NEW
Font size
WorksheetsPAT Semester 2 Tahun 2019-2020 Bahasa Indonesia Kelas 8
Total questions: 20
Worksheet time: 40mins
Perhatikan kutipan teks ulasan berikut!
Aspek menarik patut dicatat adalah kesadaran Raditya Dika terhadap plot film sebagai entitas berbeda dan merdeka dari jajahan sumber adaptasinya. [ . . . ] Bahkan, demi menjaga keutuhan plot, Dika mempreteli cerita sampai tataran karakterisasinya. Grup detektif Tiga Sekawan yang dibentuk Dika memiliki anggota berbeda antara di buku dan di film. Gimmick yang dipakai pun berbeda. Ada kreativitas yang menekankan bahwa humor sebaiknya sambung-sinambung menjadi satu dan karakterisasi sangat penting dalam mewujudkan misi itu.
Kalimat tepat untuk melengkapi bagian rumpang teks ulasan tersebut adalah....
Dika merelakan beberapa bagian dalam buku tidak dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita terjaga.
Semua unsur canda dalam buku karya Dika tetap dimasukkan dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh.
Dika memisahkan beberapa bagian dalam buku yang kurang menarik agar tidak dimasukkan dalam pembuatan film.
Dika ingin semua bagian dalam buku dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh.
Perhatikan kutipan teks ulasan film berikut!
Kelebihan film ini terletak pada adegan kejar-kejaran yang digarap serealistis mungkin. Dari segi cerita, dapat juga diambil sisi positifnya. Keteguhan sang tokoh terhadap perjanjian awal yang telah disepakati sebelumnya adalah hal yang patut ditiru. Tapi ingat, jangan meniru adegan dalam film tersebut, terutama anak-anak.
Kalimat terakhir pada kutipan ulasan film The Transporter tersebut kurang tepat, perbaikannya adalah . . . .
Amanatnya, jangan suka mencuri, karena mencuri itu dosa dan menyusahkan orang lain.
Film ini tidak cocok untuk ditonton oleh anak usia dini karena mengandung adegan sadis
Namun, mengingat banyaknya adegan kekerasan, film ini tidak layak untuk ditonton oleh anak-anak.
Terlalu banyak adegan kekerasan berupa pembunuhan dan penembakan dalam film ini
Struktur teks persuasi adalah ...
Pengenalan isu - pernyataan ajakan – rangkaian argumen - penegasan kembali.
Pengenalan isu - rangkaian argumen - pernyataan ajakan - penegasan kembali.
Pernyataan ajakan - pengenalan isu - rangkaian argumen - penegasan kembali.
Rangkaian argumen - pernyataan ajakan - pengenalan isu - penegasan kembali.
Bacalah kutipan teks persuasi berikut!
Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Seberapa mahal pun harga rokok tidak dapat menghentikan mereka. Misalnya, di Malaysia, harga 20 batang rokok dapat setara dengan lima persen pendapatan buruh kasar. Di Shanghai, Cina, petani dan perokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buah sebagai kebutuhan utama mereka. Marilah kita hentikan kebiasaan merokok sebelum candu rokok melekat pada diri Anda.
Kalimat di atas yang menunjukkan ajakan adalah ...
Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
Seberapa mahal pun harga rokok tidak dapat menghentikan mereka.
Marilah kita hentikan kebiasaan merokok sebelum candu rokok melekat pada diri Anda.
Di Shanghai, Cina, petani dan perokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buah sebagai kebutuhan utama mereka.
1. Dari sana Aria ingin memberi isyarat bahwa sudah waktunya kita mengkritisi idiom-idiom sesat yang kini terlanjur hidup dalam masyarakat kita.
Pada kalimat di atas terdapat penggunaan kata sambung, yaitu...
konjungsi penyebab
konjungsi temporal
ungkapan saran
konjungsi penerang
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan cijulang, kabupaten pangandaran, jawa barat.
Perbaikan untuk kalimat di atas agar menjadi kalimat yang tepat adalah …
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Cijulang, kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sekitar 7.000 hektar hutan mangrove hancur di kawasan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, jawa barat.
Bacalah teks drama berikut dengan saksama!
Ratna adalah Ketua Osis SMP Bunga Bangsa. Setelah pelajaran usai. Ratna mengajak pengurus OSIS untuk mengadakan rapat. Rapat OSIS dilakukan di ruang OSIS SMP Bunga Bangsa.
Ratna : Aku pikir tidak ada salahnya kita memberikan sumbangan kepada korban bencana alam.
Galih : Iya. Aku setuju dengan usulmu, Ratna.
Ratna : Ada yang punya usul, barang apa yang harus kita sumbangkan?
(Seseorang mengangkat tangan)
Dona : Kita iuran saja. Setiap peserta didik kita minta iuran seikhlasnya. Bagaimana menurut kalian?
Aris : Bagaimana kalau kita sumbang pakaian saja? (sambil memandang teman-temannya)
Ratna : Baiklah. Usul teman-teman semua masuk akal. Kita dapat memberikan sumbangan dalam bentuk uang atau barang. Bagaimana teman-teman?
Aris : Iya, Ratna. Kita bebaskan jenis sumbangan yang akan diberikan teman-teman. Peserta didik yang memiliki pakaian lebih, bisa menyumbangkan pakaiannya. Peserta didik yang memiliki sepatu kekecilan bisa menyumbangkan sepatunya. Peserta didik yang memiliki uang lebih bisa menyumbangkan dalam bentuk uang.
Ratna : Bagaimana teman-teman?
Anggota rapat : Setuujuuu. (kompak)
Ratna : Baiklah. Berapa pun yang terkumpul nanti akan kita salurkan ke sana. Ini merupakan wujud empati kita sekaligus menumbuhkan rasa kepeduliaan kepada sesame.
Semua anggota rapat mengangguk-anggukkan kepala. Semua anggota rapat puas dengan hasil rapat OSIS.
(Disadur dari: Gemar membaca hingga Peduli Lingkungan. Bandung. Nuansa Cendekia. 2014)
Kostum dan ekspresi yang dapat digunakan para tokoh saat mementaskan kutipan drama tersebut adalah ….
pakaian santai, jenaka
pakaian adat, kecewa
seragam sekolah, serius
baju olahraga, serius
(1) Iya, waktu itulah aku dekat dengannya. (2) Dia tidak pernah bosan mendengar ceritaku. (3)Sungguh saat itulah aku baru meras Putrilah yang mengerti bahasa kalbuku. (4) Dialah sinar rembulan di kegelapan hatiku.
Kalimat yang bermajas pada penggalan cerpen di atas adalah nomor ….
(3) dan (4)
(3) dan (2)
(1) dan (2)
(!) dan (3)
1. Permainan tradisonal tidak hanya memberikannilai rekreasi atau bersenang-senang saja. Lebih dari itu, permainan tradisional juga memiliki nilai pendidikan jasmani, bahkan nilai sosial. Oleh karena itu, alangkah sayangnya jika permainan-permainan tradisional tersebut tidak dikenal lagi oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Buku ini ditulis dengan rasa keprihatinan terhadap keberlangsungan permainan tradisional. Selalin itu, berdasarkan keinginan untuk bernostalgia dalam bentuk apresiasi sebagai upaya turut berperan serta dalam melestarikan salah satu budaya Jawa agar tidak punah tergerus zaman.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dra. Hj. Nanik Herawati, M.Hum. yang telah memberi kesempatan untuk turut berperan serta dalam usaha melestarikan salah satu warisan budaya Jawa yaitu permainan tradisonal. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan buku ini.
Dikutip dari: Indiyah Prana A.W, Permainan Tradisional Jawa, Klaten, Intan Pariwara, 2010.
Kutipan buku tersebut merupakan unsur buku bagian….
identitas buku
kata pengantar
glosarium
daftar pustaka
Malam hari Joko duduk di depan rumah bersama bapaknya. Mereka melihat pemandangan di kampung sebelah yang terang benderang.
Joko : Kenapa rumah kita tidak dipasangi listrik seperti mereka, Pak? (menunjuk ke kampung seberang yang terang benderang)
Bapak : Karena rumah kita dari bambu, Nak! (sambil mengelus kepala Joko)
Joko : Kalau rumah kita besar dan bagus boleh dipasang listrik ya, Pak?
Bapak : Iya, Nak. Kamu rajin belajar ya, supaya besok bisa jadi pegawai. Semoga kamu bisa membangun rumah besar yang ada listriknya.
(Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan dan langsung duduk di pangkuan Bapak)
Lit : [. . .]
Joko : Iya, Dik. Rumah besar yang ada listriknya. Kalau malam rumah kita terang tinggal cklek, byarr…!
Lit : Asyikk…! (bertepuk tangan dengan wajah gembira)
Disadur dari : Gatotkaca Suroso, Jokowi Si Tukang Kayu. Jakarta. Ufuk Fiction. 2012
Kalimat tepat untuk melengkapi teks drama tersebut adalah ….
Di mana letak rumah besar itu, Mas?
Rumah besar itu milik siapa, Mas?
Siapa yang membeli rumah besar, Mas?
Mau punya rumah besar ya, Mas?
Perhatikan data buku berikut!
Judul buku: Pesona Batik
Penulis: Nanik Herawati
Penerbit: Intan Pariwara, Klaten
Cetakan: Juli,2010
Tebal: iv+68
Keunggulan: Penyampaian dengan bahasa yang mudah dipahami.
Kelemahan: Penampilan gambar kurang jelas karena ukurannya kecil dan tidak
berwarna.
Paragraf ulasan yang tepat berdasarkan data buku tersebut adalah...
Buku Pesona Batik disampaikan dengan gaya tutur anak muda. Gaya ini menyebabkan buku ini disukai anak muda. penampilan gambar cukup membantu pembaca.
Buku Pesona Batik pantas dibaca karena memuat nilai-nilai moral, adat, kepercayaan, keyakinan, status, dan pandangan hidup sebagian masyarakat Indonesia dalam karya seni batik. Dalam membatik dimulai dari menggambar.
Buku Pesona Batik membahas seni batik yang jarang dimengerti oleh sebagia besar masyarakat. Akan tetapi, dengan bahasa penyampaian yang mudah dipahami menyebabkan buku ini disukai pembaca dari berbagai kalangan.
Buku Pesona Batik mencerminkan khazanah kebudayaan Indonesia. Dengan membaca buku ini diharapkan pembaca dapat praktik membatik di rumah. Meskipun penampilan gambar sederhana, penyampaian bahasa dalam buku ini mudah dipahami.
Bacalah teks berikut dengan saksama.
(1) Semburan awan panas telah menghanguskan pepohonan di lereng Gunung Merapi. (2) Fenomena tersebut tak akan mungkin mengubah pola pikir warga masyarakat yang tinggal di sekitar gunung itu untuk meninggalkan desanya. (3) Pada hari itu tercatat ada 15 kali gempa susulan seperti yang dipaparkan oleh pengamat seismograf. (4) Kita semua turut prihatin dengan nasib warga yang tinggal di daerah berbahaya tersebut.
Kalimat fakta pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor ...
1), 2)
3), 4)
1), 3),
2), 3)
Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Seberapa mahal pun harga rokok tidak dapat menghentikan mereka. Misalnya, di Malaysia, harga 20 batang rokok dapat setara dengan lima persen pendapatan buruh kasar. Di Shanghai, Cina, petani dan perokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buah sebagai kebutuhan utama mereka. Marilah kita hentikan kebiasaan merokok sebelum candu rokok melekat pada diri Anda.
Kalimat di atas yang menunjukkan ajakan adalah ...
Betapa sulitnya seorang pecandu rokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.
Seberapa mahal pun harga rokok tidak dapat menghentikan mereka.
Marilah kita hentikan kebiasaan merokok sebelum candu rokok melekat pada diri Anda.
Di Shanghai, Cina, petani dan perokok menghabiskan uang untuk membeli rokok lebih banyak daripada yang dipakai untuk membeli gandum, daging, dan buah-buah sebagai kebutuhan utama mereka.
Penulisan prefiks (awalan) di- dan preposisi (kata depan) di yang tidak tepat terdapat pada kalimat…
Dia ditangkap serigala.
Aku berdiri disini.
Tubuhnya diselamatkan sang tikus.
Tubuhnya diselamatkan sang tikus.
Bacalah dengan saksama penggalan teks drama berikut!
Wahyu : (Mulutnya masih disesaki kunyahan goreng pisang) Jadi, selanjutnya bagaimana kalau begitu?
Raban : (Mengaduk-aduk kopinya dengan sendok. Agak malas menjawab) Yaaa, nggak tahulah. Tapi, dengar-dengar, Senin besok akan dimusyawarahkan lagi.
Bi Acih : (Tanpa menghentikan pekerjaan di warungnya, menoleh sebentar) Wah, penduduknya keburu banyak yang mati kalau begitu. Masalah kecil saja, musyawarahnya harus beberapa kali.
Atin : (Membawa piring dan gelas yang sudah selesai dicuci lalu berhenti di samping ibunya) Tadi di sekolah Atin sudah ada yang dipulangkan karena sakit. Katanya sih, kena DBD.
Raban : Ya, gak tahu, itu urusannya Pak Lurah, Tin. (menyeruput kopi) Saya kan Cuma pesuruh. Maunya kita kan memang ingin serbacepat, tapi urusannhya pejabat, kan tidak sesederhana itu. Betul, kan? (kepada Wahyu)
Wahyu : (Tersenyum menyindir) Ya, memang. Apalagi ini urusan nyawa, Kang! Kalau aparatnya gesit, tentu tidak begini. Cuma mengurus pengasapan nyamuk saja perlu musyawarah berhari-hari.
Disadur dari : Naskah drama remaja. Foging.Nuromat.diunduh 5 Juli 2017
Kutipan drama tersebut menceritakan ….
ketidaksiapan aparat desa dalam melakukan pengasapan nyamuk di lingkungannya
kesedihan masyarakat karena telah banyak korban akibat gigitan nyamuk
kekhawatiran warga masyarakat karena aparat belum melakukan pengasapan nyamuk
ketidakpedulian warga terhadap kebersihan lingkungan di sekitar tempat kerjanya.
1. Drama yang mendobrak konvensi lama dan penuh dengan pembaharuan, seperti ide-ide baru, gagasan baru, penyajian baru, dan penggabungan konsep barat dengan timur disebut ….
a. drama rakyat c. drama konvensional
b. drama bangsawan d. drama kontemporer
drama rakyat
drama bangsawan
drama konvensional
drama kontemporer
Udara malam ini terasa aneh. Sepertinya belum satu jam aku memejamkan mata, tiba-tiba dari luar kudengar suara Joko berteriak-teriak.
“Uwak, Rahman, tolong…” Joko menggedor-gedor pintu depan yang reyot. Jika tak segera dibuka, pintu itu pasti bisa jebol. Setengah terpejam aku bangun, disusul Emak di belakangku.
“Ada apa, Joko? Malam-malam begini teriak-teriak,” tanya Emak keheranan. Sementara napas Joko tersengal-sengal.
“Wak, tolong emakku.”
“Ada apa? Kenapa emakmu?”
Emak mulai cemas, sementara aku masih mencoba mengusir kantukku.
“Tiba-tiba Emak pingsan, Wak.”
“Ya Allah, pingsan?”
Emak menjadi gugup. Aku pun segera sadar sepenuhnya. Emak Joko pasti sangat membutuhkan pertolongan.
“Iya, Wak, tolong.” Joko memelas.
Segera aku dan Emak berlari ke rumah Joko. Sampai di sana kami kaget Bu Maryam, emak Joko. Perempuan kurus itu terbaring lemah di atas tempat tidur lusuh. Napasnya satu-satu, seperti ada beban berat ketika menghirup dan mengeluarkan napasnya. Mukanya sangat pucat di bawah cahaya lampu remang-remang.
Dikutip dari: “Duka seorang sahabat” dalam Jangan Pernah Hilang Asa, Yogyakarta. Pustaka Insan Madani, 2007.
Amanat kutipan buku fiksi tersebut adalah ….
Kita tidak boleh berteriak-teriak di halaman rumah orang lain.
Kita harus memberikan obat kepada orang tua yang sedang sakit.
Kita tidak boleh menggedor-gedor sebuah pintu yang sudah reyot.
kita harus menolong tetangga yang membutuhkan pertolongan.
(1) Iya, waktu itulah aku dekat dengannya. (2) Dia tidak pernah bosan mendengar ceritaku. (3 )Sungguh saat itulah aku merasa baru Putrilah yang mengerti bahasa kalbuku. (4) Dialah sinar rembulan di kegelapan hatiku.
Kalimat yang bermajas pada penggalan cerpen di atas adalah nomor ….
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (2)
Pak Giman teringat anak sulungnya di kota. Harbani, anak sulungnya itu, jarang sekali pulang ke rumah. Untuk keperluan harian, serta biaya kos, buku-buku, dan biaya semesteran, Pak Giman setia mengirim wesel tiap bulannya. Entah, uang dari mana diperolehnya.
“Bagaimana, Pakne?” tiba-tiba suara Bu Giman memecah kesunyian.
“Aduh…paling-paling ya, cari utangan lagi, Bune,” jawab Pak Giman dengan kepala menunduk.
“Tapi utang kita sudah menumpuk, Pakne.”
“Lha terus, mau bagaimana lagi? Wong penghasilan pokok kita Cuma dari gaji saya, yang jelas-jelas tidak mencukupi. Padahal, usaha jahitan kita belum tentu bisa diharapkan. Apalagi sekarang baru sepi menjahitkan. Menurutku, ya utang itulah jalan terbaik satu-satunya,” ujar Pak Giman dengan lirih.
Dikutip dari: Hamdani M.W. “Wesel” dalam Kupulan Cerpen Romansa, Yogyakarta, Labuh. 2005.
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan buku fiksi tersebut adalah ….
orang ke-1 pelaku utama
orang ke-3 pelaku utama
orang ke-3 serbatahu
orang ke-1 serbatahu
Bacalah kutipan buku nonfiksi berikut ini!
Polemik kebudayaan adalah nama yang dipakai untuk menyebut sebuah perdebatan tentang kebudayaan Indonesia pada tahun 1930-an. Garis besar Polemik Kebudayaan adalah mempersoalkan arah yang hendak dituju oleh kebudayaan Indonesia di masa depan, apakah dengan meniru kebudayaan barat yang telah maju atau mengembangkan nilai-nilai budaya timur yang lebih sesuai dengan kepribadian bangsa.
Polemik Kebudayaan diawali oleh perdebatan antara Sutan Takdir Alisyahbana dengan Sanusi Pane dan Dr. Poerbatjaraka di majalah Pujangga Baru dan koran Suara Umum pada Agustus dan September 1935 hingga April 1936 yang dimuat di Pujangga Baru, Suara Umum, Pawarta Deli, dan Wasita. Perdebatan kali kedua itu melibatkan lebih banyak orang dan lebih banyak majalah dan koran. Nama-nama yang terlihat tersebut adalah Sutan Takdir Alisjahbana, Dr. Sutomo, Tjindarbumi, Adinegoro, Dr. M. Amin dan Ki Hajar Dewantara.
Dikutip dari: Indarti Yuni Astuti, Ensiklopedi Sastrawan Indonesia Jilid 1, Yogyakarta, Permata Equator, 2008.
Informasi yang terdapat pada kutipan buku tersebut adalah ….
Polemik Kebudayaan terjadi setelah Indonesia merdeka
Polemik Kebudayaan dipicu perbedaan budaya di Indonesia.
Wasita adalah salah satu koran yang terlibat kebudayaan
Polemik Kebudayaan didasari persamaan kebudayaan Indonesia.
