Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS SMT VI PS STrGz MK PPG TA 2020

Total questions: 56

Worksheet time: 1hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

Yang tersebut dibawah ini apa yang tidak termasuk filosofi dan seni perencanaan gizi masyarakat?

a)

Mengembangkan proses perencanaan

b)

Peramalan Proyeksi Perencanaan

c)

Perlengkapan Analisis Perencanaan

d)

Pendapat atasan

2.

Dibawah ini apa ya g tidak termasuk pengertian perencanaan?

a)

Perencanaan adalah penerapan ilmu cara pembuatan keputusan.

b)

Perencanaan adalah seperangkat prosedur.

c)

Perencanaan adalah proses menentukan kegiatan yang cocok untuk masa yang akan datang melalui serangkaian pilihan.

d)

Semata-mata didasarkan pengalam tang sudah berjalan

e)

Perencanaan adalah seni dalam membuat keputusan yang rasional.

3.

Ada berapa unsur yang perlu dierhatikan didalam mengembangkan perencanaan gizi?

a)

4

b)

5

c)

6

d)

7

e)

8

4.

Berdasarkan gambar disamping Indonesia mempunyai masalah gizi apa saja?

a)

Kurus dan pendek

b)

Kekurangan Vitamin A

c)

GAKI

d)

Anemia

e)

Semua benar

5.

Berdasarkan gambar disamping negara mana yang tidak mempunyai masalah stunting

a)

Malaysia

b)

Indonesia

c)

Thialand

d)

Cina

e)

Timor Lesta

6.

Berdasarka gambar disamping negara maan yang tidak punya masalah KVA dan anemia besi?

a)

Indonesia

b)

Cina

c)

Kamboja

d)

Laos

e)

Philipina

7.

Ada berapa manfaat perencanaan?

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

e)

7

8.

Ada berapa jangka waktu perencanaan?

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

e)

6

9.

Ada berapa jenis perencanaan dilihar dari segi luas wilayah?

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

e)

7

10.

Prevalensi gizi kurang balita digunakan sebagai evaluasi perkembangan keadaan gizi balita untuk program dan kebijakan dari tingkat kabupaten, propinsi dan pusat. Berapa persen triger level prevalensi gizi kurang balita?

a)

>5

b)

>10%

c)

>15%

d)

>20%

e)

>25%

11.

Prevalensi gizi buruk balita digunakan sebagai evaluasi perkembangan keadaan gizi balita untuk program dan kebijakan dari tingkat kabupaten, propinsi dan pusat. Berapa persen triger level prevalensi gizi buruk balita?

a)

>0,5

b)

>1,0%

c)

>1,5%

d)

>2,0%

e)

>2,5%

12.

Prevalensi balita stunting digunakan sebagai evaluasi perkembangan keadaan gizi masyarakat, keadaan sosial ekonomi masyarakat dan efektifitas upaya perbaikan keadaan gizi masa balita. Berapa persen triger level prevalensi balita stunting ?

a)

>5

b)

>10%

c)

>15%

d)

>20%

e)

>25%

13.

Prevalensi defisit asuan energi digunakan sebagai evaluasi perkembangan masalah dan untuk analisa faktor-faktor yang berkaitan dan memberi masukan pada ketersediaan pangan. Berapa persen triger level asupan defisit energi < 70,0% AKG?

a)

>10%

b)

>20%

c)

>30%

d)

>40%

e)

>50%

14.

Prevalensi defisit asuan protein digunakan sebagai evaluasi perkembangan masalah dan untuk analisa faktor-faktor yang berkaitan dan memberi masukan pada ketersediaan pangan. Berapa persen triger level asupan deficit protein < 70,0% AKG?

a)

>10%

b)

>20%

c)

>30%

d)

>40%

e)

>50%

15.

Prevalensi obesitas digunakan sebagai managemen masalah gizi. Berapa persen triger IMT > 25.0 kg/m2?

a)

>5%

b)

>10%

c)

>20%

d)

>30%

e)

>40%

16.

Gambar disamping adalah penderita gizi salah jenis apa?

a)

Kwashiorkor

b)

Marasmus

c)

Marasmus Kwashiorkor

d)

Stunting

e)

Obesitas

17.

Gambar disamping adalah penderita gizi salah jenis apa?

a)

Kwashiorkor

b)

Marasmus

c)

Marasmus Kwashiorkor

d)

Stunting

e)

Obesitas

18.

Gambar disamping adalh penderita gizi salah jenis apa?

a)

Kwashiorkor

b)

Marasmus

c)

Marasmus Kwashiorkor

d)

Stunting

e)

Obesitas

19.

Seorang nutrisionist menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai masalah gizi ganda atau double burden bidang gizi. Contoh dari double burden gizi adalah:

a)

Masalah stunting dan wasting

b)

Masalah stunting dan overweight

c)

Masalah wasting, stunting dan overweight

d)

Masalah karena ketidakseimbanga gizi makro dan gizi mikro

e)

Masalah Anemia dan GAKI

20.

Seorang nutrisionist menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai masalah triple burden bidang gizi. Apa contoh dari triple burden?

a)

Masalah stunting dan wasting

b)

Masalah stunting dan overweight

c)

Masalah wasting, stunting dan overweight

d)

Masalah karena ketidakseimbanga gizi makro dan gizi mikro

e)

EMasalah Anemia dan GAKI

21.

Berapa persen berkontribusi intervesi spesifik dalam pengentasan masalah gizi?

a)

70%

b)

60%

c)

50%

d)

40%

e)

30%

22.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Besar kontribui intervensi sentitif?

a)

80%

b)

70%

c)

60%

d)

50%

e)

40%

23.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Intervensi spesifik termasuk jangka apa?

a)

Panjang

b)

Menengah

c)

Pendek

d)

Sangat pendek

24.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Intervensi sensitif termasuk jangka apa?

a)

Panjang

b)

Menengah

c)

Pendek

d)

Sangat pendek

25.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Program kerja intervensi spesifik dilaksanakan siapa?

a)

Kementerian luar kesehatan

b)

Kementerian kesehatan

c)

Gabungan semua Kementerian

d)

Presiden

26.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Program kerja intervensi sensitif dilaksanakan siapa?

a)

Kementerian luar kesehatan

b)

Kementerian kesehatan

c)

Gabungan semua Kementerian

d)

Presiden

27.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Apa contoh intervensi spesifik?

a)

Suplementasi

b)

Bantuan beras miskin

c)

Bantuan jamban keluarga

Perbaikan irigasi untuk pertanian

d)

Bantuan jamban keluarga

Perbaikan irigasi untuk pertanian

28.

Dalam rangka mengentaskan stunting atau balita pendek, pemerintah mengembangkan intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Apa contoh intervensi sensitif?

a)

Suplementasi

b)

Fortifikasi

c)

Pemberian makanan tambahan anak balita

d)

Perbaikan irigasi untuk pertanian

29.

Pada bagan penyebab masalah gizi yang dikembangkan Unicef (1998) bahwa status gizi anak balita dipengaruhi oleh kondisi politik, sosial ekonomi, ketersediaan bahan pangan di tingkat keluarga, pola asuh, pelayaan kesehatan dan lingungan, asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Apa yang dikenal sebagai penyebab tidak langsung?

a)

Pola asuh, ketersediaan bahan pangan di keluarga

b)

Infeksi dan asupan

c)

Potitik dan sosial ekonomi

d)

Pelayanan kesehatan

30.

Pada bagan penyebab masalah gizi yang dikembangkan Unicef (1998) bahwa status gizi anak balita dipengaruhi oleh kondisi politik, sosial ekonomi, ketersediaan bahan pangan di tingkat keluarga, pola asuh, pelayaan kesehatan dan lingungan, asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Apa yang dikenal sebagai penyebab langsung ?

a)

Pola asuh, ketersediaan bahan pangan di keluarga

b)

Infeksi dan asupan

c)

Potitik dan sosial ekonomi

d)

Pelayanan kesehatan

31.

Grafik disamping adalah indeks apa?

a)

BB/U

b)

PB-TB/U

c)

BB/PB-TB

d)

IMT/U

e)

LLA/U

32.

Grafik disamping untuk indkes apa?

a)

BB/U

b)

PB-TB/U

c)

BB/PB-TB

d)

IMT/U

e)

LLA/U

33.

Grafik disamping ploting indeks apa?

a)

BB/U

b)

PB-TB/U

c)

BB/PB-TB

d)

IMT/U

e)

LLA/U

34.

Grafik disampin adalah ploting indeks apa?

a)

BB/U

b)

PB-TB/U

c)

BB/PB-TB

d)

IMT/U

e)

LLA/U

35.

Dalam proses perencanaan program (gizi) dikenal apa?

a)

2A

b)

3A

c)

4A

d)

5A

e)

6A

36.

Serangkaian perencanaan program (gizi) kegiatan maka melakukan pengukuran berat badan, tinggi bada, umur, pengukuran asupan zat gizi, pengamatan lingkungan termasuk kegiatan apa?

a)

Asessment

b)

Analysis

c)

Action

d)

Acomodation

37.

Serangkaian perencanaan program (gizi) kegiatan maka kegiatan melakukan analisis status gizi, analisis asupan zat gizi, menentukan status sosial ekonomi termasuk kegiatan apa?

a)

Asessment

b)

Analysis

c)

Action

d)

Acomodation

38.

Serangkaian perencanaan program (gizi) kegiatan maka melakukan MMD, pelatihan akader, pelatihan teat guna pangan, penyuluhan anak sekolah termasuk kegiatan apa?

a)

Asessment

b)

Analysis

c)

Action

d)

Acomodation

39.

Seperangkat yang berisi latar belakang , tujuan, sumber daya dan evaluasi suatu kegiatan disebut apa?

a)

Satuan pelajaran

b)

Plan on Action /POA

c)

Proposal

d)

Kertas Kerja

e)

Notulen

40.

Hasil pengumpulan data/asessment selanjutnay akan di disajikan untuk mengawali kegatan/Action yang diikuti staf desa, kader dan tokoh masyarakat pada kesempatan apa?

a)

Pelatihan Kader

b)

Survei Mawas Diri/SMD

c)

Musyawarah Masyarakat Desa/MMD

d)

Posyandu

41.

Menyajikan data prevalensi status gizi anak baduta tepat digunanka diagram apa?

a)

Histogram

b)

Pie/Pinca

c)

Scatter

d)

Garis

e)

Mapchart

42.

Metoda apa yang sudah kita sepakti untuk pengambilan sampel anak baduta pada pratik PPG?

a)

Simple Random Sampling

b)

Sistematik Sampling

c)

Pusposive

d)

Kluster

e)

Stratufikasi

43.

Metoda apa yang sudah kita sepakati untuk pengambilan sampel ibu hamil pada kegiatan praktik PPG?

a)

Simpel random Sampling

b)

Ssitematik random Sampling

c)

Accidental

d)

Purposive

e)

Kluster

44.

Metoda apa yang sudah kita sepakati untuk pengambilan sampel lansia pada kegiatan praktik PPG?

a)

Simpel random Sampling

b)

Sitematik random Sampling

c)

Accidental

d)

Purposive

e)

Kluster

45.

Jika dalam satu keluarga terdapat dua anak balita, maka siapa yang ditetapkan sebagi sampel?

a)

Kedua nya

b)

Anak yang lebih tua

c)

Anak yang lebih muda

d)

Ganti keluarga

46.

Apa alasan dalam menentukan sampel anak baduta digunakan cara kluster?

a)

Tidak punya kerangka sampel

b)

Mudah

c)

Cepat

d)

Wilayah Luas

e)

Daerah datar

47.

Apa alasan besar sampel dikalikan dengan faktor Desain Effek (Deff)

a)

Sampel diambil

b)

Sampel diambil tidak random

c)

Semua jawaban benar

d)

Semua jawab salah

48.

Berapa besar Deff yang bisa kita gunakan dalam praktik PPG?

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

49.

Gambar disamping itu dummy tabel apa?

a)

Monovariat

b)

Univariat

c)

Bivariat

d)

Trivariat

e)

Multivariat

50.

Gambar disamping itu Dummy Tabel apa?

a)

Monovariat

b)

Univariat

c)

Bivariat

d)

Trivariat

e)

Multivariat

51.

Gamar disamping itu diagam apa?

a)

Batang

b)

Histogram

c)

Pie

d)

Scatter

e)

Garis

52.

Apa perangkat lunak untuk mengolah data asupan zat gizi?

a)

FP2

b)

WordProcesor

c)

NutriSurvey

d)

NutriClin

e)

SPSS

53.

Perangjat lunak apa yang akan digunakan mengolah data status gizi pada kegiatan praktik PPG

a)

EpiInfo

b)

SPSS

c)

STATA

d)

WHO Antro

e)

WHO AntroPlus

54.

Apa metoda yang digunakan mengukur asupan zat gizi pada potaktik PPG>

a)

Food Frekuensi

b)

Food Recall

c)

Food Weighing

d)

Food Aaccount

e)

Food List

55.

Survei konsumsi bertujuan untuk mengetahui kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kadar garam dihubungkan dengan tekanan darah maka tepat menggunakan metoda apa?

a)

Food Weighing

b)

Food Recall

c)

Food Account

d)

Food Frekuensi Quessioner

e)

Food Histori

56.

Buat POA Satu kegiatan Intervensi sesuai format terlampir

4 lines