NEW
Font size
Worksheetsinfeksi
Total questions: 16
Worksheet time: 16mins
Seorang laki-laki usia 39 tahun bekerja sebagai supir angkutan umum ke poliklinik mengeluh sesak sejak 3 hari lalu, disertai batuk berdahak putih dan demam yang dirasakan terus-menerus tetapi tidak terlalu tinggi. Riwayat terdiagnosis DM sejak 3 bulan lalu. Pemeriksaan fisik toraks redup di hemitoraks kanan bawah, fremitus taktil meningkat, suara napas bronkial dengan ronki basah nyaring. Laboratorium WBC 17.400/µL; LED 30 mm/jam. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?
Tumor paru kanan
Pneumotoraks kanan
Efusi pleura kanan
Pneumonia lobaris kanan
Atelektasis paru kanan
Seorang laki-laki 68 tahun diantar ke UGD mengeluh sesak napas, demam, menggigil dan batuk berdahak kuning, dialami sejak 2 hari lalu. Pasien tidak merokok dan tidak ada riwayat penyakit lain sebelumnya. Pasien tampak lemah, komposmentis. Tekanan darah 105/70 mmHg, denyut jantung 110 x/menit, laju napas 32 x/menit, suhu 38,9oC. Terdengar suara napas bronkial hemitoraks kanan. Laboratorium WBC 9.000/mm3, ureum 47 mg/dl, kreatinin 1,1 mg/dl, Natrium 142 mmol/L, SpO2 92%. Foto toraks kesan kardiomegali moderat, inflitrat lobus inferior kanan dan air bronchograms positif. Apakah tatalaksana paling tepat diberikan pada pasien ini?
Rawat jalan, beri antibiotik empiris, tidak perlu pemeriksaan lebih lanjut
Rawat jalan, periksa kultur dahak dan darah, beri antibiotic empiris
Rawat ruang intensif, beri antibiotik empiris
Rawat inap, beri antibiotik empiris segera dalam 4 jam pertama
Rawat inap, periksa apusan gram juga kultur dahak dan darah, beri antibiotik sesuai hasil pemeriksaan apusan dan kultur
Seorang laki-laki 40 tahun diantar ke UGD mengeluh demam tinggi 3 hari, malaise, batuk berdahak kehijauan, dan sesak napas. Pasien bekerja di sebuah restoran dan merupakan perokok aktif sejak >10 tahun lalu. Tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 118 x/menit, laju napas 36 x/menit, suhu 40oC, SpO2 89% dengan terapi oksigen 2 L/menit via nasal kabul, auskultasi paru suara napas bronkial di lobus kanan bawah. Laboratorium WBC 28.000/mm3, ureum 53 mg/dl, kreatinin 1,1 mg/dl. Foto toraks menunjukkan konsolidasi mediobasal kanan. Apakah tatalaksana antibiotik paling tepat diberikan pada pasien ini?
Doksisiklin + Cefotaksim
Linezolid + Ciprofloksasin
Piperasilin-tazobaktam + Azitromisin
Amoksisilin-klavulanat + Levofloksasin
Ceftriakson + Aminoglikosida + Azitromisin
Seorang laki-laki 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas disertai dahak kuning kehijauan, dan demam sejak 2 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat infeksi paru berulang dalam 2 tahun terakhir, pernah mendapat OAT selama 6 bulan 4 tahun lalu,dan merokok sudah 30 tahun 1 bungkus/hari. Tekanan darah 120/80 mmHg; nadi 100 x/menit; laju napas 30 x/menit, suhu 39oC; terdengar ronki basah kasar nyaring mediobasal kedua paru. Lab: Hb 10.5 g/dL; WBC 14.000/µL;PLT 148.000/µL. Foto toraks seperti gambar terlampir. Apakah patogenesis awal penyakit yang paling tepat pada kasus ini?
Destruksi dinding bronkus
Inflamasi pada interstisial
Kolaps dinding bronkus
Fibrosis pada bronkus
Obstruksi bronkus
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke UGD dengan keluhan badan lemah, penurunan nafsu makan dan berat badan, keringat malam hari. Pasien juga mengeluh batuk dengan dahak berbau amis disertai panas tinggi, dialami sejak 2 bulan sebelumnya. Apakah tatalaksana antibiotik yang paling tepat bagi pasien ini?
Cefoksitin 3x2 gr IV
Penisilin G 2-10 juta unit/hari+ Streptomisin
Metronidazol 3x500mg oral + amoksisilin 3x500mg oral
Sulfonamide 3x1 gr oral
Klindamisin 3x600 mg IV
Seorang perempuan 71 tahun diantar ke UGD RS karena tampak bingung dan gelisah. Pasien sesak 3 hari disertai demam tinggi dan batuk berdahak kuning. Tidak ada riwayat sesak atau penyakit berat lain dan belum pernah dirawat di RS sebelumnya.Laju napas 36 x/menit, suhu 39oC, nadi 110 x/menit, tekanan darah 80/60 mmHg, ronki di basal paru kiri. Lab: WBC 19.000/mm3,ureum 60 mg/dl, kreatinin 2.02 mg/dl, PaO2 50 mmHg, PCO2 30 mmHg. Foto toraks infiltrat di parahiler dan basal sinistra. Apakah diagnosis paling tepat pasien ini?
Pneumonia komunitas
Pneumonia nosokomial
Pneumonia aspirasi
Pneumonia pada gangguan imun
Pneumonia berkaitanventilator
Seorang wanita 57 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk kronis yang telah memburuk selama 6-12 bulan. Menurut pasien, batuknya muncul siang dan malam, produktif dengan sputum hijau tebal. Pasien memperkirakan sputumnya kurang lebih 120 ml setiap hari. Pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah kasar bilateral di lapang paru bawah. Tes fungsi paru FEV1 1,68 L (53,3% diprediksi), FVC 3,00 L (75% diprediksi), dan rasio FEV1/FVC 56%. Foto toraks tidak tampak kelainan. Apa yang Anda rekomendasikan sebagai langkah berikutnya dalam evaluasi pasien ini?
Bronkoskopi dengan kurasan bronkoalveolar
CT Scan toraks dengan kontras intravena
CT Scan toraks dengan resolusi tinggi
Memeriksa kadar imunoglobulin serum
Pengobatan bronkodilatorkerja panjang dan inhalasi kortikosteroid
Seorang lelaki berusia 50 tahun menderita penyakit jantung koroner, datang berobat ke poliklinik dengan keluhan batuk sejak 4 hari yang lalu disertai sesak napas. Pada pemeriksaan fisik paru didapatkan bronkovesikular pada paru kanan bawah disertai ronki basah nyaring. Foto toraks didapatkan bercak-bercak infiltrat inhomogen pada paru kanan bawah. Apakah mikroorganisme penyebab infeksi tersering pada kasus ini?
Enterococci faecalis
Enterobacteriaceae
Staphylococcus aureus
Mycoplasma
Streptococccus pneumonia
Seorang perempuan 68 tahun dirawat sejak 2 minggu yang lalu dengan diagnosis pneumonia komunitas dan mendapat terapi seftriakson dan azitromisin selama 10 hari. Pasien mengalami perburukan dan dipindahkan ke ruang rawat ICU. Antibiotika diubah menjadi meropenem, levofloksasin dan linezolid. Tiga hari kemudian, kondisi klinis pasien membaik namun mengalami diare, tidak berdarah, berbau busuk, frekuensi 6-8 kali per hari, tidak didapatkan demam. Pasien diduga mengalami infeksi Clostridium difficile. Apakah antibiotik yang diduga menyebabkan kondisi pada pasienini?
Azitromisin + seftriakson + meropenem
Seftriakson+ azitromisin + levofloksasin
Linezolid+ levofloksasin + azitromisin
Meropenem+ linezolid + levofloksasin
Levofloksasin+ Meropenem + azitromisin
Seorang laki-laki 30 tahun ke IGD dengan keluhan demam dan batuk berdahak kuning sejak 7 hari sebelum MRS. Laju napas 24x/menit dan suhu 39oC. Pada paru kanan fremitus taktil meningkat, perkusi redup, suara napas bronkial dan ada ronki basah nyaring. Lab:leukosit 20.400/uL. Apakah patogenesis awal terjadinya kelainan paru pada pasien ini?
Adanya bronkokonstriksi
Adanya edema pada alveoli
Adanya cairan pada rongga pleura
Infiltrasi sel-sel radang pada alveoli
Adanya hipertrofi dan hipersekresi mukus
Seorang laki-laki 43 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tiba-tiba, menggigil, malaise, dan sesak napas, tetapi tidak ada mengi. Pasien bekerja sebagai petani, dan satu hari sebelum masuk RS pasien membersihkan tumpukan jerami. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat penyakit paru. Hasil pemeriksaan foto toraks PA dan lateral didapatkan infiltrat lobus atas bilateral. Apakah organisme penyebab paling mungkin kondisi di atas?
Actinomyces
Nocardia asteriodes
Cryptococcus neoformans
Histoplasma capsulatum
Aspergillus fumigatus
Seorang wanita 34 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan batuk dan sesak nafas saat aktivitas yang memburuk selama 3 bulan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru dan tidak pernah menderita asma. Pasien mulai bekerja di sebuah toko hewan peliharaan sekitar 6 bulan lalu, tugasnya meliputi pembersihan kandang burung dan reptil. Pasien mengeluhkan sesekali demam, tidak mengi, kadang batuk kering. Sebelum bekerja di toko hewan pasien tidak memiliki hambatan dalam aktifitas, tapi sekarang mengeluhkan sesak saat naik tangga. Dari pemeriksaan fisik tampak baik, saturasi oksigen saat istirahat 96% pada udara ruangan, suhu 37,7°C, pemeriksaan paru dalam batas normal, tidak ada clubbing atau sianosis, dan foto toraks dalam batas normal. Apakah diagnosis penyakit yang diderita pasien ini?
Pneumonitis hipersensitivitas
Asma bronchiale
Sarkoidosis
Aspergillosis
Psittacosis
Seorang wanita 34 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan batuk dan sesak nafas saat aktivitas yang memburuk selama 3 bulan. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit paru dan tidak pernah menderita asma. Pasien mulai bekerja di sebuah toko hewan peliharaan sekitar 6 bulan lalu, tugasnya meliputi pembersihan kandang burung dan reptil. Pasien mengeluhkan sesekali demam, tidak mengi, kadang batuk kering. Sebelum bekerja di toko hewan pasien tidak memiliki hambatan dalam aktifitas, tapi sekarang mengeluhkan sesak saat naik tangga. Dari pemeriksaan fisik tampak baik, saturasi oksigen saat istirahat 96% pada udara ruangan, suhu 37,7°C, pemeriksaan paru dalam batas normal, tidak ada clubbing atau sianosis, dan foto toraks dalam batas normal. Apakah terapi yang paling tepat pada pasien ini?
Anidulafungin
Azitromisin
Levofloksasin
Azathioprin
Kortikosteroid
Seorang laki-laki 38 tahun, dibawa ke IGDd engan kesadaran menurun 2 hari. Alloanamnesis terhadap istri pasien, mulai 5 hari lalu pasien mengeluh nyeri kepala, marah-marah dan bicara meracau, disertai keluhan sesak makin memberat, batuk tidak berdahak dan demam. Pasien diketahui terinfeksi HIV 3 tahun lalu dan diterapi ARV. CD4 saat kontrol terakhir 74 sel/mmk. Pasien tampak sesak, GCS 11, suhu 38.3oC, nadi 112 x/menit, laju napas 30 x/menit, tekanan darah 130/80 mmHg. Tampak lesi papuler hiperpigmentasi di ekstremitas atas bilateral. Auskultasi dada terdengar suara napas bronkovesikuler dan ronki basah halus di kedua lapang paru. Foto toraks kesan infiltrat interstitial di kedua lapang paru. Lumbal punksi didapatkan hasil positif terhadap pewarnaan tinta india. Apa kemungkinan penyebab infeksi oportunistik pada pasien ini?
Cytomegalovirus
Pneumocystis jirovecii
Mycoplasma pneumonia
Cryptococcus neoformans
Mycobacterium avium complex
Laki-laki 31 tahun ke poliklinik penyakit dalam mengeluh batuk 3 minggu. Berat badan turun 3 kg selama 6 bulan sebelumnya. Fisis suhu 36,8oC, laju napas 20 x/menit. Auskultasi paru terdengar ronki di apeks paru kanan. Lab Hb 14,6 g/dl; WBC 8.700/ul; neutrofil 43%; PLT 164.000/ul. Hasil foto toraks seperti terlampir. Apakah diagnosis yang tepat untuk kasus ini?
Pneumonia komunitas
Abses paru
Sarkoidosis
Aspergillosis
Tuberculosis
Seorang laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan batuk 2 bulan dan dikatakan hilang timbul. Batuk disertai dahak yang banyak terutama di pagi hari ketika bangun tidur. Terkadang dahak bercampur bercak darah. Demam juga dirasakan sejak 2 minggu terakhir namun berkurang dengan obat penurun panas. Tidak merokok dan tidak ada riwayat asma. Pada pemeriksaan fisik didapatkan jari tabuh, retraksi dinding dada, pada pemeriksaan paru didapatkan ronki basah pada basal paru kiri. Foto toraks didapat gambaran honey comb appearance. Apakah pernyataan paling tepat untuk drainase sekret bronkus dan menjaga higienitas bronkus?
Drainase postural 10-20 menit, 2-4 kali setiap hari
Mencairkan sputum yang kental dengan ekspektoran
Meninggikan posisi kepala 30o
Pemberian beta-2 agonis inhalasi
Pemberian oksigen 1 liter/menit
