenis pemeriksaan untuk menunjang diagnosa pasien tersebut?
Kadar Thyroxine Stimulating Hormone (TSH)
Hemoglobin
EKG
IVP
