WorksheetsUTS KMB III
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Seorang wanita berusia 75 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan sakit panggul kiri setelah jatuh dari tempat tidur tidak bisa berjalan karena sakit pada pangkal kiri. Radiologis menunjukkan fraktur pada femoris kiri dan fraktur kompressi pada vertebra torakal 10. Kelainan yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah :
Defisiensi Vit. D
Osteomyelitis akut
Osteogenesis imperfect
Osteoporosis
Myostosis fibrous dysplasia
Yang tidak termasuk Pemeriksaan penunjang yang gunakan untuk mendiagnosa osteomyelitis adalah..
pemeriksaan darah lengkap
pemeriksaan titer anti staphylococcus
pemeriksaan feses
biopsy tulang
Seorang wanita berusia 18 tahun, mahasiswi keperawatan, sangat sering mengkonsumsi minuman berkafein dan minuman bersoda berlebih, mengeluh nyeri punggung, klien datang nampak kifosis dan sering memegang punggungnya yang sakit.
Dari kasus di atas perawat dapat menyimpulkan bahwa wanita tersebut menderita osteoporosis jenis
Primer
Sekunder
Juvenile
Idiopatik
Involutional
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun mengalami fraktur sinistra. Sudah dilakukan imobilisasi atau retensi reduksi, perkembangan sekarang menunjukkan ciri-ciri : Kalus mengeras dan terjadi proses konsolidasi, teraba fraktur telah menyatu, secara bertahap menjadi tulang mature. Terjadi pada minggu ke 3-10 pasca insiden kecelakaan.
Berdasarkan keterangan diatas anak tersebut mengalami proses penyembuhan tulang pada fase?
Fase pembentukan hematoma
Fase poliferasi sel/inflamasi
Fase pembentukan kallus
Fase konsolidasi
Fase remodeling
Kerusakan tulang karena kelemahan yang terjadi tekanan yang berulang-ulang dan tidak lazim disebut
fraktur dahan patah (greenstick fracture)
fissure fracture
fraktur lengkap ( complete fracture)
fracture tekan ( stress fracture )
impacted fracture
Ny S berusia 52 tahun masuk ke ruang poli orthopedi, dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh Perawat didapatkan bahwa keluhan utama Ny S adalah nyeri Sendi terutama pada sendi pada bagian ekstremitas bawah, kemudian Perawat Ns mengajarkan latihan fisik dan memberikan penkes bagaimana diet yang tepat.
Manakah yang tidak termasuk tujuan pelaksanaan perawat tersebut
Mencegah deformitas tulang yang lain
Mempertahankan kemandirian pasien
Mempertahankan fungsi Sendi
Menghilangkan nyeri
Memperbaiki diet
Seorang laki-laki berusia 30 tahun melakukan treadmill di sebuah tempat fitness, mendadak ia mengalami cedera pada jaringan lunak eksterimitas bawah bagian dextra, sehingga laki-laki tersebut mengalami distrecing pada otot dan tendon.
Apakah diagnose medis berdasarkan gejala yang dialami laki-laki tersebut
Kontusio
Dislokasi
Strain
RICE
Fraktur
Seorang wanita berusia 48 tahun mengeluh nyeri pada sendi siku sinistra, terasa kaku saat digerakkan, dan tampak pembengkakan pada daerah elbownya
Apakah diagnose medis pada pasien diatas
Atropi
Fraktur
Dislokasi
Osteomylitis
Artritis reumathoid
Seorang laki-laki umur 25 tahun diamputasi diatas lutut kiri karena kecelakaan. Setelah sadar, klien menolak untuk melihat kakinya. Ketika perawat mencoba untuk berbicara dengan klien tentang operasi, ia mengatakan kepada perawat bahwa ia tidak ingin membicarakan hal itu. Klien juga menolak untuk dikunjungi keluarganya. Apakah masalah keperawatan yang paling tepat?
Kecemasan
KeputusasaanKetidakberdayaan
Gangguan citra tubuh
Defisit perawatan diri
Gangguan mobilisasi
Seorang pria usia 45 tahun datang ke UGD karena jatuh dari atap saat memperbaiki rumahnya. Tampak pasien menyeringai kesakitan, Terdapat bunyi krepitasi, tampak deformitas, bengkak, hematom pada tulang patella bagian dextra. Oleh dokter diagnosis fraktur patella Apakah tindakan keperawatan yang pertama kali dapat diberikan pada pasien di atas?
Membiarkan posisi nyaman
Memberikan kompres hangat pada kaki klien
Memasang bidai diisi lateral dan medial lutut
Membalut patella dengan elastic verband secara ketat
Memasang bidai pada satu sisi dibelakang lutut menempel betis dan paha belakang
Penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap. Kondisi ini banyak ditemukan pada orang-orang di atas 65 tahun. Pernyataan diatas disebut
Meningitis
Tumor otak
Alzeimer
Stroke
Encepalitis
Gangguan tidur, depresi, dan genotip apolipoprotein E (APOE) memiliki hubungan dengan demensia alzheimer. Neurotransmiter yang paling berperan dalam patofisiologi dari demensia Alzheimer adalah
asetilkolin dan norepinefrin
protein
asam amino
asam glutamate
serotonin
Upaya pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit belum mulai (pada periode pre-patogenesis)dengan tujuan agar tidak terjadi proses penyakit. Pernyataan tersebut di sebut…
Pencegahan prmer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Rehabilitasi
Promotif
Jaringan banormal yang timbul akibat pertumbuhan sel yang tidak normal didalam otak disebut
Tumor otak
Stroke
Parkinson
Encepalitis
Meningitis
Upaya pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit sudah berlangsung namun belum timbul tanda/gejala sakit ( pathogenesis awal) dengan tujuan proses penyakit tidak berlanjut.
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Rehabilitasi
Promotif
Upaya pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit sudah berlangsung namun belum timbul tanda/gejala sakit ( pathogenesis awal) dengan tujuan proses penyakit tidak berlanjut.
Pencegahan primer
Pencegahan tersier
Pencegahan sekunder
Rehabilitiasi
Promotif
Pencegahan yang dilakukan saat proses penyakit sudah lanjut (akhirperiode pathogenesis) disebut
Pencegahan primer
Pencegahan tersier
Pencegahan sekunder
Rehabilitasi
Promotif
Penyakit apakah yang diakibatkan oleh adanya peradangan pada sistem saraf pusat adalah
Pneumonia
Hidrocefalus
Meningitis
Difteri
Leukimia
Yang bukan merupakan tatalaksana tumor otak adalah
Radioterapi
Kemoterapi
Operasi reseksi
Pemberian obat neurotropic
Pencegahan utama radang otak adalah melalui vaksinasi terhadap virus penyebab. pemberian Vaksinasi ini memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubella, penyakit virus yang bisa menyebabkan radang otak. Pernyataan tersebut disebut…
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Pencegahan komplikasi
Promotif
